
Glorria hanya mengerutkan keningnya karna ia tidak faham dengan Dallen Unclenya, Dallen yang sedang bahagia ia terus bernyanyi disepanjang langkahnya, sambil berjalan dengan menggendong Glorria.
Sesampainya dipinggir jalan Glorria menghentikan transportasi umum, dan ia pun segera naik, setelah beberapa jam menempuh perjalanan menuju kediaman Annabella kini Dallen pun telah sampai dikediaman megah milik Annabella, "hey pria asing tunggu mau kemana kau?! Orang asing dilarang masuk kedalam rumah ini, tanpa seizin nona Annabella apa kau faham!" bentuk salah satu anak buah Annabella yang ditugaskan menjaga pintu gerbang.
"Saya Dallen pengawal nona Annabella, tolong buka pintunya saya ingin bertemu dengan nona Annabella." ucap Dallen kesal karena ia dibentak-bentak oleh pria utu, "haha hey pria asing kau jangan coba-coba berbohong pada kami! Kami tahu betul pengawal nona Annabella, dan selama kami bekerja disini tidak ada pengwal nona Annabella yang bernama Dallen, sudah sana sebaiknya kau pergi saja jangan ganggu pekerjaan kami!" bentak pria itu sambil mendorong tubuh kekar Dallen, Dallen mendengus kesal karena diperlukan kasar oleh beberapa pengawal Annabella, "baiklah jika kau tak percaya cobalah kau hubungi nona Annabella sekarang!" bentak Dallen berbalik membentak pria itu.
Akhirnya pria yang menjaga gerbangpun segera menghubungi Drak. "hallo Tuan Drak, dikediaman nona Annabella telah kedatangan seorang pria, dengan perawakan tinggi tampan tapi buluk, dan dia membawa seorang anak perempuan cantik juga tapi buluk pria ini bernama Dallen. Dia mengaku sebagai pengawal nona Annabella dan pria ini meminta untuk masuk tuan Drak, jadi bagaimana apa anda mengenalnya dengan pria yang bernama Dallen ini tuan?" Setelah beberapa saat berbicara dengan Drak, pria yang menjaga pintu gerbang pun langsung menganga, ia tak percaya jika kata-kata Dallen benar bahwa Dallen adalah pengawal Annabella.
"Tutttan Dallen silahkan masuk, kata tuan Drak anda jangan kemana-mana tunggu mereka datang katanya tuan Dallen, sekali lagi kami minta maaf karena kami tidak tahu jika anda adalah pengawal nona Annabella, sekali lagi maafkan kami tuan silahkan masuk" ucap pria itu dengan terbata-bata, akhirnya Dallen dan Glorriapun masuk kedalam rumah megah miliki Annabella.
Di Belanda, Annabella dan Alexander yang kini sudah berada didalam mobil, begitupun dengan Drak dan Aiken untuk kembali kerumah milik Maicon, setelah berhasil menyerang markas Algozilo.
Tidak berselang lama kini akhirnya mereka telah tiba dikediaman Maicon, Annabella langsung pergi kedalam kamarnya yang diikuti oleh Alexander. Untuk membersikan tubuhnya, namun Annabella kembali dibuat kesal oleh tingkah Alexander yang terus mengikuti dirinya sampai didalam kamar mandi.
Annabellapun mendorong tubuh Alexander yang ikut masuk kedalam kamar mandi,
"Sayang kenapa kamu mendorongku? biarkan aku ikut masuk sayang ayoklah" teriak Alexander yang berada luar pintu kamar mandi, dia terus merengek seperti anak kecil karena dia ingin ikut mandi dengan Annabella.
Akhirnya Alexanderpun berjalan keluar dari dalam kamarnya, dia berjalan keluar untuk menemui Dark dan Aiken anak buahnya.
__ADS_1
"Sedang apa kau drak? Hari ini benar-benar aku dibuat bingung oleh sikap ibu-ibu hamil Drak" keluh Alexander sambil menarik nafasnya dalam-dalam, karena dia tidak berhasil membujuk Annabella yang masih marah kepadanya.
