KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
peperangan dimulai


__ADS_3

Keesokan harinya dikediaman Glorria sudah sangat ramai, Annabella dan Darren serta Aiden sudah bersiap-siap untuk keberangkatan mereka menuju Australia.


"Jaga dirimu baik-baik putri cantik Daddy, ingat jangan pernah pergi tanpa kakak-kakakmu Darren dan Aiden mengerti" ucap Bastev dia terus memperingati anak gadisnya.


"Iya Daddy aku akan selalu pergi bersama mereka, Daddy jangan khawatirkan aku. Aku pasti akan baik-baik saja disana" jawab balik Annabella.


Bastev dia memeluk erat putri kesayangannya Annabella yang tak bisa melihat. Sebenarnya hati Bastev begitu berat untuk melepaskan putri semata wayangnya, karena harus jauh dari pantauannya.


Tapi demi kebaikan keluarganya Bastev terpaksa mengizinkan Annabella putrinya untuk pergi ke Australia, demi cita-cita dan mimpi Annabella dan kedua anak-anak angkatnya.


Glorria dia menatap tajam wajah cantik putrinya, hatinya begitu sedih karena gadis kecilnya masih tak bisa melihat dunia. Dan sekarang dia harus terpisah dari keluarganya, Glorria terpaksa menjauhkan semua anak-anaknya demi keselamatan mereka.


"Hallo Mammy, kenapa Mammy bersedih apa aku melakukan kesalahan kepadamu Mammy?" Tanya Annabella tebakan nya tepat sasaran, meskipun dia tidak bisa melihat tapi Annabella bisa merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Glorria ibunya saat ini. "Halo Mammy, kenapa diam saja?" Tanya lagi Annabella.


"Tentu Mammy sedih sayang, karena Mammy terharu jika gadis kecilku akan pergi jauh dari rumah ini dan Mammy, dan hari-hari Mammy pasti akan sangat kesepian dan merindukanmu" jawab balik Glorria sambil mencubit hidung mancung Annabella.


"Aku tidak meninggalkanmu Mammy, suatu saat aku pasti akan kembali. Mammy jangan bersedih nanti aku akan sering-sering menghubungi Mammy dan Daddy i love you Mamm" ucap Annabella sembari memeluk ke-duanya.


Glorria pun tidak lupa memeluk kedua jagoan Unclenya, Alice dan Alma serta Arno mereka menitikkan air matanya, karena harus berpisah dengan ketiga anak-anaknya yang selalu membuat mereka tertawa dengan tingkah nakalnya.


Baste dan Glorria mengantarkan Glorria dan Darren serta Aiden sampai didepan pintu rumah, bukan tak ingin Annabella mengantarkan anak-anaknya sampai ke Bandara. Tapi Glorria tak ingin anak-anaknya diketahui oleh siapapun, apa lagi oleh pihak musuhnya, jika mereka adalah anak-anak Glorria.


Beralih kelain cerita.


Disiang hari Nowela sudah tiba di Bandara, ia tidak mengetahui jika beberapa pengawal Althaf terus memantau pergerakannya.


Nowela yang baru saja tiba di Eropa ia disambut hangat oleh Althaf suaminya, Althaf yang merencanakan sesuatu untuk melenyapkan Nowela ia sengaja tidak memperlihatkan kemarahannya terhadap Nowela yang baru saja tiba. "Nowela sayang kamu darimana saja aku seharian mencarimu kemana-mana" tanya Althaf


"Aku habis dari rumah sahabatku anaknya sedang sakit jadi aku melihatnya." Dengan begitu gugup Nowela berbohong kepada Althaf. Althaf pun tersenyum getir karena ia sudah mengetahui apa yang sedang di sembunyikan oleh Nowela darinya, Althaf berjalan keluar meninggalkan Nowela begitu saja didalam kamarnya, tanpa memperpanjang pertanyaan.


"David ikat perempuan ****** itu dan potong kepalanya. Jika kau sudah memenggalnya buang tubuhnya diperbatasan, dan kau bawa kepalanya kehidupanku." Perintah Althaf kepada bodyguardnya David.


David pun segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Althaf kepadanya, dia segera masuk kedalam kamar Nowela dengan beberapa anak buahnya, "ikat perempuan itu cepat!" Teriak David, dengan serentak para anak buah David segera menarik kedua tangan Nowela dan mengikatnya dengan begitu kuat.


