
Setelah semua kebutuhan untuk acara pertunangan Deborah selesai, Drak kembali menghubungi ponsel Dallen namun sayang hasilnya tetap sama nomor Dallen masih tak bisa dihubunginya.
Disore hari Deborah sedang mencoba gaun cantiknya, senyuman bahagia terpancar dari wajah cantik Deborah ia terus bercermin dan sesekali memutarkan tubuhnya. Membuat Annabella dan Alexander tersenyum dan bahagia melihat Deborah putri mereka bahagia.
Annabella yang khawatir kepada Dallen ia keluar dan menemui Drak yang sedang duduk beristirahat, "Drak bagaimana dengan Dallen apa kau sudah bisa menghubunginya..? Tanya Annabella "belum nyonya sampai saat ini ponsel Dallen masih tidak bisa dihubungi nyonya, para anak buah kita juga sudah melihat kekuburan Nona besar tapi mereka tidak menemukan Dallen di sana." Jawab Drak
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Dallen Drak? Kenapa secara tiba-tiba begini dia menghilang" tanya Annabella penasaran
"Entahlah nyonya saya sendiri juga tidak tahu dan bingung dengan sikap Dallen belakangan ini, selama Nona besar tiada sikapnya sungguh sangat berubah, Dallen seperti tidak bisa melupakan Nona besar apa mungkin karena dia yang sudah membesarkan nya sehingga Dallen begitu terpukul" ujar Drak dengan lirih
Annabella dia terdiam dan ikut duduk disamping Drak, Annabella baru menyadari jika kasih sayang Dallen begitu besar untuk Glorria, dia tak menyangka jika kepergian Glorria sangat berpengaruh terhadap mental Dallen, "Drak, bagaimana kalau nanti Dallen kembali, coba kau panggilkan dokter psikiater untuk memulihkan mental Dallen" tutur Annabella, yang langsung di anggukan oleh Drak.
"Kasian sekali Dallen dia benar-benar terpukul dengan kepergian Glorria putriku, aku sendiri sebagai ibunya sudah bisa melupakan kepergian Glorria, tapi kenapa tidak dengan Dallen sungguh aku malu sebagai ibunya tapi tak seperti sedalam Dallen." Kata hati Annabella berbicara sendiri, ia baru menyadari jika dirinya memang tidak terlalu memikirkan kepergian Glorria yang sudah tiada.
Sedangkan Dallen masih terduduk di samping motor Glorria, setelah mengelap debu yang menempel di motor Glorria, dengan harapan Glorria gadis kecilnya sudah berdiri di hadapannya, namun sampai malam tiba Glorria tak kunjung kembali. Hingga pada akhirnya Dallen tertidur dengan menyenderkan kepalanya disamping motor Glorria, dengkuran kecil terdengar dari mulut Dallen dengan mulut yang agak sedikit menganga.
Di malam hari pesawat yang ditumpangi oleh Glorria kini sudah mendarat di bandara Paris, Glorria yang sudah terbangun dari tidurnya ia berjalan keluar dengan menggendong Sander bayinya. Glorria terus berjalan menuju tempat penyimpanan kendaraan, ia masih mengingat motor miliknya yang telah ia titipkan ditempat penitipan. Meskipun lokasi parkiran ada sedikit perubahan namun Glorria tak bisa melupakan di mana motornya diparkiran dulu, Glorria terus berjalan dan akhirnya ia telah sampai dibarisan kendaraan yang terparkir rapi, "wahh itu dia simerahku" gumam Glorria mendekati motornya. Saat Glorria menarik kain penutup ia begitu terkejut dengan sosok pria yang tertidur lelap, dengan tubuhnya yang terlihat kurus, dan kedua matanya terlihat cekung yang tak lain ia adalah Dallen yang masih tertidur.
Dengan perasaan haru Glorria menitikkan air matanya menatap wajah Dallen, yang selama ini menjadi cinta pertamanya Glorria mendekat kearah Dallen yang masih tertidur.
__ADS_1
Glorria ia menyentuh wajah Dallen dengan begitu lembut, ia tak menyangka jika Dallen begitu besar menyayangi dirinya.
