KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Alexander berteriak histeris


__ADS_3

Tidak lama kemudian Annabellapun telah kembali siuman dari pingsannya,


Alexander ia segera masuk kedalam kamarnya dan menghampiri Annabella yang sedang terbaring lemah, "aku kenapa Alexander? Kenapa rasanya badanku tak enak sekali" tutur Annabella


Alexander ia hanya tersenyum kearah Annabella dan mengelus lembut rambut panjang Annabella, "selamat ya sayang karena sebentar lagi kita akan memiliki anak lagi, bagaimana apa kamu bahagia sayang?" tanya Alexander kepada Annabella, seketika mulut Annabella menganga mendengar penuturan Alexander.


"Apa kau tidak sedang bercanda Alexander? Bagaimana bisa aku hamil lagi sedangkan Glorria saja belum kita temukan" ucap Annabella dengan lirih "iya aku tahu itu sayang, tapi mau bagaimana lagi ini adalah suatu anugerah untuk keluarga kecil kita sayang, ayok kita berangkat kerumah sakit kita akan lihat anak kita sayang" ajak Alexander penuh semangat.


Hemm Annabellapun beranjak dari tempat tidurnya, dan ia segera bersiap-siap untuk pergi kerumah sakit. Stelah sampai dirumah sakit Annabellapun langsung mendapatkan pemeriksaan dari dokter kandungan, dan benar saja jika dirinya tengah hamil 9 Minggu.


Tak henti-hentinya Alexander mengelus dan mencium perut Annabella dia sangat senang, karena keluarga kecilnya akan kembali mendapatkan buah hati yang sudah mereka rindukan. Setelah selesai pemeriksaan Annabella dan Alexanderpun kembali pulang kerumahnya yang di ikuti beberapa pengawalnya, sesampainya dirumah Annabellapun kemabli berjalan menuju kamarnya.


Dengan setianya Alexander mengantarkan Annabella masuk kedalam kamarnya, "janganlah seperti ini Alexander aku tidak apa-apa" ucap Annabella yang risih diperlukan seperti bayi oleh Alexander, "tapi sayang kamu itu tengah hamil anakku, jadi mualai saat ini kamu harus banyak beristirahat" jawab Alexander "hemm tidak Alexander hari ini aku harus pergi menemui ayahmu, aku ingin tahu alasannya apa dia selalu berusaha untuk mencelakaiku itu saja" ujar Annabella dengan lirih


"Alexander kembali terdiam dia tidak bisa berkata apa-apa lagi jika Annabella sudah bertindak, Alexander kenapa kau diam? Aku datang ke Italia ini tujuannya untuk menemui ayahmu, bukan berdiam diri dirumahku ini apa kau mengerti itu" tutur Annabella dan berlalu pergi keluar, ia memanggil Drak dan juga Aiken, "Drak, Aiken persiapankan semuanya aku akan berangkat menemui Maicon malam ini juga" perintah Annabella yang dianggukan Drak, Drakpun segera menyiapkan kendaraan untuk kepergian Annabella. Annabellapun bergegas pergi kedalam kamarnya untuk bersiap-siap, Annabella menoleh kearah Alexander yang masih terdiam tanpa kata "Alexander apa kau mau ikut denganku?" Tanya Annabella


Alexanderpun menoleh kearah Annabella yang bertanya kepadanya,


"jika kau tidak percaya kepadaku aku tidak akan membawa senjataku seperti yang kau pinta, jika aku dan ayahmu tak boleh ada pertumpahan darah maka aku akan tepati janjiku Alexander" tutur Annabella sambil menyimpan kedua senjatanya diatas nakas. Alexanderpun tersenyum dan berjalan mendekat kearah Annabella, dengan begitu erat Alexander memeluk Annabella "baiklah sayang aku akan ikut denganmu, dan aku berusaha menjelaskan semuanya kepada ayahku, dan harus di ketahui jika dia akan segera memiliki cucu kedua" tutur Alexander sambil tersenyum


Akhirnya Annabella dan Alexanderpun pergi untuk menemui Maicon ayahnya Alexander, Annabella dia tidak membawa para anak buahnya ia hanya membawa Drak dan Aiken, stelah melakukan beberapa jam dalam perjalanan, kini Alexander dan Annabellapun telah tiba dikediaman Maicon yang dijaga ketat oleh para pengawalnya.


Para anak Maicon meleongo saat mereka melihat kedatangan Alexander dengan Annabella, pengawal Maiconpun berlarian masuk kedalam rumah untuk memberitahukan Maicon, jika Alexander telah kembali.


"Tuan ada tuan Alexander diluar ingin bertemu dengan anda Tuan" tutur para pengawal Maicon "apa yang kau katakan itu Arno? putraku telah kembali, apa kau tidak sedang bercanda Arno.." tanya Maicon, Maicon yang belum mengetahui jika Alexander kembali dengan membawa Annabella, tanpa menunggu jawaban dari pengawalnya Arno. Maiconpun langsung keluar dari ruangannya untuk melihat apa yang dikatakan oleh Arno, sesampainya diruang tamu Maicon begitu senang karena ia sudah bisa melihat Alexander yang sudah berdiri di ruang tamu.


