
"Daddy tolong mengerti dengan perasaanku, ini tidak ada hubungannya dengan Annabella. Permusuhan dimasa lalu kalian bukanlah urusan kami Dadd tolong jangan egois." Jawab Alexander bersikeras menentang Maicon ayahnya.
"Tetap sama saja Alexander, karena ditubuh gadis itu mengalir darah seorang Muller apa kau tahu itu! Daddy sudah memiliki calon untukmu dia tidak kalah cantik dari gadis itu."
Perkataan Maicon membuat Alexander semakin tersulut emosi, karena tanpa bertanya dulu kepadanya Maicon malah akan menjodohkannya dengan dengan gadis lain.
"Masalah Daddy dimasa lalu itu adalah dengan Mikael Muller bukan dengan Annabella anaknya! Annabella tidak tahu apa-apa masalahmu dengan ayahnya, begitupun denganku jadi jangan libatkan kami dalam masalah dimasa lalu kalian.."
Alexander yang kesal ia membanting barang yang ada dihadapannya, dan berlalu pergi meninggalkan Maicon ayahnya begitu saja.
Hubertus dan Robert yang sudah mendapatkan peringatan dari Annabella, agar tidak mengirimkan minumannya itu kesepuluh negara negara yang melarang adanya minuman beralkohol.
Namun Hubertus dan Robert tidak menghiraukan akan semua peringatan dari Annabella, mereka menganggap semua aturan yang sudah ditetapkan oleh Annabella adalah hal yang tidak penting.
"Jeff apa kau telah mendapatkan informasi mengenai minuman yang telah dikirim oleh Hubertus dan Robert? Yang telah berhasil mereka kirim ketiga negara terlarang kemarin malam."
"Ya saya sudah mendapatkan informasi dari salah satu negara, dan kepemimpinannya ingin bertemu dengan ketua Mafia Paris yaitu anda nona." Ucap Jeff memberitahukan Annabella.
"Bertemu denganku untuk apa Jeff? Kenapa mereka ingin bertemu denganku.." tanya Annabella terheran-heran,
"Karena mereka telah berkali-kali memberi peringatan pada klan kita agar tidak memasok minum beralkohol kenegara mereka, namun Hubertus dan Robert tetap mengirimkan minuman beralkohol kita tanpa sepengetahuan tetua klan lainnya dengan cara menyelundupkannya nona, saya sudah mengklarifikasi jika minum tersebut dikirim tanpa persetujuan anda." Tutur Jeff memperjelas akan tindakan ceroboh Hubertus dan Robert, yang tidak memikirkan dampaknya dapat merugikan semua belah pihak.
Annabella mendengus kesal dengan apa sudah dilakukan oleh Hubertus dan Robert.
__ADS_1
"Lalu apa yang diinginkan mereka selanjutnya sehingga aku harus menghadapi mereka Jeff?" "Pihak negara tersebut hanya ingin mengklarifikasi nona, dan mereka ingin meyakinkan jika produk yang telah dikirimkan Hubertus dan Robert bukanlah persetujuan dari anda nona."
"Annabella sangat geram dengan apa yang telah dilakukan oleh Hubertus dan Robert, hingga membuat nama clan-nya menjadi tercoreng. "Baiklah jika itu yang diinginkan mereka, persiapkan pertemuanku dengan kepemimpinan negara itu besok malam Jeff."
Jeffpun mengganggukan kepalanya dan berlalu pergi dari hadapan Annabella, sedangkan Annabella ia meminta Drak untuk kembali mengumpulkan para tetua klan dimarkas. Meskipun secara dadakan pertemuan tersebut diadakan, tapi para tetua klan tidak ada yang berani menolak akan panggilkan dari ketua mereka Annabella.
Annabella dan Drak serta Jeff kini mereka sudah tiba lebih dulu dimarkas.
Tidak perlu menunggu lama para tetua klan sudah berdatangan dimarkas, tidak terkecuali dengan Hubertus dan Robert. Hubertus dan Robert yang masih menganggap remeh dengan kemampuan Annabella, sehingga mereka selalu mengabaikan apa yang telah diperintahkan oleh Annabella.
