KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Adik kamu marah padaku


__ADS_3

"Tidak sayang bukan begitu nak, Mammy bukan tidak senang melihatmu kembali dengan perubahan yang yang tidak pernah terpikirkan oleh Mammy sendiri, kalau sekarang kamu sudah tumbuh menjadi pria tampan sama seperti mendiang ayahmu nak. Mammy sangat sedih dan bangga karena sekarang Mammy bisa membalaskan, apa yang sudah dilakukan oleh ayahmu nak Mammy sangat bahagia" ujar Glorria dengan terisak tangisannya.


Sander dia tersenyum sambil mencium pucuk kepala Glorria ibu angkatnya, oh ya di mana adik-adikku Mamm? Kenapa mereka tidak terlihat" tanya balik Sander sambil celangak-celinguk keseluruh ruangan.


"mereka semua sudah tertidur, karena mereka juga baru saja tiba di rumah ini, Mammy sengaja tidak memberitahukan mereka kalau malam ini kamu akan kembali pulang ke rumah ini" jawab Glorria. Bastev yang sejak tadi berdiri dibelakang Glorria, dia mendekat kearah Sander yang berdiri dengan gagahnya dan senyuman tampannya, menatap kearah Sander.


"Dadd.." ucap Sander dan langsung memeluk Bastev, "owh putraku, sekarang kamu sudah tumbuh menjadi pria dewasa. Daddy sangat bangga padamu nak" ucap Bastev sambil menepuk-nepuk punggung Sander, Sander juga tidak lupa memeluk Deborah Aunty nya. 


Setelah melepaskan rasa rindu mereka, Glorria pun meminta Sander untuk pergi beristirahat ke kamarnya. "Oke Mamm, kalau begitu biar besok aku yang akan memberikan kejutan kepada mereka bertiga, aku naik dulu Mamm, Dadd dan Aunty" ucap Sander dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya, untuk beristirahat.


Singkat cerita keesokan harinya seperti biasa Darren dan Aiden mereka sudah terbangun dari tidurnya, begitupun dengan Annabella.


Ketiganya pun turun menuju lantai bawah untuk ikut sarapan bersama, dengan ibu-ibu mereka yang sudah sibuk di dapur mempersiapkan sarapan untuk anak-anak mereka.


Bastev dan Glorria beserta yang lainnya mereka sudah menunggu anak-anak mereka turun, "pagi Mamm, Dadd" ucap Annabella dan kedua saudara susunya. Namun tidak dengan Sander dia masih tertidur lelap didalam kamarnya, karena semalam dia pulang sudah sangat larut.

__ADS_1


Annabella dan Darren serta Aiden mereka belum mengetahui kalau Sander sudah kembali, di pagi ini wajah Annabella terlihat murung dan tidak seperti biasanya. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Annabella, ia tidak seperti yang lainnya heboh menceritakan keseharian selama di Australia.


Angela dia begitu antusias menjahili ketiga kakak laki-lakinya, sama persis seperti Deborah ketika dia kecil yang usil dan jahil. Sedangkan Annabella yang sedang tidak bersemangat, dia langsung beranjak dari tempat duduknya dan berpamitan kepada orang tuanya, dan yang lainnya jika ia akan kembali ke kamarnya.


Setelah berpamitan kepada yang lainnya, Annabella pun berjalan dengan membawa segelas susunya menuju lantai atas kamarnya. Anabella berjalan ke arah balkon kamarnya dan dia berdiri di sana dengan menatap halaman rumahnya, yang terdapat taman bunga milik Deborah Aunty nya.


Sedangkan Sander dia terbangun dari tidurnya, karena dia mendengar suara canda tawa yang begitu ramai dari lantai bawah. Sander pun segera beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai dia pun berjalan keluar menuju lantai bawah untuk melihat suara-suara yang terdengar ramai olehnya.


Darren dan Aiden, beserta Augusto dan Angela mereka terperangah saat melihat sosok pria tampan berjalan kearah mereka. Dengan senyuman tampannya, saat tersadar keempatnya berlarian menghampiri Sander, dan merangkunya dengan celotehan mereka yang terus menuju Sander.


Sander dia langsung digiring keempat adik-adiknya untuk segera duduk di atas kursi meja makan, bersama dengan mereka.


Namun Sander baru teringat jika ada yang kurang dengan adik kesayangannya, iya itu Annabella yang tidak dia lihatnya diruangan itu, Sander terus celangak-celinguk melihat kesana-kemari mencari Annabella adik kesayangannya.


"Ehemm, pasti kakak sedang mencari si cantik Putri salju yang paling cerewet kan" tanya Aiden dan Darren "iya betul, dimana dia? Kenapa aku tidak melihatnya" jawab balik Sander "nah kebetulan sekali sekarang ada kak Sander, adik kesayangan kakak itu sedang gabut. Sudah dua hari ini dia berubah kak Sander" ujar Darren

__ADS_1


"Iya bener apa yang dikatakan Darren, coba kakak bujuk sana siapa tahu dia mau mengatakannya, siapa pria yang sudah berhasil membuatnya seperti putri salju sedingin salju ikhhh" ucap Aiden ikut menimpali.


Darren Aiden mereka hanya bisa menerka-nerka dengan perubahan sikap Annabella, yang banyak terdiam kalau diajak bicara oleh mereka. Keempat adik-adik Sander pun memberitahukan Sander, kalau Annabella berada dilantai atas kamarnya.


Setelah mengetahui keberadaan Annabella, Sander pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju lantai atas kamar Annabella. Tanpa diikuti oleh keempat adik-adiknya, sesampainya di lantai atas Sander dia segera masuk kedalam kamar yang berukuran cukup besar itu.


Sander berjalan masuk mencari keberadaan Annabella didalam kamarnya, yang tidak dia lihatnya namun saat Sander menoleh kearah balkon kamar, ternyata Annabella sedang berdiri membelakangi posisinya.


Sander dia tersenyum menatap kearah Annabella, dan berjalan mengikuti Annabella yang sedang membelakanginya. Tanpa pikir panjang Sander langsung merangkul dan mencium pucuk kepala Annabella dari belakang, sebagai seorang kakak kepada adiknya.


"Adik, apa yang sedang kamu pikirkan? Kenapa kamu tidak ikut makan bersama dibawah, apa kamu sedang jatuh cinta dengan seseorang sehingga kamu melupakan kakakmu ini" ucap Sander sambil mengelus lembut kepala Annabella.


Deg...


Annabella yang sedang melamun dia begitu terkejut saat mendengar suara dan pelukan seseorang, yang tidak asing baginya. Annabella terdiam kelu dia enggan untuk menoleh kearah seseorang yang masih memeluknya.

__ADS_1


"Adik tercantikku, kenapa kamu diam saja apa kamu masih marah kepadaku hallo?" Tanya Sander kebingungan dengan sikap Annabella, yang tidak bergerak dan tak menyahut pertanyaan nya.


__ADS_2