
Hari-hari telah berlalu kebersamaan keluarga kecil Bastev dan Glorria, di penuhi dengan canda tawa dari keempat anak laki-laki yang selalu siaga menjaga Annabella gadis kecil mereka.
Kini Bastev dia sudah berpindah rumah ke Italy, menempati rumah milik Glorria peninggalan Maicon dan Alexander, tak terasa uasia Sander sudah menginjak tiga belas tahun, sedangkan Annabella dan Darren serta Aiden baru saja menginjak usia sepuluh tahun. Seedangkan Augusto sudah menginjak usia yang ke delapan tahun kurang lebih.
Deborah dia juga telah melahirkan seorang putri cantik dari pernikahannya dengan Louis. Kini usia anak kedua Deborah sudah menginjak usia yang ke empat tahun, yang diberi nama Angela.
Di siang itu Sander sudah bersiap-siap untuk keberangkatannya menuju Australia, karena ia akan melanjutkan sekolahnya di sana yang ditemani beberapa pengawalnya untuk menjaga Sander. "Annabella adikku jaga dirimu baik-baik, jika nanti kakak sudah menjadi dokter kakak akan mengobati kedua matamu agar adikku bisa melihat kembali." Ujar Sander, iya kak terimakasih aku pasti akan merindukanmu nanti, kakak hati-hati di sana" jawab balik Annabella.
Sander pun berpamitan kepada kedua orang tua angkatnya, Glorria dan Bastev memeluk erat putra angkatnya yang sudah di anggap seperti anak mereka sendiri. "Hati-hati sayang jagaoan Mammy dan Daddy, jaga dirimu baik-baik nak Mammy dan Daddy akan sering berkunjung kesana." Ucap Glorria sambil mencium pucuk kepala Sander.
Sander mendekati ketiga adik sekaligus sahabat kecilnya, Darren dan Aiden serta kau Augusto. Aku titipkan gadis cantikku Annabella pada kalian, ingat jangan membuat adik kecilku menangis ya, jaga adik kecilku dengan baik." Pinta Sander
Ketiganya menganggukan kepalanya dengan pesan yang di sampaikan oleh Sander kepada mereka.
Sander pun berjalan keluar meninggalkan rumah megah milik Glorria, dan ia masuk kedalam mobilnya menuju Bandara.
Kini Bastev sudah kembali memimpin menjadi ketua Mafia di Italy, namun sampai saat ini keberadaan Glorria serta anak-anaknya masih dirahasiakan oleh Bastev.
Karena itu permintaan Glorria, sedangkan Deborah dan Louis serta anak-anaknya tak di perbolehkan untuk meninggalkan rumah peninggalan Maicon dan Alexander oleh Glorria. Akhirnya kedua keluarga kecil Glorria dan Deborah tinggal disatu rumah megah, dengan Alma dan Alice serta Arno.
Kelain cerita.
Nowela yang kini sudah menjadi istri dari Althaf, dan kini Nowela menjadi nyonya besar dari ketua Eropa Althaf. Althaf selalu menuntut Nowela untuk memiliki keturunan namun sampai saat ini Nowela tak kunjung hamil, Nowela tak memberitahukan ayahnya Willigeria, kalau saat ini dia sudah menikah dengan ketua Mafia Eropa. Nowela yang sedang berada didalam kamarnya, dia mengingat akan Sander anak kandungnya yang telah dia buangnya.
"Apa ini dosa-dosaku yang telah membuatku mandul, karena sudah membuat anakku sendiri menderita." Gumam Nowela terus berbicara sendiri, dia teringat akan Sander anak laki-laki yang ia bencinya.
Nowela kembli teringat akan siapa ayah biologis Sander. Ia kembali mengingat kejadian cinta satu malamnya dengan pria tampan yang usianya jauh lebih tua darinya.
Kejadian beberapa tahun silam yang terjadi kepada Nowela, pada kala itu Nowela yang tak lulus kuliahnya dan harus kembali mengulangi ujiannya dari awal. Ia begitu perustasi karena cita-citanya harus tertunda, dimalam itu Nowela pergi dengan para teman-temannya kesalah satu club malam.
