KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Siapa gadis cantik itu


__ADS_3

Secara bertubi-tubi dan super cepat Glorria terus menghantam wajah Pablo, hingga membuat wajah Pablo babak belur akibat pukulan dari kedua tangan Glorria. Dengan cepat Glorriapun kembali berdiri, dan dia segera mengangkat tubuh Pablo yang masih terlentang dibawah, Glorria kembali mengingat tubuh Pablo tinggi-tinggi ke udara.


Dengan sigap Glorriapun mengeluarkan salah satu pisau tajamnya dan sudah siap menyambut tubuh Pablo.


Crepp.. Crepp.. Srett..


"Aarghh.. Aarghh..!!


Tubuh Pablo mendarat tepat dibagian kedua kaki Glorria, yang disambut dengan pisau tajam Glorria yang sudah siap menembus bagian dadanya. Pablo berteriak histeris karena bagian dadanya tertusuk pisau tajam milik Glorria, dengan cepat Glorriapun menekan sebilah pisaunya yang sudah menancap dibagian dada Pablo.


Dengan sadisnya Glorria menekan dalam-dalam pisau tajamnya dibagian dada Pablo, lalu ia menarik gagang pisaunya dengan sekuat tenaganya kebagian bawah perut Pablo, sehingga membuat bagian dada dan perut Pablo terbelah hingga menampakkan seisi perut Pablo.


Tidak hanya sampai disitu saja, Glorria kembali menarik bagian kepala Pablo dan dia menggorok leher Pablo dengan sadis. Seketika itu juga tubuh Pablo menggelepar hebat dan kejang-kejang, dengan diiringi suara dengkuran dari tenggorokan Pablo dan darah segar menyembur keluar dari tenggorokan Pablo, sungguh sangat mengerikan bagi yang melihatnya.


Detik itu juga Pablo pun tewas ditempat dengan kondisi yang mengenaskan, Aubert yang sejak tadi berdiri didepan pintu markas dengan ketiga ajudannya, dia terperangah melihat kondisi Pablo sudah tewas ditangan Glorria.

__ADS_1


Aubert dengan cepat membalikkan badannya dan berniat akan melarikan diri dengan kembali masuk kedalam markas, namun sayang gerakannya kalah cepat oleh Glorria yang sudah berdiri dihadapannya, dengan ujung pisau tajamnya sudah menempel dibagian leher Aubert sendiri. Seketika tubuh Aubert lemah karena ujung pisau Glorria sudah berada bagian tenggorokannya, posisi Aubert yang sudah terpojok dia tidak berani mengucapkan sepatah katapun.


Aubert sudah sangat pasrah dengan ujung pisau tajam Glorria, yang sudah mulai menusuk bagian kulit lehernya. Sebelah tangan Glorria mencengkram bagian rahang Aubert dengan begitu kuat, Glorria mulai menaikkan ujung pisaunya kearah pipi Aubert dan menggoreskannya.


"Aarghh.. Aarghh.!!" Rintih Aubert, menahan rasa perih dibagian pipinya.


Aubertpun meringis kesakitan dalam posisi diamnya, sedangkan ketiga ajudan Aubert mereka hanya terperangah sambil bersiaga melihat kondisi Aubert yang sudah sangat terpojok, para anak buah Aubert tidak bisa berbuat banyak karena jika mereka bergerak nyawa Aubert akan menjadi taruhannya.


Ketiga anak buah Aubert yang tidak berani bergerak disamping Aubert, mereka hanya saling lirik satu sama lainnya. Kedua mata Glorria memperlihatkan ketiga anak buah Aubert, dengan gerakan cepatannya sebelah tangan Glorria menebas ketiga leher-leher anak buah Aubert.


Glorria kembali meletakkan ujung pisaunya dileher Aubert, namun secara tiba-tiba pintu gerbang terbuka lebar, dan beberapa orang berhamburan masukkan dengan suara teriakan mereka. "Cepat serang perempuan itu!!" Teriak salah seorang pria yang tidak asing dari penglihatan Glorria.


Dengan cepat Glorriapun kembali menggoreskan ujung pisaunya dan mendorong tubuh Aubert kearah para anak buah Aubert yang baru saja tiba, hingga tubuh Aubertpun terjungkal kearah para anak buahnya. Sedangkan Glorria dia berlari kearah pintu gerbang yang terbuka, suara tembakan terus terdengar yang mengarah kepadanya, tanpa disengaja Glorria bertabrakan dengan pria tampan yang berlari masuk kedalam pintu gerbang markas.