Annabella beserta yang yang lainnya sudah duduk dikursi mereka masing-masing, sambil menunggu kedatangan Hubertus dan Robert. Setelah menunggu kurang lebih dari satu jam, tidak lama kemudian Hubertus dan Robertpun tiba dimarkas. Untuk mengikuti rapat yang diminta oleh Annabella, Hubertus dan Robertpun berjalan masuk dan segera duduk dikursi mereka dengan menunjukkan mimik wajah menyeramkan, dan ketidak sukaan mereka terhadap Annabella.
Annabella dan Drak serta Jeff kini mereka sudah tiba lebih dulu dimarkas.
Tidak perlu menunggu lama para tetua klan sudah berdatangan dimarkas, tidak terkecuali dengan Hubertus dan Robert. Hubertus dan Robert yang masih menganggap remeh dengan kemampuan Annabella, sehingga mereka selalu mengabaikan apa yang telah diperintahkan oleh Annabella.
Annabella yang sudah duduk dikursi kepemimpinannya, dia sudah tidak tahan melihat Hubertus dan Robert, yang berlagak sok seperti penguasa. Annabella tidak lepas menatap kearah Hubertus dan Robert dengan tatapan getir.
"Sekali lagi saya ucapkan terimakasih karena kalian semua sudah mau datang dirapat hari ini, dan kenapa secara tiba-tiba saya mengumpulkan kalian semua disini karena ada yang ingin saya sampaikan kepada kalian sebagai tentua klan dimarkas ini. Ada dua orang tetua klan kita yang mengacaukan bisnis kita dan membuat reputasi klan ini jelek dimata negara lain!Saya sadar dengan kedudukan saya diklan sangat diinginkan oleh banyak pihak." Sindir Annabella sambil melirik kearah Hubertus dan Robert yang terlihat gugup.
Kata-kata yang dilontarkan Annabella membuat para tetua klan saling lirik satu sama lain. Mereka bingung apa yang dimaksud dari perkataan Annabella, mereka tidak menyadari yang dimaksud Annabella itu adalah Hubertus dan Robert.
"Saya tahu kalian tidak mengerti dengan apa yang saya katakan ini, apa apa beberapa hari kalian tidak pernah mendengarkan peringatan atau laranganku untuk tidak melakukan hal yang sudah saya tentukan? Saya percaya kalian tidak semudah membalikan telapak tangan kalian untuk mempercayai saya, tapi saya sebagai Putri Muller saya akan membuktikannya pada kalian semua. Kalau saya akan menghabisi orang yang telah menghianati klan ini, karena telah melanggar perintah dan aturanku!"
__ADS_1
Para tetua yang tidak merasa, mereka ketakutan saat melihat kemarahan seorang Annabella. "Tolong kalian semua dengarkan bagi siapapun yang melanggarnya maka saya tidak akan segan-segan memenggal kepala kalian! Apa jika pertemuanku dengan kepemimpinan negara sampai menimbulkan perselisihan paham antara pihak negara dan pihak ketua Mafia masing-masing! Tiada maaf untuk kalian mengerti!"
Sontak saja kata-kata Annabella membuat Hubertus dan Robert terkejut dan takut, mereka menyadari akan kesalahannya tapi mereka malu untuk berkata jujur dan meminta maaf pada Annabella, namun semuanya sudah terlanjur Annabella ketahui. Suasana mendadak hening dengan keringat para tetua bercucuran, karena mereka sangat takut oleh Annabella meskipun Annabella tidak menyalahkan yang lainnya selain Hubertus dan Robert.
Dengan wajah gelisah Hubertus dan Robert hanya bisa terdiam memandang kearah Annabella yang terlihat beringas. "Besok saya akan mengadakan pertemuan dengan salah satu pemimpin kenegaraan, jika kalian ingin ikut bersamaku silahkan. Tapi jika tidak mohon jangan berbuat ulah atau melanggar aturan yang sudah kutetapkan terima kasih." Setelah kembali memperingati Annabella berlalu pergi meninggalkan markasnya, yang diikuti Jeff dan Drak pengawal setianya. Sepanjang jalan Annabella terus memikirkan perbuatan Hubertus dan Robert.