Tanpa disengaja Nowela bertemu dengan salah seorang pria yang kebetulan sedang minum juga di club itu, keadaan Nowela yang sudah mabuk berat ia terus meracau yang tidak-tidak. Dan tiba-tiba ia diganggu oleh beberapa pria muda yang berusaha memaksanya untuk ikut dengan mereka.
__ADS_1
Nowela yang sudah di tinggal oleh teman-temannya ia terpaksa harus berjalan pulang sendiri, beberapa pira muda itu terus mengikuti dan mengganggu Nowela hingga sampai diparkiran.
Nowela pun tiba di parkiran ia masih mendapatkan gangguan dari para pria tersebut. Namun disaat yang tepat pria yang tampan sudah berumur itu keluar dari dalam club, sehingga pria itu bisa membantu Nowela terlepas dari para pria muda yang menggangunya.
Akhirnya pria yang menolong Nowela pun langsung mengantarkan Nowela pulang ke apartemen Nowela. Namun karena kondisi Nowela sudah mabuk parah sehingga ia sudah tak kuat untuk berjalan, akhirnya pria yang membantu menggendong tubuh Nowela sampai didalam apartemennya, dan akhirnya terjadilah cinta satu malam diantara mereka berdua.
Dipagi hari saat Nowela tersadar ia terkejut melihat ada pria asing ditempat tidurnya. "Tuan kamu siapa! Kenapa berada didalam kamarku.?" Pekik Nowela.
Sontak saja pria yang menolong Nowela terbangun mendengar suara Nowela yang bertanya kepadanya. "Nama saya Dallen, Nona maafkan saya semalam saya dan anda begitu mabuk sehingga terjadi hal yang tak kita inginkan Nona." Ujar Dallen.
"Dasar pria brengsek pergiiii pergi kau dari hadapanku pergi.!!" Nowela berteriak histeris dan mengusir Dallen dari dalam kamarnya. Setelah kejadian itu Nowela kembali ke London dengan tujuan ia akan melanjutkan kuliahnya di London.
Namun setelah kejadian itu, hal yang tak terduga terjadi Nowela yang merasa ada kejanggalan dengan dirinya, karena ia sudah telat datang bulan dan itu tidak seperti biasanya dia telat datang bulan. Dengan rasa penasarannya Nowela pun membeli tespek, saat ia melihat hasilnya betapa terkejutnya ternyata ia positif hamil.
Dengan rasa paniknya ia memutuskan untuk pergi ke Jepang dengan alasan kepada kedua orang tuanya, akan mempelajari ilmu beladiri dari orang-orang Jepang langsung, sampai ia bertemu dengan Chitora.
Hingga ia menjadi tawanan dan budak **** di Jepang. Itulah yang sebenarnya terjadi dengan Nowela, dan ayah biologisnya Sander yang tak lain adalah Dallen Uncle dari Glorria.
Apa aku harus kembali ke Paris dan menemui pria itu agar aku bisa kembali memiliki seorang anak." Kata kata hati Nowela teringat akan sosok Dallen yang tak ia ketahui siapa Dallen yang sebenarnya. "Sebaiknya aku kembali ke Paris saja, aku harus menemui Bastev dan memberitahukannya jika Sander adalah pitraku" gumam Nowela.
Di kediaman Glorria, Annabella dan Darren serta Aiden, baru saja pulang dari sekolahnya. Kini mereka harus kembali berganti pakaian karena mereka akan berangkat ketempat latihan beladiri. Yang selama ini menjadi rutinitas yang dilakukan oleh ketiganya, keadaan Annabella yang saat ini tak bisa melihat dia sudah mulai terbiasa.
Namun jangan salah ia begitu mahir dalam memainkan pisau dan juga ilmu beladirinya begitupun dengan Darren dan Aiden, setelah selesai berlatih Annabella dia terdiam ditempat istirahatnya.
Annabella dia teringat akan Sander yang selama ini begitu dekat dengannya. "Annabella apa yang kamu pikirkan sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Darren dan Aiden "Darren, Aiden iya benar sekali hari ini aku sangat merindukan kak Sander, setelah kak Sander pergi aku merasa ada yang kurang." Ujar Glorria
"Iya sudah nanti pulang latihan kita hubungin dia, bagaimana apa kamu setuju Annabella" jawab Darren dan Aiden, dan kembali menggandeng Annabella menuju mobilnya untuk kembali pulang kerumah mereka.
