
Dallen hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah lucu Glorria yang selalu memainkan pisau belatinya pemberian Annabella, Dallenpun segera menggendong tubuh mungil Glorria begitupun dengan anak kijangnya Dallen bawa ke tempat semula, Dallenpun segera membersihkan pakaian dan kedua tangan Glorria serta rambutnya yang acak-acakan. "oh ya Uncle ini pisau belatinya aku kembalikan, karena sekarang aku sudah tidak membutuhkannya lagi, tapi jika aku membutuhkannya lagi aku pasti akan mengambilnya" ujar Glorria sambil menyodorkan sebilah pisau kearah Dallen.
Setelah selesai membersihkan tubuh Glorria dan merapikan rambutnya, Dallenpun segera mengumpulkan ranting-ranting pohon dan membakar daging anak kijang hasil tangkapan Glorria tadi, pada akhirnya mereka pun bisa memakan daging dengan lahap.
"Emm enak sekali Uncle dagingnya aku sangat suka dagingnya terasa empuk dan gurih ini" Glorria tak anti-hentinya iya terus berceloteh, Dallen dia sangat khawatir dengan Glorria yang sering mengambil pisau belati miliknya tanpa sepengetahuan dirinya.
Setelah selesai dengan makan siang mereka Dallenpun membakar sisa-sisa daging untuk nanti mereka makan, sedangkan Glorria ia kembali memainkan pisau Dallen karena ia melihat ada seekor musang, Glorria berniat akan kembali menangkapnya namun sayang aksinya telah diketahui oleh Dallen. "Hey gadis kecilku kamu mau kemana!" Tanya Dallen kepada Glorria, "tidak Uncle aku tidak mau kemana-mana itu tadi ada tupai aku mau menangkapnya" jawab Glorria sambil garuk-garuk kepala
"Sudah tidak perlu karena tunai tidak mudah untuk ditangkap gadis kecilku kemarilah" Glorriapun berjalan mendekati Dallen, sedangkan Dallen ia celangak-celinguk mencari pisaunya. Glorria yang mengetahui jika Dallen sedang mencari pisaunya, Glorriapun segera memberikan pisau milik Dallen sambil tersenyum cantik kearah Dallen,
"hemm apa kamu menyukai pisau ini gadis kecilku?" Glorriapun melirik kearah wajah Dallen yang bertanya kepadanya.
"Lalu jika aku menyukainya apa Uncle akan marah kepadaku?" Dallen menarik nafasnya dalam-dalam, karena setiap pertanyaan tidak kalah dijawab oleh Glorria " gadis kecilku marah kepadamu sayang?"
"Muachhh.. Muachhh.."
Glorria malah mencium kedua pipi Dallen, karena sebenarnya dia sangat menyukai pisau milik Dallen, hanya saja Glorria takut jika Dallen akan marah kepadanya. Dallen yang sudah faham betul akan sifat Glorria jika dia sudah bermanja-manja kepadanya, itu tandanya Glorria menginginkan sesuatu.
__ADS_1
Akhirnya Dallenpun mengalah dia memberikan pisau belatinya kepada Glorria, karena selama ini Dallen juga kurang mahir menggunakan pisau belati pemberian Annabella, saat dia pertama kali bergabung untuk menjadi pengawal Annabella, karena semua pengikut Annabella pasti akan diberikan pisau belati, sebagai simbol dan senjata darurat menurut Annabella sehingga peraturan tersebut diterapkan kepada seluruh anak buahnya.
meskipun tidak anak buah dan pengawal Annabella bisa menggunakan pisau, untuk melawan para musuhnya sama seperti dirinya yang tak bisa menggunakan pisau untuk menyerang para musuhnya.
Glorria ia begitu senang karena mendapatkan pisau dari Dallen, Dallen akan berusaha tidak terlalu mengkhawatirkan Glorria yang selalu memain pisau belati pemberiannya.
Dallen menyadari jika Glorria menuruni sifat ibunya Annabella, yang jago dalam menggunakan pisau dan tidak bisa ketinggalan dari pisau belatinya, setelah selesai membakar semua daging-dagingnya Dallen kemabli melanjutkan perjalanannya menuju Utara, sesuai arahan dari Glorria.
Setelah menempuh beberapa jam dalam perjalanan, akhirnya Dallenpun telah sampai di pemukiman warga, tanpa berhenti Dallenpun terus menyisir pemukiman warga setempat dan menyusuri jalanan setapak. "Uncle lihat itu cantik sekali?" tiba-tiba Glorria mengunjuk kesalah satu bangunan yang paling tinggi dan besar, dari bangunan rumah-rumah warga sekitar.
Dallenpun menghentikan langkah kakinya, ia melihat kearah bangunan yang di tunjuk oleh Glorria, Dallen terus memperhatikan bangunan tersebut dari kejauhan. Dallen baru teringat jika rumah tersebut adalah rumah Annabella, Dallenpun segera mempercepat langkah kakinya agar ia segera sampai di rumah itu, dengan terengah-engah Dallen berjalan sambil menggendong Glorria.
Dallenpun berjalan masuk kedalam rumah itu dan ia tak menurunkan Glorria dari gendongannya, karena banyak sekali rumput-rumput liar yang masuk kedalamnya, Dallen terus berlari sambil mengingat-ingat kejadian lima tahun silam, hingga membuat dirinya terpisah dari kelompok Annabella.
