KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Berhasil membawa Loren


__ADS_3

Kini Drak dan Yakub berhasil loncat kedalam halaman rumah Ernesto, Yakub dan Drak menghampiri Annabella yang masih berdiri ditengah-tengah mayat disekelilingnya.


Kedua mata Yakub terbelalak menyaksikan kekejaman Annabella ketua Mafia Paris, yang mampu mengalahkan musuhnya yang begitu banyak. "Drak untuk apa kau kembali kesini?" tanya Annabella kepada Drak dan Yakub yang melihat keberadaan Drak dan Yakub sudah kembali. "Saya hanya khawatir saja kepada anda nona," ujar Drak


"Apa anda baik-baik saja nona?" tanya Yakub kepada Annabella yang mengkhawatirkan keselamatan Annabella, Annabella pun menganggukan kepalanya dengan pertanyaan dari Yakub.


Tanpa ada kata-kata lagi Annabella kembali berjalan menyusuri dinding tembok rumah Ernesto.


Annabella berniat akan kembali melanjutkan pencariannya terhadap Alexander suaminya, Annabella mulai masuk ke dalam pintu samping rumah Ernesto yang diikuti oleh Drak dan Yakub. Ia terus berjalan menuju anak tangga yang terdapat diruangan tamu yang begitu megah,


Annabella tidak menghiraukan kedua anak


buahnya, yang terus mengikutinya dari belakang.


Annabella terus berjalan menaiki anak tangga, dan pada akhirnya dia melihat empat orang pria tak lain pengawal yang menjaga pintu kamar. hati Annabella sangat yakin jika yang dijaga itu adalah kamar yang mengurung Alexander didalamnya. Dengan sepatu hak tingginya Annabella berjalan mendekati keempat anak buah Ernesto, namun keempat anak buah Ernesto telah mengetahu jika di rumah tuannya sedang mendapatkan serangan.


Tidak disangka-sangka dengan cepat keempat anak buah Ernesto langsung mengarahkan senjata mereka, kearah Annabella yang sedang berjalan kearah mereka.


Dorrr.. Dorrr.. Dorrr


"Tembak!" Teriak salah satu dari anak buah Ernesto memberi komando kepada teman-temanya, untuk menembak Annabella yang semakin mendekat kearah mereka.


Namun sayang gerakan mereka kalah cepat, oleh gerakan Annabella yang super cepat.

__ADS_1


Slepp.. Slepp.. Slepp..


Annabella berlari kearah belakang tubuh para anak buah Ernesto dan mengarahkan pisau belatinya, tepat dibagian leher-leher keempat pria tersebut.


Hanya dengan hitungan detik, keempat anak buah Ernesto pun sudah terkapar di lantai dengan bersimbah darah, akibat leher merka yang terpotong. Yakub dan Drak yang berada di lantai bawah menahan anak buah Ernesto yang tersisah dan berusaha masuk untuk menyerang kedalam. Kemampuan Yakub yang sama hebatnya dengan Drak, mereka mampu menglahkan pihak lawannya yang berjumlahkan sepuluh orang tersebut.


Jebrettt..


Annabella berhasil menendang pintu kamar yang telah di jaga tadi, dan terbuka dengan lebar. Setelah pintu kamar itu terbuka ternyata bukanlah Alexander yang ada di dalamnya, melainkan Loren dan kedua asisten perempuannya, para asisten itu sangat ketakuatan melihat Annabella yang berdiri dengan memegangi kedua pisau belatinya, dengan cepat Annabella menodongkan senjatanya kearah kedua asisten Loren.


"Nona kita harus segera kembali karena Ernesto sudah dalam perjalanan menuju kemari nona." Teriak Yakub dan Drak yang tiba-tiba berlari kearah Annabella, yang sedang menodongkan pisaunya kearah kedua asisten Loren, Drak dan Yakub yang sudah berada dilantai atas meminta Annabella untuk segera keluar dari rumah tersebut.


"Drak, Yakub cepat bawa perempuan gila itu!" Drak dan Yakub pun dengan cepat memukul kedua asisten Loren hingga tergeletak dilantai, dan seketika kedua asisten Loren pun pingsan. Drak dan Yakub pun kembali memukil lorenza lalu ia memangku tubuh Loren, yang tak terlalu besar. Dengan entengnya Drak memanggul tubuh Loren, kearah belakang yang diikuti oleh Yakub dan Annabella dari belakangnya.


Setelah mengantarkan Drak keluar meloncati benteng, Annabella dan Yakub kembali masuk kedalam rumah tersebut.