Tiba-tiba Dallen membuka kedua matanya saat ia merasakan ada yang menyentuh bagian wajahnya, kedua mata Dallen melotot dan mulut menganga, ia menepuk-nepuk kedua pipinya dan sesekali mengucek matanya, menatap kearah Glorria yang tersenyum cantik kearah dirinya, Dallen yang bingung melihat sosok gadis kecilnya telah ada di hadapannya ia masih terperangah tak bisa berkata-kata.
"Uncle aku kembali" ucap Glorria sambil mengulurkan kedua tangannya kearah Dallen, dengan cepat Dallenpun merangkul Glorria ia menangis haru dan bahagia saat apa yang dilihatnya benar-benar nyata. Namun Dallen tersentak saat melihat ada bayi kecil dalam gendongan Glorria "Gadis kecilku siapa bayi ini..?" Tanya Dallen sambil melirik kearah Sander.
"Dia Sander Uncle putra sahabatku tapi kini sudah menjadi putraku Uncle, yang berarti Sander adalah cucu Uncle juga" jawab Glorria sambil tersenyum dan menjelaskan semuanya kepada Dallen, Glorria juga tidak lupa ia menanyakan keadaan keluarganya kepada Dallen, Dallen pun kembali memberitahukan semua yang telah terjadi setelah Glorria tidak ada, namun Dallen tidak memberitahukan jika Deborah dan Bastev telah menjalin hubungan.
Dallen takut jika Glorria akan pergi lagi, Dallen ikut tersenyum saat ia mengetahui tentang bayi laki-laki tersebut dan ia mengambil Sander dan menggendongnya, "mari kita pulang gadis kecil kesayangan Uncle," ajak Dallen kepada Glorria yang menggendong Sander. "Gadis kecilku sekarang kita naik mobil saja biar motornya di ambil oleh anak buah kita saja" ajak Dallen kepada Glorria, "tidak Uncle aku naik motor saja biar lebih cepat" jawab balik Glorria.
Akhirnya Dallenpun mengalah dengan permintaan Glorria dan membiarkan Glorria pulang dengan mengendarai sepeda motornya, Glorria membiarkan Sander anak angkatnya di bawa oleh Dallen. Dan akhirnya Glorriapun menaiki motor miliknya, begitupun juga dengan Dallen ia berjalan menuju mobilnya.
Deborah ia baru selesai di make-up dan kini ia telah memakai gaun berwarna biru muda senada dengan gaun yang dikenakan oleh Annabella serta jas Alexander. Sedangkan Bastev dia masih terdiam didalam kamarnya, entah apa yang di pikirkan oleh Bastev tubuhnya terasa lemas dan tak bersemangat akan adanya pertunangan yang tinggal beberapa detik lagi.
Ariane ibu Bastev segera menemui Bastev yang masih berada didalam kamarnya. "Bastever sayang putra Mammy apa lagi yang kamu pikirkan nak? Ayok lah sayang kamu bersiap-siap, tidak enak dengan keluarga tuan Alexander dan nyonya Annabella pasti mereka sudah menunggu kita." Ujar Ariane
Tanpa sepatah katapun Bastev segera bangkit dari tempat tidurnya dan segera membersihkan dirinya, setelah selesai Bastevpun segera memakai setelan jasnya, membuat wajah Bastev terlihat begitu tampan dengan stelan jas yang dia kenakannya, namun di wajah Bastev tidak terlihat kebahagiaan. Akhirnya Bastevpun keluar dan ia masuk kedalam mobilnya yang di kawal oleh beberapa bodyguard, Bastev dia tidak satu mobil dengan Ariane ibunya ia lebih memilih naik mobil terpisah dengan ibunya.
Glorria yang kini sudah berada di tengah-tengah perjalanan besar, ia sangat bersemangat akan bertemu dengan keluarganya yang selama ini sudah ia rindukannya. Disaat para pengendara lainnya berheti karena ada lampu merah yang mehadang para pengendara, laju motor Glorria pun ikut terhenti saat ia melihat lampu merah di depannya menyala, Glorria ia merasa tidak nyaman dengan helm yang di gunakannya hingga akhirnya ia pun melepaskan helm dari kepalanya.
