
Dengan perutnya yang buncit Annabella berdiri didepan jendela kamarnya, sambil menatap kearah luar yang terdapat kebun dan beberapa rumah warna sekitar.
Annabella sebenarnya sangat menyesal telah mencintai Alexander, yang ternyata akan berdampak sangat fatal dengan keselamatan Alexander. Annabella tak bisa berhenti memikirkan Alexander suaminya, ia benar-benar sudah sangat lelah dengan keadaan yang sedang dia hadapinya. Annabella mengelus lembut perut buncitnya, "kau dimana Alexander, kenapa pergi begitu saja dan menghilang dari hidupku, aku dan anakmu sangat membutuhkanmu saat ini Alexander." Gumam Annabella dengan lirih
Jack dan beberapa para anak buahnya ikut menyusul Annabella ke Belanda, karena Jack sangat khawatir dengan kondisi Annabella, yang tengah hamil tua dan sebentar lagi akan segera melahirkan.
"Dallen!" Panggil Annabella memanggil Dallen yang sedang duduk diruang keluarga dengan teman-temannya, "iya nona saya disini?" Jawab Dallen sambil berlari menghampiri Annabella, "Dallen tolong kau lacak keberadaan musuh-musuh kita dimana mereka saat ini, agar kita bisa mempersiapkan semuanya sebelum kita berangkat menyerang mereka." Tutur Annabella dan kembali menyuruh Dallen keluar dari dalam kamarnya.
Dallenpun segera pergi keruang monitor yang berada diruang paling ujung, untuk
mencari tahu keberadaan musuhnya Karel beserta komplotannya.
Karena kemampuan Dallen sebagai pengawal ia juga selalu menjadi andalan Alexander, untuk menjadi seorang hacker. Tanpa menunggu lama lagi Dallen sudah biasa melacak keberadaan markas Karel, yang tak begitu jauh dari kediaman Annabella saat ini.
namun naasnya sinyal pelacakkan yang digunakan oleh Dallen mengalami kebocoran, karena telah diriset oleh seseorang terlebih dahulu sebelum kelompok Annabella tiba dirumah itu.
Alhasil sinyal pencarian Dallenpun telah diketahui oleh pihak musuhnya,
"Karel sepertinya negara kita kedatangan tamu-tamu yang tak diundang" tanya Karel kepada pamannya Andrew
"Maksudnya Paman?" Karel kembali bertanya kepada pamannya,
__ADS_1
"hemm lihatlah itu Karel, markas kita telah mendeteksi adanya seorang hacker diwilayah kita ini, dan paman Dejan telah memberikan informasi jika kelompok Annabella ketua Mafia Paris berada dikota kita Karel, mereka hanya membawa anak buahnya sekitar empat puluh orang, dan kini saatnya untukmu membalaskan kematian ayahmu apa kau sudah mengerti"
Tutur Andrew
" Owh begitu ceritanya baiklah Paman Andrew, sekarang kita cukup siapkan semuanya kita akan menyerangnya di pagi hari sebelum matahari terbit bagaimana dengan ideku Paman?" Tanya Karel kepada Andrew, "yeah ide yang sangat bagus, semoga kita berhasil membuat perempuan itu berakhir."
Keesokan harinya pagi-pagi buta pintu kamar Dallen dan Aiken sudah diketuk oleh anak buahnya, "tuan Dallen ini gawat sekali pemantauan kita telah diketahui oleh pihak musuh, salah satu sinyal kita menangkap pergerakan dari mereka yang telah menuju kerumah ini tuan Dallen" ujar salah satu anak buah Annabella, memberitahukan keadaan yang sedang gawat.
Deg..
Dallen begitu terkejut saat dia mendengar perkataan anak buahnya mengenai para musuhnya yang sedang menuju kerumah tersebut, dengan tergesa-gesa Dallen pun berlari untuk sistem sistem miliknya, dan benar saja sistem miliknya sudah mati.
Cepat beritahukan Drak dan Aiken bahwa kita sudah dikepung cepat!!!
Dallen berteriak dan dia segera berlari kearah kamar Annabella, Annabella yang sedang merasakan mules dibagian perutnya tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dan langsung dibuka begitu saja oleh Dallen dengan wajah paniknya dan nafasnya yang tersengal-sengal. "Nona maaf saya masuk, kita tidak punya waktu banyak nona, kita sudah dikepung oleh pihak musuh, ayok cepet nona kita harus segera pergi dari sini nona!!" mules yang dirasakan oleh Annabella seketika hilang saat ia mendengar kata dikepung dari Dallen.