Sesampainya dikediaman Annabella langsung masuk kedalam kamarnya dan merentangkan tubuhnya diatas tempat tidur, tapi tidak lama kemudian Drak mengetuk pintu kamarnya. Annabellapun kembali bangkit menghampiri Drak, "nona ada kabar dari tuan Alexander bahwa tuan Alexander akan segera datang ke Paris untuk menemui anda nona."
"Owh oke baiklah Drak sambut mereka dengan baik. Owiya Drak apa pertemuanku dengan kepemimpinan negara itu sudah kau siapkan?" "Sudah nona pertemuan akan diadakan dihotel Star besok malam nona." Annabellapun mengangguk dan ia kembali kamarnya, karena ia sangat lelah menjadi seorang pemimpin ketua Mafia. yang tak semudah ia pikirkannya, sehingga Annabellapun terlelap tidur.
Keesokan harinya Annabella bergegas menyiapkan dirinya untuk keberangkatannya menuju hotel Star, untuk menemui kepemimpinan negara itu. Annabella telah didampingi para pengawal setianya, dan semua tetua klannya yang ingin ikut tapi tidak dengan Hubertus dan Robert.
Kini Annabella dan kepemimpinan negara tersebut sudah berada didalam hotel Star, "Selamat datang tuan di Paris, klan kami telah kedatangan anda semua, dan itu adalah kehormatan untuk kami. terima kasih anda telah menyempatkan waktunya untuk klarifikasi mengenai produk yang telah dikirim oleh bawah tangan kami, dan itu semua tanpa sepengetahuan kami.. sebelumnya kami minta maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan bawah tangan kami karena telah melanggar kesepakatan yang selama ini dibuat oleh kedua belah pihak negara kita."
Kata-kata Annabella yang begitu bijak dan mendinginkan pikiran seseorang yang sedang emosi, atas perbuatan Hubertus dan Robert sehingga membuat kepemimpinan negara itu datang untuk mengklarifikasi akan masalah tersebut.
Setelah mengobrol panjang lebar antara dua belah pihak para pemimpin negara mulai luluh, apalagi setelah melihat paras kecantikan Annabella yang luar biasa. meskipun dengan balutan yang agak tertutup tapi tidak mengurangi kecantikan dan keanggunan Annabella didepan tamu-tamu terhormatnya.
"Baik nona Annabella Muller setelah saya mendengar semua penjelasan dari anda langsung saya percaya dan saya yakin untuk kedepannya tidak akan ada lagi perselisihan paham. Saya sebagai kepemimpinan negara saya akan memberikan toleransi kepada bawahan anda yang telah melakukan penyelundupan barang-barang tersebut, tapi jika disuatu saat nanti terjadi lagi penyelundupan barang-barang itu maka kami tidak akan segan-segan lagi untuk memberikan sanksi kepada bawahan anda nona Annabella."
Annabellapun tersenyum dan menganggukkan kepala, "Baiklah tuan-tuan saya selaku penanggung jawab diklan saya, maka saya bertanggung jawab atas perbuatan bawahan saya yang melakukan kecerobohan tanpa sepengetahuan saya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada anda yang telah memberikan kesempatan untuk kami dan bawah tangan saya."
Sontak saja para tetua klan yang ikut mendengarkan pembicaraan antara Annabella dan kepemimpinan negara tersebut, begitu terkejut karena sekarang mereka sudah mengetahuinya jika Hubertus dan Robert adalah pengkhianat diklan mereka.
__ADS_1
Para tetua klan tidak lepas memperhatikan cara berbicara Annabella yang begitu lembut dingin dan berwibawa yang membuat luluh lawannya. Para tetua klan yang ikut menghadiri pertemuan Annabella dengan kepemimpinan negara tersebut, mereka sangat bangga melihat sifat Annabella yang tak beda jauh seperti Mikael Muller yang berwibawa.