
Ketiga kurcaci sudah turun kelantai bawah untuk menyantap makan siang mereka
yang disusul oleh Glorria. Sedangkan Arno dan Alma serta Alice mereka sudah berada dikursi meja makan menunggu kedatangan Glorria. Annabella menatap kursi yang biasanya di duduki oleh Maicon, "hemm aku ingin duduk di kursi ini Mammy" ucap Annabella dengan polosnya.
Dan di susul oleh kedua saudara laki-lakinya di sebelah kiri dan kanannya. "Aduhh jangan duduk disitu Annabella sayang itu kursi untuk Mammy cantik nak, Darren, Aiden cepet pindah tempat kalian disini disebelah Mammy nak." Alma dan Alice mencoba memberitahukan ketiga kurcacinya agar tidak duduk dikursi untuk Glorria sebagai tuan mereka.
"Mammy cantik biarkan aku dan kedua kakakku duduk di kursi pilihan kami ya Mammy" Pinta Annabella dengan senyuman cantiknya, mau tidak mau Glorria pun terpaksa mengalah dengan keinginan ketiga kurcacinya yang tak biasa diubah lagi, jika Annabella menginginkan sesuatu. Akhirnya Glorria duduk di barisan kursi yang sama sejajar dengan Arno.
"Nona besar sepertinya sebentar lagi kita akan memiliki pemimpin dan ajudan baru" ujar Alma dan Alice sambil melirik kearah ketiga kurcaci mereka.
Sontak saja para ibu-ibu yang memiliki ketiga kurcaci tertawa melirik kearah Annabella dan Darren serta Aiden, yang terlihat datar dan anteng dengan makanan mereka. Setelah selesai dengan makanan mereka ketiga kurcaci super aktif, mereka kembali naik kelantai atas ketiganya tanpa pengawasan para asisten yang ada dirumah Glorria.
"Annabella coba kamu lihat ada musik favorit kita" teriak Darren dan Aiden memanggil Annabella untuk masuk kedalam kamarnya, dan mengajaknya untuk menonton televisi. Ketiga kurcaci super nakal itu berlanggak lenggok didepan televisi mengikuti gerakan artis favorit mereka, dengan bersamaan gerakan mereka tak ada yang meleset.
"Sudah akhh aku lelah Darren, Annabella" ketiganya menghentikan aksinya, dan mereka tertidur diatas karpet lantai yang empuk dengan menatap langit-langit kamarnya. "Apa kamu ingin menjadi seorang penyanyi favoritmu Annabella?" Darren dan Aiden
bertanya kepada Annabella, apa keinginan dan cita-cita Annabella.
"Tidak aku tidak ingin menjadi seorang penyanyi, tapi aku ingin menjadi seorang pahlawan keluargaku. Seperti Mammy cantik bisa melindungi kita semua." Jawab Annabella
"Waww itu keren sekali Annabella, kalau begitu aku akan menjadi pengawal setiamu Annabella bagaimana apa kamu setuju." Tanya Darren
"Aku juga akan menjadi seorang pengawal setia seorang pahlawan Annabella." Ucap Aiden dia tidak mau kalah dari Darren.
"Oke setuju kalau begitu kita berjanji, jika kita harus saling menjaga mengerti, dan melindungi satu sama lainnya apa kalian mengerti"
Darren dan Aiden menganggukan kepala mereka dengan serentak, dan berpegang tangan.
__ADS_1
Kembali dengan Deborah dan Jonas serta kedua anak laki-laki yang tak lain Augusto dan Sander, kedua tangan Sander dan Augusto tak lepas dari genggaman Deborah. Tak terasa mobil transportasi yang mereka tumpangi telah tiba di Belgia, Deborah kembali berjalan mencari tempat yang sepi dan jauh dari keramaian warga sekitar.
Yang diikuti oleh Jonas yang menggendong Augusto, perjalanan ketiganya sudah sangat jauh dari kerumunan warga dan jalanan besar. Kini Deborah dan Jonas telah tiba dilahan kosong tanpa penghuni, dengan celangak-celinguk Deborah duduk di atas bebatuan tembok yang sudah sangat lapuk.
"Jonas turunkan putraku, dan kau pergilah beristirahatlah pasti kau lelah" pinta Deborah
"baik Nona terimakasih." Jawab Jonas.
Jonaspun segera menurunkan tubuh kecil Augusto dari gendongannya, kedua mata Sander memperhatikan kesekitaarnya ia memastikan jika ditempat itu tak ada orang asing yang mengikutinya. Sander mendekati Deborah dan ia bersandar di bahu Deborah, tanpa rasa canggung. Meskipun Sander baru beberapa hari mengenal Deborah tapi ia sudah begitu nyaman dengan adanya Deborah
"Aunty aku takut wanita sihir itu menemukan kita Aunty, aku mohon Aunty kita jangan kembali kerumah Daddy aku takut Aunty hikss hikss" rintih Sander menangis dalam pelukan Deborah, ia benar-benar ketakutan dengan Nowela, yang terus berusaha akan membunuhnya. "Iya sayang kita tidak akan kembali kerumah itu, tapi kamu jangan menangis nanti Mammy mu disurga akan sedih kalau melihatmu menangis." Ucap Deborah menenangkan.
"Iya Aunty aku berjanji tidak akan menangis lagi, agar Mammy Glorria bahagia disurga" jawab Sander sambil mengusap air matanya.
"Jonas-jonas, jika kau ingin kembali ke Paris pergilah, tapi ingat jangan beritahukan Louis dan Bastev kalau kami berada disini. Kami sangat takut untuk kembali dan kami belum siap untuk kembali pulang." Ujar Deborah dengan lirih
Jonas segera mencari akal agar para tuannya memiliki tempat untuk beristirahat, Jonas mengeluarkan goloknya dari dalam jas hitamnya, ia menebangi pohon pohon kecil dan mengumpulkan batu-batu ia menatanya dengan begitu rapi. Sehingga Deborah dan kedua jagoannya biasa duduk dan merentangkan tubuh mereka diatas bebatuan yang sudah ditata oleh Jonas.
