KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Roda berputar


__ADS_3

Setelah selesai mengobrol Dallen dan Drakpun, mencari tempat yang nyaman untuk mereka tidur. Akhirnya mereka pun tertidur dengan begitu lelapnya, Dallen ia tidur berada di samping Glorria sedangkan Drak berada di samping Deborah, kedua Uncle Glorria benar-benar menjaga kedua Putri Annabella dan Alexander.


Akhirnya tak terasa pagi hari pun tiba, seperti biasa Glorria, ia sudah terbangun lebih dulu karena sudah tidak tahan dengan perutnya yang sudah mulai lapar, Glorria ia berlari ke arah semak-semak yang begitu rimbun karena ia melihat ada anak kijang dan babi hutan di balik semak-semak tersebut.


"Hiatttt!!" Bugh.. Bugh...


Dengan secepat kilat Glorria menusuk dan menyembelih kedua hewan tersebut, dan seketika hewan-hewan itu pun mati di tangannya, akibat sabetan dari pisau yang ia genggam.


"Drak.!! Bangun" teriak Dallen dengan begitu kencangnya karena dia mendengar suara teriakan Glorria. Dallen dengan tergesa-gesa ia bangun dari tidurnya dan segera menggendong tubuh Deborah, yang masih terlelap, karena Dallen terkejut dengan suara teriakan Glorria.


"Drak cepat bangun dan cepat kau lihat kebalik semak-semak itu gadis besar tidak ada" Dallen kembali berteriak karena Drak sangat sulit dibangunkan.


Dengan matanya yang masih mengantuk Drak celengak-celinguk kesekitaarnya, ia terbangun dari tidurnya karena ia terkejut mendengar teriakan dari Dallen yang memanggilnya.


Tanpa ia mencari tahu terlebih dahulu, Drak berlari mengarah ke balik semak-semak di mana suara Glorria terdengar dibalik semak-semak itu.


"Hiatttt!!"


Gubrakk..


"Aarghh!!" Drak kembali tersungkur karena ia memburu semak-semak yang rimbun, yang ia pikir di balik semak-semak tersebut adalah musuhnya yang sedang memegang Glorria.


Namun dugaannya salah besar, ia malah terperosok ke dalam semak-semak tersebut, dan ia kembali menindihi babi hutan dan kijang yang telah berhasil ditangkap oleh Glorria.

__ADS_1


Deborah yang telah terbangun dari tidurnya dan ia melihat kelakuan Drak kembali tertawa, karena melihat Drak terguling dengan kedua hewan tersebut. Seketika tubuh Drak penuh dengan darah hewan yang telah berhasil di tusuk dan disembelih Glorria.


Dallen dan Glorriapun ikut tertawa dengan kelakuan Drak yang terkadang konyol dan ceroboh.


"Kenapa kalian menertawakanku? Apa kalian puas melihat keadaanku seperti ini, lihatlah semua tubuhku penuh dengan darah hewan ini, bagaimana nanti jika aku dimakan ular?" teriak Drak yang kesal dengan Dallen yang telah menertawakannya dengan begitu puas.


"Mana mungkin mau ular menelanmu hidup-hidup Drak, tubuhmu saja hitam seperti itu terkecuali tubuhmu putih mengkilat pasti ular akan tertarik kepadamu" jawab balik Dallen sambil tertawa.


Drak kembali kesal dengan ejekan Dallen, dan ia kembali cemberut seperti anak kecil yang sedang marah.


"Sudah Uncle cepat angkat kedua hewan ini untuk kita makan hari ini" teriak Glorria yang berhasil menangkap kedua hewan tersebut, kedua tangan Glorria masih dipenuhi oleh darah hewan.


Dallen sudah tidak heran lagi dengan apa yang sering dilakukan oleh Glorria, karena sebelumnya Glorria sudah pernah menangkap anak kijang dengan pisau belati pemberiannya.


Sudah selesai membakar daging kijang dan daging babi, Mereka pun segera melahapnya karena Glorria tidak bisa bertahan dengan perutnya yang selalu cepat lapar, dan ingin makan di manapun ia berada, pasti akan meminta makan kepada Dallen, Deborah ia ikut makan dengan begitu lahapnya.