"Alexander putraku!!" Maiconpun langsung memeluk Alexander dengan begitu erat, tanpa disengaja Maicon melihat kearah Annabella yang masih berdiri diambang pintu, kedua mata Maicon melotot menatap kearah Annabella. Dengan rasa kebenciannya terhadap Annabella, Maicon langsung melepaskan pelukannya terhadap Alexander.


"Pengawal..!! pengawal.. Kenapa kalian biarkan wanita ****** ini masuk kedalam rumah ku! Cepat bawa dia keluar..!!" bentak Maicon sambil mencak-mencak, memanggil para pengawalnya untuk mengusir Annabella dari rumahnya. Arnopun segera berjalan mendekat kearah Annabella dan ia akan menyeret Annabella dari dalam rumah.

__ADS_1


"Tidak Arno jangan pernah kau sentuh istriku" Alexander mencegah para pengawal Maicon ayahnya, yang akan mengusir Annabella, "maksudmu apa Alexander? kau bilang wanita ****** ini Istri ha?! Apa Daddy tidak salah dengar?" teriak Maicon, ia masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Alexander, Maicon semakin emosi karena ternyata Alexander telah kembali dan ia sudah bisa mengingat akan siapa Annabella.


"Iya Daddy dia adalah istriku, dan aku sudah bisa mengingat semuanya Dadd.." tutur Alexander menjelaskan semuanya kepada Maicon, dengan harapan Maicon akan menerima Annabella dengan baik. Maicon begitu terkejut mendengar penuturan Alexander dan dia tidak bisa terima akan apa yang dikatakan oleh Alexander, "tidak ini tidak ini boleh terjadi Alexander, kau jangan mau di bodohi oleh wanita ****** ini Alexander!! Kau menikahi anak yang sudah pembunuh ibumu apa kau tahu itu Alexander?!


Dimana pikiranmu!!" teriak Maicon penuh emosi, bahkan ia bersi keras menuduh Mikael Muller sebagai pembunuh.


"tidak Daddy itu tidak benar, aku sudah mengetahui semuanya Mikael Muller tidak pernah membuh Mammy, Daddy hanya cemburu dan iri kepada Mikael Muller yang berhasil menikahi mantan kekasih Daddy, dan sampai sekarang Daddy berusaha untuk melenyapkan Annabella karena Annabella putri dari mantan kekasih Daddy, dia tidak salah apa-apa kepadamu Daddy!! Jangan bawa-bawa kami dalam masalah dimasa lalumu Daddy kami mohon kami saling mencintai tolonglah pahami itu"


Teriak Alexander


"Jangn bodoh kau Alexander! Aku tidak pernah melakukan apa-apa terhadapnya, apa lagi untuk melenyapkannya jangan asal menuduh kau Alexander!" bentak Maicon ia tidak terima akan perkataan Alexander, yang mengungkap kebenaran. "Hem aku tidak menuduhmu Daddy, tapi aku punya buktinya atas apa yang sudah Daddy lakukan, Drak Aiken cepat kalian bawa kemari" Alexander memanggil Drak dan Aiken untuk membawa kepala Hideo dan Katsuo, pembunuh bayaran yang telah disewa oleh Maicon. Dark dan Aikenpun dengan cepat membawa kepala Hideo dan Katsuo kehadapan Alexander dan Maicon, sontak saja kedua mata Maicon terbelalak melihat dua kepala milik pembunuhan bayarannya.


Maicon tak mampu berkata apa-apa lagi, disaat ia melihat dua kepala orang-orang suruhannya.


Maicon mendekati Annabella dan mencengkeram dagu Annabella dengan kasar, "owh jadi kau telah mencuci otak putraku, apa yang sudah ibumu lakukan kepadaku, sekarang kau ingin menghancurkan hubunganku dengan putraku perempuan ******!" bentak Maicon


Alexander yang melihat akan perlakuan Maicon terhadap Annabella, ia tidak tik tinggal diam, Alexander segera menepis tangan Maicon dan dagu Annabella. Sedangkan Annabella ia hanya diam tanpa kata, bukan ia tak berani untuk melawan seorang Maicon tapi ia tak ingin terpancing oleh sikap arogan Maicon kepadanya. "Hentikan Daddy jangan seperti anak kecil, dan jangn sakiti Annabella istriku, singkirkan tangan kotormu dari wajah istriku!! teriak Alexander, tak disangka-sangka dengan begitu cepat Maicon mendorong Alexander hingga terjatuh, dengan cepat Maicon mengambil senjatanya


Dorrr.. Dorrr..


Dorrr.. Dorrr..


Seketika tubuh Maiconpun ambruk dihadapan Alexander karena kedua kakinya telah tertembak dari timah panas milik Alexander.


Alexanderpun segera memburu kearah Annabella, yang sudah terkapar akibat luka tembakan dari Maicon. Dengan sigap Drak segera menggendong Annabella keluar dari dalam rumah Maicon dan membawanya kerumah sakit.


