
Aiken dan Arno begitu juga dengan Maicon yang kini sudah berada di kediaman Glorria, mereka sangat terharu saat melihat Glorria yang sudah tumbuh dewasa dan cantik melebihi Annabella.
"Kakak cantikku!! kakak cantikku aku ingin memberikan kejutan untukmu aku punya sesuatu!" teriakan Deborah terhenti karena ia melihat ada tiga orang pria yang begitu lusuh dengan kondisinya.
Deborah yang baru saja pulang dari sekolahnya, Iya menghampiri ke arah kakaknya Glorria "kakak cantikku, mereka itu siapa? kenapa kakak membawanya ke rumah ini apa mereka orang penting?" Tanya Deborah kepada Glorria kakaknya.
"Adikku Deborah, kenalkan ini Grandpa kakek dari dari Daddy kita, sedangkan ini Uncle besar dan uncle kecil mereka adalah sahabat Grandpa" jawab Glorria memperkenalkan Maicon dan Aiken serta Arno kepada Deborah.
Maicon yang baru pertama kalinya melihat Deborah, dia meneteskan air matanya karena saat hari terakhir perpisahan Maicon dengan Annabella dan juga Alexander, Deborah masih berada di dalam kandungan Annabella.
"Oh cucuku kemarilah putri cantikku, kalian sungguh luar biasa, Grandpa sangat bangga kepada kalian berdua nak" ucap Maicon sambil memeluk erat tubuh Deborah, Deborah yang sudah diberitahukan Glorria diapun langsung merangkul kakeknya.
Deborah ia tak enggan untuk ikut memeluk kakeknya Maicon, yang sangat lusuh dan kotor dengan kondisi tubuhnya.
"Grandpa jangan bersedih sekarang kita sudah berkumpul bersama kakak cantik dan juga Uncle coklat dan uncle mancung" ucap Deborah
Maicon dia hanya tersenyum mendengar sebutan coklat dan mancung, ia sudah tak heran dengan kedua cucunya yang memanggil para ajudannya dengan sebutan keinginan mereka masing-masing.
"Baiklah Grandpa dan juga Uncle Uncle, sebaiknya sekarang kalian naik ke lantai atas, masih ada kamar kosong di sana dan bersihkanlah diri kalian nanti kita akan makan bersama-sama" ucap Glorria, sambil memanggil para asistennya untuk mengantarkan Maicon dan juga kedua Unclenya menuju kamar mereka.
__ADS_1
Glorria meminta kedua Unclenya dan juga kakeknya untuk membersihkan diri mereka terlebih dahulu, yang sudah disiapkan oleh Glorria, Maicon dan kedua Uncle Glorriapun hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan oleh Glorria, Maicon yang sudah sangat rentan, Ia pun berjalan naik ke lantai atas dengan dibantu oleh Aiken dan juga Arno dan diantarkan oleh para asisten untuk naik kelantai atas.
"Kakak cantik apa yang sebenarnya terjadi dengan Grandpa, Mammy dan juga Daddy? di mana mereka sekarang?" Tanya Deborah penasaran, dan dia masih bingung dimana kedua orangtuanya, Deborah ia mulai mempertanyakan keberadaan kedua orang tuanya yaitu Annabella dan Alexander.
"Adikku sayang suatu saat nanti kau akan mengerti, Mammy dan Deddy pasti akan kembali, kakak berjanji kepadamu, kakak akan membawa mereka kembali bersama kita" jawab Glorria dengan mengelus kepala adik semata wayangnya, tak terasa hari sudah mulai petang namun Maicon dan kedua Uncle Glorria belum juga keluar dari kamar mereka.
Tak lama kemudian Drak dan Dallenpun tiba di kediaman Glorria, setelah seharian penuh mereka melakukan pekerjaannya.
"Nona besar kami ingin bicara sesuatu, menyangkut bisnis kita nona" Drak mengajak Glorria berbicara.
