KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Memiliki rasa yang sama


__ADS_3

Setelah mendapatkan perawatan dari seorang doktor dikampusnya, kini Deborah sudah kembali pulang kerumahnya." Mammy Grandpa.."


Deborah ia berlari menghampiri Annabella dan juga kakeknya Maicon, yang sedang duduk diruang keluarga. "Mammy Uncle-uncle dan kakak cantikku pada kemana kenapa mereka tak terlihat.?" Tanya Deborah kebingungan melihat rumahnya yang terlihat sepi.


"Kakak dan Uncle-unclemu pergi ke Meksiko mereka sedang ada urusan." jawab balik Annabella "Hemm kenapa kakak cantik selalu pergi ketempat yang jauh Mammy.? Sebenarnya apa yang dikerjakan oleh kakak cantikku, sehingga dia tidak pernah mengajakku jika pergi keluar negeri Mamm?" Ucap Deborah, dia balik bertanya kepada Annabella.


"Kakak dan Uncle-unclemu buka sedang berjalan-jalan atau main-main Deborah, tapi dia memang sedang ada urusan yang harus diselesaikannya." Maicon ia ikut menjelaskan kepada Deborah yang tak mengetahui pekerjaan Glorria kakaknya, Glorria sengaja tak memberi tahukan Deborah tentang pekerjaannya dan siapa dirinya. karena Deborah tidak seperti Glorria, yang memiliki keberanian dan kecerdasan dalam hal apapun, sifat Deborah sama persis seperti Alexander yang tak memiliki keberanian tinggi dalam mehadapi musuh-musuhnya.


Sedangkan Glorria dia menuruni sifat Annabella yang tak pernah ada takutnya terhadap siapapun, bahkan Glorria mampu melakukan hal-hal yang tak mampu dilakukan oleh Annabella sendiri. "Putri Mammy kenapa dengan kakimu kenapa diperban apa yang terjadi denganmu nak?" Tanya Annabella, sambil menatap kearah kaki Deborah


"Owh iya ini tadi aku terjatuh dikampus Mammy, tapi sudah diobati jadi sudah tidak apa-apa." jawab balik Deborah, setelah menjelaskan kepada Annabella ibunya, dengan luka yang didapatnya, Deborahpun langsung naik kelantai atas untuk mengganti pakaiannya. "owh pak Bastev kenapa dirimu begitu tampan.." gumam Deborah ia terus berbicara sendiri, ia terus membayangkan wajah tampan Bastev yang baru dilihatnya tadi.


Disisi lain disiang itu Glorria beserta Uncle-unclenya, dan Louis kini mereka telah sampai di Meksiko. Drak dan Aiken sengaja memilih penginapan yang tak begitu jauh dengan markas Ames, Glorria ia segera pergi kedalam kamarnya, Glorria dia sedang memikirkan bagaimana caranya agar ia mengetahui keberadaan Alexander ayahnya. Tiba-tiba ponsel Glorria berdering, yang tidak lain ia mendapatkan panggilan dari Deborah adik semata wayangnya.


"Hallo?" ucap Glorria


"Kakak cantikku, kakak dimana.? Aku terluka kak, kakiku sakit sekali." jawab Deborah dengan manja, "apa yang terjadi denganmu kenapa bisa terluka dengan kakimu Deborah?" Tanya balik Glorria "Tadi dikampus aku ditabrak oleh pemilik kampus akhirnya aku terjatuh." Jawab Deborah.


"Lalu bagaimana sekarang apa lukanya sudah diobati?" tanya Glorria dengan khawatir, "sudah kak tapi kakiku masih sakit." ujar Deborah


"Adik kesayanganku sekarang kamu istirahat dan jangan bergerak ingat jangan bergerak mengerti." Setelan mendapatkan kabar dari Deborah adik semata wayangnya, Glorriapun mematikan telponnya. Ia sangat mengkhawatirkan keadaan adiknya Deborah. "Hallo Uncle besar, tolong dicek luka kaki Deborah, jika lukanya parah panggilakan dokter pribadi kita secepatnya." ucap Glorria meminta Unclenya untuk melihat luka yang didapat Deborah.


