KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Tampan sekali


__ADS_3

Akhirnya malam hari pun tiba Glorria dan Annabella beserta para anak buahnya dan juga keempat Uncle-unclenya, dan juga Louis kembali pulang menuju negara Paris. Kini wajah Annabella dan tubuhnya sudah terlihat sangat segar tidak seperti ketika ia di dalam jeruji besi, yang terlihat kumel dan kotor serta bau.


Ini wajahnya pun sudah terlihat bersih dan terpancar kebahagiaan meskipun masih belum seutuhnya, karena Alexander belum diketahui keberadaannya, tidak berselang lama perjalanan mereka semuapun akhirnya telah tiba di bandara Paris, yang langsung disambut oleh para anak buah Glorria.


Setelah menempuh beberapa jam dalam perjalanan, menuju rumah persembunyian Glorria, dan kini semuabya sudah sampai didepan pintu rumah tersebut, kedua kaki Annabella gemetar karena ia tak menyangka akan kembali menginjak rumah yang pernah ia tempatinya dahulu saat ia bersama Alexander, hati Annabella kembali teringat akan Alexander yang belum diketahui keberadaannya dimana.


Maicon dan Deborah beserta Arno sudah berdiri di depan pintu rumah, menyambut kedatangan Annabella dan juga Glorria beserta keempat Unclenya. Maicon terperangah menatap kearah Annabella yang terlihat sangat kurus, dengan tergopoh-gopo Maicon berlari menghampiri Annabella yang ia rindukannya selama belasan tahun sebagai menantunya. "Putriku, Annabella sayang syukurlah kini kau telah kembali nak Daddy sangat merindukanmu." Ujar Maicon dengan lirih, tangisan Maicon dan juga Annabellapun pecah, ketika mereka bertemu antara menantu dan mertua.


Namun Maicon sudah tak menganggap Annabella sebagai menantunya, ia menganggap jika Annabella adalah anak kandungnya sendiri. Deborah yang berdiri di belakang Maicon kakeknya, dia masih tak menyangka jika yang ada di hadapannya adalah Annabella ibu kandungnya, yang sudah sangat dia rindukan dan selalu dia pertanyakan, ketika ia melihat fhoto fhoto yang ada di dinding rumah tersebut. Annabella sudah tak mampu untuk berjalan kedua kakinya terasa lemas bagaikan tak bertulang, tubuh Annabella ambruk dihadapan semuanya.


Dengan sigap Glorria menahan tubuh Annabella yang tak berdaya, "Mammy.. Mamm" ucap Deborah, dia sudah tidak mampu berkata-kata lagi, Deborah mendekati ibunya Annabella dan ia langsung merangkul dan memeluk erat tubuh Annabella, dengan tangisannya yang membuat semua Unclenya ikut merasakan kesedihan dan keharuan mereka.


Annabella terus menciumi wajah Deborah yang sama persis seperti dirinya, hanya saja bola mata Deborah ikut seperti Alexander, dan rambutnyapun sama persis seperti Alexander berwarna hitam kemerah-merahan. "Owhhh putri kecil Mammy sayang kamu sudh besar nak, Mammy sangat merindukanmu sayang." Ucap Annabella.


Setelah melepaskan rasa ridunya mereka masing-masing, Deborah memapapah Annabella untuk masuk kedalam rumahnya. Kini semua sudah berada diruang keluarga, sedangkan Deborah dia tak mau jauh dengan Annabella Ibunya. Berbeda dengan Glorria, sesampainya dirumah Glorria segera membersihkan dirinya dan beristirahat melepaskan rasa lelahnya, dan memikirkan strategi apa lagi yang harus diambilnya.


Satu pekan sudah dilewati oleh Annabella, kini ia sudah semakin terlihat membaik, dan luka-luka yang terdapat dibagian kedua kakinyapun sudah mulai mengering, Annabella mendapatkan perawatan khusus dari dokter peribadi Glorria. Karena saat di Belanda Annabella tidak diberikan pengobatan oleh dokter ataupun dibawa kerumah sakit, karena Glorria khawatir akan memancing para musuhnya.


