
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam lamanya dalam perjalanan, kini Glorria dan Bastev beserta Dezi, begitupun juga para anak buahnya telah sampai dihutan yang masih sangat asri. Glorria dan Bastevpun turun dari dalam mobilnya, sedangkan salah satu anak buah Bastev memimpin berjalan lebih dulu karena hanya dia yang telah mengetahui jalan menuju rumah dimana tempat penyekapanya Alexander berada.
Tidak lama kemudian perjalanan Glorria dan Bastevpun telah tiba dirumah yang lumayan besar, dengan penjagaan yang super ketat.
Salah satu anak buah Bastev memberikan kode kepada Bastev, agar Bastever menunggu dan bersembunyi ditempat yang tidak terlihat oleh para anak buah Ames, karena beberapa anak buah Bastev, akan berpura-pura menghampiri para anak buah Ames yang sudah saling kenal dengan mereka.
Beberapa anak buah Bastev berjalan menghampiri para anak buah Ames yang sedang berjaga, "hay kawan kenapa ramai sekali didalm apa yang terjadi?" Tanya anak buah Bastev kepada anak buah Ames, mereka berpura-pura tidak tahu apa-apa. "Itu didalam sedang ada tuan Ames dan tuan Aubert mereka sedang memberikan pelajaran kepada tawanannya. "Maksud kau tuan Aubert dan tuan Ames sedang menyiksanya.?" Jawab salah satu anak buah Bastev.
"Iya jelas sedang menyiksanya kau ini bagaimana, apa kau tidak mendengar suara teriakannya." jawab balik anak buah Ames.
Sedangkan Glorria dan Bastev mereka yang sudah bersembunyi dibalik semak-semak, Glorria ia dikejutkan dengan suara teriakan dari dalam rumah besar tersebut. Glorria tersentak kaget karena ia mendengar suara yang tak asing ditelinhanya, yang tak lain itu adalah suara Alexander ayahnya yang sedang disiksa oleh Aubert dan Ames.
"Daddy" gumam Glorria berlari dari tempat persembunyian, Glorria ia keluar dari tempat persembunyiannya, karena hati Glorria sudah tidak tahan mendengar suara Alexander ayahnya yang terus-menerus berteriak kesakitan. Glorria dengan cepat ia mencabut pisau tajamnya ia benar-benar sudah marah dan sudah tersulut emosi, Bastev yang melihat Glorria keluar dia berusaha menghentikan langkah Glorria, namun kemarahan Glorria sudah tak dapat dihentikan oleh siapapun. dengan begitu cepat tubuh Glorria melesat meninggalkan Bastev dan juga anak buah Bastev.
Glorria dia langsung menerjang kursi-kursi tempat para anak buah Ames dan Aubert duduk, sehingga para anak buah Ames dan Aubert beringsut mundur saat mereka melihat kedatangan Glorria, yang secara tiba-tiba sudah ada dihadapan mereka.
Ciattt..!!
Bughh..
Bughh..
Glorria langsung melayangkan tendangan dan pukulannya kearah para anak buah Aubert dan Ames, hingga tubuh para anak buah Ames dan Aubert terpelanting.
Tak hanya sampai disitu saja Glorriapun langsung menyabetkan pisau tajam miliknnya, Ia benar-benar sudah tak memandang siapa yang ada didepannya.
Siattt..
Bughhh..
Aarghh.!! Aarghh.!!
Gubrakk.!!
Glorria memporak porandakan tubuh para anak buah Aubert dan Ames, sehingga tubuh mereka seperti diiris-iris tulang dan daging terpisah dari tubuh mereka. Bastev dan Dezi berlari memburu kearah Glorria yang sudah mengamuk, namun keadaan sudah sangat kacau para anak buah Ames dan Aubert yang ada diluar sudah tewas semua dengan begitu mengenaskan. Bastev tak bisa berbuat apa-apa saat ia melihat semua keadaan sudah sangat kacau, tubuh para anak buah Ames dan Aubert sudah tercompang camping tidak beraturan, para anak buah Bastev tak ada yang berani keluar dari tempat persembunyiannya mereka takut akan jadi sasaran kemarahan Glorria.
