
Sedangkan mobil anak buah Maicon mereka terus mengikuti mobil para anak buah Algozilo dan Aubert dari belakang, tak hanya sampai disitu saja para anak buah Maiconpun segera menghubungi teman-teman kelompok mereka untuk mengepung para anak buah Algozilo dan Aubert. "Sopir percepat laju mobilnya!!" teriak Annabella kepada sang sopir, Ia terus teringat akan wajah cantik Glorria yang telah ia lihatnya tadi, akhirnya mobil yang ditumpangi Annabella dan Alexanderpun telah sampai dijalan buntu.
Dengan sigap Alexander dan Annabellapun keluar dari dalam mobilnya, mereka berdua bersembunyi di balik reruntuhan bangunan. Tak lama kemudian mobil-mobil para anak buah Algozilo dan Aubert tiba di tempat yang sama, lima mobil anak buah Algozilo berhenti dan mereka turun dari dalam mobil mereka masing-masing, namun bukan Annabella namanya jika ia tinggal diam begitu saja.
Annabella dan Alexander yang berada dibalik tembok bangunan tua, dengan sigap Annabella menebaki para anak buah Algozilo dan Aubert yang baru saja keluar dari dalam mobil mereka, sehingga para anak buah Algozilo sebaiknya tak bisa keluar dari dalam mobil mereka, tembakan Annabella tepat di sasaran tanpa meleset satupun, meskipun dia dalam keadaan tengah hamil tapi ia seperti orang yang tek terbebani oleh perut besarnya.
Alexander tak mau kalah oleh Annabella, sambil memberikan perlindungan terhadap Annabella istri tercintanya, Alexanderpun terus menembakkan timah panasnya kearah para lawanya, Alexander ada disamping Annabella tak mampu berbuat apa-apa saat dia melihat aksi gila Annabella yang tak takut oleh para musuhnya, sehingga membuat Alexander begitu ngerti akan perlu nyasar. Tembakan demi tembakan sudah tidak terdengar lagi, Alexander dan Annabella berhasil membuat para musuhnya tergeletak di tanah dengan darah segar keluar dari tubuh mereka.
Kini para anak buah Algozilo hanya tersisa tiga orang saja, sebagian sudah berhasil Annabella dan Alexander bantai.
Annabella kembali menajamkan pandangannya dimana anak buah Algozilo masih berada didalam mobil mereka.
Dorrr.. Dorrr..
Dua kali tembakan Annabella kembali tepat sasaran, dan pas mengenai kepala para anak buah Algozilo hingga tewas, yang sedang merundukkan tubuhnya dibagian jok belakang, namun naasnya kepala mereka menjadi incaran Annabella.
Kini yang tersisah hanya satu orang anak buah Algozilo ia sudah sangat ketar ketir dengan nasibnya ditambah amunisinya telah habis, Annabella mengetahui jika musuhnya telah kehabisan amunisi, Annabellapun berjalan keluar dari tempat persembunyian. "Sayang tunggu kamu mau kemana? disana masih ada musuh" ucap Alexander sambil menarik tangan Annabella, yang sudah berdiri "ikut aku Alexander" mau tidak mau Alexanderpun hanya bisa menurut dengan ajakan Annabella.
Annabella berjalan menuju mobil milik musuhnya, dengan cepat Annabellapun menarik pintu mobil lawannya dan benar saja anak buah Algozilo sedang bersembunyi, dibawah kolong jok ia sudah sangat sangat ketakuatan oleh Annabella.
Annabella menarik kasar bajau anak buah Algozilo dan melemparnya keluar, "apa kau masih ingin hidup? Dibayar berapa kau oleh tuanmu?" Anak buah Algozilo yang ketakutan, dengan terbuat dia terpaksa memberitahukan Annabella dengan jumlah uang bayaran yang diperolehnya dari Algozilo, Annabella masih berdiri dihadapan anak buah Algozilo sambil memutar-mutar kan senjatanya dengan senyuman getirnya.