Nowela ia tersentak kaget dan terus berteriak dan meronta-ronta saat para anak buah David menutup kepala Nowela. David dan beberapa anak buahnya menyeret tubuh Nowela, dan membawanya masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Sedangkan Althaf ia segera menghubungi ketua Mafia Kanada yang dipimpin oleh Xander, "Xander bagaimana apa kau sudah siap? Dengan rencana kita tempo hari." Tanya Althaf lewat sambungan telponnya.


"Owh tentu jika perlu sekarang saja kita lakukan Althaf, tidak perlu menunggu lama-lama lagi karena kedua tanganku sudah sangat haus akan darah Althaf ha-ha-ha." Jawab balik Xander


"Baiklah kalau begitu, kau persiapkan semua anak buahmu, nanti malam kita berangkat ke Paris dan ingat kita akan menyerang dua kelompok Mafia, bukan hanya satu kelompok Mafia Bastev saja tapi kita akan menyerang kelompok Willigeria apa kau sudah tahu itu?" Tanya lagi Althaf


"Ya tentu aku sudah tahu Althaf dan aku sudah sangat siap sekali, jadi kau tak perlu mempertanyakan kesiapan ku" jawab Xander dari sebrang telpon sana.


Althaf pun segera memberikan perintah kepada para anak buah dan pengawalnya untuk bersiap-siap menuju Paris. Althaf pun tidak lupa membawa beberapa pengawal yang terlatih dalam ilmu beladiri, untuk menghadapi Bastev yang saat ini sedang berada dipuncak semua bisnisnya. Itulah sebabnya Althaf dan Xander ingin melenyapkan kelompok Bastev, karena Althaf ingin menguasai semua bisnis yang sedang dijalani Bastev, hingga menjadi incaran dunia dan kini Bastev yang telah mendapatkannya.


Satu mobil yang membawa Nowela telah tiba diperbatasan Eropa. 4 orang anak buah David terus menyeret tubuh Nowela dengan begitu kasar masuk kedalam semak-semak, sedangkan David ia mengikuti keempat anak buahnya yang sedang menyeret tubuh Nowela.


"Sudah berhenti di sini saja, kalian tinggal aku jika nanti sudah selesai giliran kalian. aku ingin menikmatinya terlebih dulu sebelum aku memenggal kepalanya." Ucap David, yang langsung dianggukan oleh keempat anak buahnya.


Keempat anak buah David pun kembali menjauh dari hadapan Nowela yang sudah terikat, dengan mulutnya yang telah dilakban dan kepalanyapun ditutup. David terus memperhatikan keempat anak buahnya yang sudah benar-benar menjauh darinya.


David dia segera membuka penutup kepala Nowela, wajah cantik Nowela sudah sangat basah dengan air matanya dan ia menggeleng-gelengkan kepalanya. David yang tadinya akan melakukan hal bejatnya terhadap Nowela, hatinya mulai terenyuh dengan tangisan Nowela.


David segera membuka lakban yang menutupi mulut Nowela. "David aku mohon jangan lakukan itu padaku David, jika kau ingin membunuhku bunuhlah aku sekarang juga, tapi kamu jangan lakukan itu biarkan aku mati dalam keadaan bersih Hikssss Hikssss..." Ujar Nowela dengan lirih.


Sekitar 2 tahun silam karena ia ingin mengetahui nama-nama kelompok Mafia yang telah membuat adiknya tewas, dan mencari kakanya yang hilang sampai saat ini. Wajah tampan David tiba-tiba memerah dan ia benar-benar malu atas apa yang akan di lakukannya.


Dengan cepat David melepaskan ikatan kedua tangan dan kaki Nowela. "Maafkan saya Nona dan cepatlah pergi dari tempat ini." Ucap David.


Nowela tersentak kaget mendengar kata-kata David, dan ia bingung ia harus pergi kemana jika seandainya melarikan diri, ia tidak tahu harus pergi kaman, Nowela pun seketika memikiran keselamatan David jika David kembali kekediaman Althaf pasti David akan dipenggal oleh Althaf.


"Bangun David kau harus ikut denganku, jika kau tidak ikut denganku makan nyawanyamu akan menjadi taruhannya. Cepat kita harus segera pergi dari sini jangan sampai anak buahmu mengetahuinya" ajak Nowela kepada David.


David kembali terdiam dengan ajakan Nowela kepadanya, yang ada benarnya juga Althaf takkan membiarkan dirinya hidup karena telah gagal membunuh Nowela.


Tanpa berpikir lagi akhirnya David pun menyetujui untuk ikut melarikan diri dengan Nowela. Kini keduanya sudah berhasil melarikan diri dari tempat semula. "Hebat juga tuan David bisa sepanjang ini durasinya.. hahaha." "Iya saya sudah tidak sabar ini ingin menikmati tubuh mulus Nona sombong itu."


