KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Aunty Mammy


__ADS_3

Alexander mengambil alih ia menggendong Glorria dari pangkuan Dallen, karena Alexander sudah tidak tahan menahan rasa rindunya terhadap anak pertamanya, membuat hati Dallen terasa nyeri saat Glorria berada berpindah kepangkuan Alexander, tapi ia tak punya pilihan lain karena Glorria berhak bahagia dengan kedua orangtuanya.


Saat Alexander menggendong Glorria, tiba-tiba pisau belati milik Glorria terlepas dari genggaman tangan mungil Glorria, Annabella dan Alexander terperangah melihat pisau itu terjatuh, dan mereka tidak percaya jika Glorria yang memeganginya.


"Dallen maksudnya apa ini? kenapa kau berikan pisau belati ini kepada Glorria, apa jangan-jangan kau telah mengajarkan putriku dengan kekerasan?" Dengan refleks Annabella meninggikan nada bicaranya, hingga membuat Glorrian terbangun dari tidurnya.


Glorria yang terbangun ia tersentak kaget melihat kearah wajah Alexander yang baru pertama kalinya dia lihat, ia langsung menangis dan berontak. Minta diturunkan dari kendongan Alexander, "Uncle!! Uncle hikss hikss.. Uncle jangan tinggalkan aku Uncle!!" Glorria terus menangis sambil meronta-ronta, mau tidak mau Alexanderpun menurunkan tubuh mungil Glorria dari gendongannya.


Dengan cepat Glorriapun mendekat kearah Dallen, dan memeluk kaki Dallen "Uncle siapa orang asing itu? apa Uncle akan meninggalkan aku dengan mereka?" Magnolia menangis sesenggukan sambil memeluk kedua kaki Dallen.


Dallenpun berjongkok menghadap Glorria yang sedang menangis, Dallen mengelus lembut kepala Glorria, sedangkan Glorria ia langsung memeluk Dallen erat-erat. Namun Alexander dan Annabella sudah tak sabar ingin mendapatkan pelukan dari Glorria, Alexander dan Annabella langsung menarik tubuh Glorria dari dekapan Dallen.


Tapi Glorria malah semakin mempererat pelukannya terhadap Dallen, hati Dallen tidak bisa terima melihat perlakuan Annabella dan Alexander yang terlalu memaksakan kehendak, "tunggu sebentar nona dan tuan, biarkan saya bicara dengannya" ucap Dallen dengan lirih, akhirnya Annabella dan Alexanderpun mengikuti apa yang dikatakan oleh Dallen.


"Gadis kecilku kesayangan Uncle, coba lihat lihat Uncle" Glorriapun melepaskan pelukannya dan menatap tajam kearah Dallen "apa kamu ingat dengan tujuan kita apa?" tanya Dallen "Iya Uncle tujuan kita menjemput Mammy dan Daddy, maka dari itu aku tidak boleh cengeng lagi biar Mammy dan Daddy tidak sedih lagi" ucap Glorria dengan terbata-bata, Glorria berbicara sambil menatap Dallen.


"Pintar gadis kecilku, nah sekarang kita telah sampai ditempat Mammy dan Daddymu, bagaimana apa kamu senang?" tanya Dallen dengan lembut, Glorria terperangah mendengar perkataan Dallen, karena dia masih bingung dan tidak percaya.


"Srius Uncle lalu dimana Mammy dan Daddyku sekarang Uncle?" tanya Glorria, sambil celangak-celinguk dan sesekali melirik kearah Alexander dan Annabella, yang menatap kearah dirinya. Glorria masih bertanya kepada Dallen mengenai kedua orang tuanya, ia masih belum mengetahui jika yang ada dihadapannya adalah kedua orangtuanya yang selama ini selalu dia pertanyaankan.


Dallenpun membalikkan tubuh mungil Glorria mengahadap Alexander dan Annabella, yang tersenyum kearahnya dengan kedua mata mereka sudah rimbun oleh air mata, "lihatlah mereka gadis kecilku, ini Daddy Alexander dan ini Mammy Annabella Mammy mu" Glorria kembali melirik Dallen yang telah meyakinkan dirinya.


"Apa Uncle tidak salah, kalau Uncle dan aunty ini Mammy dan Daddyku Uncle" tanya Glorria penasaran, "tidak sayang aku adalah Daddymu dan ini Mammy mu" ucap Alexander, Alexander berusaha meyakinkan Alexander putrinya. Glorria menatap tajam kearah Alexander dan Annabella, ia masih bingung dengan kedua orangtuanya ia tidak menyangka jika kedua orangtuanya sangat cantik dan tampan. Akhirnya Glorriapun memeluk Alexander dan Annabella dengan begitu erat.


