
Deborah, ia mencoba bertanya kepada para asisten yang menghantarkan pakaian dan makanan untuknya, ia mencoba bertanya kepada para asisten tersebut, namun para asisten Zaidan tak ada yang menjawab dengan pertanyaan Deborah kepada mereka.
Tanpa ambil pusing Deborah pun mengehentikan pertanyaannya, karena percuma saja semua pertanyaan tidak mendapatkan jawaban. Ketika malam tiba Deborah pun sudah tertidur lelap di dalam kamar Zaidan, tanpa ia ketahui jika Zaidan telah masuk kedalam kamar yang di tempati oleh Deborah saat ini. Tanpa sepengetahuan Deborah, Zaidan naik keatas ranjang dan mendekati Deborah yang sedang tertidur lelap, hasrat Zaidan mulai naik saat ia melihat belahan dada Deborah yang terlihat begitu mulus dan montok. Karena Deborah tidur hanya mengenakan pakaian dalam saja dan itu sudah menjadi kebiasaannya ketika di rumah.
Zaidan terus menatap tajam bagian dada Deborah, yang begitu menggiurkan dan menggoda Zaidan tersenyum miring.
Tiba-tiba tubuh mulus Deborah bergerak, namun tiba-tiba Deborah membuka kedua matanya, saat ia mencium wangi parfum yang begitu wangi. Saat Deborah membuka kedua matanya ia tersentak kaget karena di sampingnya sudah ada seorang pria, dengan perawakan kekar dan wajah tampannya yang jelas dia kenalinya, saat Deborah membuka mulutnya ia ingin berteriak.
Namun dengan cepat Zaidan membekap mulut kecil Deborah, sehingga membuat teriakan Deborah tertahan. Hasrat Zaidan semakin menggebu-gebu disaat tubuh Deborah memberontak, dengan cepat Zaidan membuka kedua kaki Deborah lebar-lebar, dan ia segera menarik kasar pakaian dalam milik Deborah, hingga terlepas semua dan kini tubuh Deborah sudah tak tertutup oleh sehelai benangpun. Dengan cepat Zaidan membuka celana boxer yang ia kenakan, dan ia segera mengarahkan senjatanya kebagian kue donat milik Deborah.
Zaidan terus meremas kedua pepaya gantung Deborah yang besar dan montok, tubuh Deborah terus memberontak, namun dengan cepat Zaidan mencium bibir kecil Deborah dan **********, sedangkan sebelah tangan Zaidan mencengkram kedua tangan Deborah dengan begitu kuat.
"Zaidan!!!!"
Pekik Deborah, terhenti karena Zaidan menggigit bibir Deborah. "AWWWW!!!" Deborah kembali berteriak karena kesakitan bibirnya di gigit oleh Zaidan, hingga mengeluarkan darah. Kedua kaki Zaidan sudah berada di tengah-tengah kedua kaki Deborah. Plakk.. Plakk.. Plakk.
Zaidan, dengan sadisnya dia melayangkan beberapa tamparan di wajah cantik Deborah, bahkan dia juga memojok dada Deborah hingga membuat Deborah merasakan sesak dan lemas.
Hingga tubuh Deborah yang tadinya memberontak seketia terdiam, karena ia sudah kehabisan tenaganya untuk melawan tenaga Zaidan yang sudah membabi-buta, Deborah sudah sangat lelah dan kehabisan tenaganya. Zaidan terus memainkan bibirnya dan sesekali ia ******* bibir yang sudah mengeluarkan darah, Deborah ia hanya bisa pasrah dengan apa yang sedang di alaminya.
Tanpa disadari kedua kaki Deborah sudah terbuka lebar, meskipun Zaidan terus memberikan pemanasan tapi Deborah tidak bisa menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Zaidan. Wajah Zaidan yang sudah di kenali oleh Deborah, Zaidan malah memperlakukan Deborah dengan begitu kasar layaknya sedang menyiksa seekor hewan.
Bahkan kini Zaidan telah mengikat kedua tangan Deborah keatas tempat tidurnya, setelah mengikat kedua tangan Deborah dengan kuat. Zaidan mulai melancarkan aksinya dia mengarahkan senjatanya di bagian kue donat Deborah, meskipun agak sedikit kesulitan, namun akhirnya senjata Zaidan berhasil masuk semua kedalam bagian kue donat Deborah.
Membuat Deborah melenguh dan menangis menahan rasa sakit, rudal milik Zaidan sudah ambles seutuhnya kedalam kue donat Deborah. Dengan brutalnya Zaidan terus menggoyangkan bokongnya dengan ritme yang tak beraturan, Deborah sama sekali tidak bisa menikmati dia malah merasakan sakit yang begitu luar biasa.