"Apa tidak sebaiknya kita cek tuan David jangan-jangan dia diapa-apain lagi oleh perempuan itu" "wah benar juga idemu kalau begitu ayo kita kembali ketempat yang tadi."


Para anak buah David terus berceloteh tanpa mereka curiga jika David dan Nowela telah melarikan diri. Setelah mereka tiba dilokasi terakhir mereka meninggalkan Nowela, mereka dikejutkan dengan bekas ikatan tali dan lakban yang mengikat kedua tangan dan kaki Nowela sudah tergeletak begitu saja.

__ADS_1


"Wah gawat ini tuan David dan perempuan itu kabur." "Terus bagaimana kita sekarang apa kita akan kembali dan melaporkannya kepada bos besar kita." Tanya salah satunya.


"Tidak aku tidak mau kembali, jika kita kembali pasti kita akan ditembak mati oleh bos besar."


Jawab teman satunya lagi.


"Iyasudah lebih baik kita juga melarikan diri saja, kita susul tuan David bagaimana.?"


"Oke kalau begitu ayo kita segera pergi dari sini dan kita cari tuan David." Akhirnya keempat anak buah David mencari jejak langkah kaki David dan Nowela. Dan mereka memutuskan untuk ikut melarikan diri dari pada kembali menghadap Althaf bos besar mereka.


Louis dan Deborah dan kedua anak-anaknya mereka baru saja tiba di Bandara setelah melakukan pergi berjalan-jalan, mereka sengaja membawa kedua anak-anaknya pergi berlibur, karena Augusto ingin ikut dengan Annabella dan Sander serta Darren dan Aiden.


Sedangkan usianya masih belum cukup untuk hidup mandiri diluar negeri, maka dari itu Deborah dan Louis membawa Augusto pergi dengan alasan berjalan-jalan. Setelah mengetahui jika Annabella dan Darren serta Aiden sudah tak ada dirumah, Louis dan Deborah segera kembali pulang kerumahnya


Dikediaman Glorria setelah melepas kepergian putra putrinya untuk melanjutkan pendidikannya di Australia. Kediaman Glorria terasa sepi, karena Deborah dan kedua anak-anaknya sedang pergi berlibur yang sudah hampir satu pekan.


Deborah dan Louis.


Kini mereka sudah tiba di Bandara untuk arah pulang, Louis dan Magnoya serta kedua anak-anaknya iya sedang duduk menunggu jemputan para anak buahnya. Namun iba-tiba ada beberapa pria dengan pakaian yang sama, duduk dibangku bagian depan.


"Aku sudah di Bandara Althaf menunggu para anak buahku mereka sedang mengambil mobilku, bagaimana dengan urusan nanti malam mana yang akan didahulukan?"


"Syukurlah jika kau sudah tiba di Bandara aku sudah berada di London, yang jelas kita dahulukan menyerang markas Willigeria."


"Oke baiklah kalau begitu kau tunggu aku di London, malam ini kita akan beri kejutan untuk Willigeria hahaha" Xander pun mematikan teleponnya setelah ia melihat beberapa para anak buahnya berjalan menghampirinya, akhirnya Xander pun beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan bangku yang ada didepan Louis dan Deborah.


Untung saja Louis dan Deborah mengenakan masker begitupun juga dengan kedua anak-anaknya, jadi keberadaan mereka tak dikenali oleh siapapun. Louis yang faham dengan pembicaraan Xander arahnya kemana. Ia segera mengirimkan pesan kepada Bastev untuk memberitahukan Willigeria, agar segera pergi meninggalkan kediamannya.


Tidak lama kemudian jemputan Louis dan Deborah pun tiba, dan merekapun kembali melanjutkan perjalanannya menuju kediaman mereka.


Dikediaman Deborah. Bastev yang sedang duduk bersantai diruang keluarga, tiba-tiba ponselnya berdering dan ternyata ia mendapat pesan dari Louis.


Setelah membaca pesan dari Louis Bastev pun segera menghubungi tuan Willigeria, Bastev memberitahukan Willigeria jika nanti malam akan ada penyerangan terhadap kelompok tuan Willigeria sendiri.


Setelah memberitahukan tentang informasi penyerangan Bastev pun mematikan ponselnya. "Sayang nanti malam kita ke Paris, tapi kita tunggu Louis dan adikmu tiba untuk membicarakan ini semua" ucap Bastev.

__ADS_1


__ADS_2