KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Hamil tua


__ADS_3

Zion berteriak histeris saat dia menyadari jika kelaminnya telah terpotong,


dan merasakan sakit di bagian kelaminnya yang sudah terpotong. Annabella kembali berdiri dan melemparkan kelamin milik Zion kesembarang arah, Zion terus berteriak dan ia berusaha untuk berdiri dengan tubuh yang bergetar hebat. Serta air yang ada bathtub pun seketika berubah warna menjadi merah dan bau amis begitu menyengat, Zionpun segera berlari sambil memegangi bagian kelaminnya namun Annabella tak membiarkan lawannya berdiri.


Annabella kembali mengibaskan pisaunya kearah perut dan leher Zion, hingga membuat Zion pun tewas dengan sangat mengesankan yang dipenuhi dengan luka sabetan dan darah.


Dimarkas Ernesto ,Drak dan Yakub telah berhasil memasuki kedalam markas, Yakub dan Drak berhasil membantai para anak buah Zion. Yakub dan Drak terus mencari keberadaan Annabella dan Alexander, namun tidak mereka menemukannya. Drak dan Yakub sudah sangat putus asa atas hilangnya Annabella, namun tiba-tiba jam tangan Drak menyala, yang menandakan jika Annabella memanggil dirinya.


Drak tersenyum melihat kearah jam tangannya yang menyala, "tuan Yakub, nona Annabella" teriak Drak dengan senang memberitahukan Yakub, "kenapa Drak?" Tanya Yakub penasaran


"Nona Annabella tuan beliau memanggil saya tuan," teriak Drak kepada Yakub. "Kalau begitu cepat kita ketempat Annabella, dimana dia sekarang?" Ajak Yakub penuh semangat "ayok tuan, nona Annabella ada dirumahnya Ernesto." Akhirnya mereka pun berangkat untuk menjemput Annabella yang sudah menunggu dirumah Ernesto.


Setibanya di rumah milik Ernesto dimana Annabella sudah berdiri didepan pintu gerbang rumah Ernesto,


Yakub yang senang dia buru-buru turun dari dalam mobil, an langsung menghampiri dan memeluk Annabella dengan begitu erat.


Yakub yang refleks ia tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya melihat keadaan Annabella baik-baik saja, "hey apa-apaan kau ini Yakub! Jangan kurang ajar beraninya kau menyentuhku!!" Bentak Annabella kepada Yakub, sambil mendorong tubuh yakin, Annabella yang belum mengetahui siapa Yakub yang sebenarnya dia tidak terima, dengan perlakuan Yakub terhadapnya. "Maafkan saya nona saya bahagia karena nona baik-baik saja, sekali lagi saya minta maaf saya tidak bermaksud lain sumpah nona." Jawab Yakub dengan terbata-bata, "asudah jangan diulangi lagi! Karena aku tidak suka dengan pengawal yang kurang ajar, Drak ayok bawa aku pergi dari sini" ajak Annabella singkat dan dingin.


Sebenarnya Yakub adalah anak angkat Mikael Muller yang bernama Jack, yang menjadi teman bermain Annabella dimasa kecilnya, hanya saja Yakub tidak tinggal di Paris dengan Mikael Muller semenjak lulus kuliah Yakub ditugaskan mengelola persenjataan dengan Paman Thony milik Mikael Muller.


Namun Mikael Muller dan paman Thony, sengaja menyembunyikan siapa Jack dari para musuh dan Annabella. Jack yang telah mendapatkan amanah dan tugas dari Mikael Muller untuk menjaga Annabella dan mengembangkan bisnis persenjataannya, Jack hanya bisa mengikuti dengan semua aturan yang sudah ditetapkan oleh Mikael Muller, karena dia sangat berhutang budi tehadap keluarga Mikael Muller yang telah


menjadikannya menjadi seorang pengusaha.


Namun Annabella sampai detik ini masih tidak mengetahui apa-apa tentang siapa Yakub yang sebenarnya, Jack sengaja menggunakan nama Yakub agar Annabella tidak mencurigainya, Jack memiliki paras yang lumayan tampan namun tak setampan Alexander dia memiliki perawakan yang tinggi dan kekar, hanya saja kelebihannya Jack memiliki ilmu beladiri yang sangat lihai.


Karena ia telah  mendapatkan pelatihan khusus dari keluarga Mikael Muller, meskipun Jack mengelola bisnis persenjataan, namun ia tetap membuka usaha lain yaitu restoran ternama di Paris.