"Gadis besar Bagaimana kamu mendapatkan hewan-hewan ini nak? sungguh dirimu hebat sekali" tanya Drak kepada Glorria.


"Tadi aku melihat babi hutan itu akan menyerudukmu Uncle, makanya aku terbangun dan aku mengejarnya jawab Glorria dengan singkat.


"Setelah kamu mengejarnya apa yang kamu lakukan gadis besarku?" Drak kembali bertanya


"Setelah aku mengejarnya, ya aku menyembelihnya"

__ADS_1


Drak kembali dibuat menganga oleh jawaban Glorria, dengan kata menyembelih hewan-hewan besar tersebut, karena ia sendiri belum tentu bisa menangkap kedua hewan itu.


Di sisi lain Paman Thony setelah mendapati informasi mengenai Annabella dan Alexander, yang bilang bak ditelan bumi, begitupun dengan markas dan kediaman megah Annabella telah habis di porak porandakan oleh para musuh-musuh Annabella, yang tidak diketahui oleh Paman Thony.


"Siapa yang berani menyerang kediaman Annabella dan begitu juga markas besarnya?" paman Thony dengan para anak buahnya yang tersisa, ia tak berani untuk mencari tahu siapa yang telah melakukan penyerangan terhadap Annabella.


Paman Thony menutup akses penjualan persenjataannya dan juga heroin milik Annabella, karena sebagian besar para tetua dicari dan ikut menjadi sasaran para musuh Annabella, dan mereka tidak segan-segan menghabisi keluarga para tetua klan.


Paman Thony tidak ingin penjualan heroin dan persenjataannya, akan tercium oleh para musuh musuhnya yang akan mengakibatkan kehilangan nyawanya. Bahkan Paman Thony memutuskan untuk pergi meninggalkan negara Paris, dan ia berpindah ke London karena ia sangat ketakutan diincar oleh para musuh-musuh Annabella.


Kehidupan Paman Thony saat ini sangatlah sederhana, tidak seperti saat ia menjadi kepercayaan dan memegang bisnis persenjataan milik Annabella.


Paman Thony yang memiliki dua orang putra kini ia hanya mendapatkan penghasilan dari kedua putranya yang bekerja sebagai pekerja di salah satu perkantoran biasa. Sebenarnya Paman Thony sangat mengkhawatirkan keadaan kedua anak Annabella, yang dia dapatkan hanya informasi dari para anak buahnya, jika kedua anak Annabella masih hidup, dan begitu juga dengan Annabella dan Alexander mereka sedang disandera oleh para musuhnya.


Namun Paman Thony tidak mengetahui siapa musuh Annabella dan Alexander, sudah berani dan begitu hebat berhasil menangkap Annabella dan Alexander.


Sedangkan dengan Maicon ia masih berada di Paris, di pelosok desa yang sangat terpencil, kesehariannya ia berjualan, karena ia sudah tak memiliki uang, Aiken dan Arno membantu untuk berjualan Maicon. Mereka menjual jam tangan parfum rokok dan lain sebagainya, kehidupan Maiconpun sudah tak seperti seorang miliarder lagi karena keadaannya yang sangat memprihatinkan. Maicon dan kedua anak buahnya berjuang keras agar mereka bisa bertahan hidup meskipun dengan penghasilan seadanya.


Kemabli lagi dengan Glorria,


Drak dan Dallen kembali melanjutkan perjalanannya yang masih sangat jauh dengan tujuan mereka, Dallen menggendong Glorria tanpa merasa lelah, ia terus berjalan karena sudah terbiasa sedari Glorria kecil ia menggendongnya.


"Uncle jika kau lelah turunkanlah aku, aku masih kuat dan tidak masalah untuk berjalan kaki Uncle, kasihan sekali dirimu selalu menggendongku, maafkan aku Uncle jika aku  selalu merepotkanmu" ucap Glorria dengan lirih

__ADS_1


__ADS_2