Sesampainya dirumah Darren serta Aiden, mereka segera membawa Annabella naik kelantai atas menju kamarnya, meskipun Annabella sudah bisa melakukannya sendiri, tanpa bantuan mereka berdupun Annabella bisa berjalan sendiri namun Darren dan Aiden tidak akan membiarkan Annabella sendiri.
Sesuai janjinya Darelano segera menghubungi Sander yang berada di Australia "Hallo kak Sander apa kabarmu kak?" Tanya Darren lewat sambungan telponnya,
__ADS_1
"Aku baik kawan, bagaimana dengan kalian? Apa kamu menepati janjimu menjaga adik kesayanganku?" Tanya balik Sander
"Tentu aku menjaganya kak Sander, dan ini dia ingin bicara denganmu." Darren langsung memebrikan ponselnya kepada Annabella "Hallo adikku, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Sander kepada Annabella
"Iya kakak aku baik-baik saja, hanya saja aku kesepian, tidak ada kakak yang biasa memarahiku sekarang." Celoteh Annabella
"Hemm bagaimana apa kalian masih berlatih, bagaimana dengan Mammy dan Daddy apa mereka baik-baik saja." Tanya balik Sander
"Mammy dan Daddy, mereka sedang pergi ke Paris ka sudah dua hari ini." Jawab Annabella
"Owh oke kalau begini sudah dulu ya, kalian baik-baik diruma i love you semuanya sampaikan salamku untuk Mammy dan Daddy."
Annabella pun kembali memebrikan ponselnya kepada Darren. "Bagaimana Annabella, apa kamu sudah merasa lebih tenang." Annabella pun menganggukan kepalanya.
Beralih kelain cerita.
Nowela yang menjadi istri Althaf, ia mencari-cari Althaf karena sudah hampir satu pekan lamanya Althaf tidak kunjung pulang. Akhirnya Nowela pun memutuskan untuk pergi ke markas Althaf, untuk mencari keberadaan Althaf di sana.
Sesampainya dimarkas besar Althaf. Nowela berjalan masuk kedalam markas yang ternyata keadaan di dalam markas kosong, hanyalah para pengawal Althaf yang sedang berjaga. "Nona anda mencari siapa.?" Tanya salah satu penjaga markas Althaf kepada Nowela.
"Sudah diam kau pengawal! yang jelas aku mencari suamiku apa kau mengerti." Bentak Nowela, para pengawal Althaf pun seketika terdiam karena mereka tahu jika Nowela adalah nyonya mereka.
Nowela berjalan masuk sesampainya didalam markas, Nowela memeperhatikan kesekelilingnya dan ia melihat photo photo kecil tanpa bingkai terpampang dinding markas. Nowela berjalan mendekat kearah photo yang begitu banyak di dinding, ia memperhatikan satau persatu photo yang menempel di dinding.
"Oh my God" Nowela terpekik sambil menutup mulutnya karena ia begitu terkejut saat ia melihat photo Dallen dan Glorria, serta yang lainnya yang tak ia kenalinya. Nowela kembali terkejut saat ia melihat photo ayahnya masuk kedalam daftar yang akan diincar oleh Althaf suaminya.
"Heii pengawal apa kau bisa bantu aku sebentar" teriak Nowela "iya baik Nona ada apa?" Tanya balik pengawal itu
"Apa kau bisa jelaskan kenapa photo photo ini diberikan tanda merah? Sedangkan yang lainnya tidak" tanya Nowela penasaran.
"Owh tanda merah itu, artinya orang-orang yang ada didalam photo itu telah tewas Nona. Dan kalau yang tidak diberikan tanda itu artinya orang-orang dalam daftar hitam." Jelas pengawal itu.
__ADS_1
Nowela tersentak saat dia mendengar penjelasan dari pengawal Althaf suaminya. "Astaga ini gawat sekali" kata hati Nowela