Begitupun dengan Maicon dia telah dibawa kerumah sakit oleh Arno dan para pengawalnya, sesampainya dirumah sakit, Annabella dan Maicon secara bersamaan dengan cepat merekapun mendapatkan penanganan para dokter.


Dan operasi untuk pengangkatan peluru yang bersarang ditubuh mereka, setelah beberapa jam para dokter melakukan operasi kepada Annabella, namun Annabella tak kunjung sadarkan diri akibat luka tembak yang didapatnya tepat dibagian dadanya.

__ADS_1


Para dokter sudah berhasil melakukan operasi pengangkatan peluru dari kedua kaki Maicon, dan keadaan Maicon dia sudah kembali siuman karena luka tembak yang didapatnya hanyalah dibagian kaki dan pahanya.


Para dokter berjalan keluar menghampiri Alexander dan Drak, yang duduk diluar ruangan ICU "dokter bagaimana dengan istri saya dokter apa dia baik-baik?" tanya Alexander dengan perasaan paniknya. "Maaf tuan untuk saat ini kami masih belum bisa memastikan, tapi kami sudah berhasil mengeluarkan kedua peluru dari tubuh istri anda, namun untuk saat istri anda masih keritis tuan" jawb sang dokter


Deg..


Hati Alexander begitu terkejut, ia tidak menyangka jika Annabella akan terluka oleh ayahnya sendiri.


"Karena luka tembak yang istri anda dapatkan cukuplah parah, karena dibagian paru-paru istri anda mengalami kerusakan begitu juga dengan tulang rusuknya mengalami patah tulang tuan"


Seketika tubuh Alexander lemas bagaikan tak bertulang, ia tak menyangka jika ayahnya akan melakukan hal yang tak terduga. Tiba-tiba Arno menghampiri Alexander yang sedang duduk dikursi ruangan tunggu, "tuan Alexander ayah anda ingin bertemu dengan anda" ucap Arno


"Dark, Aiken kalian tetap disini aku akan menemui ayahku sebentar" Drak dan Aikenpun menganggukkan kepalanya, dengan apa yang diucapkan Alexander kepada mereka.


Alexanderpun bergegas pergi meninggalkan kamar Annabella, sesampainya dikamar Maicon ayahnya. Alexander berjalan mendekati ranjang Maicon dengan tatapan penuh kemarahan, "bagaimana tuan Maicon apa anda sudah puas melihat menantu anda dan cucu anda keritis ha! Terimakasih banyak tuan Maicon anda telah menjadi seorang ayah yang baik untukku!"


Tutur Alexander dengan posisi berdiri membelakangi Maicon, ia menitikkan air matanya karena ayahnya begitu jahat dan tega sudah berani menyakti perempuan yang dia cintainya. "Apa kau bilang anak Alexander? Jadi Annabella tengah mengandung anakmu?" tanya Maicon penasaran "ya Annabella sedang hamil anak kedua kami tuan Maicon, jika anda ingin melenyapkan nyawa istriku, maka sama anda akan melenyapkan anakku darah dagingku tuan Maicon! Jika kau masih kurang puas dengan apa sudah kau lakukan ambil ini dan kau habisi aku sekarang juga!!" bentak Alexander sambil menarik tangan Maicon, dan memberikan senjatanya kearah tangan Maicon.


Alexander berteriak kepada Maicon ayahnya karena ia sangat geram dan emosi dengan kelakuan ayahnya,


"lalu bagaimana dengan keadaan Annabella sekarang Alexander?" tanya Maicon dengan mimik wajah penuh penyesalan ''untuk apa anda mempertanyakan keadaannya tuan Maicon? apa anda ingin membuatnya mati ha apa anda masih belum puas dengan apa yang sudah anda lakukan?!" Maicon seketika terdiam melihat buliran bening keluar dari kedua mata Alexander, selama ini ia paling lemah jika melihat Alexander menangis, karena Alexander dibesarkan tanpa seorang ibu, dan Maicon berusaha keras membesrkan Alexander seorang diri.


"Tidak Alexander putraku, maafkan Daddy nak sudah membuatmu hancur, mulai saat ini Daddy berjanji akan merestui kalian, dan Daddy tak akan menyakiti Annabella dan cucu Daddy lagi, Daddy minta maaf Alexander putraku" ujar Maicon dengan lirih


Tokk.. Tokk..


Tuan Alexander, nona Annabella" Aiken berlari menghampiri Alexander yang ada didalam ruangan Maicon dengan ekspresi wajah Aiken yang terlihat cemas, Alexander yang paham dia langsung berlari menuju ruangan dimana Annabella berada untuk memastikan keadaannya istrinya Annabella.


Sesampainya didalam ruangan Annabella, para dokter sedang sibuk memompa alat bantu pernapasan Annabella.

__ADS_1


Yang sudah tidak bergerak dengan wajahnya yang terlihat pucat, Alexander terus memperhatikan alat monitor yang ada disamping ranjang Annabella. Dan tiba-tiba suara alat monitor berhenti dengan garis lurus nampak jelas disana, kedua mata Alexander terbelalak "tidak!! tidakk ini tidak boleh terjadi!!" teriak Alexander histeris


__ADS_2