
Bastev yang mendapatkan kabar tersebut diapun langsung mengerahkan seluruh anak buahnya untuk segera mengepung markas, Bastev segera berlari mengikuti para anak buahnya menuju markas yang tidak terlalu jauh dari rumahnya. "Bastev kau mau kemana?" tiba-tiba Bente datang menghampiri dan langsung gelayutan ditangan Bastev, yang akan pergi keluar dari rumahnya.
Aubert dia tidak berani keluar dari dalam markasnya karena adan Glorria di luar markasnya, yang sedang berkelahi melawan para anak buahnya yang hanya tinggal beberapa orang saja.
Hanya dengan hitungan menit Glorria sudah berhasil menghabisi sebagian besar para anak buah Aubert, yang berusaha menghadang Glorria. Didepan markas Aubert sudah dipenuhi mayat-mayat para anak buahnya yang tergeletak dengan darah dari bagian tubuh merek, Glorria kembali menerjangkan kedua kakinya kearah anak buah Aubert yang hanya tersisah beberapa orang saja.
Bughh.. Bughh... Bughh..
Kedua kaki dan tangan Glorria terus dia arahkan, sembari kedua pisaunya terus dia hunuskan tepat dibagian jantung para musuhnya hingga tewas.
Glorria dia selesai menghabisi sisah para anak buah Aubert, tidak berselang lama para anak buah Aubertpun berlarian masuk kedalam halaman markas, untuk menghadang Glorria. Hanya dengan hitungan detik polisi Glorriapun sudah terkepung oleh para anak buah Aubert yang begitu banyak,
Glorria dia kembali memasang kuda-kudanya untuk menyerang para anak buah Aubert yang baru saja tiba di markas tersebut, wajah Glorria yang sengaja ditutup oleh saputangan membuat Aubert yang mengintip dari balik pintu markas kebingungan, dengan sosok Glorria yang berhasil membantai sebagian besar para anak buahnya.
Para anak buah Aubert yang baru saja tiba dihalaman markas mereka begitu tercengang, melihat para teman-teman mereka sudah tergeletak dihalaman markas oleh Glorria seorang diri. Glorria yang sudah siap dengan kuda-kudanya, dia melambaikan sebelah tangannya kearah anak buah Aubert.
Para anak buah Aubert yang memiliki perawakan tinggi kekar, sesaat mereka menghentikan serangannya terhadap Glorria yang sudah siap menghadang mereka semua. Para anak buah Aubert terus memperhatikan postur tubuh Glorria dari ujung kepala sampai ujung kaki yang tertutup rapat, mereka baru menyadari jika lawan mereka seorang perempuan.
"Kenapa kalian diam saja cepat serang orang itu!!" teriakkan dari salah satu anak buah Aubert kembali terdengar, dan memberikan perintah agar mereka semua segera menyerang Glorria yang masih berdiri diposisi semula. Salah satu anak buah Aubert berlari masuk kedalam markas, dan memberikan Aubert jika musuh yang sedang mengacaukan markasnya adalah seorang perempuan.
__ADS_1
Aubert langsung tertawa dan berjalan keluar, dengan penuh percaya diri karena sebentar lagi Bastev akan segera tiba, dan dia begitu yakin kalau anak buah Bastev akan mampu mengalahkan Glorria yang belum Aubert ketahui jika Glorria adalah putri dari Annabella.
"Kenapa kalian tidak memberitahukanku sedari tadi kalau pemberontakan itu adalah perempuan, kalau saja aku tahu dia perempuan aku tidak akan bersembunyi" ucap Aubert sambil berjalan keluar dari dalam markasnya, "serang perempuan itu dan jangan ada yang menggunakan senjata, karena aku menginginkan dia hidup-hidup!" Teriakkan dari Aubert langsung dianggukan oleh seluruh para anak buahnya.
Akhirnya para anak buah Aubert pun menyerang Glorria dengan tangan kosong sesuai perintah dari Aubert, para anak buah Aubert kembali mengepung posisi Glorria dan berusaha akan menangkap tubuh Glorria sesuai permintaan Aubert.
Hiattt.. Bughh.. Bughh.. Bughh
Dengan bersamaan para anak buah Aubert pun menyerang Glorria, namun tanpa mereka ketahui jika kedua tangan Glorria menggenggam dua pisau tajam yang siap memangsa nyawa mereka.
