KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Mengatur pertemuan


__ADS_3

Tanpa berkata apa-apa lagi, Bastevpun kembali keluar dan masuk kedalam mobilnya, yang diikuti dua mobil pengawalnya, Bastev ia akan pergi ke Bandara untuk menjemput Bente dan ibunya sesuai permintaan Ariane.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan cukup jauh, Bastevpun telah tiba di Bandara tiba-tiba seorang perempuan cantik yang bertubuh gempal memeluk tubuh kekar Bastev dari belakang, yang diikuti oleh perempuan paruh baya yang tak lain dia adalah Bente dan ibunya.


"Bastev sayang akhirnya kita kembali bertemu setelah sekian lama kita berpisah, ternyata Tuhan memang merestui cinta kita" bisik Bente ditelinga Bastev, Bastev yang mendapatkan pelukan dari Bente dia sangat risih dan tidak nyaman dilihat banyak orang.


Bastev sudah bisa menduga jika yang memeluknya adalah Bente, Bastevpun segera menoleh dan melepaskan kedua tangan Bente dan dada bidangnya "ayok cepat Bente kita pulang, Mammy sudah menunggumu" ucap Bastev dingin, tanpa senyum sedikitpun dari wajahnya.


Bente mendengus kesal karena perlakuan dan rasa rindunya terhadap Bastev, sama sekali tidak direspon apa lagi dapat sambutan hangat, padahal Bente sudah sangat merindukan Bastev dan dia sudah memendam rasa rindunya selama dua puluh tahun. Tapi sayang sikap Bastev terlalu dingin seperti tidak memiliki rasa yang seperti Bente, Bente dan ibunyapun langsung naik kedalam mobil Bastev menuju rumah kedua orangtua Bastev.


Tidak berselang lama akhirnya mobil yang dilajukan oleh Bastevpun telah tiba dikediamannya, Bente dan ibunyapun turun dari dalam mobil Bastev. Mereka berdua terperangah melihat rumah megah milik kedua orang tua Bastev yang begitu mewah dan super besar, bak istana karena selama dua puluh tahun ini Bente dan ibunya tinggal diluar negeri jadi mereka baru mengetahui akan semua perubahan dengan rumah dak keluarga Bastev.


Bente dan ibunyapun berjalan masuk kedalam rumah Bastev, mereka berdua disambut hangat oleh Ariane ibu Bastev. Selama dua puluh tahun Anemi dan Bente tinggal di Eropa, karena Bente harus melanjutkan pendidikannya di negara Eropa.


Ariane langsung membawa Anemi dan Bente keruang makan, karena Ariane sudah menyiapkan hidangan lezat untuk menyambut Anemi dan Bente. Bastev dan ibunya begitupun dengan Bente dan ibunyapun mereka sudah berada diruang makan, namun secara tiba-tiba ponsel Bastev berdering dan tak lain Bastev mendapatkan panggilan dari anak buahnya.


"Hallo tuan Bastev, ada kabar baik mengenai pemilik heroin yang sudah merebut para pelanggan anda tuan, para anak buah kita sudah berhasil mengajak bos mereka untuk bekerjasama tuan, dan para anak buah kita sudah menyepakati untuk mengadakan pertemuan dengan bos mereka, dan bos mereka meminta anda untuk menemuinya langsung jadi bagaimana tua apa anda siap untuk menemui bos mereka?" Tanya anak buah Bastev lewat sambungan telponnya.


"Baiklah kalau begitu kalian atur untuk pertemuanku dengan bos mereka, dan ingat jangan pihak mereka yang mengatur tempat pertemuannya tapi diusahakan pihak kita yang menentukan mengerti" jawab Bastev


"Itu semua sudah beres tuan, dan para anak buah kita sudah menyiapkan tempat pertemuan anda di Paris tuan yang sudah dijadwalkan besok malam tuan" setelah mendapatkan informasi dari anak buahnya Dezi, Bastevpun langsung mematikan ponselnya dan dia beranjak dari tempat duduknya, karena dia harus segera pergi ke Bandara untuk melakukan penerbangannya menuju Paris.


