KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Persahabatan jadi cinta


__ADS_3

Kini keduanya sudah berada diatas tempat tidur, denyut jantung Glorria berdetak semakin kencang, karena ini baru pertama kalinya ia berhadapan dengan lawan jenisnya. Begitupun juga dengan Bastev ia sudah tak kuat menahan gejolak hatinya, kini Bastev sudah berada diatas tubuh seksi Glorria.


Keduanya saling tatap dengan perasaan mereka masing-masing, Bastev kembali mencium bibir indah Glorria yang disambut oleh Glorria, dengan penuh gairah Bastev menciumi bagian-bagian Glorria, sehingga tanpa disadari ******* kecilpun keluar dari mulut Glorria. dan pada akhirnya Glorriapun melabuhkan cintanya kepada Bastev, tubuh keduanya ambruk diatas tempat tidurnya dengan nafas yang terengah-engah.


"Oh may god..!!" Dengan sigap Glorria beranjak dari atas ranjang menuju kamar mandi, namun kedua kakinya terasa lemas seperti tak bertulang akhirnya tubuh Glorriapun ambruk dilantai. Bastev ia begitu terkejut melihat Glorria terjatuh, Bastev berlari menghampiri Glorria yang terjatuh, Bastevpun membantu tubuh Glorria untuk kemabli berdiri dan ia memapapah Glorria masuk kedalam kamar madi. Setelah mengantarkan Glorria kedalam kamar mandi, Bastev kembali memakai semua pakaiannya, dan tiba-tiba ia melihat ada bercak darah diatas seprai putih.


Bastev baru menyadari jika Glorria masih gadis asli, Bastev tersenyum betapa beruntungnya dia memiliki seorang perempuan seperti Glorria, karena Bastev orang yang pertama mengambil kesucian Glorria. Tak lama kemudian Glorriapun keluar dari dalam kamar mandi, ia segera memakai semua pakaiannya.


"Basten aku harus segera kembali kedua Uncleku pasti sudah khawatir menungguku." Ujar Glorria, sambil merapihkan pakaiannya.


"Aku akan mengantarmu pulang Flora sayang"  tanpa ada penolakan Glorriapun setuju diantar oleh Bastev menuju penginapannya.


Namun Glorria meminta diturunkan ditempat yang jauh dari penginapannya, karena Glorria takut jika kedua Unclenya, akan mengetahui hubungannya dengan Bastev.


Akhirnya Bastevpun menurunkan Glorria jauh dari penginapannya, Bastev terus menatap kepergian Glorria yang semakin menjauh dan tak terlihat dari pandangannya.


Kini Glorria telah sampai dipenginapannya. "Nah ini dia nona besar Dallen, dan dia baik-baik dan semuanya masih utuh coba kamu lihat Dallen bukan marah-marah terus."  ucap Drak yang kesal kepada Dallen, karena Dallen sudah panik saat Glorria tak kunjung kembali dari supermarketnya. "Gadis besar darimana saja Uncle sangat mengkhawatirkanmu, jika ingin pergi lebih lama harusnya gadis besar besa bilang-bilang dulu pada kami biar kami tidak khawatir." Tanya Dallen kepada Glorria, yang panik dan khawatir terhadap Glorria.


"Maaf Uncle tadi aku berkeliling sebentar dan tanpa aku sadari aku tersesat." Jawab Glorria ia kembali berbohong kepada kedua Unclenya, "gadis besar lehermu kenapa merah itu.." Drak mengunjuk kearah leher Glorria yang nampak merah dilehernya.

__ADS_1


"Tidak tahu Uncle mungkin nyamuk yang menggigit leherku." Jawab Glorria dan berlalu pergi masuk kedalam kamarnya,


Glorria buru-buru melihat kearah cermin dan benar saja apa yang katakan oleh Drak Unclenya, leher Glorria terlihat merah berkas ciuman Bastev yang meninggalkan bekas merah.


Glorria dia tersenyum dan ia segera masuk kedalam kamar mandi, untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai ia kembali mengenakan pakaian yang baru. "Dallen apa kau mencurigai sesuatu.. itu tanda merah dileher nona besar menurutmu digigit nyamuk atau nyamukkk... Dallen?" Ucap Drak ia kembali bertanya kepada Dallen, namun Dallen dia hanya terdiam mendengar celotehan Drak yang selalu usil kepada siapapun. "Sudah diam kau itu semakin tua semakin cerewet, kau itu sudah persis seperti ibu-ibu yang tidak diberi uang belanja." ucap Dallen mengejek Drak.


"Aku bukan cerewet Dallen, aku hanya mengingat waktu dulu aku memberikan tanda cinta kepada kekasihku, dan itu sama persis seperti itu tadi tandanya." Dallen tidak menggubris celotehan Drak, Dallen pergi meninggalkan Drak begitu saja yang tak berhenti berceloteh. Dallen yang tak berpengalaman masalah perempun ia tak mempercayai apa yang dikatakan oleh Drak, Dallen lebih percaya kepada Glorria yang dianggapnya bidadari kecil dihatinya, Dallen yakin kalau Glorria tak mungkin melakukan hal sejauh itu karena selama ini Dallen tahu betul jika Glorria tidak memiliki teman laki-laki ataupun kekasih.


Bastev telah sampai dipenginapannya, ia segera masuk kedalam kamarnya dan menghubungi Glorria. "Flora sayang aku sudah sampai penginapan."  Glorriapun mengangkat telpon dari Bastev, dan ia meminta Bastev mengantarkan dirinya kelokasi dimana Alexander disekap oleh para anak buah Ames. Akhirnya Bastevpun menyetujui apa yang diminta oleh Glorria kepadanya. Glorriapun langsung mematikan ponselnya dan tertidur. Begitupun dengan Bastev ia sangat bahagia karena cintanya tak mendapatkan penolakan dari Glorria.