Dallenpun berjalan naik kelantai atas menuju kamar yang pernah ditempati oleh Annabella, sedangkan Glorria ia meminta turun dari genggaman Dallen, Glorria berlarian dan membuka semua pintu kamar yang terdapat dirumah itu. "Uncle!! Uncle kamar yang masih bagus Uncle, lihatlah kemari Uncle!!" teriak Glorria memanggil Dallen.
Dallenpun segera menghampiri Glorria yang sudah berdiri didalam kamar tersebut yang berada dibarisan paling ujung, kamar itu seperti tidak pernah tersentuh karena keadaannya masih sangat rapih dan tertata, benar apa yang dikatakan oleh Glorria dengan barang-barang yang masih sangat lengkap didalam kamar tersebut yang cukup luas.
__ADS_1
Kejadian beberapa hari lalu saat rumah Dallen mendapatkan serangan dari orang-orang tak dikenal, pada malam itu Algozilo sengaja melakukan penyerangan dengan rumah Dallen, dan membakarnya sampai ludes karena Algozilo telah mengetahui jika Dallen adalah bodyguard dari Alexander, Algozilo melihat Dallen saat ulang tahun Basten.
Para anak buah Aubert ayah Basten melihat dari hasil rekaman CCTV, yang terdapat Dallen sedang duduk diluar rumah Aubert, dengan postur tubuh Dallen yang terlihat gagah dan para anak buah Aubert curiga jika Dallen adalah mata-mata, sehingga rekaman CCTV Dallenpun diberikan kepada Algozilo oleh Aubert, Aubert adalah sahabat dari Algozilo, bahkan kini mereka yang sedang memegang kendali dunia Mafia di Belanda.
Algozilo yang sudah hafal dengan para bodyguard Mafia-mafia dunia, jelas dia tidak asing dan langsung mengenali akan sosok Dallen bodyguard dari Alexander, bahkan Algozilo juga sudah mengetahui jika Glorria adalah anak perempuan Annabella.
Hingga pada akhirnya malam itu juga Algozilo, mengerahkan para anak buahnya untuk menangkap Dallen dan Glorria, namun sayang tujuannya telah gagal dan Dallen berhasil melarikan diri. Algozilo sangat kesal dan kecewa terhadap para anak buahnya, karena mereka tidak berhasil menangkap Dallen dan Glorria yang akan dijadikan tawanannya.
"Pengawal bagaimana apa kalian sudah mendapatkan informasi mengenai bodyguard dan anaknya Annabella?" Bentak Algozilo kepada para anak buahnya, "tidak tuan, sampai detik ini kami masih belum menemukan mereka, dan kami sudah kehilangan jejaknya tuan" tutur para pengawal Algozilo sambil merundukkan kepla mereka.
"Baiklah kalau begitu sekarang kalian kerahkan para teman-teman kalian, kalian berjaga-jaga di Bandara dan perbatasan, karena saya yakin pasti bodypack Mafia itu akan lari ke perbatasan atau Bandara, cepat pergi jangan sampai bodyguard dan anak Mafia itu lolos" teriak Algozilo kepada para ank buahnya, para anak buah Algozilopun bergegas pergi dengan para pasukannya untuk memantau di area yang diperintahkan oleh Algozilo. Pencarian dan pelacakan terus dilakukan oleh para pasukan Algozilo, disetiap perbatasan bahkan para anak buah Algozilo membawa seekor anjing pelacak, untuk mencari keberadaan Dallen dan Glorria yang mereka yakini jika Dallen akan melarikan diri ke area tersebut.
Hari-hari telah berlalu dilewati oleh Annabella dan kondisinya sudah kembali membaik bahkan jauh lebih baik, dan kini kehamilannya pun sudah terlihat membesar. Begitupun dengan Maicon dia dia sudah menerima Annabella sebagai menantunya, bahkan Maicon sangat protektif dengan kehamilan Annabella sampai-sampai dia memberikan pengawalan ketat kepada Annabella menantunya.
Maicon juga sudah mengetahui jika Annabella dan Alexander telah memiliki anak perempuan yang hilang di negara Belanda, Maiconpun turun tangan dan dia langsung mengerahkan puluhan anak buahnya, untuk mencari keberadaan cucu perempuannya iya Glorria, meskipun mereka belum mengetahui seperti apa wajah Glorria saat ini tapi Annabella masih ingat jika anak pertamanya memiliki tahilalat di bibir atasnya.
Maicon juga sudah mengembalikan kedudukannya kepada Alexander, karena keadaan Maicon yang sudah tidak memungkinkan untuk menjadi pemimpin, karena sebelah kakinya mengalami kepincangan akibat luka tembak dari Alexander tempo hari, jadi dia tidak bisa berjalan tanpa menggunakan tongkat.
__ADS_1
Sedangkan Dallen dan Glorria kini mereka masih berada dirumah peninggalan Annabella, Dallen dan Glorria menempati salah satu kamar yang mereka temukan, Dallen membersihkan rumah tersebut meskipun tidak seluruhnya, tapi rumah itu sudah terlihat agak sedikit rapih dari sebelumnya.