Setelah memberikan perintah kepada Aiken, Glorria ia kemabli memikiran apa rencana selanjutnya. "Hemmm oke akan aku lakukan demi Daddy" gumam Glorria sambil kembali mengotak-ngatik isi ponselnya.


"Hallo, ini aku Flora Basten, bisakah kita berbicara sebentar, Basten apa kau bisa membantuku? aku tidak sedang bercanda Basten, jika kau masih menganggapku sahabatmu, tolong bantu aku cari tahu tentang keberadaan Daddyku Alexander, iya Basten Unclemu menyekap Daddy Alexander.

__ADS_1


20 tahun silam mereka membawa Mammy dan Daddyku namun mereka menyekapnya dengan secara terpisah Basten." ungkap Glorria lewat sambungan telponnya.


Mau tidak mau Glorria menghubungi Bastev yang dianggapnya sebagai sahabatnya, dan iapun kembali mematikan ponselnya.


Disiang itu Bastev yang baru saja tiba ditempat kerjanya, tiba-tiba ponselnya berdering dan ia melihat ada nomor baru yang tak dikenalnya."iya hallo dengan siapa ini.? Jangankan sebentar untuk selamanyapun aku siap mendengarkanmu Flora, aku akan membantumu Flora katakanlah maslahnya apa? 


Kamu lebih dari sahabatku Anna aku sangat mencintaimu jangan katakan itu, baiklah aku akan menyuruh para anak buahku untuk mencari tahunya dimana Uncleku menyekap ayahmu." Tiba-tiba ponsel Bastev mati, membuat Bastev kesal karena ia masih ingin mengobrol dengan Glorria.


"Dezi.!" teriak Bastev memanggil Dezi pengawal setianya "Dezi kau beri tahukan kepada mata-mata kita di Meksiko, untuk mencari informasi dimana Uncle Ames menyekap tuan Alexander, Dan persiapkan semuanya hari ini kita akan terbang ke Meksiko." Pinta Bastev kepada Dezi.


Setelah memberi tahukan Dezi anak buahnya Bastevpun kembali pulang kerumahnya, untuk mempersiapkan semua keperluannya.


Kejadian satu pekan yang lalu, Aubert dan Ames yang masih berada dimarkasnya. Mereka kembali mengirimkan beberapa anak buahnya untuk mencari tahu apa yang terjadi dipulau terpencil, karena mereka tak kunjung mendapatkan informasi atau kedatangan para anakbuahnya untuk membawa Annabella tawanannya. Stelah pagi hari tiba para anak buah Aubert telah kembali dengan tampang yang sangat ketakutan."tutuan.. para anak buah anda telah tewas tuan, sedangkan wanita tawanan itu tidak ada dilokasi tuan."


"**** ****.!!! Kalian semua memang tidak berguna.!!!" DOR DOR DOR.!! 


Dan sampai detik ini Aubert masih berada di Meksiko dengan adik kembarnya Ames.


Sedangkan Bastev dengan Dezi pengawal setianya, kini sudah berada didalam pesawat jet nya menuju Meksiko. Tak berselang lama Bastevpun tiba di Meksiko, ia sengaja tak datang kerumahnya yang ada di Meksiko. Karena Bastev takut kedatangannya ke Meksiko akan diketahui oleh ayahnya Aubert, yang sudah berada di Meksiko. Sesampainya dipenginapan dimalam itu Bastev kembali menghubungi Glorria, Bastev mengajak Glorria untuk bertemu, untuk memberitahukan keberadaan Alexander, yang telah didapat informasinya dari mata-matanya sendiri


Akhirnya Glorriapun


Menyetujuinya dengan permintaan Bastev untuk bertemu, dan merekapun memutuskan untuk bertemu disalah satu Hotel. Glorria berangkat sendiri ia sengaja tidak memberitahukan kepada Dallen dan Drak.


" Uncle aku pergi dulu sebentar mau kesupermarket ada yang ingin aku beli."

__ADS_1


Dallen dan Drakpun memberikan izin kepada Glorria untuk keluar sendiri tanpa menyuruh Louis untuk mengikutinya.


Glorria sengaja berbicara kepada kedua Unclenya karena ia tak merasa tak nyaman jika diikuti oleh para anak buahnya.


