KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Pawang hewan buas


__ADS_3

Louis tak tinggal diam disaat Deborah sedang muntah-muntah, Louis berjalan mendekati Glorria dan memijit bagian leher Deborah, Louis benar-benar menjadi sosok seorang lelaki idaman. Wajah cantik Deborah terlihat begitu pucat dan kurus, karena Deborah sulit untuk makan membuat hati Louis semakin khawatir dengan keadaan Deborah.


"Deborah sebaiknya kita pulang saja" Louis mencoba membujuk Deborah untuk pulang, namun Deborah tak memberikan respon dengan ajakan Louis. Akhirnya Louis memutuskan untuk keluar hutan dan ingin mencari telpon umum, ia berniat ingin menghubungi keluarga Deborah. di pagi-pagi buta Louis sudah bersiap-siap untuk pergi ke pemukiman warga.


"Louis kau mau kemana?"


Tanya Deborah yang ikut terbangun.


"Owh iya Deborah, aku akan pergi ke pemukiman warga sekitar, aku akan mencoba mencari bantuan agar Aunty bisa menemukan kita Deborah pasti keluargamu sudah sangat khawatir." jawab Louis


"Jangan pergi Louis aku mohon, jangan tinggalkan aku Hikssss Hiksss.." jawab balik Deborah sambil menangis, Luis mendekati Deborah yang sedang menangis.


"Jika aku tidak pergi lalu bagaimana dengan keadaanmu Deborah, aku sangat mengkhawatirkanmu" ujar Louis


"Baiklah aku akan sehat ini semua untukmu bukan anak ini, tapi kamu harus janji jangan tinggalkan aku Louis." Tanpa ada kata-kata yang terucap dari keduanya, mereka saling tatap keduanya sudah terlihat jelas jika Deborah memiliki rasa terhadap Louis.


Seiring berjalannya waktu kini kehamilan Deborah sudah sangat besar, dan sudah menginjak bulannya.


Louis yang berada di sungai ia sedang asyik dengan pencarian ikan-ikannya, Deborah yang ikut dengan Louis ia duduk di atas batu pinggir sungai.


"Louis Louis Louis!!! Tolong aku perutku sakit" Deborah terus berteriak memanggil Louis yang berada ditengah-tengah sungai.


"Louis kembali lah perutku sakit sekali Louis akhhh sakit." Deborah meringis kesakitan dibagian perutnya hingga ia terus-menerusan meringis menahan rasa sakit.


Louis yang tak mendengar teriakkan Deborah ia malah anteng dengan ikan-ikan tangkapannya.


"Mammy, Daddyyyy!!! Sakit Hikssss Hiksss." Deborah tak henti-hentinya menangis dan merintih menahan sakit yang didapatnya.


"Deborah lihatlah aku dapat ikan besar kamu pasti menyukainya.." teriak Louis

__ADS_1


"Noya..noya owh tidak Deborah.. Deborah!!" Louis terkejut saat ia melihat Deborah sudah terlentang di atas batu besar, dengan cepat Louis naik keatas pinggiran sungai menghampiri Deborah, yang sedang mengambil ancang-ancang untuk mengejan.


"Deborah tunggu-tunggu.. kamu mau melahirkan disini!!!"


"PLAKKKKKKKK!!"


"Awwww!!!"


Dengan begitu kencang Deborah menampar dan mengigit Louis, hingga Louis meraung-raung ikut kesakitan akibat gigitan dari Deborah.


"YaTuhan kenapa jadi sangat galak sekali Noya." Louis menengok kebagian ************ Deborah, yang sedang mengangkang.


"YaTuhan besar sekali apa itu Deborah?" Louis yang baru pertama kalinya mendampingi perempuan melahirkan, ia begitu ketakutan melihat bagian kewanitaan Deborah, yang terbuka lebar dan terlihat sebuah kepala bayi sudah mulai keluar. Dengan kedua tangannya bergetar Louis mengambil bayi yang baru saja keluar.


"Yes yes.. kamu berhasil Deborah kamu hebat lihatlah bayinya sudah keluarkan Deborah" Louis terus berjingkrak sambil menggendong bayi yang baru dilahirkan oleh Deborah.


"Louis hentikan..!!!


Sudah ku peringati aku tidak menginginkan anak itu lahir kedunia ini apa kau mengerti!" Bentak Deborah


Dengan secara kasar Deborah menepis bayi yang di sodorkan oleh Louis kepadanya, dan tak henti-hentinya Deborah berteriak dan membentak Louis. Louis sangat kecewa dengan sikap perubahan Magnoya.


