KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Tubuh Glorria seperti tupai


__ADS_3

"Akhirnya kita bisa sarapan pagi juga gadis-gadis kecilku" ucap Dallen sambil menyuapi Deborah namun Deborah tak mau disuapin, ia malah ingin makan sendiri dengan menggunakan kedua tangannya.


Drak berjalan dengan lesu karena dia tidak bisa mendapatkan hewan untuk mereka makan.


"Dallen aku minta maaf karena aku tidak menemukan hewan apapun diujung sana,


sungguh sangat sulit mencari hewan liar maafkan aku Dallen, ujar Drak dengan lirih Drak datang dengan wajahnya yang memelas.


"Sudahlah Drak ayooo kita makan lihat ini, gadis besar kita sudah mendapatkan biawak ini ayo makan" Dallen melambaikan tangannya kearah Drak.


Drak melihat kearah Dallen dan kedua gadis kecilnya, sedang menyantap daging biawak Drak kembali melongo, dan ia segera menghampiri Dallen dan kedua gadis kecilnya yang sedang makan daging biawak.


"Dallen kau dapatkan hewan ini dari mana?" Drak terus bertanya kepada Dallen dengan hewan yang didapat oleh Glorria.


"sudah makan saja tidak tidak perlu banyak bertanya padaku, tapi kau tanyakan pada gadis besar kita karena dia yang menangkapnya" jawab Dallen sambil tersenyum


"Gadis besar lagi yang mendapatkannya?"


Dallen kembali menganggukkan kepalanya dengan pertanyaan Drak.


Dengan lahapnya mereka menikmati bakar daging biawak hasil tangkapan Glorria, begitupun dengan Deborah ia makan dengan begitu lahapnya seperti orang dewasa. Tidak lama kemudian Deborah merangkak kearah Drak, yang sedang terlentang diatas rumput karena dia kekenyangan, Deborah menaiki dada bidang Drak yang sambil berceloteh dan sebelah tangannya menggenggam potongan daging.


Deborah yang duduk diatas dada Drak tiba-tiba dia menarik kerah kemeja Drak, yang Drak buka sebagian kancingnya karena dia kegerahan.


Hekk.. Hekk.. Prettt..


Deborah terus menarik nafasnya dalam-dalam dengan sekuat tenaganya, dan akhirnya dia berhasil mengeluarkan isi perutnya.

__ADS_1


Hihi.. babahhh.. mamamh...


Deborah terus berceloteh diatas perut Drak.


Kedua mata Drak terbelalak saat dia mencium bau kentut Deborah, "aihh gadis kecilku bau sekali anginmu, Dallen apa kau tidak mencium baunya?" Tanya Drak kepada Dallen, Drak tidak mengetahuinya kalau Deborah bukan hanya buang angin tapi dia juga buang air besar.


Dallen dan Glorria tertawa geli melihat kearah Drak, dengan perutnya yang sudah penuh oleh kotoran Deborah, Drak celangak-celinguk dengan menajamkan penciumannya yang terasa menyengat bau kotoran, saat Drak melihat kebagian perutnya ternyata sudah penuh oleh kotoran Deborah.


"Dallen tolong aku Dallen, bagaimana ini kenapa kamu tega sekali gadis kecilku bukan air sembarangan kamu gadis kecilku adihh, Dallen cepat bantu aku kenapa kau malah tertawa" Drak terus berteriak meminta tolong kepada Dallen, dia sangat geli melihat kotoran Deborah ada diatas perut dan dadanya.


Deborah dia malah tertawa melihat Drak berteriak dan tak berhenti merengek karena ulahnya, Deborah sangat berbeda dengan Glorria sewaktu kecil, Glorria dia akan menangis ketika ia mendengar suara teriakan dari orang yang dia kenalnya.


Tapi tidak dengan Deborah dia akan tertawa terbahak-bahak, kala ia mendengar suara teriakan dari orang-orang terdekatnya seperti saat ini, Deborah tak berhenti tertawa melihat Drak menepuk-nepuk keningnya.


Dallenpun membantu Drak untuk bangun "bangunlah Drak bawa gadis kecil mandi sekalian" ucap Dallen, mau tidak mau Drakpun bangkit dari posisinya dan dia membawa Deborah untuk mandi dengannya diair sungai.