Bastev dan Louis serta Dezi yang baru saja mengetahui, jika Deborah dan Sander telah mendapatkan penyerangan dari orang-orang yang tak dikenal. Dan para anak buahnya telah tewas, membuat Bastev dan Louis berteriak histeris. Louis begitu khawatir dengan keadaan Deborah yang sedang berbadan dua, "siapa mereka Bastev? Kenapa mereka ingin menghancurkan keluarga kecilku Bastev!!!" Ujar Louis dengan lirih.
"Tenangkan dirimu Louis kita akan mencari tahu siapa yang sudah berani mengusik kehidupanku." Jawab balik Bastev penuh amarah.
"Dezi cepat lacak rekaman CCTV ditempat kejadian, dan temukan siapa dan kelompok mana yang sudah berani mengacaukan ku" teriak Bastev, Louis segera mengajak Dezi untuk melacak kejadian yang telah membuat Deborah hilang dan kedua jagoan yang mereka sayanginya.
Dengan cepat Louis melihat rekaman CCTV mobil-mobil yang mengikuti mobil para anak buah Bastev "Bastev, coba kau lihat dan perhatikan apa kau mengetahui dengan mobil-mobil itu?" Tanya Louis.
Bastev, dia segera menghampiri Louis dan ia menatap tajam kearah layar monitor yang ada di hadapannya. "Oh my God, gila ini benar-benar sudah keterlaluan. Dezi cepat siapakan semuanya kita kita datangi markas Willigeria sekarang" teriak Bastev.
__ADS_1
Saat Bastev melihat rekaman CCTV yang di beritahukan oleh Louis, Bastev sudah bisa mengetahui jika mobil-mobil yang telah menyerang mobil yang di tumpangi Deborah, serta para anak buahnya hingga tewas. Adalah mobil para anak buah Nowela, Bastev sudah sangat emosi hingga ia tak bisa menunggu lebih lama lagi, Bastev dan Louis serta beberapa anak buahnya terbang menuju London untuk menemui Willigeria dan Nowela.
Sesampainya di London Bastev dan Louis serta Dezi, dengan secara tidak hormat mereka menerobos masuk kedalam kediaman Willigeria, dan kebetulan Willigeria sedang duduk santai di halaman belakang rumahnya. "Tuan Willigeria kita telah kedatangan tauan Bastev dengan para anak buahnya.."
"Biarkan mereka masuk sebentar lagi saya akan menemui mereka." Ujar Willigeria kepada anak buahnya.
"Tidak perlu kau menemuiku tuan Willigeria, biar aku yang menemuimu, cepat katakan dimana putraku dan adik iparku serta keponakanku cepat katakan jangan membuatku marah tuan Willigeria!!" Seru Bastev, Willigeria terperanjat mendengar teriakkan Bastev.
"Apa maksudnya nak Bastev, putra adik ipar dan keponakan maksudnya apa, saya benar-benar tidak mengerti?" Tanya balik Willigeria kebingungan.
"Perlihatkan rekaman itu kepadanya Louis." Sentak Bastev, dengan cepat Louis pun menyalakan layar monitor didalam ponselnya.
Deg..
Seketika hati Willigeria tersentak kaget saat melihat para anak buah Nowela dan mobil Nowela berada didalam rekaman tersebut, yang sedang menghadang para anak buah Bastev dan membantainya sampai tewas.
Willigeria berteriak memanggil para anak buahnya, untuk segera membawa Nowela kehadapannya. Setelah menunggu beberapa saat para anak buah Willigeria kembali memberitahukan, jika Nowela sudah pergi melarikan diri entah kemana. Seketika tubuh Willigeria lemas ia tak menyangka jika putri semata wayangnya telah melakukan kesalahan besar. "Nak Bastev duduklah kita bisa bicarakan baik-baik masalah ini, jujur saja saya tidak tahu akan hal ini" tutur Willigeria.
Akhirnya Bastev serta Louis pun duduk mendengarkan penuturan Willigeria, langkah apa yang akan di lakukannya oleh Willigeria.
Dan akhirnya Willigeria menyepakati melakukan pencarian terhadap Deborah dan kedua jagoannya.
Kembali lagi dengan Glorria, disiang itu ia pergi seorang diri dengan menaiki motor besar yang baru dibelinya. Glorria berniat akan pergi kesalah satu tempat lahan kosong dimana dirinya dengan Dallen pernah tinggal di lokasi tersebut.
Setelah menempuh sekitar 1 jam dalam perjalanan kini Glorria sudah tiba di tempat yang ia tuju. Dengan cepat Glorria memarkirkan sepeda motor miliknya, ia berjalan masuk kedalam pekarangan yang begitu terawat. Glorria seperti sedang bermimpi saat ia memasuki pekarangan yang sudah terdapat rumah kayu, yang sama persis dengan rumahnya dulu saat ia tinggal di tempat itu.
Ternyata selama ini Bastev sengaja membangun kembali rumah tersebut dengan desain yang sama, meskipun tidak pernah di tempatinya tapi Bastev sering berjalan-jalan mengajak Sander kerumah tersebut.
__ADS_1
Glorria berjalan dan ia mulai masuk kedalam rumah yang tak terkunci itu, ia melihat seisi ruangan yang begitu rapih dan bersih. Glorria kembali melihat beberapa poto-poto miliknya dan poto-poto Bastev serta keluarganya terpampang rapih di dinding kayu.