Glorria menaiki taksi untuk sampai dihotel yang diberitahukan oleh Bastev, sesampainya didepan hotel, Bastev sudah berdiri menunggu kedatangan Glorria, Bastev tersenyum saat melihat kedatangan Glorria yang turun dari mobil taksi yang dinaikinya. Kecantikan Glorria membuat hati Bastev meleleh, Glorria hanya mengenakan dress mini untuk santai dan sepatunya yang berisikan pisau tajamnya, ia sengaja tidak mengenakan make-up karena ia takut akan dicurigai oleh para Unclenya.


Akhirnya keduanyapun masuk kedalam Hotel yang sudah dipesan oleh Bastev, Bastevpun sama ia tak ditemani oleh para pengawalnya. Sesampainya didalam Hotel Glorria duduk diatas sofa yang terdapat didalam Hotel tersebut.


Bastevpun duduk disamping Glorria ia melirik kantong yang dibawa oleh Glorria.


"Flora kamu bawa apa itu.?" Tanya Bastev sambil melirik kearah kantong yang dipegang Glorria, "Hehe ini hanya roti sandwich tadi aku mampir di supermarket." Jawab Glorria sambil tersenyum kearah Bastev, begitupun dengan Bastev tertawa geli, karena ia tahu betul jika Glorria tak bisa ketinggalan dengan roti sandwichnya.


Tak menunggu lama Bastevpun mulai menceritakan semuanya, tentang keberadaan Alexander ayah Magnolia tanpa Bastever tutupi.


Yang kini keberadaan Alexander masih berada tengah dihutan Meksiko, setelah merasa puas dengan informasi yang didapat dari Bastev, Glorria kembali terdiam sebenarnya Glorria tidak ingin merepotkan kedua Unclenya, dan begitu juga saudara sepupunya Louis. "Heii apa yang kamu pikirkan apa ada sesuatu yang membuatmu seperti ini.?" Tanya Alexander


"Tidak ada Basten, aku hanya merindukan Daddyku, kenpa ayah dan Unclemu begitu tega terhadap kedua orangtuaku?" Jawab balik Glorria "iya aku tahu Flora, memang sangat tidak adil dengan apa yang sudah mereka lakukan kepada ayahmu, pasti kamu tidak bisa memaafkan mereka, tapi harus kamu ketahui jika aku tidak terlibat dan aku tidak mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Daddy dan uncleku. Aku siap membantumu untuk membebaskan ayahmu Flora." Tutur Bastev


Bastev meyakinkan Glorria gadis cantik yang ia cintainya, Bastev menggenggam kedua tangan Glorria dan terus menatap tajam kedua mata indah Glorria. Membuat Glorrian tersipu malu dan salah tingkah dengan tatapan Bastev, "kenapa kau menatapku seperti itu apa ada yang salah denganku?" Tanya Glorria


"Ya tentu ada yang salah, kenapa kedua orangtuamu melahirkan gadis secantik kamu, Flora aku ingin hubungan kita lebih dari sahabat, jujur aku sangat mencintaimu Flora,


aku berjanji tidak akan pernah membuatmu menangis Flora"


Ucap Bastev, Glorria ia  hanya terdiam mendengar kata-kata Bastev yang mengungkapkan isi hatinya, kedua tangan kekar Bastev mulai menyentuh wajah cantik Glorria yang tersipu malu dan sudah memerah seperti udang rebus.

__ADS_1


Bastev kembali mencium bibir sexy Glorria yang masih terdiam, meskipun bagi keduanya itu adalah ciuman pertama mereka, tapi Glorria mulai mengimbangi ******* hangat dari bibir Bastev. Kini keduanya hanyut dalam perasaan mereka masing-masing, bahkan tak henti-hentinya Bastev menciumi wajah cantik Glorria dan kini ia menurunkan ciumannya kearah leher jenjang Glorria. Tatapan tajam dari keduanya tak lepas mengisyaratkan jika mereka saling mencintai dan memiliki perasaan yang sama, Bastev bangkit dari duduknya ia menggendong tubuh sexy Glorria, dan membawanya keatas ranjang.


__ADS_2