Disiang itu Glorria meminta kelima Unclenya untuk masuk kedalam ruangan kerjanya, begitupun juga dengan Louis, yang kini sudah ikut bergabung dikelompok Glorria, Louis juga ikut masuk kedalam ruangan kerja Glorria. Seperti biasa Glorria duduk dikursi yang biasa digunakan oleh Mikael Muller. Sedangkan kelima Unclenya duduk dihadapan Glorria beserta Louis.


"Uncle Micer, apa Uncle mengetahui kemana mereka membawa Dady Alexander?" Tanya Glorria, kepada Micer.


"Iya nona besar, Uncle pernah mendengar tentang tuan Alexander, kalau tidak salah saudara kembar tuan Aubert membawa tuan Alexander ke Meksiko nona besar." jawab balik Micer, "Uncle Dallen tolong lacak keberadaan mereka Uncle, agar tujuan kita nantinya tidak salah." Ucap Glorria meminta Dallen untuk melacak keberadaan musuhnya.

__ADS_1


Dallenpun segera pergi keruang monitor untuk melacak keberadaan saudara kembar Aubert, seperti apa yang dikatakan oleh Micer. Tak perlu membutuhkan waktu lama, Dallenpun sudah berhasil menemukan adik kembar dari Aubert, setelah merasa cukup dengan informasi yang didapat.


Dallen segera menemui Glorria yang masih berada didalam ruangan kerjanya. 


"Nona besar ini dia adik kembar dari Aubert, yang bernama Ames dia tinggal di Meksiko  menjadi seorang ketua Mafia disana." tutur Dallen


"Baiklah Uncle Dallen terimakasih, Uncle manis tolong persiapkan penerbangan kita menuju Meksiko, besok pagi kita akan berangkat kesana, Louis Uncle Dallen dan Uncle manis ikut denganku, sedangkan Uncle kecil dan Uncle besar tetap dirumah ini jaga Mammy Grandpa dan juga Deborah." Perintah dari Glorriapun dianggukan oleh semua Uncle Glorria.


Setelah dirasa cukup dengan apa yang akan dilakukannya, Glorriapun kembali kekamarnya.


Glorria ia melihat benda pipih miliknya, ia teringat akan nomor ponsel milik Bastev yang telah ia simpannya, Glorria terus menatap nomor ponsel milik Bastev dengan perasaan ragu-ragu ia ingin menghubungi Bastev. Namun ia urungkan niatnya. "Tidak ini boleh terjadi Bastev adalah sahabatku, dia bukan musuhku dan bukan kekasihku." Gumam Glorria


Akhirnya Glorriapun mempersiapkan semua kebutuhannya, apa saja yang akan dibawanya, setelah merasa cukup dengan barang-barang yang akan dibawanya, Glorriapun keluar dari dalam kamarnya, ia masuk kedalam kamar ibunya Annabella yang tepat berada disamping kamarnya.


"Owh begitu Iyasudah sebaiknya kamu tidur dan istirahatlah, perhatikan kesehatanmu itu lebih penting" Glorria menyuruh Deborah untuk pergi kekamarnya dan tidur, Deborahpun pergi kekamarnya ia tak mampu membantah kakak sulungnya.


"Aunty Mammy besok pagi aku akan berangkat ke Meksiko, doakan aku Aunty Mammy" tutur Glorria, dia meminta doa dari Annabella ibunya. "Putri kesayangan Mammy jaga dirimu, ingat kamu harus bisa membedakan mana lawan dan mana teman" kata-kata Annabella, membuat Glorria teringat akan sosok Bastev.


Setelah mendapatkan izin dan restu dari sang ibu, Glorriapun merangkul tubuh kurus Annabella, lalu ia keluar dan kembali masuk kedalam kamarnya.


