KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Perempuan menyedihkan


__ADS_3

Glorria hanya tersenyum mendengar celotehan Annabella putri semata wayangnya.


Setelah selesai menghabiskan makanan nya ketiga kurcaci kembali berhamburan kearah luar, "Darren, Aiden bagaimana kalau main petak umpet saja yuk" ajak Annabella,


"baiklah siapa yang bagian jaga?" Tanya Darren.


"Bagaimana kalau kamu Annabella yang bagian jaga, aku dan Darren yang sembunyi." Ucap Annabella.


"Baiklah tapi jangan jauh-jauh sembunyi nya" dengan serentak Darren dan Aiden menjawab, keduanya berhaburan mencari tempat untuk bersembunyi yang tak dapat diketahui oleh Annabella.


Annabella dia membungkuk ke dinding dengan menutup wajahnya, dia terus


menghitung satu sampai sepuluh, setelah selesai berhitung Annabella mulai menajamkan penglihatan dan pendengarannya. Ia tak beranjak dari tempatnya, Annabella terus memperhatikan pelataran rumah yang cukup besar sesekali ia mengintip kearah luar gerbang yang tak dijaga oleh siapapun.


"Haa itu dia pasti Darren" gumam Annabella sambil membuka pintu gerbang yang tak terkunci ia berjalan dengan mengendap-ngendap kearah sebrang jalan, karena ia melihat seorang anak kecil yang sedang berjalan dengan mengenakan pakaian berwarna biru muda, yang sama seperti pakaian Darren.


Dengan begitu cepat Annabella berlari dan mengejar anak kecil yang sedang di tuntun oleh ibunya, dan anak itu sepantaran dengan Darren hingga membuat Annabella sulit untuk membedakan antara saudaranya atau bukan dari jarak yang agak jauh. "Darren! tunggu jangan pergi dengan orang itu Darren!" Annabella terus berlari dan berteriak, tanpa ia sadari jika ia sedang menyebrangi jalan besar.


SREETTTTT.. JEGERRRR...


"Akwwww!!"


Bastev yang mengendarai mobil di jalan besar tersebut, dia tersentak kaget karena Bastev telah menabrak seorang anak keci, dengan serentak Bastev menginjak rem mobilnya. Dengan cepat Dezi keluar dan berlari kearah depan mobil dan melihatnya. Benar saja jika Bastev telah menabrak anak kecil, yang sudah bersimbah darah di bagian wajahnya.


"Cepat angkat Dezi kita harus segera bawa anak ini kerumah sakit! YaTuhan ada apa denganku selamat gadis kecil ini kasihan sekali dia." Bastev terus berbicara sendiri dan kembali melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, karena ia takut jika gadis kecil yang ia tabraknya tak bisa diselamatkan.


"Annabella! Tidakkkkk Mammy tolong Annabella, Mammy---Mammy.!!!" Teriakan Aiden dan Darren membuat ketiga ibu-ibunya keluar dan berlari, begitupun dengan Arno mereka begitu panik mendengar suara putra mereka berteriak dengan begitu kencang "Mammy cepat cepat! tolong Annabella dia telah bawa masuk kedalam mobil warna merah oleh orang asing Mammy.. cepat tolong Annabella Hiksss Hikssss" teriak Darren dan Aiden dengan terisak tangisnya.


"Uncle Grandpa! cepat kejar Annabella Uncle Grandpa"


Darren dan Aiden terus menangis dan berteriak histeris sambil mengunjuk kearah mobil yang sudah pergi.


Tanpa pikir panjang lagi Glorria langsung menarik sepeda motornya, dan ia segera menaikinya. Glorria segera menacapkan gas motornya dengan kecepatan tinggi, Arno dan Alice serta Alma dan anak-anak mereka segera mengejar Glorria dengan menggunakan mobil yang Arno bawanya. Glorria dia terus mencari mobil berwarna merah, seperti yang dikatakan oleh Darren dan Aiden dia kembali menambah kecepatan sepeda motornya.

__ADS_1


"Cepat tuan Bastev gadis ini." Pekik Dezi yang menggendong tubuh mungil Annabella dia begitu panik saat melihat mulut Annabella terus terbuka, dan seperti akan berbicara namun tak mengeluarkan suaranya. Bastev kembali menambah kecepatan mobilnya hingga melesat begitu cepat, dan akhirnya mereka telah tiba dirumah sakit terbesar di Belanda.