Drak yang selama ini sudah mengetahui jika Jack adalah anak angkat dan orang penting dikeluaga Mikael Muller, ia hanya mampu menurut dengan pesan-pesan dari Mikael Muller untuk menyembunyikan siapa jatidiri Jack dari semuanya. Karena Mikael Muller yakin jika para musuhnya tidak akan membiarkan seluruh keluarganya hidup tenang.


Tidak berselang lama akhirnya Annabella dan Jack, begitupun juga dengan Drak sudah kembali ke tempat persembunyian mereka.


Annabella langsung pergi kedalam kamarnya untuk membersihkan tubuhnya, Jack tak lepas terus memperhatikan Annabella yang sangat cantik, namun sikapnya sangat dingin.


"Halo paman Thony?" Tanya Jack lewat sambungan telponnya dengan Paman Thony, "Jack bagaimana denganmu dan Annabella? apa kalian baik-baik saja?" Tanya Paman Thony kepada Jack "iya Paman kami semua baik-baik saja"


"owiya Jack kapan kalian akan kembali ke Paris?" "Entahlah Paman" "terus bagaimana dengan Alexander apa dia berhasil ditemukan oleh Annabella?" "Tidak Paman kami sudah terlambat, tapi kami mendapatkan informasi dari Darren jika Alexander telah dibawa oleh Maicon ke Italia." Jack terus mengobrol panjang lebar dengan Paman Thony lewat sambungan telponnya.


Tanpa sepengetahuan Jack, Annabella sudah sejak tadi dia telah menguping semua percakapan Jack, dengan paman Thony. "Baiklah Paman nanti akan aku hubungi kembali, jika kami sudah mendapatkan informasi yang lengkap mengenai Alexander" Jack pun mematikan sambungan teleponnya dengan Paman Thony.


Annabella yang sudah keluar dari kamarnya kini dia sedang berada didapur, dia merasakan kehausan tanpa disengaja dia mendengar pembicaraan Jack dengan pamannya Thony. "Hemmm siapa dia sebenarnya?" Kata hati Annabella yang mempertanyakan Jack, yang baru saja masuk kedalam rumah.


Setelah mendengar Jack masuk kedalam rumah, Annabella pun kembali masuk kedalam ruang tamu. Untuk menghampiri Drak "Drak persiapkan semuanya besok kita akan kembali ke Paris" perintah Annabella kepada Drak, Drak pun menganggukkan kepalanya.


Sedangkan Jack yang baru saja masuk kedalam rumah dia melirik kearah Drak, tanpa ditanya Drak memberi tahukan Jack dengan isyarat, jika besok mereka akan segera kembali ke Paris.


Annabella yang masih berdiri didepan pintu kamarnya, dia menatap kearah Jack "Yakub besok kau juga ikut denganku ke Paris pergilah bersiap-siap" ucap Annabella dan berlalu kekamarnya, Jack yang senang mendengar ajakan dari Annabella sampai-sampai dia langsung merangkul Drak, Jack berjingkrak sambil menahan tawanya karena ajakan Annabella yang ditunggu-tunggu kini sudah didengarnya sendiri.


Setelah mendapatkan perawatan khusus dari rumah sakit, kini Ernesto sudah pulih dan dia sudah diperbolehkan untuk pulang kerumahnya. Namun ketika dia sampai dirumahnya dia dikejutkan oleh mayat-mayat para anak buahnya yang berserakan dimana-mana.

__ADS_1


Ernesto dan beberapa para pengawalnya yang tersisah hanya pengawal yang ikut dengannya kerumah sakit, itu pun hanya beberapa orang saja dan bisa dihitung dengan jari. Pengawal Ernesto menemukan bingkisan surat, yang tak lain surat tersebut dari Annabella.


"Ernesto, ambilah putri kesayanganmu yang gila itu, diatas pohon belakang rumahmu ingat jangan bermain-main denganku Ernesto, jika kau tak mau dari pihak keluargamu jatuh korban lagi. Aku Annabella Mikael Muller."


"Arghh! tidakkk!!" dengan tergopoh-gopoh Ernesto berlari kearah belakang rumahnya, dimana pohon tersebut berada untuk memastikan isi surat yang ditulis oleh Annabella.