"Terimakasih my brother kau pahlawanku, sudah berhasil menjaga putriku dengan dengan baik kami sangat berhutang budi denganmu, anggaplah kami sebagai saudaramu jangan pernah sungkan pada kami" ucap Alexander dan Annabella sambil memeluk erat Dallen, karena Dallen sudah sangat berjasa dalam hidup Annabella dan Alexander.

__ADS_1


alexanderpun segera menggendong tubuh mungil Glorria, untuk membawanya masuk kedalam rumah megah mereka. "Pisau.. pisau ku mana Uncle?" Glorria berteriak menayakan pisaunya yang telah dipegang oleh Drak. Sontak saja membuat Annabella dan Alexander saling lirik, Annabellapun menanyakan pisau kepada Alexander melalui isyaratnya.


Alexander yang mendapatkan pertanyaan dari Annabella, dia mengangkat bahunya karena ia tak mengambil pisau Glorria, "Uncle Daddy pisau aku mana?" Glorria kemabli bertanya kepada Alexander, Alexander yang baru kali ini menghadapi anak kecil ia bingung untuk menjawab pertanyaan dari Glorria dan panik tidak jelas, akhirnya Alexanderpun hanya bisa menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


"Uncle Daddy tunggu sebentar turunkan aku, Uncle Daddy tidak seru hemm" Glorria mendengus kesal karena pertanyaan tidak dijawab oleh Alexander, akhirnya dia meminta turun dari gendongan Alexander, Glorria berdiri diantara Alexander Drak dan Dallen.


Glorria menatap satu persatu pria bertubuh tegap yang ada dihadapannya, penuh selidik dia sudah bisa menebak siapa orang yang sudah mengambil pisau kesayangannya.


Tatapan Glorria tertuju kepada Drak, dengan tatapan sengitnya membuat Drak salah tingkah ditatap oleh gadis kecil putri mahkota dari tuannya.


"Uncle manis berikan pisauku" Glorria langsung menadahkan tangannya kearah Drak, Glorria mengetahuinya jika pisau miliknya berada pada pada Drak ia sangat peka dengan instingnya. Sontak saja membuat Annabella dan Alexanderpun menutup mulutnya, karena menahan tawa mereka melihat wajah panik Drak sudah seperti sedang diinterogasi musuhnya.


Drak melirik Annabella dan Alexander, Annabella yang faham akan maksud Dark, Annabellapun menganggukan kepalanya. Tandanya Annabella menyetujuinya jika pisau milik Glorria dikembalikan saja, Drak pun memberikan pisau milik Glorria dengan senyumannya, "nah begitukan enak terimakasih Uncle manis, tapi lain kali jangan sembarangan ambil milikku" perkataan Glorria membuat kedua mata Drak, terbelalak ternyata Glorria tidak jauh beda dengan Annabella memiliki sifat yang galak.


Sontak saja Aiken menertawakan Drak yang dapat teguran dari Glorria calon penerus Annabella, "maafkan Uncle nona kecil, tidak akan Uncle ulangi lagi Uncle berjanji" ucap Drak sambil mengangkat kedua jarinya, Glorria segera mengambil pisau miliknya, dan ia berjalan masuk tanpa mau digendong oleh Alexander. Glorria melongo melihat seisi rumah milik Annabella, "uwaww Aunty Mammy apakah ini rumahmu?" Annabella tersenyum mendengar celotehan putrinya, sambil menganggukkan kepalanya.


"Dallen pergilah beristirahat tempatilah kamar sebelah ini, agar Glorria tak mencarimu" ucap Annabella menyuruh Dallen untuk beristirahat dan menempati kamar yang bersebelahan dengan kamar Glorria, akhirnya Dallenpun pergi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lusuh.


"Aiken kau pergilah ke toko pakaian anak-anak, bawa pakaian anak-anak sebanyak mungkin untuk Glorria putriku, dan kau Drak pergilah ke toko mainan, bawa mainan yang banyak untuk putriku" ucap Alexander memberi perintah kepada kedua pengawalnya.


Drak dan Aikenpun pergi, karena mendapatkan perintah dari Alexander, sedangkan Annabella tak melepaskan pelukannya terhadap gadis kecinya yang super cerewet. "aunty Mammy.. Ada apa dengan perutmu? Kenapa perutmu kembung seperti itu apa aunty Mammy sedang sakit?"


Tanya Glorria dengan polosnya ia bertanya perut Annabella yang buncit.


Sontak saja Alexander yang baru saja masuk kedalam kamar, tertawaan mendengar celotehan Glorria yang menanyakan perut buncit Annabella, "sayang Mammy tidak sedang sakit, tapi didalam perut Mammy ada adikmu" ucap Annabella

__ADS_1


"waww apa uanty Mammy serius? kalau didalam perut aunty Mammy ada manusia, bagaimana aunty Mammy bisa memasukkan adikku kedalam perut aunty Mammy, apa aunty Mammy menelannya?" pertanyaan Glorria membuat Alexander sakit perut.