Tubuh seksi Glorria terus berputar-putar dengan kedua matanya menatap tajam kearah para musuhnya, Glorria mengincar kaki-kaki para lawanya.
Ciattt.. Bughh.. Bughh..
Bukan hanya kedua kaki Glorria yang menerjang setiap musuhnya, tapi kedua tangan Glorriapun tidak kalah cepat menggorok setiap leher para musuhnya yang berhasil ditangkap oleh kedua tangan Glorria. Kedua mata Aubert terbelalak saat dia melihat para buahnya sudah banyak yang tewas, dan tidak mampu menangkap Glorria padahal para anak buah Aubert terbilang orang-orang pilihan dan jago dalam ilmu beladiri mereka, tapi kenapa tak ada satupun yang mampu mengalahkan seorang Glorria yang hanya seorang diri.
Hanya dengan hitungan menit Glorria sudah berhasil menghabisi seluruh pasukan Aubert, para anak buah Aubert yang begitu banyak kini sudah tergeletak dilantai pelataran markas, dengan luka sabetan ditubuh mereka masing-masing. Kini yang tersisa hanya ada empat orang pengawal Aubert yang bisa dikatakan pengawal terkuat Aubert, Pablo yang ditugaskan sebagai ketua pengawal dia mulai turun tangan, karena harga dirinya merasa diinjak-injak oleh seorang perempuan yang sudah berhasil membantai para anak buahnya.
"Kalian bertiga tetap disini dan jaga baik-baik tuan Aubert, biar aku yang mengahadapi perempun itu sehebat apa dia sudah beraninya dia masuk kewilayah kita" ujar Pablo sembari berjalan mendekat kearah Glorria, yang menatap tajam kearah Pablo.
__ADS_1
Pablopun mulai memasang kuda-kudanya dan sudah siap akan bertarung melawan Glorria dengan tangan kosongnya, Pablo sebagai ketua para anak buah Aubert dia memiliki tanggung jawab yang besar atas keselamatan Aubert, mau tidak mau dia harus menghadapi Glorria karena seluruh anak buahnya sudah habis dibantai Glorria.
Tatapan garang Pablo terlihat jelas menatap kearah Glorria, dia terus berjalan memutari posisi Glorria sembari memasang kuda-kudanya. Sedangkan Glorria dia masih berdiri tegap tanpa gentar sedikitpun, untuk berhadapan dengan Pablo yang terkenal dengan ilmu beladirinya.
Glorria ia hanya tersenyum dari balik penutup wajahnya hanya saja tidak terlihat oleh siapapun, Glorria terus memperhatikan setiap gerakan dari Pablo yang tak kunjung menyerang dirinya. Glorria dia masih berdiri kokoh tanpa bergerak sedikitpun, dan dia tidak mudah terkecoh sedikitpun oleh hentikan dari kedua tangan Pablo yang mulai diarahkan kepadanya.
Tiba-tiba Pablo menyeruduk tubuh seksi Glorria yang masih berdiri diposisinya, dengan niatan dia akan membantig tubuh Glorria, namun sayang usahanya sia-sia tanpa terduga dengan secepat kilat Glorria berbalik menangkap tubuh kekar Pablo, dan mengangkatnya tinggi-tingg.
"Hiatt.!!"
Blughhh.. Bughh.. Bughh..
Tubuh Pablo yang diangkat oleh kedua tangan Glorria, dengan begitu kuat Glorria melemparkan tubuh Pablo kesembarang arah hingga membuat Pablo terpelanting jauh.
Tanpa menyerah Pablo kembali bangkit dan berdiri meskipun dibagian punggungnya terasa sakit, kedua kaki Pablo mulai menerjang kearah Glorria. Namun sayang kedua tangan Glorria lebih cepat menangkis terjangan dari kedua kaki Pablo, kedua tangan Glorria menangkap dan menarik sebelah kaki Pablo.
Hingga membuat tubuh Pablo kembali terpelanting, dengan cepat Glorriapun memburu kearah Pablo yang sudah terjatuh. Glorriapun mengarahkan kedua tangan dan menghajar bagian wajah Pablo, dengan membabi buta.
Ciattt.. Bughh.. Bughh.. Bughh..
__ADS_1
Kedua tangan Glorria begitu cepat menghantam bagian dada dan wajah Pablo, sehingga membuat Pablo kewalahan dan tak kuasa menahan tonjokan dari kedua tangan Glorria.