"Hentakan Zaidan, aku mohon padamu tolong hentikan hikss hiksss." Rintih Deborah dengan iba, namun sayang Zaidan malah semakin beringas dan dia malah menyumpal mulut Deborah dengan pakaian dalam milik Deborah.
Zaidan pun semakin mempercepat ritme goyangannya semakin cepat dan cepat, ia mengeluarkan lahar panasnya didalam rahim Deborah, dan akhirnya tubuh Zaidan ambruk disamping Deborah dengan nafas yang tersengal-sengal. Sedangkan Deborah dia tidak berhenti menangis, meratapi kemalangan nasibnya.
"Rupanya kau menikmatinya perempuan ****** hahaha." Ucap Zaidan sambil terkekeh dan menatap Deborah dengan tatapan sinisnya.
Deborah dia menggelengkan kepalanya, karena dia sangat terkejut mendengar perkataan Zaidan terhadapnya. Deborah ia berusaha meraih selimut yang ada di sampingnya, dengan kedua kakinya karena kedua tangannya masih terikat.
__ADS_1
Zaidan, dia menarik pakaian dalam Deborah dari mulut Deborah, "maksud kau apa Zaidan! apa tujuanmu melakukan ini semua kau menyekapku dikamar ini dan kau merenggut kegadisanku. Setelah itu dengan seenaknya kau berbicara kasar kepadaku salahku apa Zaidan!!" Teriak Deborah dengan Isak tangisnya.
Zaidan, dia bangkit dari samping Deborah dengan begitu santai ia kembali mengenakan pakaiannya dan celana boxernya, "kau pura-pura tidak tahu atau memang sengaja, kau adalah seorang anak pembunuh! Apa kau sudah tahu itu" bentak Zaidan dengan nada penuh emosi.
Deg..
Hati Deborah sangat sakit mendengar kata-kata Zaidan. Zaidan melepaskan ikatan tangan Deborah, dan dia segera pergi keluar dari dalam kamar meninggalkan Deborah begitu saja.
Di malam hari Glorria dan Bastev baru tiba di Paris, kedatangan Glorria disambut oleh tangisan Annabella. Membuat Glorria tak bisa sabar ingin segera mencari tahu siapa yang sudah berani menculik adik semata wayangnya Deborah.
"Louis cepat perlihatkan rekaman CCTV hari terakhir Deborah." Pinta Glorria kepada Louis,
dengan cepat Louis pun segera pergi keruang monitor untuk melacak hasil rekaman CCTV hari terakhir, dimana Deborah berada yang telah didapatkan dari pihak kampusnya Deborah berkuliah.
Glorria yang ikut keruangan monitor bersama dengan Louis, ia terdiam sambil menatap kearah layar monitor dengan begitu jeli, dia terus memperhatikan gerak-gerik orang-orang yang berlalu lalang didalam kampus Deborah. "Oke aku sudah menemukan mereka kita berangkat malam ini juga, ke Sepanyol." ucap Glorria sambil kembli berjalan keluar, dengan begitu cepat ia menghampiri Annabella dan Alexander, beserta para Uncle-unclenya dan juga Bastev. "Aunty Mammy Daddy Uncle Dallen, malam ini aku akan berangkat ke Sepanyol semoga aku bisa membawa pulang Deborah adikku."
Dezi dan Louis dengan cepat mereka mempersiapkan penerbangan Glorria menuju Sepanyol. Drak dan Dallen mereka sengaja tidak ikut karena di rumah harus menjaga Annabella dan Alexander serta Sander, Glorria dia tidak memebawa para anak buahnya ia berangkat hanya di temani Bastev, Dezi dan Louis.
Setelah menempuh beberapa jam dalam perjalanan, akhirnya mereka pun kini sudah berada di dalam pesawat Jet nya menuju Sepanyol.
Dengan keadaan wajah Deborah, yang sudah babak belur oleh Zaidan, tubuh Deborah terkapar di bawah ranjang dengan pakaian yang sudah robek-robek berantakan tidak beraturan lagi. Zaidan terus menyiksa Deborah karena Debora memberi perlawanan terhadap Zaidan.
Dengan di penuhi hasratnya Zaidan menaiki tubuh Deborah, dan ia melakukannya dengan begitu kasar, sehingga Deborah merintih kesakitan. "Tolong lepaskan aku Zaidan tolong hiksss.. Hiksss.." rintih Deborah memelas
Deborah terus menangis. Dan merintih kesakitan, setelah selesai melakukan aksi bejatnya Zaidan menendang bokong dan tubuh Deborah, yang sudah lemah dengan darah keluar dari hidung dan mulut Deborah.