Bastev segera keluar terlebih dulu dengan menggendong tubuh mungil Glorria, dan membawanya masuk kedalam rumah sakit. Dezi berlari lebih dulu untuk meminta bantuan para suster dirumah sakit tersebut.


Sedangkan Glorria yang sudah bisa bisa melihat mobil merah yang di katakan oleh kedua putra susunya, ia terus mengikuti mobil berwarna merah dari jarak agak jauh, karena Glorria takut jika kemunculannya akan diketahui oleh pemilik mobil.


Namun saat mobil warna merah itu berbelok dan memasuki rumah sakit, hati Glorria semakin panik dan mulai mempercepat laju motornya. Pandangan Glorria tak lepas dari perhatian orang-orang yang mengendarai mobil di jalanan, karena mengendarai sepeda motornya dengan posisi lawan arah.


Namun saat ia baru saja memasuki palang pintu rumah sakit ia begitu terkejut, saat melihat tubuh putrinya digendong oleh seorang pria dan dibawa masuk kedalam rumah sakit.


Dengan cepat Glorria memarkirkan motornya dan ia berlari mengejar pria-pria yang telah membawa putri semata wayangnya, dengan begitu cepatnya Glorria berlari dan masuk kedalam rumah sakit dan ia terus memperhatikan orang-orang yang ada didalam rumah sakit tersebut.


Tidak lama kemudian Glorriapun sudah biasa melihat kedua pria yang telah membawa Annabella putrinya, kedua pria itu sedang berdiri di depan ruang ICU dengan posisi membelakanginya.


"Siattt!!" Bughhh.. Bughh.. Bughhh..


"Apa yang sudah kalian lakukan terhadap putriku brengsek!" Seru Glorria dengan kedua tangannya terus dia hantamkan kearah kedua pria yang membungkuk.


Dengan cepat Glorria menarik tubuh salah seorang pria yang belum diketahuinya, dan dengan membabi buta Glorria terus menghajarnya sampai babak belur. "Glorria! hentikan Glorria ini aku Glorria!"


Seketika Glorria menghentikan pukulannya terhadap pria yang memanggil dirinya, yang tidak lain pria itu adalah Bastev suaminya, karena ia benar-benar tidak yakin dengan apa yang dilihatnya.


Bastev langsung mengelus lembut wajah cantik Glorria istrinya, dan ia menariknya tubuh Glorria kedalam pelukannya. Bastev memeluk Glorria dengan erat namun tidak dengan Glorria, dia masih terperangah dengan keberadaan Bastev yang ada dihadapannya.


Glorria menatap tajam kearah Bastev yang masih memeluk dirinya sembari menangis, "Bastev!" Panggil Glorria dengan kedua matanya sudah penuh oleh buliran bening yang siap untuk tumpah. Setelah merasa yakin jika pria tampan yang ada di hadapannya adalah Bastev, dengan cepat Glorria pun segera memeluk balik Bastev. Keduanya berpelukan mereka hanyut dalam rasa rindu mereka yang telah lama terpendam.


Tapi tiba-tiba Glorria kembli tersadar dengan Annabella gadis kecilnya, Annabella pun langsung mendorong tubuh Bastev dari pelukannya "dimana putriku kalian bawa kemana dia cepet katakan apa yang terjadi dengannya?!" Teriak Glorria.


Bastev dan Dezi saling tatap mereka tak percaya jika gadis kecil yang di tabrak oleh Bastev tadi adalah anaknya sendiri. "Maksud kamu apa Glorria? Kalau gadis kecil yang mengenakan pakaian biru itu putri kita? Pekik Bastev setengah tidak percaya, Glorria menganggukkan kepalanya.


"Dimana dia sekarang? Kenapa kalian membawanya kerumah sakit apa yang telah kalian lakukan padanya?" Seru Glorria.


Seketika tubuh Bastev lemas bagaikan tak bertulang ia benar-benar tak sengaja melakukan, Bastev menjatuhkan tubuhnya dengan tangisannya pun pecah. Dezi dia berjalan mendekati Glorria, dan ia menceritakan kejadian yang telah menimpa Annabella tadi kenapa dia sampai membawa Annabella kerumah sakit itu.