"Apapun yang kamu inginkan aku akan melakukannya dan memberikannya Flora sayang" gumam hati Bastev hingga tak terasa ia tertidur begitu saja.


dan nama aku juga kenapa harus disamarkan disekolah hingga dikampus sekarang..?" Ujar Deborah dengan manja.


Deborah terus mempertanyakan apa yang terjadi dengan ayahnya Alexander, dan ia juga menanyakan ada apa dengan kakaknya Glorria. "Kini kamu sudah saatnya untuk mengetahui semuanya gadis kecilku, Ingat apapun yang kamu dengar saat ini jangan pernah membenci kakakmu, dia adalah pahlawan keluarga kita. Dia menanggung semua beban keluarga kita, kakakmu adalah pewaris menjadi ketua Mafia di Paris. Maka dari itu tidak ada satupun yang boleh mengetahui siapa kakakmu yang sebenarnya, sebelum ayahmu Alexander kembali dengan selamat kerumah ini, apa kamu sudah mengeti.?" Tutur Maicon


Maicon memberitahukan semuanya tentang siapa Glorria dan pekerjaannya, begitupun dengan keberadaan Alexander ayahnya.


"Apa.. Grandpa tidak salah bicara?

__ADS_1


Jadi kakak cantikku adalah seorang Mafia Mammy dan Grandpa, berarti kakak adalah seorang pembunuh Grandpa.?" Jawab balik Deborah dengan syhok.


"Siapa yang bilang kakakmu seorang pembunuh, dia adalah pahlawan keluarga kita jika tidak ada kakakmu kita semua tidak mungkin bisa berkumpul seperti sekarang ini. lihatlah ibumu siapa yang sudah membawanya kerumah ini, kakakmu bukan orang lain, ingat itu kakakmu bukanlah seorang pembunuh mengerti." 


Deborah terdiam setelah ia mengetahui semuanya, ia tak menyangka jika kakaknya adalah calon seorang Mafia. Deborahpun beranjak pergi meninggalkan kakeknya dan juga Annabella Ibunya, Ia pergi kedalam kamarnya Glorria ia membuka laptopnya, Ia mencari tahu apa yang telah diucapkan oleh kakeknya. Deborah terus mencari nama kakanya namun ia tak menemukan bukti apapun, akhirnya ia baru menyadari dengan nama ibu dan kakeknya Mikael Muller, Deborah kembali membuka nama-nama dan poto-poto ibunya Annabella dan Mikael Muller kakeknya. Seketika muncul dilayar laptopnya dan terlihat jelas sebutan Annabella dalam laman media sosial tersebut, nama Annabella Mafia perempuan terkejam. Membuat hati Deborah tersentak ia tak percaya jika dirinya dibesarkan oleh keluarga Mafia yang tersohor kejam dan sadis.


Keesokan harinya, Glorria dan kedua Unclenya begitupun dengan sepupunya Louis mereka sudah terbangun, Louis dan Dallen sedang menyiapkan sarapan yang dibantu eh Drak. Setelah selesai membuat sarapan untuk semuanya, Dallen Drak dan juga Louis kembali duduk kursi meja makan yang terdapat dipenginapan tersebut. Tak lama kemudian Glorriapun duduk disamping mereka bertiga, untuk memakan sarapannya yang telah dibuatkan ole Dallen, yang tak lain adalah roti sandwich kesukaan Glorria.


"Uncle nanti malam aku jalan-jalan ke pantai terdekat darisini.. apa kalian bisa mengantarkan aku kepantai itu..?" Tanya Glorria kepada kedua Unclenya.


"Owh tentu bisa gadis besar kami bertiga siap mengantarmu kemampuan gadis besar inginkan." Jawab Drak dengan penuh semangat, akhirnya Dallen dan Drak menyetujui apa yang diminta oleh Glorria kepada mereka.


Ketika malam hari tiba, Glorria dia sudah siap untuk berangkat menuju pantai yang ia sebutkan kepada kedua Unclenya. Begitupun dengan kedua Unclenya dan juga Louis sudah siap untuk berangkat menuju pantai.


Sesampainya di pantai Glorria ia turun dari mobilnya, yang diikuti oleh Drak beserta Dallen serta Louis. Glorria duduk dibibir pantai agak renggang dari kedu Unclenya dan juga Louis, Glorria terus menatap keujung pantai yang masih sangat asri dengan pemandangannya.


Glorria berjalan mendekati kedua Unclenya, dan ia meminta ijin untuk kekamar kecil yang terdapat di pintu masuk kedalam pantai, kedua Unclenyapun mempersilahkan Glorria untuk kekamar kecil tanpa merasa curiga sedikitpun. Glorria ia berjalan sambil memperhatikan kedua Unclenya, setelah ia sudah tak terlihat lagi oleh kedua Unclenya, dengan cepat Glorriapun berlari dan segera


masuk kedalam mobil Bastev, yang sudah menunggu dipinggir jalan besar yang tak begitu jauh dari pintu masuk.

__ADS_1


Dan akhirnya kini Glorriapun sudah berada didalam mobil Bastev, yang ditemani oleh beberapa orang pengawal Bastev. Dan beberapa mobil para anak buah Bastev mengikuti mobil Bastev dari belakangnya menuju hutan dimana Alexander saat ini disekap.


__ADS_2