Akhirnya Glorriapun masuk ke dalam ruangan khususnya, yang diikuti oleh Drak dan juga Dallen "nona besar salah satu partner kita menginginkan pertemuan dengan pemilik persenjataan kita, begitupun juga dengan salah satu partner heroin kita, mereka ingin bekerja sama dan mengadakan pertemuan untuk pengelolaan bisnis kita"
Akhirnya Dallen dan juga Drakpun keluar dari ruangan Glorria, Drak dan Dallen tak mengetahui apa yang sedang dipikirkan Glorria dan tujuan apa untuk mengumpulkan para anak buahnya, mereka hanya menuruti perintah yang diberikan oleh Glorria kepada mereka.
Tak lama kemudian Drakpun kembali memberitahukan Glorria, jika para anak buahnya sudah berkumpul di lapangan khusus.
Glorriapun segera berjalan menuju lapangan tersebut, dan ia berjalan memutar-mutari satu persatu para anak buahnya. Glorria ia menatap dan memperhatikan satau persatu para pria yang berperawakan tinggi tegap, membuat para anak buah Glorria terkesima melihat paras cantik Glorria yang begitu anggun tak membosankan jika dipandang.
Glorria menarik empat orang anak buahnya yang berperawakan tinggi besar dan juga sudah agak berumur, "kalian berempat ikut denganku, yang lainnya silahkan kembali ketempat kalian masing-masing" tutur Glorria
__ADS_1
"Dallen apa kau merasakan sesuatu sepertiku? Dallen dia hanya terdiam mendengar Drak yang mengajaknya bicara, "coba kau lihat Dallen apa yang dilakukan nona besar, coba lihatlah para anak buah kita semuanya memakai pakaian pink dan kuning" celoteh Drak
"Sudah diam kau Drak, jangan terlalu banyak protes, itu semua memang ada baiknya jika para pengawal itu tidak harus menonjolkan siapa dirinya, menurutku itu sah-sah saja dan sangat bagus agar mereka bisa mengelabuhi para musuhnya" jawab Dallen kepada Drak, yang tak berhenti terus mempertanyakan sesuatu yang tak penting.
Karena Drak melihat para anak buah Glorria memakai pakaian warna warni, Drakpun kembali terdiam dengan pertanyaannya yang telah dijawab oleh Drak.
"Uncle bawa mereka berempat kedalam markas" Glorriapun berjalan menuju markasnya yang tak begitu jauh dari lapangan tersebut. Akhirnya Drak dan Dallenpun membawa keempat anak buah yang telah dipilih oleh Glorria sendiri.
Keempat anak buah Glorria sudah dibawa masuk oleh Dallen dan Drak, keempat anak buah Glorria sangat ketakutan, karena mereka pikir mereka akan ditembak mati oleh Glorria. Meskipun mereka tak mengetahui kesalahan mereka, keempat wajah anak buah Glorria terlihat pucat pasi seperti ikan mujaer yang di pepes.
Sesampainya di dalam markas, keempat anak buah Glorriapun berbaris dengan wajah pucat mereka, yang disertai keringat bercucuran dari tubuh mereka masing-masing.
"Hey kenapa kalian pucat sekali? apa kalian pikir aku akan menembak kalian" tanpa diberi tahu Glorria sudah bisa menebak isi pikiran keempat anak buahnya. "Tenangkan pikiran kalian, aku tidak mungkin menembak kalian tanpa kesalahan ingat itu, aku hanya akan memberikan tugas kepada kalian untuk besok malam, kalian lakukan tugas ini semaksimal mungkin, dan jangan sampai pihak lawan mencurigai kalian faham, untuk malam ini kalian belajarlah lebih banyak dan pahami pembicaraan nanti ketika akan berhadapan dengan partnerku mengerti?" ucap Glorria
"Mengerti nona besar, kami akan melakukannya semaksimal mungkin, semoga kami berhasil" jawab para anak buah Glorria dengan serentak.
Glorria ia melihat kearah anak buahnya dan mengangkat jempolnya, menandakan jika ia setuju atas semua jawaban para anak buahnya. Keempat pria yang telah dipilih Glorriapun langsung mendapat pengarahan dari orang khusus suruhan Glorria, untuk mengajarkan mereka cara berbicara saat berhadapan dengan rekan bisnis Glorria.
Akhirnya Glorriapun kembali keluar dengan mengajak kedua Unclenya, untuk menemui kakeknya dan juga Aiken dan Arno.
__ADS_1