
Setelah menunggu kurang lebih dari 6 jam
Puluhan mobil dari jarak jauh sudah terlihat beriringan, dengan warna dan logo yang sama. Glorria serta yang lainnya sedang menunggu para musuhnya masuk kedalam perangkapnya. Kelompok Althaf dan Xander sudah berhasil masuk depan gerbang rumah maegah Bastev, tanpa mereka ketahui jika tim Glorria sudah menutup jalan yang masuk kewilayah rumahnya.
Disekitaran rumah Bastev sudah di penuhi oleh para anak buah Xander dan Althaf.
Althaf dan Xander sudah tak sabar untuk melakukan penyerangan terhadap pasukan Bastev. Tanpa mereka sadari jika keadaan mereka sudah dikepung oleh anak buah Bastev dan Willigeria.
"Serang!!! Seranggggg!!"
Suara teriakan dari para pasukan Althaf dan Xander mulai terdengar.
GUBRAKKKK..!!!
Seketika pintu gerbang rumah Bastev berhasil mereka robohkan, dengan bersamaan suara dentuman pintu gerbang dan suara ledakan beberapa mobil para anak buah Althaf dan Xander meledak, akibat tembakan dari tim bazooka Glorria.
Dorrrr.. Dorrr... Dorrrr..
__ADS_1
Buammmm... Buammmm..
Para tim seniper berhasil Glorria berhasil membidikkan senjatanya kepada
Para anak buah Althaf, yang membawa senjata bazooka dengan hitungan detik mereka pun tewas ditempat.
Para anak buah Bastev dan Willigeria sudah mulai maju menyergap para anak buah Althaf, yang sebagian besar mereka sudah berhasil masuk kedalam pekarangan rumah megah Bastev.
Dorrrr... Dorrrr... Dorrr..
Suara tembakan sudah tak terelakkan lagi sehingga menimbulkan suara bising yang begitu nyaring, sedangkan Willigeria ia tidak ikut serta dalam penyergapan Althaf dan Xander, karena Glorria yang telah melarangnya.
Sedangkan Glorria dan Bastev serta Dezi dan Derral, mereka masih menunggu para anak buah musuhnya masuk semua kedalam kediaman Bastev, yang sedang mendapatkan serangan balik dari arah yang yang berbeda-beda.
Sehingga Althaf dan Xander serta pengawal terkuatnya Baz dan Cedric, terpaksa ikut masuk kedalam kediaman Bastev. Strategi Glorria memang tak pernah gagal ia memiliki ide untuk menjerat para musuhnya, setelah sekian lama Glorria tak pernah turun tangan dalam melakukan penyerangan musuhnya. Kini ia kembali bangkit setelah peristiwa silam yang membuat seluruh keluarganya tewas.
"Ok let's go!!!"
__ADS_1
Teriak Glorria dan Bastev sambil ke dari tempat persembunyiannya, dan berlari kearah depan rumah mereka.
Setelah melihat semua para musuhnya berhasil masuk, kini Glorria dan Bastev serta Dezi dan Derral memburu untuk menyergap musuh-musuhnya.
Para anak buah Althaf dan Xander berhamburan melindungi tuan mereka, yang sudah di kepung dari berbagai arah sehingga mereka sudah tidak memungkinkan untuk bisa lolos.
Kepanikan sudah mulai dirasakan oleh Althaf, tapi tidak dengan Xander karena ia membawa dua anak buah terkuatnya. Yaitu Baz dan Cedric yang jago dalam beladiri dan handal menembak, sehingga dia begitu percaya diri jika pasukannya akan menang.
Sebagian besar para anak buah Althaf sudah tewas begitupun dengan anak buah Xander, Mereka tidak mengetahui jika Bastev membawa 3 kelompok anak buah yang begitu banyak dari para anak buahnya.
Althaf dan Xander tidak mengetahui jika seorang Glorria masih hidup, dan sudah akan menuntut balas kepada para lawan-lawannya.
Bahkan kini Glorria sudah memiliki ratusan anak buah yang terpilih.
Dorrrr... Dorrrr... Dorrrr..
Baz dan Cedric menghadang para anak buah Bastev dan Willigeria, dengan kelincahan kedua tangan Cedric dan Baz mereka berhasil membuat para anak buah Bastev dan Willigeria tewas.
__ADS_1
Sedangkan Glorria dia segera memberikan perintah kepada para anak buahnya untuk menutup pintu gerbang wilayah kerumah Bastev, dengan gerakan cepatnya para anak buah Glorria berhasil menutup kembali pintu gerbang rumah yang sudah roboh, san portal menuju kediaman Bastev.