
Keesokan harinya Glorria dan keempat Unclenya yang sudah berhasil membawa Annabella pulang kekediaman Maicon, Glorria dan Annabella yang berada didalam kamarnya, Annabella dia di dandanin rapih oleh Glorria dan diberikan pakai yang baru agar Annabella kembali terlihat cantik.
Meskipun diusianya Annabella yang sudah tak muda lagi, tapi kecantikannya masih tetap terpancar, setelah memberikan perawatan kepada Annabella ibunya, Glorria ia segera bersiap-siap dan sudah sangat rapih dengan dress dan jaket kulitnya, dengan sepatu hitam di atas mata kaki. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai begitu saja, membuat kecantikannya terlihat begitu sempurna, tas ransel kecilnya yang berisikan roti sandwich, selalu menempel dipunggungnya.
Glorria ia berpamitan kepada Annabella ibunya dan Uncle-unclenya, karna ia akan kembali mengunjungi lahan kosong yang pernah menjadi tempat tinggalnya, sebelum ia meninggalkan Belanda dan kembali ke Paris, dia berniat akan menemui sahabat kecilnya Basten, yang belum dia ketahui kalau Basten adalah Bastev yang sering dia jumpainya.
Akhirnya keempat Uncle dan juga Annabellapun memberikan ijin kepada Glorria untuk pergi, namun Annabella menyuruh Louis dan beberapa anak buahnya untuk mengikuti Annabella, karena Annabella dan Dallen sangat khawatir akan keselamatan Glorria, yang sedang diincar oleh para musuhnya.
Glorria ia berjalan keluar dari rumah, dan sesampainya dihalaman rumah Glorria begitu terkejut, saat ia melihat kehalaman rumahnya ada motor besar keluaran baru berwarna merah. Glorria kembali masuk kedalam rumahnya ia berlari menghampiri Dallen Unclenya, yang sedang berkumpul diruangan tamu dengan Annabella dan yang lainnya.
"Unceleeee.. Muachh Muachh" tak segan-segan Glorria mencium kedua pipi Dallen, saking senangnya Glorria terus memeluk Dallen, karena Dallen telah menepati janjinya membelikan motor keluaran baru untuk Glorria, Annabella dan ketiga Uncle Glorria menutup mulutnya, karena baru kali ini mereka melihat Glorria terlihat bahagia dan tersenyum kepada mereka "Uncle thanks motornya, aku pergi dulu Uncle Aunty Mammy bay" ucap Glorria sambil meloncat-loncat.
Dallen dia hanya tersenyum melihat tingkah Glorria terus-terusan merangkul dan menciuminya, "emm kenapa hanya Uncle Dallen saja yang mendapatkan ciuman nona besar, kenapa tidak dengan kami semua? Apa Uncle besar tidak berhak mendapatkan ciuman dari nona besar?" Ucap Aiken dia protes dengan perlakuan Glorria, yang manja terhadap Dallen.
Sontak saja Annabella dan Micer begitupun juga dengan Drak tertawa, melihat kelakuan Aiken yang iri terhadap Dallen. "Tidak bisa Uncle besar, karena Uncle Dallen adalah ayah keduaku, jadi hanya Uncle Dallen dan Uncle Daddy yang berhak mendapatkan ciumanku" jawab Glorria sambil memonyongkan mulutnya.
Dallen dia membelikan motor yang sangat mahal dari hasil tabungannya selama ini, karena selama ini Dallen selalu berangan-angan ingin memberikan sebuah kado yang sepesial untuk Glorria, disetiap ulang tahun Glorria namun sayang ia selalu tak kesampaian, karena uang yang dimilikinya selalu kurang. Hingga akhirnya Dallenpun menabung dengan uang hasil kerjanya, setelah uangnya cukup dia langsung membelikan Glorria motor besar sesuai yang diimpikan Glorria.
Akhirnya Glorriapun pergi dengan menggunakan sepeda motor barunya, karena jarak antara rumah yang ditempatinya saat ini dengan lahan kosong tersebut lumayan sangat jauh. Cuaca sudah mulai gelap oleh awan seperti akan turun hujan deras, tapi Glorria tetap melajukan motornya tanpa menghiraukan cuaca.