__ADS_1
"Hemm bagaimana kalau aku akan membayarmu duakali lipat dari itu asalkan kau ikut dikelompokku, tapi ingat jangan coba-coba berkhidmat kepadaku apa mengerti?!" Tanpa pikir panjang lagi pengawal Algozilo mengikuti tawar Annabella, bahkan dia begitu senang kerena Annabella akan membayarnya dua kali lipat, disaat situasi sudah hening tiba-tiba suara mobil dari arah jalan yang dilalui Annabella tadi, terdengar begitu ramai datang dengan begitu banyak.
"Berlindung!!" teriakan anak buah Maicon yang baru saja tiba di lokasi, mereka yang akan membantu Alexander malah berpapasan dengan kelompok Algozilo, dan pada akhirnya mereka dikejar oleh para anak buah Algozilo dan Aubert.
Para anak buah dari dua kelompok yang berbeda, kini sudah berhamburan untuk berlindung. Sedangkan Annabella dia kembali menarik anak buah Algozilo agar ikut berlidung, sedangkan Alexander dia masih terheran-heran oleh siakap Annabella, karena tak biasanya ia mengampuni lawannya begitu saja. Dalam persembunyian Alexander terus bertanya-tanya, ada apa dengan Annabella yang tiba-tiba aneh tanpa Alexander ketahui dengan rencana yang ada dipikiran Annabella.
Annabella sudah memiliki strategi kenapa kenapa dia mau menawarkan sejumlah uang kepada anak buah Algozilo, dan mau menjadikan anak buah Algozilo untuk menjadi anak buahnya, karena Annabella sudah memiliki rencana akan tujuannya.
Tembakan dari dua belah pihakpun tak terelakan lagi, suara tembakan kedua belah terdengar sangat nyaring. Tiba-tiba Drak dan Aikenpun datang dan ikit membantu menyerang anak buah Algozilo dan Aubert.
Dorrr.. Dorrr.. Dorrr..
Annabella masih terus memegangi kerah baju anak buah Algozilo, karena Annabella takut jika anak buah Algozilo melarikan diri darinya.
Si pria tersebutpun menganggukkan kepalanya dan ia mengambil senjata milik sopirnya yang telah tewas, pandangan Annabella tak lepas dari sipria tersebut, meskipun Annabella sudah berpindah posisi untuk berlindung. Tembakan demi tembakan Annabella dan Alexander begitupun dengan Drak dan Aiken terus mereka lakukan. Hingga akhirnya para anak buah Algozilo dan Aubertpun berhasil kelompok Annabella kalahkan, anak buah Algozilo ikut membantu kelompok Annabella karena ia sudah mantap akan menjadi pengikut Annabella, setelah peperangan selesai Annabella kembali memanggil anak buah Algozilo yang ikut membantu mengalahkan lawannya.
"Siapa namamu?" tanya Annabella "Micer nona" "siapa ketua kelompokmu? dan informasi apa saja yang kau ketahui?" Annabella kembali bertanya "ketaua Mafia kami adalah tuan Algozilo dengan tuan Aubert, mereka sedang menyebar anak buahnya diperbatasan dan di Bandara nona hanya itu yang saya ketahui'' jawaban Micer membuat Annabella teringat akan Glorria dan Dallen, "untuk apa mereka melakukan itu?"
"Mereka sedang mencari putri dan pengawal anda nona"
Deg...
__ADS_1
Hati Annabella semakin ketar-ketir setelah ia mendengar penuturan Micer, ternyata dugaan Annabella benar jika anak perempuan yang dibawa oleh Dallen adalah Glorria anaknya, hati Annabella semakin ketar-ketir setelah dia mengetahui jika putrinya sedang dalam bahaya. "Baiklah kalau begitu kau ikit denganku" bukan tanpa alasan Annabella menerima Micer sebagai anak buahnya.
Karena tujuan Annabella untuk mencari informasi tentang keberadaan Algozilo dan Aubert, stelah peperangan selesai akhirnya Annabella dan Alexander beserta para ana buahnya kembali melakukan perjalanannya menuju kediaman Maicon.