Dezi yang terbilang mahir dalam beladiri, kali ini ia benar-benar dibuat nyalinya menciut dan tak berani untuk menghentikan Glorria yang seperti sedang kesetanan. Kedua kaki Dezi gemetar bahkan ia sampai muntah saat melihat mayat-mayat yang tergeletak dan terpisah dari kepalanya, dengan darah dimana-mana. Dengan begitu cepat gerakan tubuh sexy Glorria melesat masuk kedalam rumah besar tersebut, namun ia kembali dihadang oleh para anak buah Ames, para anak buah Ames bersiap akan menembakkan senjatanya kearah Glorria.
Namun pisau tajam Glorria sudah lebih dulu memotong tangan-tangan mereka, satu persatu Glorria mematahkan tulang leher para lawanya. Dengan begitu sadis, gerakan Glorria yang super kilat dan gesit sehingga membuat para lawannya kesulitan untuk melawan Glorria, tubuh Glorria tak bisa tersentuh oleh para musuhnya.
__ADS_1
Bastev yang masih berada diluar ia bingung harus berbuat apa dengan apa yang ada dihadapannya, sedangkan Aubert dan Ames masih terus memberikan cambukan kepada tubuh Alexander, Ames dan Aubert yang berada didalam ruangan khusus dirumah itu, mereka tidak mendengar suara kericuhan dari dalam rumah karena suara Alexander memenuhi seisi ruangan.
Tubuh Alexander yang sudah kurus kering tinggal tulang, tapi mereka tidak memiliki rasa iba sedikitpun terhadap Alexander, Glorria ia sengaja tidak menggunakan kedua senjatanya, yang biasa dia gunakan oleh Annabella dahulu, Glorria ia lebih menyukai menggunakan tangan dan kakinya untuk menaklukkan lawan-lawannya.
Glorria kini ia sudah dihadapkan dengan sepuluh orang pria berperawakan tinggi besar, masing-masing diantara mereka membawa sebilah samurai panjang, untuk menyerang Glorria yang hanya seorang diri.
Bastev yang melihat kekasihnya sedang dikepung oleh sepuluh orang pria yang membawa samurai, dengan cepat Bastev menutupi wajahnya dengan saputangan miliknya dengan tujuan agar para anak buah Aubert dan Ames tidak mengenali dirinya, Bastev berlari menghampiri Glorria yang sudah dikepung. Dan kini ia sudah berada disamping Glorria, Glorria dan Bastevpun segera memasang kuda-kudanya. Untuk menghadapi para pria tinggi besar tersebut, Bastev yang terbilang jago dalam beladiri dan pemberani ia tak gentar saat berhadapan dengan para anak buah Unclenya Ames.
Dengan serentak para anak buah Ames menghujamkan samurai mereka kearah Magnolia dan Bastev, namun dengan super cepat Glorria mendorong dan menendang tubuh Bastev hingga terpental keluar, dengan tujuan agar Bastev keluar dari sampingnya. Seketika itu juga tubuh Bastev terpental keluar dari kepungan para musuh Glorria. Hal tak terduga dari Glorria, ia melompat begitu tinggi hingga hujamkan samurai para musuhnya melesat memakan angin.
Dan kini Glorria sudah berdiri atas punggung samurai, dengan begitu cepatnya kedua tangan Glorria mengibaskan kedua pisau tajam kearah lawan-lawannya, hingga para pria tinggi besar berdiri mematung dengan keadaan leher-leher mereka mengeluarkan darah yang begitu banyak, satu persatu tubuh para pria tinggi besarpun ambruk dengan tangan tangan mereka masih memegangi samurainya. Suara dengkuran dari para pria tersebut terus terdengar, dengan tubuh mereka terus kelojotan seperti sedang tersengat listrik, semua para anak buah Ames telah tewas tak ada yang tersisa, Glorriapun segera berlari menuju suara yang didengarnya.
Hiattt.!!
Brakkk..!!
Glorria berhasil menendang pintu yang terkunci dari dalam, dan berhasil masuk kedalam ruangan itu dimana ayahnya sedang disiksa oleh Ames dan Aubert. Dengan cepat Glorria kembali menutup pintu tersebut, dan ia memburu kedua anak buah Ames yang sedang berdiri disamping tubuh Alexander yang sedang terikat.
Siattt..!!
Slepp..
Slepp..
Ames dan Aubert benar-benar terkejut melihat kedatangan Glorria, dengan secara tiba-tiba dengan kedua tangan Glorria yang sudah dipenuhi oleh darah.
