
Lampu ruangan bawah yang sengaja di matikan oleh Dezi, sehingga membuat Xander dan Althaf kelimpungan dalam kegelapan. Sedangkan Dezi dan Derral yang bersembunyi mereka berdua hanya tertawa melihat Xander ketakutan.
Sedangkan Althaf ia bersembunyi di belakang sofa, Glorria berjalan masuk kedalam ruang tamu rumah Bastev yang gelap, dan ia segera menyalakan lampu hingga menyala begitu terang.
Sehingga Althaf yang sedang bersembunyipun terlihat jelas, Xander terperanjat kaget saat ia melihat kedatangan Glorria dan sudah berdiri dihadapannya, dengan kondisi kedua tangan Glorria sudah berlumuran darah dan kedua pisau tajamnya masih dalam genggamannya
➡️➡️
Xander menatap tajam wajah Glorria yang persis mirip dengan Annabella ibunya, yang telah ia habisnya. Tanpa sepatah katapun Xander beringsut mundur dari hadapan Glorria yang terus menatap kearahnya dan berjalan mendekatinya.
Xander mengarahkan senjatanya yang kosong tanpa amunisi ia bermaksud akan menakut-nakuti Glorria, yang terus berjalan mendekati dirinya. Namun todongan senjata Xander tak membuat Glorria gentar dan takut sama sekali.
Glorria, dia malah semakin mendekatk kearah Xander dan ia segera menarik kerah jas Xander dengan begitu kasar, hingga membuat sekujur tubuh Xander bergetar hebat.
Tanpa pikir panjang lagi Glorria langsung, menacapkan pisau tajamnya di bagian jakun Xander dengan begitu kuatnya.
Xander yang sudah terkesima oleh tatapan sangarnya Glorria, dia tak memberikan perlawanan sedikitpun terhadap Glorria. Kedua tangan Xander menjatuhkan senjata kosongnya dan ia memegangi bagian tenggorokannya yang membuatnya sesak dan tak bisa berteriak.
Glorria dia menarik pisau tajamnya dari jakun Xander, dan ia kembali menancapkan kedua pisau tajamnya kebagian dada Xander.
Kedua pisau tajam Glorria sudah menacap tepat dibagian dada Xander hingga menembus bagian paru-paru Xander, kedua mata Xander melotot dengan mulutnya yang menganga terbuka lebar menahan rasa sakit yang begitu luar biasa.
Glorria, dia terus berjalan memutari tubuh Xander yang masih berdiri mematung dengan kondisi sudah dipenuhi dengan darah segar, yang keluar dari dada dan leher serta mulutnya.
Glorria berdiri tepat dibelakang tubuh Xander, ia mulai menarik kepala botak Xander dengan kasar. Glorria kembali menghujamkan pisau tajamnya kearah leher Xander yang terpampang di hadapannya.
Dengan gerakan cepatnya Glorria kembali menggorok leher Xander dengan begitu kuatnya. Xander yang sudah tak berdaya tubuhnya seketika ambruk dengan sendirinya, dengan kepalanya yang terpotong dari tubuhnya.
Begitu sadisnya seorang Glorria, menghabisi musuh-musuhnya tanpa ada rasa ampun sedikitpun. Hanya dengan hitungan detik Xander sudah terkapar tak bernyawa lagi.
Setelah melihat lawannya tewas Glorria kembali berjalan mendekati Althaf yang masih membungkuk disela-sela sofa besar.
__ADS_1
Glorria tersenyum menyeringai melihat lawannya ketakutan, Glorria dia berjongkok lalu menjambak rambut Althaf dengan begitu kencang, sehingga kepala Althaf mendongak kebelakang.
Glorria dia tidak ingin berlama-lama untuk menghabisi musuh-musuhnya. Diapun kembali mengarahkan pisaunya dan menggorok leher Althaf dengan sadis.
Seketika itu juga tubuh Althaf kelojotan karena lehernya mendapatkan sabetan dari pisau tajam Glorria, dengan begitu kuatnya Glorria menggorok leher Althaf hingga tak menyisakan daging yang menempel.
Setelah melihat tulang leher Althaf yang sudah terbuka begitu mengerikan, dengan cepat Glorria pun mematahkannya hingga benar-benar putus. Glorria melemparkan kepala Althaf yang berhasil ia potongnya dan menendang tubuh Althaf yang masih kelojotan menghembuskan nafas terakhirnya.
Dezi dan Derral pun keluar dari tempat persembunyiannya, Derral yang baru bergabung dengan kelompok Glorria. Ia begitu terkejut melihat kekejaman seorang Glorria, yang berhasil menghabisi para musuhnya. Dengan sempoyongan Bastev berjalan masuk kedalam rumah megahnya.
"Sayang jangan lupa besok malam jatuhku 3 ronde."
GUBRAKKK...
Seketika tubuh Bastev ambruk dihadapan Glorria, ternyata Bastev pingsan. "Dezi bawa Bastev kerumah sakit, dan kau Derral bereskan semua sampah-sampah ini" perintah Glorria langsung dianggukan oleh kedua pengawal Bastev.