__ADS_1
Terlihat jelas wajah cantik dan rambut panjang Glorria, sehingga menjadi pusat perhatian para pengendara lainnya.
Tiba-tiba kaca salah satu mobil keluaran baru terbuka. "Glorria, Glorria!!" Suara seorang pria yang tak asing ditelinga Glorria terdengar jelas, ia segera menoleh kearah suara pria yang memanggilnya, yang tak lain dia adalah Bastev yang kebetulan akan berangkat kerumah Annabella. Glorria melotot melihat kearah mobil yang ditumpangi oleh Bastev, begitupun dengan Bastev keduanya terperangah Glorria tersenyum cantik kearah Bastev, ia sangat bahagia bisa melihat Bastev kembali yang selalu mengisi hatinya dan ia rindukannya. Begitupun dengan Bastev ia tersenyum kearah Glorria tatapan bahagia mereka begitu terpancar dari kedua mata mereka.
Glorria dia sudah semakin tak sabar ia ingin segera tiba di kediamannya, hingga lampu hijau kembali menyala dengan cepat Glorriapun menacapkan gas motornya, begitupun dengan mobil Bastev segera mengikuti motor Glorria dari belakang.
Ketika ditengah-tengah jalan yang lumayan padat dengan pengendara lainnya, Glorria ia memperlambat laju motornya dan ia kembali menoleh kearah samping dimana mobil Bastev berada. Dan Bastev tak lepas menatap kearah Glorria dengan senyuman yang begitu mengembang, begitupun dengan Glorria membalas senyuman Bastev yang ada di dalam mobilnya. Setelah Glorria melihat kearah depan ia lupa jika rute menuju kerumahnya belok kekanan namun ia malah lurus, karena ia tak tidak fokus melajukan motornya setelah melihat Bastev yang selama ini ia rindukannya.
Akhirnya Glorria pun memutar balikkan arah kembali ke rute sebelumnya, dan ia akan berbelok kekanan di mana kediaman Annabella Ibu berada. Tanpa Glorria sadari jika di pertigaan tersebut ada lampu merah yang sedang menyala, namun karena Glorria tidak fokus dengan apa yang ada di depannya sehingga Ia menerobos lampu merah yang ada di depannya, dimana para pengendara lainnya sedang melajukan kendaraannya begitu kencang.
Bastev yang melihat motor Glorria melesat dan melewatinya, Bastev berteriak memanggil Glorria, namun teriakan Bastev tidak dapat terdengar oleh Glorria sehingga Glorria berlalu begitu saja dan mengahadang lampu merah tersebut.
Jugerrrr..!! Brakkk..!! Brakkk!!! Tiba-tiba suara teriakan dan jeritan terdengar begitu nyaring ditelinga Bastev, dan Bastev yang menyaksikan kejadian saat Glorria tertabrak oleh salah satu mobil besar, hingga tubuh Gloria berguling terbawa oleh sepeda motornya.
Bastev segera keluar dan berlari memburu kearah di mana tubuh Glorria sudah terkapar dan bersimbah darah dari kepalanya, Dezi yang melihat Bastev keluar dari dalam mobilnya ia ikut berlari menghampiri ketempat kejadian. Dengan cepat Bastev menghampiri tubuh Glorria yang sudah tak sadarkan diri dengan darah terus keluar dari kepalanya.
"Glorria!! Tidak ini boleh terjadi Glorria.!! Tolong bangun Glorria ini aku Glorria!! Hikss hikss hikss Glorria.!!"
Bastev terus berteriak dan memanggil manggil nama Glorria sambil menyangga tubuh Glorria, Bastev terus berteriak dan menangis di antara kerumunan orang-orang, yang ikut menyaksikan kecelakaan yang menimpa Glorria, seketika mobil-mobil mendadak terhenti begitu sajak, dan orang-orang ikut keluar dari dalam mobil mereka masing-masing ingin melihat apa yang terjadi.
__ADS_1