"Sekejam kejamnya seekor harimau dia tidak akan pernah memakan darah dagingnya sendiri, bahkan dia menjaga dan menyayangi anak-anaknya.. tapi tidak denganmu Deborah kenapa? dimana hati nuranimu sebagai seorang ibu." bentak Louis


Louis segera bangkit dan ia mengambil kain yang sudah sangat lapuk lalu ia membungkus tubuh bayi mungil tersebut.


Louis segera berjalan keluar dengan menggendong bayi Deborah" jaga dirimu baik-baik Deborah" Louis menuruni anak tangga dengan perasaan kecewanya terhadap Deborah yang tak mau menyusui anaknya sendiri.


"Jangan Louis jangan pergiiii.!!! Aku mohon Louis jangan tinggalkan aku Luis!!!"

__ADS_1


Teriakan Deborah semakin menjadi saat ia melihat Louis keluar dan membawa bayinya.


"Baiklah Louis aku akan menyusuinya tapi aku mohon kamu jangan tinggalkan aku Louis.. hiksss hiksss aku mohon Louis kembalilah aku mencintaimu Louis" Louispun menghentikan langkah kakinya ia menoleh kearah Deborah. Sebenarnya hati Louis juga tidaklah tega untuk meninggalkan Deborah seorang diri di tengah hutan.


Akhirnya Louispun kembali naik keatas gubuknya dan ia segera memberikan bayi Magnoya, agar Deborah segera menyusuinya, mau tidak mau Deborah pun memberikan asinya kepada bayi kecinya.


Louis tersenyum kearah Deborah karena ia bahagia melihat Deborah sudah mau memberikan asinya.


➡️➡️➡️


Tak terasa waktu begitu cepat telah dilalui oleh Glorria. Dan kini Annabella sudah berusia satu tahun, begitu pun juga dengan Aiden dan Darren kini ketiganya sudah seperti bayi kembar. Arno bekerja di salah satu perkebunan, sedangkan Glorria ia kembali menjadi pawang hewan buas disalah satu taman satwa.


Di lokasi dimana Glorria bekerja, kini ia sedang berada dikubengan air kotor dengan beberapa ekor Buaya, siap tidak siap Glorria harus bisa menjinakkan hewan yang ada di hadapannya atau membuat mati beberapa buaya itu.


Sorakan dan lembaran uang dari para penggemarnya terus berjatuhan menghujani kedalam kubengan, Glorria sudah mulai mengambil ancang-ancang dengan posisi ia berdiri tegap tanpa bergerak, menatap tajam kearah beberapa buaya yang sudah siap menerkam dirinya.


Satu ekor buaya meloncat tinggi dan ia menampakkan cakaran dan giginya yang seperti gergaji itu, seekor buaya itu mulai menerkam tubuh Glorria hidup-hidup. sehingga membuat tubuh Glorria sudah tak terlihat karena tertutup oleh tubuh sang buaya hidup bukan buaya darat ya guys.


Sehingga membuat para penggemarnya ketakutan menyaksikan perkelahian antara Glorria dan Buaya yang cukup besar tersebut, tubuh Glorria dan seekor Buaya itu terus berguling kesana kemari.


Darah terlihat jelas darah segar terus keluar diri dalam posisi Glorria berada, suara dari ekor Buaya itu terus terdengar yang memukul-mukul gendangan air, namun tidak disangka-sangka tiba-tiba tubuh besar dari seekor Buaya itu terguling tergeletak begitu saja dengan darah yang begitu banyak. membuat para penonton berteriak dan menutup wajah mereka masing-masing, suasana seketika hening tanpa ada suara sedikitpun.


Tiba-tiba dengan kesusahan Glorria keluar dari bawah tubuh seekor Buaya besar tersebut, membuat para penonton menganga menyaksikan Glorria yang masih hidup. Saweran semakin banyak dari para orang-orang kaya raya itu, dan mereka sangat menyukai pertandingan tersebut.


Selama bekerja menjadi pawang hewan, Glorria tak pernah membuka balutan yang menutupi wajahnya, sehingga banyak sekali orang penasaran dengan jati diri Glorria.


Setelah pertandingannya selesai Glorria pun segera bersiap-siap untuk kembali pulang, namun ia tiba-tiba ia datangi oleh beberapa pria Jepang yang tak lain dia adalah pemilik tempat tersebut.


"Nona apa saya bisa bicara sebentar denganmu?" Glorria pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2