Dark dan Aiken hanya tersenyum mendengar celotehan Alexander, "sabar tuan itu sudah biasa bawaannya ibu-ibu hamil, nanti juga pasti akan seperti biasa baik lagi dan itu semua memang sering terjadi dengan ibu-ibu hamil tuan jadi anda tidak perlu heran, dulu juga saat nona Annabella hamil oleh nona Glorria juga seperti itu, pemarah dan sangat sensitif apapun harus terburu-buru diseleksikan" tutur Drak panjang lebar
Tanpa Alexander ketahui jika Annabella sudah berada dibelakangnya, Annabella berdiri dibelakang Alexander yang sedang membicarakan Annabella, sambil bertolak pinggang Annabella memonyongkan mulutnya mendengar Alexander yang mengeluh kepada Drak pengawalnya. Dark kebingungan dan ia berkali-kali menggaruk kepalanya yang tak gatal, bahkan Drak menepukkan tangannya seolah-olah ada nyamuk dihadapan, dan mengedip-ngedipkan kedua matanya dengan tujuan agar Alexander menoleh kebelakangnya.
Tapi Alexander masih tidak faham dengan isyaratnya Drak, "perasaan dirumah ini tidak ada nyamuk Drak, tapi kenapa kau digigit nyamuk?" ujar Alexander, tiba-tiba suara deheman Annabella dari belakang Alexander terdengar, sontak saja mata Alexander melotot ia tak tahu jika Annabella sedari tadi sudah berada dibelakangnya, Alexander menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dan membalikkan badannya kebelakang, dan benar saja Annabella sudah berdiri dengan kedua tangan bertolak pinggang.
"Sasayang kamu sejak kapan berada disini?"
Tanya Alexander dengan terbata-bata. "Sejak tadi dan aku sudah mendengar semuanya" wajah Annabella kembali galak melihat kearah Alexander, Ia begitu benci terhadap Alexander selama ia hamil anak kedua, Annabella sering sekali kesal dan sebal terhadap Alexander.
Tapi kali ini ada yang berbeda dengannya,
"nona!! Tuan kita harus segera kembali ke Paris, sekarang juga nona ayok!" ajak Drak kepada Annabella dan Alexander secara tiba-tiba, sedangkan Annabella dan Alexander yang masih terdiam dan terheran-heran dengan sikap Drak mereka hanya saling lirik satu sama lain.
"Ada apa denganmu Drak? Kanapa kau tiba-tiba aneh seperti ini?" Tanya Annabella kepada Drak, "Itu nona itu Dallen dan putri anda sudah berada di Paris, bahkan sekarang mereka sudah berada di rumah anda nona!" teriak Drak saking saking senangnya mendengar kabar mengenai Dallen dan Glorria.
Tanpa pikir panjang lagi dengan cepat Annabellapun memeluk tubuh Drak, "oh my brother are you sure?" Drak menganggukkan kepalanya, Alexander ia kesal dan cemburu melihat Annabella memeluk Drak pengawalnya secara tiba-tiba.
__ADS_1
"Oke kalau begitu siapkan semuanya kita akan kembali ke Paris sekarang juga" ucap Annabella, yang langsung dianggukan Drak.
Dallen dan Glorria yang sudah berada dikediaman Annabella, Dallen tak berani masuk kedalam rumah Annabella meskipun para penjaga rumah Annabella sudah membukakan pintu rumah untuk Dallen dan Glorria. Tapi Dallen enggan untuk masuk ia masih duduk di pekarangan rumah Annabella, sambil mengajak main Glorria meskipun para anak buah Annabella yang berjaga di bagian pintu rumah membukakan pintu untuknya, tapi Kaj tak ingin dikatakan kurang ajar masuk kedalam rumah tuannya tanpa keberadaan penghuninya. Glorria berlari-lari didalam pelataran rumah Annabella ia senang melihat ikan yang ada dikolam.
