
Bastev, berjalan mendekati bibir jurang yang masih terlihat begitu berantakan, ia terus menatap kearah dasar jurang yang terlihat arus sungai begitu deras, dengan samar-samar dia mendengar samar-samar dia mendengar pembicaraan orang-orang.
Tiba-tiba Dezi mendekatinya, "tuan, yang mengalami kecelakaan ini adalah mobil nona Glorria dan anak buah anda tuan" tutur Dezi dengan terbata. Bastev langsung menatap tajam kearah Dezi, dengan tatapan tidak percaya jika kecelakaan itu ada Glorria istriny.
"Dezi, apa yang kau katakan ini kenapa kau bicara seperti itu? Apa kau memiliki bukti jika mobil itu mobil anak buahku?" Tanya Bastev "iya tuan benar sekali, jika anda tidak percaya anda bisa tanyakan orang-orang itu dan para petugas yang ada di sana" jawab Dezi.
Bastev terperangah dia benar-benar bingung harus berkata apa, Bastev meremas rambut cepaknya dan berkali-kali menghela nafasnya dia benar-benar frustasi. "Cepat kau panggilkan anak buah kita, cari istriku sampai ketemu" ucap Bastev dengan nada datar.
Kedua mata Bastev sudah sangat rimbun oleh air mata membuat pandangan Bastev terasa gelap, dan dia sudah tidak kuat menopang tubuhnya. Tanpa di sangka-sangka tubuh Bastev pun ambruk ke bawah tanah, dan tak sadarkan diri. Dezi segera memburu kearah Bastev yang tergeletak diatas tanah, Dezi berteriak kepada para anak buahnya untuk segera membawa Bastev kedalam mobilnya.
Para pengawal Bastev berlarian dan segera menggotong tubuh Bastev kedalam mobilnya, yang diikuti oleh Dezi sambil menggendong Sander.
Tidak berselang lama para anak buah Bastev mulai berdatangan, untuk melakukan pencarian keberadaan Glorria yang diyakini jika Glorria terjun kedalam jurang tersebut. Dengan mobil yang dia tumpanginya, mereka tidak berpikir kalau Glorria lolos dari kecelakaan maut itu.
Beralih kelain cerita. Louis dan Deborah yang baru saja tiba di Bandara Toronto Kanada, Louis segera turun dari dalam pesawat yang membawanya, dengan memapah Deborah yang sudah kuat berjalan meskipun pelan.
Karena Deborah sudah banyak makan makanan yang di dapatnya dari dalam pesawat, perjalanan Louis yang sudah dilacak oleh para anak Althaf dan Leomor. Keberadaan Louis dan Deborah terus di perhatikan oleh beberapa orang pria yang sepanjang perjalanan mengikuti mereka.
__ADS_1
Louis, dia masih belum menyadari jika posisinya sedang diawasi oleh pria-pria tersebut, Louis sedang fokus menuntun Deborah dan ia terus berjalan keluar dari dalam Bandara.
Sedangkan para anak buah Althaf dan Leomor terus mengikuti mereka berdua, Louis tanpa sengaja dia melihat langkah kaki dari para pria-pria yang tidak dikenal itu semakin cepat kearah dirinya, pada akhirnya Louis pun mempercepat langkah kakinya untuk mengetahui apa komplotan pria-pria itu masih akan mengikutinya atau tidak.
Dan ternyata benar komplotan pria-pria pun semakin mempercepat langkah kakinya mengikuti Louis dan Deborah, "nona, bagaimana apa sekarang anda sudah kuat? Kita sedang diikuti nona ayo sekarang kita lari" ucap Louis yang langsung di anggukan Deborah.
Akhirnya Louis dan Deborah pun berlari terkocar-kacir kearah luar Bandara, dengan posisi menuntun tangan Deborah. Mereka berdua berlari begitu kencang menuju jalanan, hingga para anak buah Althaf dan Leomor kebingungan karena banyaknya orang-orang yang berlalu lalang, sehingga mereka kehilangan jejak Louis dan Deborah target mereka.
