
Kekesalan Ames di lampiaskan kepada Alexander yang ia sekap, berkali-kali Ames memberikan cambukan ketubuh Alexander, yang sudah terlihat kurus tinggal tulang akibat kurangnya makan.
Bukan sakit lagi yang dirasakan Alexander tapi ia benar-benar tersiksa saat ini, dengan kondisi tubuhnya yang sudah kurus tak terurus lagi, wajah tampan Alexander sudah terlihat cekung dan di penuhi dengan bulu yang begitu lebat.
Mungkin jika ia keluar dari tempat itu, pasti akan dianggap seperti orang gila, dengan pakaian yang sudah robek-robek kotor dan bau.
Begitupun dengan Annabella, ia kembali mendapatkan cambukan dari Aubert yang begitu kesal dengan para anak buahnya, karena para anak buahnya telah gagal menangkap kedua anak-anak Annabella, dan kedua pengawal handal Annabella dan Alexander.
Namun Annabella berbeda dengan Alexander, Alexander akan meringis saat mendapati cambukakan, tapi Annabella terlihat seperti tidak merasakan sakit sama sekali ia malah menampakkan senyum getirnya menatap kearah semua musuhnya.
Membuat Aubert semakin kesal melihat tatapan Annabella yang mengejeknya, Micer hanya menundukkan kepalanya karena ia tak tega melihat keadaan Annabella yang sedang mendapatkan siksaan dari Aubert.
Glorria ia berlari begitu cepat, kini ia sudah turun kebawah sungai dengan begitu cepat Glorria menyebrangi sungai tanpa kesulitan dan ia langsung berlari memasuki hutan.
Dallen yang khawatir dia mempercepat larinya sehingga menyalip Drak, "Dallen tunggu kau tidak boleh mencapai Finally Dallen!!" Drak berteriak karena Dallen berhasil menyalip larinya, meskipun kondisi Dallen agak berat dengan beban yang ia bawanya, karena Deborah memiliki tubuh gemoy tak seperti Glorria dulu.
Kurang lebih 1 jam Glorria berlari menyusuri hutan dan kini ia sudah berada ditengah-tengah hutan, Glorria menghentikan langkahnya karena ia melihat ada seekor babi hutan.
DOR.!! DOR.!!
Hanya dengan dua kali tembakan babi hutan itu langsung terguling dan mati, karena timah panas dari senjata Glorria.
Dengan serentak Dallenpun menghentikan larinya, karena mereka mendengar dan melihat Glorria sudah berhenti berlari, dan ada suara tembakan nyaring terdengar oleh mereka.
__ADS_1
Dallen segera menghampiri Glorria dan ia meraba-raba tubuh Glorria, karena Dallen ketakutan jika Glorria yang terkena tembakan.
"Gadis besar kesayangan Uncle kamu baik-baik saja nak?" tanya Dallen kepada Glorria yang berdiri dan terdiam tanpa sepatah katapun.
Glorria ia terus memperhatikan babi hutan yang ia tembaknya, sedang berguling-guling di semak-semak.
"Hiatttt.!!!"
Gubrakkk..
Drak dengan begitu cepat berlari kearah Dallen dan Glorria yang berdiri ditempat yang sama, tanpa Drak ketahui tiba-tiba ia terjatuh karena kakinya tersandung akar pohon, tubuh Drak terjungkal menggelinding kearah semak-semak tepat disamping babi hutan yang telah mati.
Deborah yang sudah terbangun dari tidurnya, ia tertawa terbahak-bahak melihat Drak terjatuh dan berguling-guling.
"Hemm rupanya kamu bahagia gadis kecilku melihat Unclemu menderita, Dallen ada babi hutan Dallen tolong aku!!" Drak kembali berteriak melihat babi yang yang sudah mati berada disampingnya.
Glorriapun berjalan mendekati pohon besar dan duduk dengan wajah cantiknya yang masih cemberut, Dallenpun mulai mendekat Glorria "kamu masih marah dengan kedua Unclemu ini gadis besar kesayangan kami?" Tanya Dallen ia berusaha menggoda Glorria, agar Glorria berheti untuk marah kepadanya.