Sekitar satu jam lebih dalam perjalanan kini Glorria telah sampai dilahan kosong, ia memarkirkan sepeda motornya dan ia berjalan menerobos ilalang yang begitu tinggi, hingga tubuh seksi Glorria tak terlihat lagi. Louis dan beberapa anak buah Glorria yang mengikuti Glorria, mereka menunggu dan bersembunyi disebrang lahan kosong tersebut, mereka terus memperhatikan kesekelilingnya karena takut ada musuh yang mengincar keberadaan Glorria.
__ADS_1
Glorria kini ia sudah berada ditengah-tengah lahan kosong yang dipenuhi oleh ilalang, Glorria dia sudah berdiri dimana ia menemukan selembar kertas dari Basten "terimakasih kamu telah datang Flora"
Seketika Glorria tersentak kaget, karena secara tiba-tiba sudah ada seorang pria yang berdiri membelakangi dirinya, dengan mengenakan kemeja putih dan penampilan yang cukup rapih dan wangi, yang berperawakan tinggi kekar dengan rambut cepaknya, yang tak Glorria sadari sejak kapan pria tersebut datang.
"Basten.?" Glorria berjalan dan mendekat kearah pria yang membelakanginya, tanpa ragu lagi dengan cepat Glorriapun memeluk tubuh pria yang belum ia ketahui siapa sebenarnya.
Tiba-tiba hujanpun turun dengan begitu derasnya, karena memang cuaca sedang tidak bagus disiang itu. Tubuh Glorria dan pria yang belum diketahui oleh Glorria sudah basah kuyup, Glorria egan untuk melepaskan pelukannya karena ia benar-benar rindu dengan sahabat kecilnya yang begitu baik kepadanya.
Dengan perlahan pria tersebut membalikkan tubuhnya kearah Glorria, sedangkan Glorria ia hanya menundukkan kepalanya tanpa menoleh kearah wajah pria yang ada dihadapannya.
"Aku sangat merindukanmu Basten.. Maafkan aku karena aku telat menemuimu" ucap Glorria, ditengah-tengah guyuran hujan yang cukup deras.
"Bastev.!!" Glorria tersentak kaget dia benar-benar terkejut saat ia melihat Bastev yang sudah ada dihadapannya, dan ia berusaha mundur dari hadapan Bastev. Namun dengan sigap Bastever menarik dan memeluk tubuh seksi Glorria, kedalam dekapannya Bastev menangis dan ia memita maaf atas apa yang dilakukan oleh ayahnya Aubert.
Glorria tak mampu berkata apapun ia hanya terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Bastev, dan Glorria masih tak menyangka jika selama ini sahabat kecilnya sudah sangat dekat dengannya. Hati Glorria benar-benar dilanda kebingungan dengan dua pilihannya antara dendam dan sahabat, Bastev menurunkan tubuhnya dan duduk dihamparan batu-batu kecil, Bastev menarik tangan Glorria yang masih berdiri mematung.
Glorria seperti terhipnotis oleh Bastev yang mengajaknya duduk disamping Bastev.
Bastev terus menatap wajah cantik Glorria, yang sudah basah oleh air hujan begipun dengan dirinya, Bastev mendekatkan wajah tampannya kewajah Glorria, yang masih terdiam dengan seribu bahasa. Tangan kiri Bastev kembali menyentuh wajah cantik Glorria, hingga kini wajah keduanya sudah benar-benar sangat dekat, hidung mancung keduanya sudah beradu, dengan nafas mereka yang tersenggal-senggal.
Jantung Glorria seketia berdetak kencang saat ia merasakan hembusan nafas Bastev, Glorria ia membalas tatapan tajam Bastev yang begitu tajam menatap kepadanya, keduanya tak melepaskan tatapan mereka satu sama lain.
__ADS_1
Jantung Bastev semakin berdenyut kencang, ia baru menyadari jika waktu kejadian diclub malam itu, bukanlah debaran serangan jantung tapi debaran jantung cinta.
