KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Dallen tunggu


__ADS_3

Annabella kini kehamilannya sudah terlihat karena sudah menginjak usia keempat bulan, pada siang itu Annabella dan Alexander memutuskan untuk pergi ke Belanda menyusul para anak buah Maicon yang sudah berada disana, Alexander dan Annabella beserta para pengawal setianya, yang kini mereka sudah berada di Paris.


"Drak, Aiken siapkan semuanya besok kita akan terbang ke Belanda, dan bawa perlengkapan senjata yang cukup" tutur Annabella kepada kedua bodyguardnya, yang langsung dianggukan Drak dan Aiken. Keesokan harinya Annabella dan Alexander pun terbang ke Belanda, ia tak membawa anak buahnya, hanya Drak dan Aiken saja yang dibawa dan ikut bersamanya, setelah melakukan beberapa jam perjalanan Annabella pun telah tiba di Bandara Belanda.


Namun para anak buah Algozilo dan Aubert yang berjaga diBandara telah mengetahui, kedatangan Annabella dan Alexander, para anak buah Algozilo segera memberi tahukan Algozilo jika lawan mereka berada di Bandara.


Algozilo yang sudah mengetahui akan kedatangan Annabella dan Alexander ke Belanda Belanda, dia pun segera menambahkan para anak buahnya untuk mengikuti Annabella dan Alexander.


"Kalian cari ke hutan atau pelosok, cari keberadaan pengawal dan anak Mafia itu, jangan sampai Mafia itu berhasil menemukan keberadaan bodyguard dan anaknya itu!!" teriak Algozilo kepada para anak buahnya, agar terus mencari keberadaan Glorria dan Dallen. Algozilo begitu kesal karena para anak buahnya tak bisa menemukan Dallen dan Glorria, padahal dia sudah mengerahkan seluruh anak buahnya keberbagai tempat tapi tetap saja pencarian para anak buahnya belum mendapatkan hasil.


Disiang itu Basten sepulang dari sekolahnya, ia minta di antarkan kerumah Glorria karena dia akan memberikan mainan baru dan uang tambahan untuk Glorria, dengan senangnya Basten akan bertemu dengan Glorria, ia tak mengetahui jika rumah Glorria sudah menjadi abu oleh perbuatan ayahnya sendiri.


Sesampainya di halaman rumah Glorria dengan tergesa-gesa Basten turun dari dalam mobilnya, betapa terkejutnya Basten saat dia melihat keadaan rumah milik Glorria sudah hancur lebur, Basten berlari melihat kedalam pekarangan rumah yang tertinggal hanya reruntuhan bangunan rumah saja. Bastian berlari kesana kemari mencari keberadaan Glorria sambil berteriak, Basten terus berteriak dan menangis karena ia tak menemukan keberadaan Glorria.


"Flora!! Kenapa kamu tinggalkan aku Flora, bukankah sudah kamu berjanji akan menjadi sahabatku selamanya Flora, hikss.. Hikss.. Kamu dimana Flora?!!" Basten terus menangis hingga pengawal setianya menghampiri kearah Basten yang tak menagis sesegukan ditengah-tengah hamparan abu.


"Paman Bertran, sahabatku tidak ada Paman hikss hikss.. Rumahnya sudah hancur Paman, aku harus mencarinya kemana??" Ujar Basten dengan lirih.


Bertranpun merangkul Basten yang sedang sedih, atas kehilangan Glorria sahabatnya.


Basten menangis dalam pelukan pengawal setianya Bertran.


Bertran yang ditugaskan menjaga Basten maka Basten sangatlah dekat dengan Bertran. "Kenapa menangis jagoan ada apa denganmu?" Tanya Paman Bertran, sambil mengelus lembut kepala Basten "sahabatku Flora telah tiada Paman, lihatlah rumahnya sudah terbakar seperti ini paman hikss hikss" Bertran melihat kesekelilingnya dan benar saja apa yang dikatakan oleh Basten. "Paman bantu aku untuk mencari keberadaan Flora Paman, hikss hikss bantu aku menemukannya" tak henti-hentinya Basten menangis, karena ia sangat mengkhawatirkan dan kehilangan Glorria.