"Uncle kita ada dimana kenpa kita tidak kembali pulang saja, jika kita terlalu lama disini pasti pemiliknya marah Uncle" tutur Glorria dengan polosnya, ia terus berceloteh disamping kolam ikan milik kedua orangtuanya, "tidak gadis kecilku pemilik rumah ini tidak akan marah, bagaimana apa kamu sudah siap untuk bertemu dengan Mammy dan Daddymu?" Tanya Dallen sambil tersenyum kearah Glorria,
Glorriapun langsung menoleh kearah Dallen, lalu ia tersenyum menampakan gigi kecilnya "yes i'm ready Uncle" jawab Glorria sambil menggenggam kedua tangan Dallen dengan begitu eratnya, "aku siap bertemu dengan Mammy dan Daddy, tapi Uncle harus janji denganku jangan pernah tinggalkan aku Uncle" kata-kata Glorria membuat hati Dallen terharu, sampai-sampai ia menitikkan buliran bening dari matanya.
Glorria mengusap kedua pipi Dallen yang basah oleh air mata, "kenapa Uncle menangis apa tubuh Uncle ada yang sakit?" Dengan polosnya Glorria bertanya kepada Dallen, ia masih belum mengerti dengan keadaan yang dirasakan oleh Dallen saat ini, Dallen sangat mencintai dan menyayangi Glorria, sebenarnya ia tak sanggup berpisah dengan Glorria yang telah ia besarkannya dengan penuh kasih sayang.
Setelah menempuh beberapa jam dalam penerbangan kini Annabella dan Alexander begitu juga dengan Drak dan Aiken, kini mereka semua sudah sampai di Bandara Paris, Annabella meminta sopirnya untuk mempercepat laju kendaraannya, ia sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan Glorria putrinya.
Akhirnya tak perlu memakan waktu lama kini Annabella dan Alexander telah sampai dikediamannya, Annabella keluar dari dalam mobilnya ia berlari kearah halaman rumahnya mencari keberadaan Dallen dan Glorria, Annabella sesampainya di halaman belakang rumahnya yang terdapat kolam ikan miliknya. Annabella memperlambat langkah kakinya ia melihat Dallen sedang duduk di bangku samping kolam ikannya.
Annabella menatap sendu kearah Glorria yang sedang tertidur pulas dipangkuan Dallen. Annabella semakin mendekat kehadapan Dallen yang sedang memangku Glorria, seketika tubuh Annabella ambruk begitu saja dihadapan Dallen, Annabella bertekuk lutut menatap Glorria yang sedang tertidur pulas, air mata Annabella keluar begitu saja, "putriku Glorria Mikael Muller."
Dengan kedua tangannya yang bergetar Annabella mengelus kepala Glorria yang sedang tertidur, Annabella ingin menjerat dan dan menangis sekencang-kencangnya melihat anak pertamanya sudah tubuh besar dan cantik yang telah lama ia rindukannya, karena ia sangat bahagia biasa melihat gadis kecinya.
Tapi ia urungkan karena takut jika Glorria putrinya akan terbangun, keadaan Dallen dan Dallen sangat lusuh karena sudah hampir dua hari mereka tak mandi dan berganti pakaian, Alexander dan Drak begitupun dengan Aiken ikut mengejar Annabella, Alexander medekat kearah Dallen dengan tatapan nanarnya, dimana Dallen sedang terduduk dengan bersila karena ia memangku tubuh mungil Glorria, Drak dan Aiken yang sudah berada dihadapan Dallen melongo.
__ADS_1
Melihat keadaan Dallen dan Glorria baik-baik saja, Alexander ikut bertekuk lutut dihadapan Dallen ia menangis melihat Glorria putri pertamanya. Yang begitu sangat sangat cantik dengan rambut panjangnya, namun keadaannya sangat memperhatikan, Glorria dan Dallen sangat kumel dan dekil, Drak dan Aiken ikut terharu melihat pertemuan Annabella dengan Glorria putrinya. Satupun diantara mereka tak ada yang berani bersuara karena takut akan membangunkan Glorria dari tidurnya, Alexander dan Annabella sudah tak sabar menunggu Glorria terbangun, Alexanderpun segera bangkit lalu ia membantu Annabella untuk berdiri.