Sebelum Zaidan beranjak meninggalkan Deborah, berkali-kali Zaidan meludahi tubuh dan wajah Deborah. Dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya Deborah berusaha bangkit dan bangunan, dengan tertatih-tatih Deborah berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Namun kali ini ada yang berbeda para asisten Zaidan tak ada yang mengantarkan pakaian atau makanan kedalam kamar dimana Deborah di dekap, padahal perut Deborah sudah sangat lapar karena sudah hampir dua hari dia tidak di beri makan.
Deborah menahan rasa laparnya, karena sudah hampir dua hari Deborah, tidak di berikan makan oleh Zaidan.
Zaidan yang memiliki sifat psikopat baru terlihat sekarang, terkadang ia baik dan akan memperlakukan orang terdekatnya dengan begitu baik. Deborah yang merasakan perih di bagian perutnya akibat lapar, terpaksa ia menenggak air keran yang ada didalam kamar mandi.
kembali lagi ke Glorria. Siang hari tiba Glorria dan Bastev, serta Louis dan Dezi, kini mereka telah sampai di kediaman Bastev yang berada di Spanyol peninggalan Aubert ayahnya. Dengan di lengkapi para anak buah yang lumayan banyak. "Glorria sayang, kenapa kamu begitu yakin dengan orang yang sudah menculik Deborah itu adalah orang-orang Sepanyol?" Tanya Bastev penasaran.
__ADS_1
"Sudah kau tidak perlu banyak bertanya, kau akan lihat nanati siapa yang sudah berani menculik adikku Deborah." Jawab Glorria dengan singkat.
Bastev pun terdiam dengan apa yang di katakan oleh Glorria, karena Bastev sudah faham betul dengan karakter istrinya Glorria, yang tidak bisa di ganggu jika dia sedang fokus dengan masalahnya.
Tiba-tiba ponsel Bastev berdering, dan ternyata yang menelpon adalah Zaidan sahabatnya. Glorria, dia yang melihat ada panggilan masuk kedalam ponsel Bastev menutup mulutnya dengan satu jari, tandanya jangan sampai Zaidan mengetahui keberadaan Bastev dan dirinya saat ini, jika mereka sedang berada di Spanyol.
Bastev pun menganggukkan kepalanya dan ia meloudspeaker ponselnya, agar Glorria bisa mendengar pembicaraan mereka.
"Hallo Bastev, sahabatku bagaimana dengan keadaan kalian, bagaimana dengan bulan madu kalian?" Tanya Zaidan lewat sambungan telponnya.
"Keadaan kami baik-baik saja Zaidan, owh iya bagaimana denganmu?" Tanya balik Bastev dengan singkat
"Seperti yang kau ketahui Bastev, kalau aku sibuk dengan pekerjaanku haha, tapi saat ini aku sedang berlibur di Spanyol" ucap Zaidan sambil tertawa kecil.
Deg..
Hati Glorria seperti mengetahui sesuatu dengan apa yang di sembunyikan oleh Zaidan, Glorria ia kemabli menyuruh Bastev untuk melanjutkan pembicaraannya dengan Zaidan.
Bastev pun kembali mengangukan kepalanya. "Mantap sekali kau bisa berlibur ke Spanyol, apa ada wanita cantik yang sedang kau incar di Spanyol kawan." Tanya Bastev berbasa-basi.
"Hahaha kau tahu saja Bastev, apa kesukaanku."
Tanpa di sadari Zaidan menelpon sambil berjalan masuk kedalam kamar di mana Deborah di kurungnya.
Zaidan menatap tajam Deborah, dengan tatapan yang begitu menakutkan, ia berjalan dan tiba-tiba menjambak rambut Deborah dengan begitu kencang.
"Awwww!!!! Sakit Hikssss Hiksss.."
Glorria tersentak kaget saat ia mendengar ada suara teriakan seorang perempuan yang begitu dia kenalinya, "Hallo Zaidan apa kau masih disana?" Tanya Bastev, karena secara tiba-tiba Zaidan terdiam.
"Ya Bastev sahabatku aku masih mendengarkanmu." jawab Zaidan
Glorria dia berusaha menahan rasa emosinya agar Bastev bisa mengorek informasi dari Zaidan, yang saat ini sedang mereka curiganya.
__ADS_1
Glorria kembali memberikan kode kepada Bastev, agar melanjutkan pembicaraannya dengan Zaidan lebih panjang lagi. Bastev pun kembali mencari celah agar Zaidan tidak mencurigai dirinya, dan tidak cepat-cepat menutup sambungan telepon mereka.