__ADS_1


Algozilo tertawa terbahak-bahak didalam markasnya, karena dia telah mengetahui jik para anak buahnya sedang mengepung Annabella disepanjang jalan yang sedang dilewati oleh Annabella dan Alexander. "Aubert sebentar lagi kita menguasai Paris hahaha, perempun itu sudah masuk dalam perangkap kita dengan datang ke negara ini sama saja dia mengantarkan nyawanya kepada kita haha" ucap Algozilo, "iya betul sekali Algozilo perempuan berdarah dingin itu akan segera menemui kematian keduanya" jawab Aubert yang sama telah mengetahui kedatangan Annabella ke Belanda ikut tertawa. "Segera kita sambut mereka Aubert" tutur Algozilo dengan bangganya "iya betul sekali kita harus menyabut mereka Algozilo"


Annabella dan Alexanderpun mendapatkan jemputan di Bandara dan disambut oleh para anak buah Maicon, dan mereka akan membawa Annabella dan Alexander kerumah milik Maicon yang lumayan cukup jauh dari perkotaan, diperjalanan Annabella yang peka terhadap musuh-musuhnya, ia terus memperhatikan kelima mobil yang ada dibelakangnya. "Alexander, Drak siapkan senjata kalian, lihatlah dibelakang dan ada lima mobil yang telah mengikuti kita" turun Annabella kepada Alexander dan Drak, dengan bersamaan Alexander dan Drakpun melihat kearah belakang mereka dan benar saja apa yang dikatakan oleh Annabella, jika dibelakang mobil mereka ada lima mobil yang terus mengikuti mobil mereka.


"Sopir bawa kami ketempat yang sepi, dan tambahkan kecepatannya" teriak Drak kepada sopir yang ada disampingnya, supir itupun mengagukan kepalanya. dua mobil anak buah Maicon yang menjemput Annabella dan Alexander di Bandara sudah jalan lebih dulu, mereka tidak mengetahui jika mobil yang ditumpangi Annabella dan Alexander diikuti oleh pihak musuhnya.


Sedangkan mobil yang ditumpangi Annabella dan Alexander beserta Drak dan Aiken, masih tertinggal dibelakang karena sang sopir telah berbelok arah, sesuai permintaan Drak untuk mencari lokasi yang jauh dari keramaian.


Glorria ia sedang asyik bernyanyi sambil loncat-loncat kekiri kekanan yang dituntun oleh Dallen, mereka baru saja keluar dari dalam supermarket untuk membeli bahan makanan. Tangan mungil Glorria tak melepaskan genggamannya dari tangan Dallen, dengan cerianya Glorria terus berceloteh dan terus berjalan menyusuri pinggiran jalan besar yang ramai oleh kendaraan, disaat lampu merah menyala dengan sigap Dallenpun berjongkok dan ia menggendong Glorria, untuk menyeberangi jalan yang padat oleh kendaraan dan para pejalan kaki, tangan mungil Glorria sesekali mengelus wajah dan kepala Dallen.


"Dallen!! Dallen tunggu Dallen.!!"


Glorria yang berbeda dalam gendongan Dallen, dia menoleh kearah suara yang jelas memanggil nama Dallen Unclenya. "Uncle, Uncle lihatlah orang itu memanggilmu Uncle.." ucap Glorria sambil menepuk-nepuk pipi Dallen yang sedang fokus menyebarangi lampu merah.


Setelah sampai dipinggir jalan besar, Dallen segera memutarkan tubuh mungil Glorria menjadi dibelakang punggungnya, Dallen langsung mengambil ancang-ancang ia berlari sekencang mungkin menjauhi jalanan besar tanpa menoleh kearah belakangnya.


"Uncle!! Uncle cepat mereka mengejar kita Uncle!!" Glorria berteriak karena ia melihat beberapa pria yang mengejar Dallen, teriakan Glorria membuat Dallen semakin panik dan berlari semakin kencang.


Rasa ketakutan Dallen semakin menjadi sehingga ia berlari tanpa arah, apapun yang ada dihadapannya ia tabrak.


Dallen terus berlari dan ia berhasil keluar dari pemukiman dan kini ia sudah sampai di jalan setapak, namun Dallen tak menghentikan langkah kakinya, ia berlari malah semakin kencang dan menjauh dari para pria-pria yang berusaha mengejarnya, dengan nafas tersengal-sengal Dallen sudah berhasil menjauh dari para musuhnya.


Dan akhirnya Dallenpun berhasil menyeberangi jalan setapak dan hutan yang tak begitu luas, kini Dallen turun keare sungai dia akan menyebrangi sungai yang lumayan deras namun tak ia hiraukannya.

__ADS_1


"Gadis kecilku pegangan yang kuat kita akan menyebrangi sungai ini" ucap Dallen memperingati Glorria, Dallenpun kembali menaikkan tubuh mungil Glorria keatas pundaknya, dengan tujuan agar Glorria tidak terkena air sungai.