"Bastev kau mau kemana?" Tanya Ariane "iya Bastev kamu mau kemana!" Bente ikut bertanya dengan rasa penasarannya, "aku harus segera pergi ke Paris Mamm, karena ada urusan yang sangat penting yang harus aku selesaikan" jawab Bastev "tapi Bastev ini kan hari pertama aku tiba di Belanda ini, kenapa kamu pergi tidak bisakah kamu cancel akan urusanmu itu?" Tanya Bente, dia berusaha mencegah Bastev untuk pergi.


"Menyingkirlah Bente aku tidak bisa main-main dengan pekerjaanku, karena ini lebih penting kau yang tidak jelas ini, Mamm Aunty aku pamit" ucap Bastev dan berlalu pergi dari ruangan makan, namun Bente tidak tinggal diam dia berlari mengejar Bastev yang berjalan keluar menuju mobilnya.


"Bastev pokoknya aku ikut denganmu" teriak Bente tanpa menunggu jawaban dari Bastev, Bente langsung masuk kedalam mobil mewah Bastev. Bastev ia begitu kesal terhadap Bente yang keras kepala yang bersikeras tetap ingin ikut dengannya, mau tidak mau Bastevpun hanya membiarkan Bente begitu saja karena dia juga tidak bisa melarang atau mencegahnya, karena biar bagaimanapun Bente adalah amanah yang dititipkan oleh ayahnya Algozilo kepada keluarga Bastev.

__ADS_1


Bastev dan Bente serta Dezipun telah terbang menuju Paris dengan menggunakan pesawat jet pribadi Bastev, Bastev tidak membawa anak buah lainnya selain Dezi karena Bastev sudah memiliki anak buah yang standby di Paris. Yang menjaga rumah milik ayahnya Aubert, yang didirikan di tanah milik Annabella. Aubert dengan sengaja merebut semua milik Annabella termasuk rumah megah peninggalan Mikael Muller untuk Annabella, dan sekarang Aubert sudah mengubah rumah tersebut menjadi lebih besar dari super megah.


Diusia Bastev yang ke dua puluh tujuh tahun, tapi dia sudah berhasil memiliki segalanya bahkan Bastev sudah dikenal sebagai miliarder termuda di Belanda. Paras Bastev yang tampan membuat para gadis-gadis terpesona akan ketampanannya, dan menjadi incaran para anak-anak jutawan berbagai negara untuk merebut hati seorang Bastev.


Apa lagi dengan kedudukan Bastev yang tidak kaleng-kaleng, dan sebentar lagi dia akan menggantikan posisi ayahnya Aubert sebagai ketua Mafia Belanda dan Paris.


Bastev setelah perpisahannya dengan sahabat kecilnya sekitar dua puluh satu tahun silam, Bastev menjadi pribadi yang pendiam dan dingin terhadap siapapun, jangan terhadap para gadis-gadis yang tidak dia kenalnya dengan Bente saja yang jelas-jelas, Bente adalah calon tunangannya dia begitu dingin dan tak mau menoleh sedikitpun.


Aubert dia sudah menjodohkan Bastev dengan Bente sesuai janjinya kepada Algozilo, agar Bente selalu dalam lindungan keluarga mereka meskipun perjodohan tersebut belum disetujui oleh Bastev, karena Bastev tidak menyukai akan sosok perempuan seperti Bente.


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam dalam perjalanan kini Bastev sudah tiba dikediamannya di Paris, kedatangan Bastev disambut hangat oleh seluruh anak buahnya. Bastev belum mengetahui jika dulunya rumah yang telah diberikan oleh ayahnya Aubert kepadanya, adalah milik Annabella begitupun dengan bisnis persenjataan dan heroin yang berada di Paris itu semua milik Annabella, yang telah diambil alih oleh Aubert dan Ames.