Namun sayang Glorria masih tetap terdiam ia enggan untuk bicara sepatah katapun,
Blughhh..
"Akhh berat sekali hewan ini bagaimana bisa kau menembaknya Dallen?" Tanya Drak sambil menjatuhkan babi hutan yang sudah mati tersebut, Dallen ia menggelengkan kepalanya dan memberikan kode kepada Drak, jika bukan dirinya yang menembak babi tersebut.
__ADS_1
Drak masih penasaran dengan isyarat Dallen yang tidak dia mengerti, Dallen bermaksud berbicara menggunakan isyarat. Dallen terus mengedipkan sebelah matanya kearah kiri jika yang menembak babi tersebut adalah Glorria.
Seketika Drakpun menutup mulutnya karena ia tidak menyangka jika Glorria tidak akan bisa menembak tanpa diajarkan olehnya, Dallen melepaskan tali gendongan Deborah "Drak kau gendong dulu gadis kecil kita, aku akan membuat makan siang dulu untuk kita semua" ucap Dallen sambil memberikan Deborah kepada Drak, Dallen tahu betul jika Glorria sudah kelaparan karena ini sudah jam makan siangnya.
Dengan cepat Dallenpun memotong daging hewan tersebut menjadi beberapa bagian, lalu ia menusuknya menjadi seperti sate.
"Babahbahh, bababah.." Deborah terus berceloteh tak jelas "aih gadis kecilku rupanya kamu sudah pintar bicara ya, aih apa ini akhh Dallen tolong aku!!" Drak berteriak memanggil Dallen, karena daun telinganya di **** oleh Deborah.
Dallen kembali geleng-geleng kepala melihat kelakuan Drak , ia kembali melajutkan pekerjaannya membakar daging babi yang sudah ia tusuk-tusuk tadi.
Setelah selesai Dallenpun segera memberikan beberapa tusuk sate babi panggang kepada Glorria, dan akhirnya merekapun makan dengan begitu lahapnya.
"Hebat sekali kau ini Dallen, bisa hidup ditengah hutan kau sama persis seperti nona Annabella" tutur Drak dia terus berceloteh tak henti-hentinya ia memuji Dallen.
"Sudah diam jangan banyak bicara habiskan makanannya, setelah itu kau lanjutkan bakar lagi sisah dagingnya untuk kita makan malam nanti" ujar Dallen
Drak hanya menganggukkan kepalanya dengan perintah Dallen, setelah ia selesai makan ia pun kembali membakar semua daging babi itu, setelah semua selesai merekapun kembali melanjutkan perjalanannya yang tak jelas entah akan kemana arahnya.
Dallen dia tak lepas memperhatikan wajah cantik Glorria, yang terlihat begitu merah dan lugu tidak seperti biasanya, Dallen merasa ada yang berbeda dengan Glorria diapun segera menyentuh bagian kepala Glorria, dan benar saja kepala dan tubuh Glorria sangat panas, Dallen menghentikan langkah kakinya, ia memberikan Deborah kepada Drak yang berjalan dibelakangnya.
Dengan cepat Dallen membungkukan tumbuhnya, tanpa sepatah katapun Glorria langsung naik keatas punggung Dallen, meskipun tubuh Glorria sudah besar tapi dia akan selalu dimanjakan oleh Dallen, yang selama ini Dallen menjadi tempat berlindung untuk Glorria.
Drak yang melihat sikap Dallen begitu menyayangi Glorria, ia sangat salut karena dibalik kekejamannya Dallen dia adalah sosok pria penyayang anak kecil
__ADS_1
Setelah menempuh beberapa jam dalam perjalanan, dan kini mereka sudah benar-benar berada ditengah-tengah hutan.
Dallen segera menghentikan langkahnya karena hari sudah mulai gelap, "Drak sepertinya hari sudah mulai petang kita beristirahat disini saja" ucap Dallen sambil menurunkan tubuh Glorria dari gendongannya. Namun apa yang terjadi tubuh Glorria ambruk begitu saja, dan ternyata ia sudah pingsan sedari tadi.