Annabella sebenarnya tidak ingin melarikan diri dari musuhnya, karena tujuannya datang ke Belanda itu untuk mencari keberadaan Karel musuhnya. Tapi untuk saat ini dia tidak memiliki pilihan lain selain melarikan diri, karena Annabella sadar jika kondisinya saat sedang tidak baik-baik saja dan dia tahu kalau perut sedang kontraksi hebat, maka dari itu Annabella memilih ikut dengan ajakan Dallen untuk pergi.
"Baru saja Annabella turun dari tempat tidurnya dengan memegang kedua senjatanya, suara tembakan senjata dari arah luar kamarnya sudah terdengar nyaring ditelinga mereka. Drak dan Aiken mencoba mencari perlindungan, karena mereka belumlah siap untuk bertempur melawan musuhnya. Dallen dia mencoba mengintip kearah luar kamar, untuk memastikan seberapa banyak jumlah musuhnya, namun saat ia melihat keadaan diluar sudah tidak memungkinkan lagi untuk kembali keluar dan menghadang musuh-musuhnya yang begitu banyak.
"Berapa banyak mereka Dallen?!" Tanya Annabella kepada Dallen "lebih dari seratus orang nona mereka sudah berhasil masuk, ayok cepat kita loncat lewat jendela saja ayok!!" Dallen yang panik dia langsung menarik tangan Annabella, yang menahan rasa mulesnya.
__ADS_1
Dallenpun segera mengambil ancang-ancang dan dia meloncat keluar jendela samping, Annabella masih berdiri didepan jendelanya memperhatikan Dallen yang baru saja sampai dibawah jendela.
Aarghh..
Annabella kembali meringis kesakitan karena kontraksi bayinya, Dallen sangat khawatir melihat Annabella meringis kesakitan. Dallen yang sudah loncat lebih dulu melalui jendela kamar Annabella, dan Dallen sudah menunggu Annabella dibawah jendela untuk menangkapnya, "ayok nona loncatlah saya akan menangkap anda" ucap Dallen dengan menggunakan kata isyarat, karena takut terdengar oleh pihak musuh.
Annabella pun mengambil ancang-ancang dia tidak punya pilihan lain, selain melarikan diri dari para musuhnya. Pintu kamar Annabella sudah mulai di gedor dari luar,
dengan cepat Annabella pun meloncat kebawah jendela, dengan sigap Dallen menangkap tubuh Annabella meskipun terjatuh menindih tubuhnya. Tapi Dallen tidak mempedulikan rasa sakitnya dia segera bangun dan membantu Annabella untuk bangun.
Annabella dan Dallen pun beranjak dari tempat jatuhnya, baru saja melangkah beberapa langkah, tiba-tiba suara tembakan terus mengarah ke arah mereka yang belum siap untuk berlari. Dallen terjingkat kaget dan dia langsung menarik tangan Annabella, Dallen berlari sekencang mungkin sambil memapah Annabella.
Annabella dan Dallen berlari kearah balik tembok samping rumah, untuk menghindari timah panas dari para musuhnya. Tanpa disengaja Annabella dan Dallen mendengar suara percakapan seseorang dari halaman belakang, Annabella terus menajamkan pendengarannya kearah suara tersebut.
"Luar biasa kejamu Paman Dejan ini imbalan untukmu, pergilah bersembunyi karena aku akan menghancurkan rumah ini beserta isi-isinya hahaha!!" Tak lain suara itu adalah Dejan dan Karel
Annabella yang mengetahui dengan suara Karel dan Dejan, Ia sangat geram saat mengetahui jika Dejan telah bekerja sama dengan kelompok mafia Belanda iya itu Karel.
Annabella kembali meringis kesakitan karena kontraksi dari bayinya, kembali terasa. Dallen yang melihat ada beberapa motor disebrang halaman rumah Annabella, diapun mulai memutar otak bagaimana cara agar dia sampai ditempat motor-motor tersebut, Dallen pun segera memapah tubuh Annabella kearah motor-motor yang terparkir dihalaman rumah.
Dengan tertatih-tatih Annabella terus berlari, dan Dallen terus membantu Annabella sampai dimotor yang terparkir agar Annabella bisa secepatnya naik keatas motor tersebut. Akhirnya dengan susah payah Annabella pun sampai ditempat motor dan dia segera naik dibelakang Dallen, namun sayang salah satu anak buah Karel melihat kepergian Annabella dan Dallen.
__ADS_1