Bastev tak mampu lagi menahan gejolak hatinya, dengan cepat ia mencium bibir seksi Glorria, membuat Glorria kembali tersentak, karena ia baru pertama kalinya merasakan ciuman dari sekarang pria.
Akhirnya Glorriapun menikmati ciuman yang diberikan oleh Bastev, Bastev terus memainkan lidahnya dan sesekali ia ******* bibir seksi milik Glorria, ciuman Bastev berpindah kearah leher jenjang Glorria. Sehingga ******* kecil keluar dari dalam mulutnya Glorria, "Akhhh Akhhh Akhhh.."
"Nona Besar Nona besar.!" Tiba-tiba suara teriak dari Louis dan para anak buah Glorria terus terdengar, Louis khawatir karena Glorria tak kunjung kembali dari dalam tengah-tengah ilalang yang tumbuh begitu liar disekelilingnya, Glorria dia mendorong tubuh Bastev yang sedang menempel ditubuhnya.
Glorria segera berdiri dan berlari menghampiri kearah suara Louis yang memanggilnya, "nona besar apa anda baik-baik saja?" Tanya Louis "Ya aku baik-baik saja Louis, ayok kita pulang" ajak Glorria kepada Louise dan para anak buahnya. Glorriapun kembali menaiki sepeda motor besarnya dan ia segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, meskipun keadaan hujan deras namun ia tak ada rasa takutnya. "Bastev adalah musuhku kenpa aku jadi seperti ini, apa yang terjadi denganku?" Kata hati Glorria terus bertanya-tanya, ada apa dengan dirinya.
Sedangkan dia Bastev masih terduduk dihamparan batu-batu kecil, ia senyum-senyum sendiri ia benar-benar bahagia bisa dipertemukan dengan pujaan hatinya yang selama ini ia tunggunya, Bastev merebahkan tubuh kekarnya diatas batu-batu kecil ia memandang kearah langit yang sedang turun hujan. "Ohh Tuhan terimaksih engkau telah mempertemukanku dengan gadis yang kucintai selama ini. i love you Tuhan..!!!!"
Bastev berteriak dibawah cucuran air hujan.
Tak lama kemudian Glorria telah sampai dirumahnya, dengan keadaan tubuhnya yang basah kuyup. Tanpa menyapa keempat Unclenya yang sedang berkumpul diruang tamu, Glorria dia langsung berlari naik kelantai atas dan ia segera masuk kedalam kamarnya, Glorria ia segera membersihkan tubuhnya dan ia mengganti semua pakaian basahnya.
Setelah selesai mengganti semua pakaiannya, Glorria merentangkan tubuhnya diatas kasur empuknya. Kedua mata Glorria menatap langit-langit, tiba-tiba terlintas wajah tampan Alexander ayahnya. "Daddy oh tidak aku harus segera kembali ke Paris, saat Daddy membutuhkanku" gumam Glorria ia segera bangkit dari tidurnya, Glorria berlari turun kelantai bawah menghampiri para Unclenya. "Uncle manis siapkan penerbangan malam ini kita akan kembali ke Paris" Pinta Glorria kepada keempat Unclenya, setelah memberi tahukan Drak Glorriapun kembali naik dan ia masuk kedalam kamar Annabella yang sedang tidur.
Glorria ia menatap tajam wajah Anna yang sudah di terlihat ada beberapa kerutan kecil, Glorria ia duduk samping ranjang Annabella ibunya, Ia mengelus rambut Annabella. "Putri Mammy kamu sudah kembali nak" ucap Annabella sembari membuka kedua matanya, Glorria ia tersenyum kearah Annabella yang terbangun.
"Iya aunty Mammy, malam ini kita akan pulang kita akan kembali ke Paris" tutur Glorria, Annabellapun segera bangun dari tidurnya dan ia mengelus kepala putri sulungnya. "Sayang putri Mammy yang cantik, ada apa denganmu kenapa wajahmu begitu sedih?" Annabella sebagai seorang ibu ia mengetahui dengan perasaan putrinya saat ini, namun ia tidak mengetahui apa yang membuat Glorrian terlihat sedih. "Tidak apa-apa Aunty Mammy, aku hanya merindukan Uncle Daddy" jawab balik Glorria
__ADS_1