Ernesto sesampainya dibelakang rumah, kedua mata Ernesto terbelalak melihat pemandangan yang benar-benar tidak pernah terpikirkan olehnya selama ini.


Ternyata benar saja diatas pohon besar itu sudah ada Loren yang terganteng didahan pohon tersebut rsebut, dengan begitu mengenaskan. "Arghh tidakk!!" Teriakan Ernesto memecah keheningan disiang itu.


Para pengawal Ernesto pun segera menurunkan menurunkan jasad Loren, dari dahan pohon besar tersebut.


Setelah mendapati putri semata wayangnya meninggal, hati dan dunia Ernesto terasa runtuh kini harapan satu-satunya sudah benar-benar punah. Para pengawalnya pun segera membawa jasad Loren, namun Ernesto kembali dibuat terkejut dan syok dengan penemuan mayat Zion yang ikut tewas. Didalam kamar mandi dengan begitu mengesankan, hati seorang Ernesto semakin frustasi melihat mayat-mayat berserakan didalam rumahnya.


Alexander setibanya di Italia dia masih terbaring lemah, tanpa bergerak sedikitpun kondisinya masih sama. Alexander masih dalam keadaan koma, akibat benturan dan luka tembak dibagian dada dan perutnya.


Maicon yang sudah menyiapkan dokter khusus untuk Alexander, karena keadaan Alexander semakin hari semakin memburuk. "Annabella ini semua karena ulahmu kau harus bertanggungjawab atas apa yang telah terjadi dengan putraku." Gumam Maicon malah menyalahkan Annabella yang tidak tahu apa-apa, dengan apa yang sudah menimpa Alexander.


Hari-hari telah berlalu kini Annabella telah kembali ke Paris bersama dengan Yakub dan juga Drak, begitupun dengan Dallen beserta yang lainnya telah kembali membaik setelah mendapatkan perawatan dari dokter pribadi Annabella. Pada siang itu Dallen dan Aiken sedang berada didalam kamarnya, karena mereka tidur dalam satu kamar bersama "Aiken aku ingin berbicara denganmu" ujar Dallen kepada Aiken


"Kenapa Dallen sayang aku ada disini siap mendengarkanmu" jawab balik Aiken, sifat Aiken yang selalu humoris, membuat orang yang ada disekitarnya tak akan berani marah kepadanya, karena dia selalu bisa mencarikan suasana.


Dallen tidak pernah marah dengan perilaku Aiken yang pecicilan dan terkadang gila akan kekonyolannya, "setelah aku pikirkan semuanya atas apa yang telah terjadi dengan diriku, aku sudah ambil keputusan kalau aku akan mengabdi kepada nona Annabella dengan nyawaku Aiken, karena aku telah berhutang nyawa kepada nona Annabella" tutur Dallen dengan lirih "ha? Apa kamu tidak salah Dallen?" Tanya Aiken kepada Dallen


"Tentu tidak Aiken, aku sudah memikirkan semuanya matang-matang dan ini adalah pilihan terakhirku, hanya menjadi pengawal nona Annabella saja tidak cukup untuk membalas kebaikannya, aku sudah berhutang nyawa kepadanya jika kamu ingin ikut dengan pilihanku silahkan, jika tidak pun tidak apa-apa" ucap Dallen


"Kita tidak meninggalkan tuan Alexander Aiken, kita pasti akan terus mencari keberadaan tuan Alexander sampai ketemu." Dari mana kamu mengetahuinya Dallen? Kalau nona Annabella akan mencari keberadaan tuan Alexander?" Tanya Aiken penasaran "Aku tidak mengetahuinya tapi aku yakin jika nona Annabella akan terus mencari keberadaan tuan Alexander sampai ketemu."


Aiken pun terdiam karena saat ini dia sendiri pun bingung harus ikut dengan siapa,


"baiklah aku pun akan bekerja untuk nona Annabella Aiken, karena untuk saat ini aku sendiri juga bingung harus ikut dengan siapa? lagi pula nona Annabella sangat keren dan pemberani aku suka itu Dallen" celotoh Aiken dengan antusias


"Huuuh kau ini Aiken, tidak berubah"


Akhirnya mereka pun memberanikan diri menghadap Annabella yang begitu dingin, untuk mengajukan diri mereka menjadi pengikut Annabella sampai seterusnya. Setelah mereka diterima oleh Annabella untuk bekerja kepada Annabella, kini Aiken dan Dallen telah memutuskan untuk menjadi para pengawal setia Annabella, dan Annabella pun welcome menerima keduanya.


