
Aiden dia hanya mengagukan kepalanya mendengarkan kemarahan Darren kepadanya, karena Aiden mengakui jika dirinya salah telah membiarkan Annabella keluar seorang diri.
Hingga malampun semakin larut namun Darren dan Aiden masih belum menemukan keberadaan Annabella, Jonas pengawal Annabella yang masih dirawat di rumah sakit tak mengetahui jika Annabella hilang dari tadi siang.
Pencarian terus dilakukan oleh Darren dan Aiden dengan berjalan kaki, mereka terus menyusuri jalanan besar untuk mencari keberadaan Aiden yang tak kunjung dilihatnya oleh mereka. "Apa yang harus kita lakukan kalau sudah begini Aiden!!" Teriak Aiden frustasi.
Darren benar-benar kebingungan dengan hilangnya Annabella. "Annabella! Kamu dimana Annabella? Aku mohon kembalilah Annabella jangan membuatku khawatir" teriak Darren.
Aiden dan Darren sudah benar-benar panik, mereka terus menghubungi teman-teman kerjanya Annabella, namun tak ada satupun temannya Annabella yang mengetahui atau melihat keberadaan Annabella. Kini keduanya duduk di pinggir jalan besar, enatah apa yang harus mereka lakukan mereka sudah benar-benar kehilangan arah dengan pencarian Annabella yang tak kunjung mereka temukan.
➡️➡️
Kembali lagi dengan Glorria, setelah mendapatkan telepon dari putri semata wayangnya disiang tadi, dia merasakan ada sesuatu yang sedang terjadi dengan salah satu anggota keluarganya.
Di tengah malam Glorria terbangun dari tidurnya ia begitu gelisah dan tak seperti biasanya. "Ada apa denganmu sayang? Kenapa kamu gelisah sekali, apa kamu sedang tidak enak badan.?" Tanya Bastev yang ikut terbangun.
__ADS_1
"Tidak Bastev, aku tidak apa-apa aku hanya merasa ada sesuatu tapi entah ada apa. Hati aku tidak nyaman sekali rasanya, aku kepikiran dengan Annabella putri kita, apa jangan-jangan terjadi sesuatu dengannya."
Jawab balik Glorria.
Bastev dia terdiam mendengar perkataan Glorria istrinya. "Apa hari ini kamu sudah menghubunginya?" Tanya balik Bastev
"Sudah tadi siang Bastev, dan keadaannya pun sama seperti biasa tidak ada hal aneh dengannya." Ujar Glorria
"Mungkin itu hanya perasaanmu saja sayang, karena kamu begitu merindukannya. Ayok sebaiknya kita kembali tidur." Ucap Bastev kembali mengajak Glorria untuk tidur.
Glorria pun menurut dengan apa yang dikatakan oleh Bastev, dan ia kembali tidur disamping Bastev.
➡️➡️
Alejandro setelah ia kembali keapartemennya dan mengganti semua pakaian seragamnya, ia bermaksud untuk kembali kerumah sakit untuk melihat keadaan pasien yang menggunakan data dirinya.
__ADS_1
Alejandro hanya mengenakan celana pendeknya dengan kaos oblong untuk biasa sehari-hari ia kenakan.
Ia pun kembali keluar dari apartemen miliknya dan keluar memasuki mobilnya.
Tidak perlu membuat waktu lama alejandra pun telah tiba dirumah sakit dimana dirinya bekerja. Ia berjalan memasuki koridor rumah sakit dan ia segera masuk keruangan dimana pasiennya berada, sesampainya didalam Alejandro menatap tajam kearah gadis cantik yang terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit, dengan alat yang menempel disekujur tubuhnya.
Alejandro pun duduk disamping ranjang dan tak lepas menatap kecantikan gadis yang ada dihadapannya. "Siapa gadis ini? Kenapa hatiku merasa tidak asing dengannya, gadis cantik ini mirip siapa ya" gumam Alejandro, dia terus bertanya-tanya dengan gadis cantik yang menjadi pasiennya.
"Akhhh sakit sekali, ekhh siapa pria tampan itu? Apa dia malaikat maut yang akan menjemputku, aku ada diamana ini? Kenapa semuanya serba putih, dan aku bisa melihat pria tampan itu. Apa jangan-jangan aku telah mati, YaTuhan berarti kecelakaan itu telah membuatku benar-benar mati
Hikssss Hikssss Mammy, Daddy aku tidak mau mati.. Hikssss Hiksss." Tangisan gadis cantik itu membuat Alejandro terperanjat kaget.
Yang tidak lain gadis cantik itu adalah Annabella. Annabella dia berpikir jika dirinya telah mati, karena selama dirinya buta ia hanya bisa melihat dunia hanya didalam mimpinya. Sehingga ia tidak percaya jika saat ini ia sudah benar-benar bisa melihat dunia akibat kecelakaan yang menimpanya, dan benturan yang begitu hebat dibagian kepala Annabella membuatnya bisa melihat.
Sehingga mengalami kerobekkaan, dan mendapatkan beberapa jahittan. Sedangkan Alejandro dia begitu terkejut melihat gadis yang ada di hadapannya tiba-tiba menangis dan geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Heyy! Nona syukurlah anda telah sadar. hallo Nona apa anda bisa mendengar saya.?" Tanya Alejandro sambil mendekat kearah samping Glorria. Glorria yang mendengar dan melihat pria tampan di hadapannya, dan mengajaknya berbicara ia tersentak karena ternyata ia masih hidup, dan tak seperti apa yang dipikirkannya.
"Iya saya mendengar anda tuan, tapi maaf ini saya ada dimana kenapa semuanya serba putih? Apa saya benar-benar sudah mati, apa anda malaikat maut?" Tanya Annabella kebingungan, Alejandro dia terkekeh mendengar pertanyaan dari Annabella.