Kedua pengawal setia Bastev dan Glorria pun segera melakukan apa yang telah di perintahkan oleh Glorria tuan mereka, setelah peperangannya berakhir kini Glorria sudah berada dirumah sakit untuk menemani Bastev yang teluka.
Willigeria yang masih berada di Paris ia segera menjenguk Bastev yang sedang dirawat di rumah sakit. Willigeria begitu bahagia karena Glorria berhasil memenangkan peperangan melawan para musuhnya. Tak segan-segan Willigeria merangkul tubuh Glorria, karena ia sudah menganggap Glorria sebagai putrinya sendiri.
Glorria tersenyum mendengar pujian dari Willigeria. "Bagaimana keadaannya nak Bastev? jangan lama-lama tidur dirumah sakit tidak enak nak Bastev" canda Willigeria sambil tertawa.
Bastev pun ikut tertawa mendengar candaan dari Willigeria, yang sudah dianggapnya ayah kedua olehnya.
Setelah beberapa hari mendapatkan perawatan dari pihak dokter, kini Glorria dan Bastever serta para anak buahnya sudah kembali ke Italy, yang di sambut hangat oleh Deborah adiknya. "Selamat kakak cantikku semoga kedepannya keadaan kita akan lebih tenang lagi menjalani hari-hari kita kak, dan keluarga Muller akan kembali dikenal oleh seluruh dunia." Ujar Deborah.
Pelukan dan senyuman hangat nampak dari wajah cantik Glorria.
Deborah begitu bahagia karena para musuhnya yang telah membantai seluruh keluarganya, telah berhasil dikalahkan oleh Glorria kakaknya.
Disisi lain, Nowela dan David serta keempat anak buahnya David. Mereka tidak mengetahui jika Althaf telah tewas. Mereka enggan untuk kembali kekota karena rasa takut yang mereka rasakan.
__ADS_1
"David bagaimana apa kita akan selamanya tinggal di tengah hutan ini?" Tanya Nowela
"Kemungkinan akan seperti itu Nona, karena kita tidak punya pilihan lain selain menghindari para anak buah tuan Althaf." Jawab balik David "Heyy! Kalian berempat apa kalian sanggup hidup ditengah hutan selamanya?" Tanya Nowela kepada anak buah David.
"Kami siap Nona asalkan kami tidak kehilangan nyawa kami dengan sia-sia Nona."
Dengan serentak keempat anak buah David menjawab pertanyaan Nowela kepada mereka.
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Nowela dan David akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan, meskipun bukan dengan ikatan pernikahan tapi keduanya sudah saling mencintai.
Hari telah berlalu bulan telah berganti bahkan tahunpun sudah berlalu.
Keberadaan Nowela dan David ditengah hutan sudah hampir 15 tahun lamanya, tapi mereka tetap bertahan dengan perasaan takut mereka jika kembali kekota.
Bahkan kini Nowela dan David sudah memiliki anak berusia perempuan yang sudah berusia empat belas tahun, yang diberi nama Hannie, mereka mendirikan rumah kecil yang terbuat dari kayu di tengah hutan. Dengan kondisi Nowela yang seadanya kini ia mulai tau artinya hidup dan menghargai sesamanya.
Banyak sekali pelajaran dalam hidupnya, Nowela pun menceritakan semua kisah dimasa lalunya kepada David. begitupun juga dengan David, jika ia masih mencari keberadaan kakak laki-lakinya yang hilang.
➡️➡️➡️
Kita kembali dengan keluarga kecil Glorria dan Bastev.
Dikediaman Glorria "hallo sayang putri Mammy, bagaimana keadaanmu nak.? Kapan kalian akan kembali Mammy dan Daddymu sudah sangat merindukan kalian nak." Ujar Glorria dengan lirih lewat sambungan telponnya.
"Iya Mamm, kami juga sama merindukan kalian, tapi untuk saat ini kami masih sibuk dengan pekerjaannya kami Mammy. Owh iya bagaimana dengan kakak Sander? Apa dia masih sering menghubungi Mammy dan Daddy?" Tanya Annabella dari sebrang sana.
"Ya seperti itulah kakakmu juga sama dengan kalian, dia sibuk dengan para pasiennya dirumah sakit." Jawab Glorria
Setelah menghubungi putri semata wayangnya di Australia, Glorria pun mematikan ponselnya, ia begitu merindukan putra putrinya yang tak kunjung kembali.
"Aunty sedang apa? Kenapa wajah cantik Aunty begitu sedih apa ada masalah dengan kakak-kakakku?" Tanya Angela.
__ADS_1
Glorria, dia menggelengkan kepalanya dengan pertanyaan Angela keponakannya, yang kini Angela sudah berusia dua puluh tahun kurang, Angela putri bungsu Deborah dia menjelma menjadi gadis cantik, menuruni kecantikan Deborah ibunya.
Ia begitu dekat dengan Glorria Auntynya begitupun dengan Augusto.