Sedangkan Dallen dan Glorria, Dallen sudah siap akan menyebarangi sungai, Dallenpun mulai turun kedasar sungai ia terus berjalan untuk sampai diujung sungai. Sedangkan Glorria ia memeluk erat kepala Dallen ia ketakutan melihat arus sungai yang begitu deras, semakin jauh Dallen menyebrangi sungai tubuhnya semakin tak terlihat dan tertelan oleh air sungai yang dalam.
Dengan susah payah Dallen menyebrangi sungai akhirnya Dallenpun berhasil sampai dipinggiran, Dallen kembali berjalan menyurusi hutan yang tak begitu luas, "Uncle apa kita akan menjemput Mammy dan Daddy?" Tanya Glorria "Iya gadis kecilku kita haru segera ke Bandara agar kita bisa secepatnya bertemu dengan Daddy dan Mammy mu nak" jawaban Dallen membuat Glorrian senang, ia terus bersenandung diatas gendongan Dallen.
Setelah beberapa jam dalam perjalanan kini Dallen sudah sampai dipinggir jalan besar, dengan pakaiannya pun sudah mengering dengan sendirinya, ia mencari Transportasin umum untuk menuju Bandara. Tak perlu menunggu lama akhirnya Transportasi umum yang ia tunggunya pun telah datang, Dallen pun segera naik kedalam Transportasi umum dengan menggendong Glorria.
Tidak berselang lama khirnya Transportasi umum yang ia naikinya telah tiba di Bandara, Dallenpun berjalan untuk membeli tiket. Tanpa Dallen sadari gerak geriknya telah dipantau oleh para anak buah Algozilo dan Aubert, yang sudah beberapa hari ini mereka berjaga-jaga didalam dan area Bandara, setelah selesai membeli tiketnya Dallenpun menunggu jam penerbangannya dikursi tunggu, sedangkan Glorria ia duduk di pangkuan Dallen, tanpa Dallen sadari ia menoleh kearah poto besar yang ada didepannya.
Dallen tersentak kaget saat ia menyadari jika dibelakangnya ada beberapa pria yang mengenakan pakaian serba hitam dengan kacamatanya, Dallenpun bangkit dan kembali menggendong Glorria dengan perasaan paniknya, ia pura-pura tak mengetahui apa-apa Dallen terus berjalan tanpa menoleh kearah belakang.
"Uncle orang-orang itu mengikuti kita" Magnolia berbisik ditelinga Dallen,
Deg..
Perasaan Dallen semakin panik, diapun mempercepat langkah kakinya dan benar saja para anak buah Algozilo terus mengikutinya.
Para anak buah Algozilo semakin cepat mengejar Dallen, dan akhirnya Dallenpun berlari sangat kencang tak jelas arah, dengan terbirit-birit Dallenpun berlari kearah pesawat yang siap landas, Dallen menerobos masuk kedalam pesawat yang entah tujuan mana. Dallen yang sudah berhasil masuk kedalam pesawat dengan nafasnya yang tersengal-sengal ia segera berlari kedalam toilet pesawat untuk menghindari kejaran dari para anak buah Algozilo, niat Dallen hanya bersembunyi didalam pesawat itu agar tidak tertangkap oleh para anak buah Algozilo.
__ADS_1
Para anak buah Algozilopun ikut masuk kedalam pesawat dimana Dallen sedang bersembunyi, namun para anak buah Algozilo tidak berhasil masuk karena dicegat para petugas pesawat, dan akhirnya mereka tak bisa mengejar Dallen yang sudah berada didalam. Setelah menunggu beberapa menit didalam toilet pesawat, Dallenpun akhirnya keluar dari dalam toilet pesawat tersebut.
Namun apa yang terjadi pesawat tersebut sudah naik dan berada diatas awan, Dallen berlari melihat kearah jendela pesawat dan ternyata pesawat yang ia naikinya sudah melandas diatas awan. Mau tidak mau Dallenpun duduk di kursi pesawat yang tak ia ketahui tujuannya akan keman. "Uncle kenpa wajah Uncle sedih?" Ternyata Glorria memperlihatkan wajah Dallen yang lesu karen ia sudah salah masuk pesawat. "Tidak apa-apa sayang, Uncle hanya sedikit lelah ayok istirahat" ucap Dallen sambil memeluk Glorria yang duduk disampingnya.