Glorria terus bertanya kepada Annabella mengenai adiknya yang masih didalam perut Annabella, tak henti-hentinya Annabella dan Alexander tertawa, mendengar tingkah dan celotehan lucu dan menggemaskan Glorria anak mereka. Kebahagiaan Alexander dan Annabella semakin lengkap setelah kembalinya Glorria kedalam kehidupan mereka.


Stelah beberapa jam menunggu kedatangan Aiken yang mengambil pakaian anak dimall mewah peninggalan Mikael Muller untuk Glorria, kini Aiken telah kembali dengan barang bawaannya yang super banyak, bahkan para anak buahnya ikut membantu membawakan pakaian untuk Glorria.


Satu persatu tas yang berisikan pakaian anak-anak dibuka oleh Annabella, dan memperlihatkannya kepada Glorria, membuat ekspresi Glorria semakin lucu dan menggemaskan saat ia melihat tas yang berisikan pakaian untuknya.


"Aunty Mammy dan Uncle Daddy apa ini semua untukku?" Tanya Glorria antusias "Iya sayang pilihlah mana yang ingin kamu kenakan untuk sekarang" Glorria kembali terdiam, karena dia teringat akan Dallen "Aunty Mammy apa Uncle Dallen juga diberikan pakaian yang sama sepertiku?" tanya Glorria, Annabella kembali melirik Alexander, ternyata Glorria begitu sayang dengan Dallen sampai-sampai dia memikirkan pakai untuk Dallen. "tentu sayang pakaian Uncle Dallen sudah kami siapkan, jadi sekarang kamu ganti dulu pakaiannya oke" ucap Annabella.


Akhirnya Glorriapun mengabil salah satu pakaiannya, dan ia dibawa ke kamar mandi oleh babysitternya.


Setelah selesai Glorriapun keluar dan ia sudah mengenakan pakaian barunya, Glorria terlihat sangat cantik. "Waww putri Daddy cantik sekali" ucap Alexander memberikan pujian untuk Glorria.


Sambil berjongkok dihadapan Glorria, "Uncle Daddy aunty Mammy, tunggu sebentar aku ingin menemui Uncle Dallen" ucap Glorria sambil berlari kearah luar kamarmya. "Iya sayang putri Mammy yang cantik pergilah dengan babysitter" Glorriapun pergi dari kamarnya, ia masuk kedalam kamar Dallen namun Dallen tak ada didalam kamarnya.


Glorria celangak-celinguk mencari keberadaan Dallen yang tak ia dapatinya, Glorria kemabli berlari kesana-kemari


Memanggil Dallen, kepanikan diwajahnya terlihat jelas jika Glorria takut kehilangan Dallen, yang selama ini sudah mengurus dan membesarkannya. "Uncle daddy uanty Mammy, Uncle Dallen tidak ada dikamarnya" ucap Glorria dengan lirih, Annabella dan Alexander ikut panik melihat wajah cantik Glorria seperti akan menangis. "Babysitter tolong cari Dallen cepat" Alexander berteriak memanggil beberapa babysitternya, untuk mencari keberadaan Dallen, tidak lama kemudian akhirnya dengan cepat para  babysitterpun berlarian mencari keberadaan Dallen.


Glorria ia tak mau ketinggalan kembali ikut dengan para babysitternya untuk mencari Dallen. Setelah mengelilingi taman dan halaman rumah Annabella, akhirnya para babysitterpun melihat keberadaan Dallen yang sedang mengobrol dengan para anak buah Alexander, dihalaman belakang.


"Uncle hiks hiks hiks kenapa Uncle menghilang, aku sudah mencarimu kemana-mana Uncle" Glorria kembali menangis dan memeluk Dallen dari belakang.


Dallen terkejut kaget mendapati Glorria yang sudah ada dibelakangnya sambil mengis, Dallenpun segera memeluk dan menggendong Glorria, dan kembali membawanya masuk karena hari sudah mulai gelap. Sesampainya didalam kamar Glorria, Alexander dan Annabella yang masih berada disana.

__ADS_1


"Uncle aku lapar apa Uncle tidak lapar?" Tanya Glorria yang masih digendongan dalem, Annabella dan Alexanderpun saling lirik dengan sikap anaknya yang masih belum bisa lepas darj Dallen. "Babysitter siapkan makan malam untuk kami, putri Daddy sayang kita akan makan malam bersama ayok kita turun kasihan Uncle Dallen pasti dia lelah" ajak Alexander kepada Glorria.


__ADS_2