KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Darah dikedua tangan Glorria


__ADS_3

"Hey gadis besar kesayangan Uncle, jangan berbicara seperti itu, Uncle tidak pernah merasa direpotkan olehmu, dengan senang hati Uncle melakukan ini semua untukmu karena kamu adalah putriku kesayanganku jangan pernah berbicara seperti itu mengerti" ucap Dallen


"Baiklah Uncle terima kasih, jika aku besar nanti aku tidak akan pernah meninggalkanmu, apalagi untuk melupakanmu, Uncle akan selalu ada bersamaku kemanapun aku pergi" jawab Glorria sambil memeluk Dallen


"Dallen kita telah bertemu dengan jalan setapak lihatlah itu" Drak berteriak karena ia berjalan lebih dulu dan ia telah menemukan jalan setapak, Drak begitu antusias karena dia sudah bertemu jalanan.


Dallenpun mempercepat langkah kakinya, ia menghampiri ke arah Drak yang telah menemukan jalan setapak untuk mereka.


Dan benar saja apa yang telah dikatakan oleh Drak, jalan setapak sudah terlihat jelas nampak di depan mereka.


"Dallen kita harus memilih kiri atau ke kanan? Jalanan yang mana yang kita tempuh ini Dallen" Drak yang bingung dengan posisi jalan bercabang, dia kembali bertanya kepada Dallen.


"Uncle sebaiknya kita ambil arah kanan saja" Glorria langsung mengarahkan telunjuknya ke arah kanan.


Dallen ia sangat yakin dengan apa yang diberitahukan oleh Glorria, karena sebelumnya Glorria pernah menunjukkan jalan dan benar adanya jika jalan tersebut tepat di tujuan.


Namun Drak tidak percaya dengan arahan dari Glorria, ia masih celangak-celinguk memperhatikan jalanan "ayok Drak kita lewat sini" ajak Dallen sambil berjalan mendahului Drak, yang masih berdiri kebingungan.


"Apa kau yakin tidak akan nyasar atau salah jalur Dallen?" Tanya Drak ragu-ragu


"Tidak perlu kau khawatirkan ini jalan yang tepat, ayok cepat jalan kenapa kau masih berdiri disitu?" ucap Dallen sambil kembali perjalanan dan Drak pun mengikutinya dari belakang.


Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka pun bertemu dengan rumah-rumah warga, dan tak lama kemudian mereka pun bertemu dengan jalanan besar tapi sayangnya, di jalanan besar tersebut sudah nampak beberapa pria yang memakai jas hitam.


Drak dan Dallen sudah faham betul jika pria-pria tersebut adalah para anak buah mafia, yang entah dari kelompok mananya.


"Dallen kita jangan berjalan ke arah sana berbahaya, mereka banyak sekali kita tidak mungkin melawan mereka" bisik Drak ditelinga Dallen

__ADS_1


"Iya Drak aku tahu kita harus mencari jalan tikus untuk bisa menyeberangi jalan besar itu" jawab balik Dallen menjawab perkataan Drak.


Akhirnya Drak dan Dallenpun mencari jalanan tikus, agar mereka bisa menyeberangi jalanan besar yang ada disebrang mereka, tak perlu menunggu lama akhirnya merekapun menemukan jalan kecil untuk menyeberangi jalan besar tersebut.


"Dallen unggu sebentar didepan banyak sekali yang berjaga, kita tunggu sampai malam hari tiba agar kita tidak diketahui oleh mereka" ucapan Drakpun langsung dianggukan Dallen


Akhirnya malam hari pun tiba penerangan dari rumah wargapun mulai menyala, namun tidak terlalu terang, Dallen dan Drak masih bersembunyi dibelakang salah satu rumah warga yang tak berpenghuni, disaat suasana terasa hening tanpa suara sedikitpun disekitar mereka tiba-tiba.


Brobottt.. Brobottt bott..


"Aih gadis kecil kenapa kamu kentut, kita ini sedang bersembunyi sayang, bagaimana jika kita ketahuan" ucap Drak sambil mengerutkan dahinya, disaat suasana tegang Deborah malah kentut dengan begitu kencangnya, dan tertawa melihat ekspresi Drak yang menutupi hidungnya, Deborah ia terus tertawa yang kini masih berada dalam gendongan Drak.