__ADS_1


Glorria, seketika wajahnya berubah memerah penuh amarah, Glorria langsung


menarik kerah baju Bastev dengan begitu kuatnya, saat ia mengetahui jika Bastev telah menabrak Annabella putrinya. "Bastev!!! Jika terjadi sesuatu kepada putriku aku akan membunuhmu!! Aku tidak bisa memaafkan mu Bastev" seru Glorria penuh kekecewaan.


Kedua tangan Glorria bergetar dan kedua matanya berkaca-kaca ia begitu ketakutan akan terjadi hal buruk kepada putrinya Annabella, Dezi yang melihat ekspresi kemarahan Glorria begitu terkejut, karena Glorria yang sekarang benar-benar sudah berubah.


Tidak berselang lama akhirnya para dokterpun mempersilahkan Glorria dan Bastev untuk melihat Annabella, yang masih terbaring lemah di atas hospital bed, dan masih tak sadarkan diri.


"Dokter bagaimana dengan keadaan putri saya dokter?" Tanya Glorria.


"Kami mohon maaf karena kami harus mengambil tindakan terhadap putri anda, dan melakukan operasi dibagian kepalanya karena terdapat gumpalan darah dibagian otaknya, untuk sementara waktu putri anda masih dalam keadaan tidak sadarkan diri karena efek obat bius, tapi semuanya baik-baik saja dan berjalan lancar." Tutur sang dokter.


Setelah mendengar penuturan dari dokter Glorria dan Bastev pun segera masuk kedalam ruangan Annabella, hati Bastev begitu sakit saat ia melihat alat-alat yang menempel ditubuh mungil putrinya yang baru ia lihatnya.


"Putri cantik Daddy, bangunlah sayang ini Daddy nak ada disini disampingmu, bukalah matamu putrikuĀ  apa kau tidak merindukan Daddymu ini" keluh Bastev sambil mengelus tangan Annabella.


"Awas kau Bastev jangan dekat-dekat dengan putriku, kau seorang ayah yang begitu teganya mencelakai anaknya sendiri Hikssss." Sentak Glorria sambil menangis sesenggukan.


"Maafkan aku Annabella aku benar-benar tidak sengaja telah menabraknya, tolong mengerti Annabella ini bukan kemauanku jangan hukum aku lagi Annabella mohon kepadamu Annabella.. hiksss hiksss." Sahut Bastev dengan memelas.


Tiba-tiba Arno dan Alma serta Alice dan dua kurcaci datang dengan tergopoh-gopoh.


Ke-dua kurcaci hanya bisa melihat pahlawannya dari kaca, karena anak kecil tidak di perbolehkan masuk. "Aiden lihatlah pahlawan kita itu semua gara-gara kita sudah mengajaknya main petak umpet Aiden." Rutuk Darren.


"Iya Darren, kita salah besar sudah membuat pahlawan kita terluka Hikssss Hiksss.." Darren dan Aiden menangis melihat keadaan adik susunya terbaring lemah dengan perban di bagian kepala Annabella


"Mammy apa boleh kami masuk kedalam?" Tanya keduanya kepada ibu-ibu mereka.


Glorria pun berjalan keluar dari ruangan Annabella, dan membawa Darren dan Aiden untuk bertemu dengan Annabella.


Sedangkan Bastev, ia enggan beranjak dari duduknya di samping Annabella ia terus menggenggam erat tangan mungil Annabella.


Kedua kurcaci menghampiri Annabella yang masih terbaring lemah. "Maaf Uncle aku mau berbicara dengan pahlawanku jangan diam disitu Uncle." Ucap Darren dan Aiden menegur Bastev, yang masih terdiam disamping ranjang Annabella.

__ADS_1


Kedua kurcaci Johanes dan Drak begitu berani meminta Bastev untuk minggir dari samping Annabella. Mau tidak mau Bastev pun bangkit dari duduknya dan ia agak sedikit menjauh dari ranjang Annabella putrinya.


"Annabella pahlawanku apa kamu mendengarkan kami? Kami ingin meminta maaf kepadamu Annabella, karena kami gagal untuk menjadi pelindungmu, kami siap menerima hukuman darimu Annabella asalkan kamu sehat lagi seperti tadi." Darren dan Aiden terus berceloteh disamping Annabella yang masih menutup kedua matanya.


__ADS_2