Disisi lain, setelah satu pekan kepergian Glorria dari Belanda, Bastev memutuskan berangkat ke Paris dengan beberapa anak buahnya, ia berniat akan menyerahkan satu-persatu harta yang telah direbut oleh ayahnya Aubert. Dimalam itu Bastev dengan pengawal setianya Dezi beserta para anak buahnya telah tiba di Paris.


Entah apa yang sebenarnya terjadi dengan Bastev, perasaannya tiba-tiba terasa bahagia ketika ia tiba di Paris, Bastev segera masuk kedalam kamarnya ia merentangkan tubuhnya diatas kasur embuk.

__ADS_1


Keesokan harinya Bastev sudah terbangun dari tidurnya, ia segera bersiap-siap untuk berangkat kekampus yang baru saja dibelinya oleh Bastev, dari salah seorang pengusaha yang mengalami kebangkrutan.


Bastev dia segera berjalan keluar dari dalam kamarnya, dengan penampilannya yang begitu mempesona membuat para perempuan muda meleleh bagi yang melihatnya.


Bastev beserta para pengawalnya kini ia sudah sampai dikampus, kedatangan Bastev disambut hangat oleh para guru-guru yang bekerja di kampus tersebut, begitupun juga dengan para gadis-gadis yang sedang berkuliah dikampus yang kini menjadi milik Bastev, tepuk tangan dan sorak dari para gadis-gadis cantik tak bisa dihentikan.


"YaTuhan tampan sekali, kenapa pria ini tampan sekali apa aku bisa memilikinya."


Kata hati Deborah sambil menatap kearah wajah Bastev, dia terus memuji ketampanan Bastever yang kini berada diruang kelasnya.


"Deborah kamu menyukai pria tampan itukah??" Tannya Anabel sahabatnya, pertanyaan Anabel membuat Deborah terkejut dan membuyarkan lamunannya.


Deborah di hanya tersenyum kearah Anabel yang tak bisa dipungkirinya, jika Deborah benar-benar jatuh cinta kepada pria yang baru ia lihatnya. "Deborah jika kamu menyukainya kamu kejar cintanya dan perjuangkan."  Tanpa berkata apapun Deborah ia hanya mampu terdiam, dan tak lepas dari tatapannya terhadap Bastev.


Setelah kunjungan Bastev selesai, Bastev dan Dezi berjalan menuju mobilnya, namun secara tiba-tiba Deborah dan Anabel berlari menghadang Bastev dan Dezi yang sedang berjalan. Alhasil Bastevpun menabrak Deborah, hingga membuat Deborah terjatuh.


"Akwww sakit.." Deborah meringis kesakitan karena terjatuh, akibat ditabrak oleh Bastev yang sedang berjalan. Bastev melihat lutut Deborah yang mengeluarkan darah, tanpa pikir panjang lagi Bastev langsung menggendong tubuh Deborah, yang aga berisi karena ia tidak suka berolahraga seperti Deborah kakaknya. Bastev membawanya keruangan khusus untuk para murid jika mendapatkan luka, Deborah menatap tajam kearah wajah tampan Bastev yang terlihat panik, sesampainya diruangan Bastevpun menidurkan tubuh Deborah diatas ranjang besi.


Dan tidak lama kemudian seorang suster membantu mengobati luka dibagian lutut Deborah, tanpa sengaja Bastev melirik wajah Deborah yang hampir mirip dengan wajah Glorria, Bastev mengucek kedua matanya karena ia ingin memastikan jika yang dilihatnya salah, Bastev kembali teringat dengan wajah Glorria yang memiliki tahi lalat. "Nona siapa nama anda.?" Tanya Bastev


"Ini nomor ponsel pengawal saya jika kaki anda bermasalah anda bisa hubungi langsung pengawal saya." Ucap Bastev,


Deborah di hanya tersenyum, dan menganggukkan kepalanya setelah ia menerima nomor ponsel pengawal Bastev.

__ADS_1


__ADS_2