Sehingga tubuh keduanya pun terjungkal dan terjatuh kelantai, dengan posisi Glorria menindih tubuh pria tampan yang dia tabraknya, dengan sigap pria tampan itu menarik sapu tangan yang menutupi wajah cantik Glorria, saat penutup wajah Glorria terbuka dan memperlihatkan wajah cantiknya sontak saja membuat pria tampan itu gelagapan, tidak bisa berkata-kata dengan tatapan tajam Glorria yang menatap kedua matanya.

__ADS_1


"Kau lagi?" Tanya Glorria kesal sambil menatap pria tampan yang tidak dia ketahui namanya itu ''nona apa yang sedang anda lakukan disini?" Tanya balik pria tampan sambil memeluk tubuh Glorria, "tidak perlu kau tahu sedang apa aku disini, hey jangan kurang ajar kenapa kau memelukku!" Bentak Glorria sambil berusaha melepaskan pelukan pria tampan tersebut.


Yang tak lain dia adalah Bastev, Glorria ia terus berontak dan memukul dada bidang Bastev, sedangkan Bastev dia malah tersenyum dan memperkuat pelukannya terhadap Glorria, Bastev hatinya sudah kembali seperti waktu itu berdetak kencang tidak karuan.Tubuh Bastev dan Glorria yang sudah menempel seperti prangko, Bastev mencium wangi hembusan nafas Glorria yang mendidihi tubuhnya.


"Cepat tangkap perempun itu!!" Teriakkan Aubert membuyarkan lamunan Bastev dan Glorria, yang terbawa suasana perasaan mereka masing-masing yang sangat sulit diartikan. Dengan cepat Glorriapun menonjolkan kepelan tangannya tepat dibagian hidung mancung Bastev, hingga akhirnya Bastevpun melepaskan dekapannya.


Glorria ia segera berdiri dan kembali berlari meninggalkan Bastev yang masih terlentang dilantai, sambil memegangi hidungnya yang berdarah karena tonjokan dari Glorria, Bastev menatap kepergian Glorria yang sudah menghilang dari pandangannya. Para anak buah Bastevpun segera membantu Bastev untuk bangun, "tuan apa anda tidak apa-apa?" Tanya Dezi, yang menghampiri Bastev dan memberikan saputangan untuk mengelap darah dari hidung mancung Bastev.


Bastev masih menggenggam sapu tangan milik Glorria, yang tadi digunakan oleh Glorria "gadis cantik itu lagi, siapa dia sebenarnya kenapa dia ada disini dan kenapa juga hati ini sepertinya tidak asing dengan kedua mata indah itu" kata hati Bastev terus bertanya-tanya dengan sosok Glorria.


Bastev dia belum mengetahui keadaan didalam markas dan Aubert seperti apa, "tuan keadaan didalam sudah hancur perbuatan perempuan tadi, begitupun dengan tuan besar dia terluka dibagian wajah dan lehernya" tutur Dezi memberitahukan Bastev dengan kejadian yang ada didalam markas.


Bastev yang baru tersadar dengan keberadaan ayahnya, diapun segera berlari masuk kedalam markas untuk memastikan keadaan Aubert, seperti yang dikatakan oleh para anak buahnya. Bastev menghampiri Aubert yang sedang diobati oleh para anak buahnya, "Daddy apa yang terjadi?" Tanya Bastev kebiasaan, Bastev begitu syhok saat dia melihat seluruh anak buah ayahnya sudah sudah tergeletak tidak bergerak lagi.


"Entah lah Bastev Daddy juga tidak siapa perempuan itu, kenapa secara tiba-tiba dia menyerang markas kita" jawab balik Aubert sambil meringis, "Dezi coba kau cek semua berkas-berkas berharga dimarkas ini apa ada yang bilang, mungkin saja perempuan itu salah satu komplotan pencuri atau penyelundup" ujar Bastev

__ADS_1


Sedangkan beberapa anak buah Bastev terus mengejar Glorria, dan mereka juga menggunakan sepeda motor mereka untuk mengejar Glorria yang sudah berhasil keluar dari wilayah markas Aubert.


__ADS_2