Dengan cepat Louis menaiki mobil yang sedang bermuatan buah-buahan segar secara kebetulan mobil itu melintas didepan mereka, Louis sudah berhasil naik dan dia segera menarik tangan Deborah dengan kuat hingga tubuh Deborah terjatuh kedalam pelukannya.
Deborah, yang merasa lapar dia mengambil beberapa buah apel yang ada dihadapannya. Deborah memakannya dengan begitu lahap,
begitupun dengan Louis ikut memakan buah-buahan yang ada didalam mobil bak itu. Hingga perut keduanya sudah merasakan kekenyangan.
"Louis, kita mau pergi kemana?" Tanya Deborah, belum juga Louis menjawab pertanyaan Deborah, tiba-tiba mobil bak yang mereka tumpanginya berhenti di salah satu tempat yang asing menurut mereka.
"Heyy!! Anak muda apa yang sudah kalian lakukan di dalam mobilku?! Cepat keluar sial sekali kalian sudah memakan buah-buahanku" tiba-tiba suara ibu-ibu paruh baya terdengar dari arah luar, dengan lantang ibu-ibu itu memarahi Louis dan Deborah yang sudah memakan dan merusak buah-buahan miliknya.
__ADS_1
"Cepat keluar dari dalam mobil pickup ku" ibu-ibu paruh baya itu kembali berteriak, "owh iya--iya nyonya ini kami turun, maafkan kami nyonya tadi kami sedang di kejar para berandal tanpa sengaja kami naik mobil anda, sekali lagi kami minta maaf" ucap Louis dengan santun.
"Prgi kalian pergi!! Jangan buat barang-barangku rusak brengsek kalian" bentak ibu-ibu itu, sambil mengambil beberapa batu kerikil dan melempari Louis dan Deborah. Sehingga membuat Louis dan Deborah kembali berlarian menghindari lemparan batu dari ibu-ibu itu.
Louis dan Deborah terus berlari dan sudah sangat jauh dari rumah ibu-ibu tadi, "Louis, sekarang kita ada di mana? Dan kita mau kemana?" Deborah terus bertanya karena dia masih bingung dengan tempatnya saat ini yang tidak dia kenalinya.
Louis dia menggelengkan kepalanya karena dia sendiri juga tidak tahu, Louis terus menuntun tangan Deborah. Ketika Louis akan melintasi jalanan besar, tiba-tiba Deborah menghentikan langkah kakinya dan dia menarik tangan Louis.
Louis pun menghentikan langkahnya dan dia menoleh kearah Deborah, "Louis jangan bawa aku ketempat yang ramai, aku takut Louis sebaiknya kita cari jalan pintas saja atau kalau tidak kita jalan lewat hutan saja" ucap Deborah.
Deborah dia menolak dibawa jalan ketempat yang ramai karena rasa trauma masih menghantui dirinya, dan rupanya Deborah mengalami trauma yang cukup dalam, sehingga dia ketakutan saat melihat keramaian.
Mau tidak mau Louis pun kembali dan memilih jalan kecil yang banyak dilalui para pejalan kaki, Deborah kembali berjalan dibelakang Louis dan tak lepas menggenggam tangan Louis.
"Louis, kau tidak tahu kita ada di mana saat ini?" Deborah kembali mengulangi pertanyaan. "Tidak nona saya tidak tahu dengan tempat ini, dan saya juga bingung kita sedang ada dimana ini" jawab Louis kebingungan.
"Lalu bagaimana kau bisa menemukan aku, yang sedang di sekap oleh Zaidan?" Tanya Deborah "owh masalah itu, saya dan nona besar serta tuan Bastev dan Dezi mencari anda kerumah Zaidan" akhirnya Louis pun menceritakan semuanya kepada Deborah dengan pencarian yang sudah lakukan oleh Glorria, sedikitpun tanpa ada yang ditutup-tutupi dari Deborah.
__ADS_1