Aubert dan Ames yang berhasil menemukan berkas-berkas berharga milik Annabella dan Alexander, sehingga dengan mudahnya mereka mengambil harta kekayaan milik Annabella dan Alexander, Ames dan Aubert sudah seperti perampok mereka menguras habis harta kekayaan milik Annabella meskipun tidak semuanya, dan dengan pintarnya Aubert langsung memberikannya kepada Bastev dan mengatas namakan Bastev semua, dengan tujuan agar suatu saat keluarga Annabella tidak ada yang berani mengusiknya lagi.


Bastev berjalan masuk kedalam kamarnya namun Bente masih saja mengikutinya dari belakang, "Bente apa yang kau lakukan? Cepatlah pergi dari hadapanku aku mau istirahat dan aku tidak mau diganggu, apa kau mengerti" bentak Bastev kesal terhadap Bente bahkan Bastev sampai mendorong Bente agar tidak mengikutinya, yang bertingkah seperti anak kecil.


Disisi lain Annabella sedang terlentang dilantai tanpa sehelai tikarpun, tidak terasa Annabella hidup dalam jeruji besi sudah sembilan belas tahun lamanya "putri cantikku Glorria dan Deborah apa kabar kalian berdua nak, Mammy sangat merindukan kalian berdua sayang, pasti saat ini kalian berdua sudah dewasa dan tumbuh menjadi gadis cantik hikss hikss" gumam Annabella dengan lirih, tanpa dia sadari dia menagis akan hatinya yang begitu merindukan kedua anak-anaknya.


Annabella ia bangkit dari tidurnya, Annabella menatap tajam kearah dinding yang sudah penuh dengan coretannya tangannya. "Nyonya, nyonya kemarilah ini makanan untuk anda" ucap Micer dari luar jeruji besi, seperti biasa Micer membawakan Annabella sebungkus makanan dan juga minum untuk Annabella, Micer memberikan jatah makanannya kepada Annabella.


Dengan cepat Annabellapun segera mendekati Micer dan mengambil makanan, yang diberikan oleh Micer kepadanya. Dengan begitu lahapnya Annabella langsung memakan makanan pemberian Micer, Micer dia hanya bisa menatap Annabella dengan tatapan sendu dan tidak tega.


"Micer tolong bantu aku untuk mencarikan informasi tentang kedua putri-putriku, dimana keberadaan mereka sekarang aku sangat yakin jika mereka masih hidup" ucap Annabella dengan lirih "baiklah nyonya saya akan mencari tahu dimana keberadaan kedua putri anda, semoga saja saya bisa mendapatkan informasi dari para anak buah Aubert, kalau begitu saya pergi nyonya" jawab Micel dan berlalu pergi dari hadapan Annabella, yang langsung dianggukan oleh Annabella.


Kita kembali lagi kekediaman Glorria, setelah Maicon dan kedua pengwalnya ditemukan kini Glorria semakin terlihat dewasa, diusianya yang sudah menginjak ke dua puluh lima tahun dengan parasnya yang semakin memukau paripurna. Glorria memiliki tubuh seksi bak gitar spanyol, sehingga membuat Deborah iri dengan paras cantik dan seksi yang dimiliki kakaknya Glorria.


Dihari itu keempat Uncle dan kakeknya sedang berkumpul diruang keluarga, mereka sedang asyik bersenda gurau tak ketinggalan Deborah ada diantara keempat Uncle dan kakeknya. Hingga membuat suasana semakin hangat dan ramai, jika Deborah dan Drak sudah bertemu tidak ada yang mau mengalah satu sama lainnya saling mengejek.

__ADS_1


Usia Deborah yang sudah menginjak delapan belas dia juga memiliki paras cantik, yang hampir sama persis seperti Annabella ibunya.


Deborah dan keempat Unclenya sedang tertawa terbahak-bahak, karena mereka sedang menceritakan masa-masa kecil Deborah yang jorok kentut.


Namun dengan serentak mereka langsung terdiam, saat mereka melihat kedatangan Glorria dihadapan mereka, Glorriapun duduk diantara mereka semua namun satupun tak ada yang berani bersuara sedikitpun, entah apa yang ada dipikiran mereka sehingga mereka terlihat takut dengan adanya Glorria dihadapan mereka.