Hari-hari telah berlalu bulanpun telah berganti, Annabella beserta para anak buahnya sudah mencari kemana-mana mengenai keberadaan Annabella. Bahkan ke Italia pun telah Annabella datanginya, kekediaman Maicon pun telah Annabella carinya. Namun sayang kediaman Maicon telah kosong, bahkan Annabella sudah menyewa beberapa hackers, untuk mencari tahu keberadaan Alexander namun semuanya tak membuahkan hasil.


Bahkan kini Annabella tengah hamil sembilan bulan, yang tak lain Annabella mengandung anak dari Alexander. Meskipun Annabella sedang hamil tapi kelinchan dan kelihaiannya masih tetap sama seperti Annabella biasanya, sedangkan Jack dia agak sedikit patah hati menerima kenyataan jika Annabella sudah menikah dan kini tengah hamil tua. Namun dia selalu siaga mendampingi Annabella, bahkan kini Annabella sudah mengetahui siapa Jack yang sebenarnya sehingga Annabella sering bermanja kepada Jack, yang sudah dianggapnya seperti kakak sendiri oleh Annabella.


"Halo nona sepertinya gudang heroin kita mengalami penurunan drastis nona, bahkan lima belas klan telah mengembalikan barang-barang kita nona, mereka sangat kecewa dengan produk kita karena mereka lebih mengetahui dengan rasa dan kemampuan dari produk yang telah kita peroduksi." Tutur salah satu anak buah Annabella


Deg..


Hati Annabella begitu kaget, karena baru kali ini ada keluhan dari para pelanggannya sedangkan sebelumnya tidak pernah ada keluhan apapun.


"Kenapa bisa terjadi Dareen? Apa kalian salah dalam pembuatan atau ada bahan lain yang membuat peroduk kita menjadi gagal?!"


Annabella yang kesal diapun langsung mematikan teleponnya, ia sangat kesal dengan para anak buahnya hingga membuat bisnisnya melonjak turun.

__ADS_1


"Drak tolong kau cari tahu kesalahan apa yang telah membuat peroduksi heroin kita gagal dan berbeda, ini sangat aneh sekali sampai-sampai para pelanggan kita semuanya mengembalikan produk kita, cepat cari tahu Drak." Perintah Annabella kepada Drak, Drak pun segera pergi menuju kegudang heroin milik Annabella, Drak sengaja membawa Dallen untuk menyamar agar bisa mengetahui siapa dalang dibalik semua kegagalan peroduk heroin Annabella.


Dallen yang mendapatkan tugas untuk memantau didalam gudang, sedangkan Drak mencari tahu pemasok bahan-bahan untuk pembuatan heroin, Drak beserta para anak buahnya mulai menemukan titik terang.


Ternyata salah satu pemilik usaha morfin sengaja telah memberikan morfin yang sudah diracik kepada anak buah Annabella, karena pemilik morfin telah mengetahui, jika morfin yang selalu dipesan oleh para anak buah Annabella adalah kadar satu, dan pesan morfin tersebut adalah milik Annabella ketua Mafia Paris.


Tanpa anak buah Annabella sadari, jika morfin yang biasa mereka gunakan dan yang baru didapatinya jauh berbeda. Drak terus mengikuti seorang pengusaha morfin itu sampai dirumah mewahnya, seorang pengusaha morfin tidaklah memiliki anak buah yang begitu banyak.


Sehingga membuat Drak dan anak buahnya, lebih mudah untuk masuk kedalam rumah pemilik morfin tersebut.


Drak menyelinap masuk kedalam kamar, dan kebetulan sipemilik rumah baru saja keluar dari kamar mandi, sehingga Drak langsung menodongkan senjatanya tempat dibagian kepala pemilik morfin tersebut, hingga membuat pemilik morfin hanya menganga melihat ada orang didalam kamarnya.


"Cepat katakan berapa kadar morfin yang telah kau jual kepada anak buah Mikael Muller? Cepat katakan?!" Cecer Drak kepada pria tersebut,


"Masih kadar yang sama tuan, tolong jangan sakiti aku tuan" Drak mendorong tubuh pria yang berperawakan gempal itu kelantai hingga ambruk terjatuh. "Tuan sasasaya mohon jangan tembak saya" ujar pria itu sambil mengangkat kedua tangannya keatas, sedangkan Drak dia terus menggertak si pria bertubuh gempal itu dengan senjatanya, hingga membuat sipria tersebut semakin ketakutan.