Ames mengarhkan senjatanya kearah Glorria, namun Glorria tidak tinggal diam, ia langsung menendang tangan Ames hingga senjata yang dipegangnya terlempar jauh.
Glorria kembali menendangkan kaki kanannya kearah kaki Aubert, hingga tubuh Aubert terpelanting kedinding. Glorria berjalan menghampiri Aubert yang masih terduduk dilantai akibat tendangan dari kedua kaki Glorria.
Glorria menarik kerah baju Aubert hingga Aubert berdiri berhadapan dengannya.
"I'm back in front of you." ucap Glorria dengan raut wajahnya yang beringas.
Bughh..
Bughh..
Aarghh..!!
__ADS_1
Aarghh.!!
Teriakan Aubert terdengar nyaring keluar ruangan, akibat pukulan dari kedua tangan Glorria yang terus ia layangkan "Tidak, jangan lakukan itu hentikannn Flora, dia Dadyku Flora tolong jangan lakukan itu aku mohon lepaskan Dadyku aku mohon." ucap Bastev sambil memelas agar Glorria tidak menghabisi Aubert ayahnya.
Bastev yang secara tiba-tiba datang membuka pintu ruangan tersebut, saat ia mendengar suara Teriakan dari Aubert ayahnya. Bastev terus memohon kepada Glorria agar tak membunuh Aubert ayahnya.
Kedua mata Glorria menatap tajam kearah Bastev dan Aubert, Glorria terdiam bukan ia bingung atau ragu namun ia menajamkan pendengarannya.
Hiattt.!!
Slepp..
Bughh..
Bughh..
Glorria menacapkan pisau tajamnya dibagian jantung Ames, yang berusaha akan menembakkan senjatanya kearah kepala Glorria, namun sayang gerakan Glorria lebih cepat menggorok lehernya lalu ia mematahkannya, hingga mengeluarkan suara dari tulang leher Ames yang patah. Ames berniat menyerang Glorria dari belakang, saat posisi Glorria menghadap kearah Aubert. namun siapa sangka Glorria sudah bisa membacanya tanpa ia melihat pergerakan lawannya. "Jangan mendekat jika kau mendekatiku maka timah panas ini akan menembus jantung Alexander ayahmu perempuan ****** hahaha.!!" Teriak Aubert sambil menodongkan senjatanya kearah dada Alexander.
Saat Glorria sedang mematahkan tulang leher Ames, Aubert mengambil senjata yang digenggam oleh Dezi yang baru saja ikuti masuk kedalam ruangan tersebut, Aubert menodongkan senjatanya kearah dada kurus Alexander dengan sebelah tangannya mencengkram kuat bagian leher Alexander.
Glorria ia masih berdiri mematung tanpa sepatah katapun, saat ia melihat kondisi Alexander ayahnya yang sudah berlumuran darah dan tak bergerak sama sekali. "Dady aku mohon jangan lakukan itu Dady, lepaskan tuan Alexander Dady please."
Bastev sangat ketakuatan akan ayahnya menembakkan senjatanya, hingga ia berkali-kali memohon kepada ayahnya Aubert.
Namun permintaan Bastev, sama sekali tak dihiraukannya oleh Aubert. Glorria ia masih berdiam diri mematung, Glorria terus memperhatikan Alexander dan pelatuk senjatanya yang sedang ditodongkan oleh Aubert kearah dada Alexander ayahnya.
Bastev mengangkat kedua tangannya sambil berjalan mendekati Aubert ayahnya.
Dorrr..
Dorrr..
Aubert menembakkan senjatanya kearah Glorria yang masih berdiri tegap, namun satu pelurupun tak ada yang mengenai Glorria, dengan cepat Bastev berusaha merebut senjata yang ada dalam genggaman Aubert.
Dorrr..
Dorrr..
Tidakk.!! Tidakkk.!!
__ADS_1
Glorria berteriak sambil memburu kearah tubuh Alexander yang sudah sangat lemah, dengan cepat Glorriapun memotong tali pengikat kedua tangan Alexandre.
Sedangkan Bastev ia ambruk dengan menopang tubuh Aubert ayahnya, yang tewas terkena tembakanya sendiri. Akibat Aubert dan Bastev berebutan senjatanya, timah panas itu berhasil menembus bahu Alexander dan dada Aubert sendiri.