"Yakub kau cari keseblah sanah, biar aku yang cari kesebalah sisni!" Perintah Annabella kepada Drak


Annabella dan Yakub pun berpencar, kemasing-masing tempat untuk mencari keberadaan Alexander. Setelah melakuakn pencarian kebeberapa kamar dan ruangan lainnya yang ada didalam rumah megah milik Ernesto. Kini Annabella dan Yakub sudah kembali keposisi awal. Namun mereka tidak menemuka keberadan Alexander dirumah itu.


"Sudah cukup sampai disini saja pencarian kita Yakub, ayok cepat Yakub kita harus segera pergi dari rumah ini!" Teriak Annabella karena ia telah mendengar suara deru mobil yang begitu banyak di depan pintu gerbang rumah Ernesto.


Dengan begitu cepat Annabella berlari kearah belakang yang diikuti oleh Yakub, Annabella kembali menaiki benteng tinggi dan meloncat turun ke bawah yang disusul oleh Yakub. Dan kini mereka berdua sudah berada didalam mobilnya, "ayok cepat jalan kita harus segera pergi dari sini!" Teriak Annabella kepada Yakub yang akan membawa mobil,

__ADS_1


Tanpa pikir panjang lagi Yakub menacapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan area rumah Ernesto.


Sedangkan Ernesto yang masih berada didalam club malam bersama para pengawal setianya, dan di temani oleh beberapa wanita penghibur. Tiba-tiba dia di kejutkan oleh kabar dari pengawalnya, yang ada dirumahnya, ika rumah Ernesto mendapatkan serangan dari orang yang tak dikenal. Sontak saja membuat Ernesto begitu terkejut, saat dia mengetahui akan kabar tersebut.


Dengan rasa emosinya Ernesto pun segera meminta para pengawalnya untuk kembali pulang ke rumahnya,


setibanya Ernesto di rumah miliknya ia dikejutkan dengan seisi rumah yang sudah terporak-porandakan tidak karuan, dan begitu juga dengan para anak buahnya sudah tergeletak dilantai tak bernyawa lagi.


Ernesto berlari menuju lantai dua di mana putri semata wayang berada didalam kamar lantai dua, setibanya di depan kamar milik putrinya dia kembali terkejut, saat melihat para pengawal yang menjaga pintu kamar milik putrinya sudah tergeletak dengan bersimbah darah dimana-mana.


"Arghh!! Tidak ini tidak bisa dibiarkan Arghh!!" Teriak Ernesto dia kembali berjalan masuk ke dalam kamar milik putrinya, Namun sayang Loren putri semata wayangnya sudah tidak ada didalam kamar itu dengan kedua asistennya sudah tergeletak pingsan tak sadarkan diri.


"Aeghhh.!!!" Ernesto terus berteriak begitu kencang "siapa yang sudah berani melakukan ini kepadaku!" teriak Ernesto memecah keheningan malam, dia masih tidak menyangka jika kediaman miliknya akan mendapatkan serangan dari orang yang tak dikenalnya, dan mampu memasuki rumah miliknya yang dijaga begitu ketat oleh banyak pengawal.


"Pengawal cepet tunjukkan rekaman CCTV!" Teriak Ernesto minta para pengawalnya untuk menunjukkan rekaman CCTV. Para pengawal pun segera memperlihatkan hasil rekaman CCTV, namun sayang semua rekaman tidak terlihat apapun hanya menampilkan semut-semut kecil di layar monitor tersebut.


Kemarahan Ernesto semakin memuncak, karena rekaman CCTV tidak bisa dibuka oleh para anak buahnya.


Karena Annabella sudah terlebih dulu merusak satu persatu CCTV yang terdapat di rumah milik Ernesto, bahkan bukan cuma satu CCTV saja yang dirusak oleh Annabella tapi semuanya. "Cari mereka sampai dapat!!" Ernesto kembali berteriak karena dia sangat emosi dan mengkhawatirkan keadaan Loren putrinya. "Loren sayang semoga kau baik-baik saja nak, Daddy berjanji padamu akan mencari pelakunya siapa yang berani membawamu pergi dari rumah ini." Gumam Ernesto dibalik kemarahannya.


Ernesto yang berhasil menyembunyikan Alexander dimarkas miliknya, karena dia takut keberadaan Alexander akan dicari oleh Annabella seperti yang dikatakan oleh Maicon, jika seorang Annabella tidaklah mudah untuk dikalahkan.


Keadaan Alexander, masih belum sadarkan diri dari komanya meskipun Ernesto sudah memberikan pengobatan terbaiknya terhadap Alexander, tapi hasilnya tetap sama tidak membuahkan hasil.

__ADS_1


__ADS_2