Sehingga membuat Drak kembali panik dan mengeluh dengan suara kentut Deborah, namun Deborah tak berhenti tertawa.


"Dallen bagaimana ini gadis kecil kita malah kentut lagi" keluh Drak sambil nyengir


"Aihh gadis kecil kita malah pipis lagi Dallen, bagaimana ini aduhh" Drak merengek seperti anak kecil karena Deborah pipis diperut Drak.


"Uncle turunkan aku" Glorria meminta Dallen untuk menurunkannya.


"Uncle tunggu sebentar aku juga ingin buang air kecil" ucap Anolla meminta izin kepada Dallen.


"Ayok sayang kita cari tempat" ucap Dallen sambil mengajak Glorria


"Tidak perlu Uncle aku akan buang air kecil disebelah sana saja" jawab Glorria diangkat


Dallenpun menganggukan kepalanya dan ia membiarkan Glorria pergi kesamping rumah kosong tersebut yang tak begitu jauh darinya, Glorria berjalan dengan mengendap-ngendap menuju samping rumah kosong tersebut.

__ADS_1


Sesampainya disamping rumah kosong, Glorriapun segera mengeluarkan pisau miliknya, ia tersenyum getir menatap kearah pria-pria yang berada disebrang jalan.


Glorria menggenggam erat pisau miliknya, dan ia mulai mengambil ancang-ancang sambil terus memperhatikan kesekelilingnya, dan ia mulai menghitung seberapa banyak pria yang memakai pakaian yang sama disebrang jalan tersebut, "rupanya mereka ada sembilan orang, okay aku bisa melakukannya" gumam Glorria


Ia mulai mengambil ancang-ancang dan mulai berhitung dari satu sampai tiga.


Sleep.. Slepp..


"Aarghh.!! Aarghh..!!"


Suara teriakan dari para yang sedang berjaga dipinggir jalan besar terdengar begitu nyaring,


secepat kilat tubuh Glorria berlari kearah para pria yang sedang berdiri menjaga jalan besar, kecepatan lari Glorria memang bisa dikatakan bisa mengalahkan ibunya Annabella, hanya dengan hitungan detik Glorria sudah kembali ketempat semula.


"Gadis besar apa kamu sudah selesai nak?" rupanya Dallen sudah menyusul Glorria kesamping rumah kosong tersebut, "ya Uncle ini aku sudah selesai" jawab Glorria sambil berjalan menghampiri Dallen, akhirnya Dallenpun kembali dengan menuntun tangan Glorria.


"Gadis besar kenapa tanganmu basah?" Tanya Dallen sambil melihat kearah tangga Glorria ditengah kegelapan.


"Apa tadi kamu pipis di celana?" Dallen kembali bertanya dan sesampainya ditempat yang terang, Dallen kembali melihat kearah tangan Glorria yang basah, ia berjongkok dan melihat kedua tangan Glorria yang basah dan terasa licin seperti bukan air biasa.


"Dadadrahhh.. Akwww darah"


Tiba-tiba terdengar suara teriakan yang tidak begitu jauh dari posisi mereka, suara Dallen dan suara para pria tersebut bersamaan sehingga terdengar saru, ternyata suara itu dari dari para pria pria yang berjaga, satu persatu tubuh pria pria itu ambruk dan terjatuh begitu saja.


Dallen yang terkejut ikut mengintip dengan dangan Drak, kearah suara para pria yang tak begitu jauh dari mereka. Dan ternyata para pria tersebut sudah terkapar dengan bersimbah darah, entah dibagian mana luka yang mereka dapatkan hingga mereka tewas.


Dallen kembali melihat kearah kedua tangan Glorria, dan ia memastikannya kembali apa yang dilihatnya tadi.

__ADS_1


"Gadis kesayangan Uncle, katakan kepada Uncle apa kamu yang sudah melakukannya membuat para pria itu terluka" tanya Dallen penasaran, tanpa menjawab pertanyaan Dallen, Glorriapun hanya tersenyum tanpa bicara sepatah katapun.


Dallenpun faham betul jika Glorria terdiam dan tersenyum maka ia melakukan kesalahan. "tapi bagaimana kamu melakukan sayang, sedangkan mereka sangat banyak" Dallen kembali bertanya


__ADS_2