Glorriapun semakin memperkuat pegangannya kebagian kepala Dallen, meskipun keadaan Dallen dalam pengejaran para musuhnya, namun Dallen tak melepaskan atau membuang kantong yang berisikan belanjaan miliknya, dan beberapa makanan kesukaan Glorria beserta mainan kecilnya.


Mobil yang ditumpangi Annabella dan Alexanderpun terpaksa terhenti karena lampu merah sudah menyala didepan mereka, pandangan Drak fokus kedepan karena khawatir akan tiba-tiba ada musuh yang menghadang mobilnya, tanpa disengaja Drak melihat sosok pria yang sedang menggendong anak kecil, seketika Drak tersentak dengan apa yang dilihat oleh kedua matanya, Drak mengucek-ngucek kedua matanya ia tak percaya dengan sosok pria yang sedang menyebrangi lampu merah, dan seorang anak perempuan cantik yang ada dalam gendongan pria tersebut, Dark baru menyadari jika yang dilihatnya adalah Dallen.


"Oh my God itu Dallen, Dallen!! Dallen tunggu Dallen!!" Drak terus berteriak memanggil Dallen dari dalam mobilnya, Drak ia bertatappan dengan anak perempuan yang ada dipunggung Dallen, meskipun jarak mereka tak begitu dekat tapi Drak bisa melihat dengan jelas tatapan Glorria melihat kearahnya. "Nona itu Dallen!!" teriak Drak kepada Annabella yang ada di jok belakang.


Annabellapun langsung menoleh kearah yang ditunjuk oleh Drak, dan benar saja jika pria itu adalah Dallen, Annabella yang senang dia langsung berteriak melihat kearah anak perempuan yang digendong oleh Dallen, Annabella begitu yakin jika anak perempuan yang digendong oleh Dallen adalah Glorria anaknya.


Orang-orang pejalan kaki sedang menyebrang melewati lampu merah, langsung menoleh kearah mobil Annabella karena Annabella dan Drak terus berteriak.


"YaTuhan itu Glorria Alexander itu Glorria!!" teriak Annabella sambil mengunjuk kearah Glorria yang sedang digendong oleh Dallen, dengan cepat Drakpun keluar dari dalam mobilnya yang susul oleh Aiken, niatnya Drak ingin menghampiri Dallen, namun para anak buah Algozilo yang ada dibelakangnya ikut turun dan mendekat kearah Drak.


Drak terus berteriak memanggil nama Dallen,


namun sayang Dallen malah berlari kencang saat namanya di panggil oleh Drak, karena Dallen pikir yang memanggilnya adalah pihak musuhnya, yang sedang mengejar dirinya. Pada akhirnya Drak dan Aikenpun mengejar Dallen yang berlari semakin kencang, sedangkan para anak buah Algozilo mengejar Drak dan Aiken, dan akhirnya mereka semua saling kejar mengejar satu sama lain terus terjadi, Drak dan Aiken mempercepat langkah kakinya namun mereka kalah cepat dengan Dallen yang sudah berhasil memasuki pemukiman warga.


Sehingga Drak dan Aiken agak kesulitan untuk mereka melakukan pengejaran terhadap Dallen, karena posisi mereka juga dikejar oleh para anak buah Algozilo yang lumayan cukup banyak.


Saat Drak dan Aiken sudah sampai dijalan setapak mereka tiba-tiba mereka dihadang oleh para anak buah Algozilo dan Aubert, dan tepaksa Drak dan Aikenpun harus menghentikan pengejarannya terhadap Dallen. Karena mereka harus melawan para anak buah Algozilo dan Aubert terlebih dahulu yang sudah menyerang mereka dengan tembakannya.


Drak dan Aikenpun berusaha berlindung dibalik pohon yang tak begitu besar, para anak buah Algozilo dan Aubert terus mengerahkan tembakannya kearah Drak dan Aiken dengan membabi buta.

__ADS_1


Sedangkan Annabella dan Alexander yang masih berada dalam mobilnya, mereka tak ikut turun karena Annabella tengah hamil, Alexander berteriak dalam telponnya ia kesal dengan para anak buah ayahnya yang berjalan lebih dulu melajukan mobil mereka, sehingga mobil yang tumpangi Alexander tertinggal jauh. Setelah lampu merah selesai sang sopir kembali melajukan mobilnya kejalan yang sepi, seperti yang telah diperintahkan oleh Drak tadi kepadanya, sedangkan mobil para anak buah Algozilo masih terus mengikuti mobil Alexander dan Annabella.


__ADS_2