"Jika kau tidak mau mengatakannya bersiap-siaplah untuk menjemput ajalmu sekarang juga!" Ucap Drak sambil menarik pelatuk senjatanya,


Drak mengarahkan senjatanya tepat dibagian kepala pria itu, yang sudah begitu ketakuatan dengan wajah pucatnya, "baik baik tuan saya akan katakan semuanya, saya bekerja kepada tuan Karel ketua Mafia Belanda tuan, dan morfin yang telah saya jual bukanlah milik saya melainkan milik mereka tuan"


Deg..


Drak tersentak kaget saat dia mendengar pengakuan pria itu dengan terbata-bata.


"Sejak kapan kau bekerja sama dengan mereka cepat katakan?!" Teriak Drak "Semenjak gudang morfin saya dikuasai oleh kelompok Mafia itu tuan, dan saya terpaksa menyerahkan semua gudang milik saya, karena mereka telah mengetahui jika di daftar pelanggan ada nama tuan Mikael Muller tuan, sehingga dengan cara paksa mereka mengambil semua milik saya tuan Tolong jangan sakiti saya." Ujar pria itu melas


Stelah mendapatkan jawabannya, Drak pun berbalik untuk kembali keluar dari kamar pria tersebut, namun tak disangka-sangka saat Drak akan membuka pintu kamar, pria gempal itu mengambil senjatanya dan ingin menembak Drak dari belakang. Namun sayang pria itu kalah cepat oleh Drak, yang lebih dulu menembakkan timah panasnya kearah kepala pria gempal hingga tewas ditempat.


Drakpun keluar melewati pintu belakang yang tak diketahui oleh anak buah pemilik rumah, Drak pun telah kembali kekediaman Annabella. Dan ia pun menceritakan semuanya kepada Annabella, mengenai morfin yang telah diganti oleh Karel musuhnya. Annabella mengepalkan kedua tangannya dia sangatlah geram, mendengar nama Karel kembali muncul dalam hidupnya.


"Dark dimana Dallen? Tanya Annabella kepada Drak "owh iya nona Dallen masih digudang tadi saya bawa dia kegudang nona." Jawab balik Drak


"Suruh dia kembali, dan segera hubungi Dareen untuk menghentikan pengiriman dan peroduksi untuk sementara waktu.


Besok kita berangkat ke Belanda, bawa Dallen serta Aiken, dan beberapa anak buah lainnya, persiapkan amunisi dan senjata yang cukup, dan ingat bawa pula beberapa seniper." Perintah Annabella kepada Drak


Drak hanya menganggukkan kepalanya, dengan perintah dari Annabella


Darkpun segera pergi dari hadapan Annabella, tanpa sepengetahuan Annabella Drak memberi tahukan Jack. Karena dia khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan lagi, keesokan harinya Annabella beserta para pengawalnya sedang dalam perjalanan menuju Belanda.


Setelah menempuh beberapa jam dalam perjalanan Sesampainya di Belanda Annabella disambut oleh Jorall anak buah kepercayaan Mikael Muller. "Selamat datang dinegara kami nona, kedatangan anda adalah suatu kehormatan bagi saya dan semuanya" ucap Dejan menyambut Annabella, Dejan menyambut hangat Annabella, dan sesekali dia memperhatikan perut buncitnya Annabella yang terlihat begitu besar.


Dejan langsung membawa Annabella beserta para pengawal dan anak buahnya, kekediaman peninggalan Mikael Muller yang dirawat oleh Dekan, sebagai pengawal kepercayaan Mikael Muller selama ini.


"Terimakasih Paman Dejan, sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuku." Tutur Annabella dengan ramah


"Itu sudah kewajiban saya nona, ayah anda telah berjasa pada keluarga saya nona, maka dari itu saya sangat berhutang budi kepadanya, namun beliau sudah tiada maka kewajiban saya sekarang adalah saya membalas budi kepada anda, beristirahatlah nona kamar dan makan telah kami hidangkan." Ucap Paman Dejan


Annabella pun hanya menganggukkan kepalanya dan dia segera pergi kekamar milik ayahnya dahulu, kini dia sediri yang menempatinya. Terpampang jelas photo-photo milik ayahnya dan dirinya semasa kecil.

__ADS_1


__ADS_2