Setelah selesai memakaikan pakaian untuk Deborah, Dallenpun kembali menggendong Deborah dan menyisir rambut Deborah yang basah.


"Itu dia mereka! Ayok cepat kejar mereka semua!"


Tiba-tiba suara teriakan terdengar dari sebrang sungai, yang tak mereka adalah para anak buah Aubert dan Ames.


Dallen dan Drak terjingkat kaget, melihat segerombolan pria yang berpakaian sama mengenakan jas hitam mereka. "Drak cepat lari!!" Teriak Dallen sambil berlari dan menarik tangan Glorria.


Dengan terkocar-kacir Drak berlari mengikuti Dallen dan Glorria yang sudah berlari lebih dulu, Drak dan Dallen semakin mempercepat larinya menyusuri pinggiran sungai, sedangkan Glorria dia berlari lebih cepat dari kedua Unclenya bahkan Glorria sudah jauh dari posisi Drak dan Dallen.


Glorria dia sudah lebih dulu sampai ditengah hutan bahkan dia sudah menyelinap dibalik pohon besar, disaat Dallen sedang berlari sambil celangak-celinguk mencari keberadaan Glorria yang tidak dia lihatnya, dengan cepat Glorriapun menarik tangan Dallen agar bersembunyi dengannya dibalik pohon-pohon besar.

__ADS_1


Dallen yang sudah berhasil ditarik oleh Glorria dan kini dia sudah ikut bersembunyi dengannya, kini tinggal giliran Drak dengan begitu cepat Glorria menangkap tangan Drak, dan Dallen langsung membekap mulut Drak yang hampir saja berteriak karena dia kaget.


Glorria dia menarik tas perlengkapan Deborah, lalu dia membukanya dan mengambil senjata pemberian Annabella ibunya. "Uncle manis, Uncle Dallen siap?" Tanya Glorria, Dallen dan Drak hanya saling lirik mereka bingung dengan pertanyaan Glorria.


Mau tidak mau merekapun menganggukkan kepalanya dengan pertanyaan Glorria, meskipun mereka berdua belum faham apa maksudnya. Glorria dia sudah sama persis seperti Annabella, bahkan sekarang Glorria memberikan arahan kepada Drak dan Dallen untuk mengalihkan perhatian para musuhnya.


"Musuh kita ada lima belas orang Uncle, jadi ayok kita lakukan sekarang.


Seranggggg..!!"


Glorria berteriak sambil berlari kearah samping untuk mengalahkan para musuhnya,


sedangkan Dallen dan Drak mereka menembakkan senjata mereka kearah musuh-musuhnya. Ternyata dengan strategi Glorria benar-benar ampuh dan mempermudah, Dallen dan Drak untuk menembak para lawanya.


Para musuh Glorria terus berhamburan mengejar Glorria, dengan sengaja Glorria menjatuhkan tubuh mungilnya dan ia bergelinding seperti kelereng, sehingga para musuhnya dianut kebingungan dan kesulitan untuk menangkap tubuh mungil Glorria.


Tubuh mungil Glorria sungguh sangat lincah, ia bangkit lalu meloncat kekiri dan kekanan seperti tupai, saat melihat para musuhnya sudah mengepung tubuh Glorria, tidak disangka-sangka Glorria meloncat bahkan dia berhasil naik keatas bahu para lawanya.


Sehingga membuat para musuhnya menembakkan senjata mereka masing-masing, kearah teman-teman mereka sendiri, dan membuat sebagian para musuh Glorria sudah tergeletak tewas akibat luka tembak dari teman-teman mereka sendiri.


"Drak cepat tembak mereka!" teriak Dallen


"amunisiku habis Dallen, apa yang mau aku tembakan, kau saja yang tembak cepat" jawab balik Drak dia malah menyuruh Dallen untuk menembak.


"Amunisiku juga sama habis Drakunnn!!" Ucap Dallen sambil mengejek Drak,


"sudah diam Dallen, jangan sebut nama kecilku aku tidak suka dengan nama itu" jawab Drak sambil cemberut.

__ADS_1


__ADS_2