"Nona besar nanti malam.."


"Kita bicarakan diruangku saja Uncle" Glorria langsung memotong perkataan Drak, dan dia kembali berdiri dan berjalan menuju ruangannya, Glorria tahu jika Drak akan membahas masalah pertemuan nanti malam. Dallen dan Drak serta Aiken dan Arnopun berjalan mengikuti Glorria menuju ruangannya, Drak lupa kalau Glorria memang tidak suka jika membahas masalah pribadi dihadapan Deborah.


Glorria tidak seperti Annabella yang bebas untuk membahas masalah pribadi dengan para anak buahnya, tapi itu tidak dengan Glorria dia lebih berhati-hati dan selektif untuk membahas apapun. Glorria memiliki sifat tegas sama persis seperti Mikael Muller kakeknya, bahkan keruangan khususnya tidak diperbolehkan sembarangan orang masuk tanpa seizin darinya.


Meskipun Glorria tidak sekolah tapi dia memiliki kecerdasan yang luar biasa, sehingga membuat keempat Unclenya segan dengan kepribadian Glorria, seperti Drak dan Dallen meskipun Dallen yang membesarkannya tapi dia tidak berani semena-mena terhadap Glorria.


Sesampainya didalam ruangan Glorria, dan keempat Unclenyapun sudah duduk dikursi mereka masing-masing, Drak mulai buka suara dan menceritakan semuanya mengenai partner bisnisnya, yang akan mengadakan pertemuan nanti malam "Uncle manis apa lokasi pertemuannya sudah ditentukan?" Tanya Glorria


"Iya Nona besar mereka mengadakan pertemuan itu disalah satu club terbesar di Paris, bagaimana apa anda sudah siap Nona?" Tanya balik Drak "baiklah kalau begitu usahakan bawa beberapa anak buah kita Uncle" ucap Glorria.


"Owhiya Uncle Dallen dan Uncle manis ikutlah denganku, sedangkan Uncle kecil dan Uncle besar tunggulah disini jaga Grandpa dan Deborah. Akhirnya keempat Unclenya yang sudah mendapatkan tugas masing-masing dari Glorria, merekapun menyepakatinya tanpa ada penolakan lagi.


Sedangkan Drak dan Dallen mereka langsung mempersiapkan apa yang sudah diperintahkan oleh Glorria, untuk mempersiapan malam ini ke club malam. Sedangkan kedua Unclenya Aiken dan Arno mereka kembali menemani Maicon yang masih duduk diruang keluarga sedang menonton televisi dengan Deborah, sedangkan Glorria ia kembali ke kamarnya, untuk menyiapkan sepatu yang berisikan pisau belati persis seperti milik Annabella ibunya dengan tujuan agar tidak terdeteksi oleh para penjaga club.


Glorria ia meniru desain sepatu milik ibunya dengan sepatu yang dimilikinya yang berbeda model, hanya saja perbedaannya milik Glorria lebih kekinian dan lebih mewah dari milik ibunya, Glorriapun tak lupa memilih pakaian mininya yang tak lain seperti dress seksi yang dia kenakannya nanti.


Sedangkan keempat pria yang akan memerankan sebagai pemilik bisnis haroin sudah didandani oleh Aiken dan juga Arno semaksimal mungkin, keempat para anak buah Glorria sudah terlihat gagah dengan setelan jas hitam seperti bos-bos besar.


Setelah melakukan persiapan dengan lengkap, keempat anak buah Glorria langsung dibawa pergi terlebih dulu ke club malam dengan dikawal beberapa anak buah lainnya. Sedangkan sebagian besar para anak buah Glorria sudah berada di club malam tersebut sejak tadi siang, mereka membagi tugasnya masing-masing menjadi security parkiran, dan bartender serta waiters-waiters yang melayani para tamu, Glorria ia sudah mengatur strategi terlebih dahulu sebelum ia melakukan misinya.

__ADS_1


__ADS_2