
Maicon, ia sangat mengkhawatirkannya Alexander yang tidak bisa dia hubunginya, Maicon berkali-kali menghubungi ponsel Alexander namun tak ada jawaban sama sekali, "dimana anak ini kenapa tidak bisa dihubungi? Sial apa jangan-jangan dia tertangkap oleh kaki tangan Annabella?" Gerutu Maicon dengan penuh kekesalan.
Maicon sudah sangat ketakuatan, ia takut kalau Alexander kembali pulih dari lupa ingatannya. "Seharusnya dia sudah kembali karena tugasnya telah selesai, apa jangan-jangan Alexander putraku.. owh itak Alexander anakku harus kembali, ini tidak boleh terjadi" gerutu Maicon terus berbicara sendiri karena ia kehilangan jejak akan Alexander anaknya.
Hari-hari telah berlalu bulanpun telah berganti, kini Annabella dan Alexander sedang mempersiapkan dan mengumpulkan anak buahnya, yang dibantu oleh Drak. Annabella sengaja tidak terburu-buru untuk menampakkan diri dihadapan Jack karena ia sedang menunggu hari yang tepat, karena ia ingin membalaskan semua perbuatan Jack dan kembali mengambil haknya dari tangan Jack.
Karena Annabella tahu betul jika musuh yang akan dihadapinya nanti bukanlah orang sembarangan dan sangatlah kuat, karena Jack telah dibantui oleh ketua Mafia Eropa, iya itu ayah dari Allena yang akan menjadi mertua Jack.
Mau tidak mau Annabellapun harus menahan amarahnya dan bersabar, agar tidak terburu-buru untuk menyerang Jack dan komplotannya. "Drak bagaimana dengan anak buah kita apa sudah cukup, dan siap untuk berperang?" tanya Annabella kepada Drak
"Iya nona anak buah kita sudah sangat banyak, bahkan ketua Mafia London sudah siap ikuti bergabung dengan klan kita, dan mereka siap untuk membantu kita nona" jawab balik Drak
"Apa kau bicara serius Drak? Baiklah iru urusan nanti kita pikirkan lagi, kalau ketua Mafia London akan membantu kita, owiya Drak jangan lupa kau beritahukan Aiken agar dia selalu memantau pergerakan Jack" perintah Annabella kepada Drak. Keesokan harinya Drak mendapatkan informasi dari Aiken, mengenai Jack jika dia akan mengadakan pernikahannya dengan Allena yang akan digelar dirumah megah milik Annabella.
"Drakpun dengan cepat memberitahukan semuanya kepada Annabella dengan informasi yang dia dapatnya, "apa kau serius Drak kalau Jack akan menikah dengan perempuan itu? Apa kau tahu siapa perempuan itu dan berhasil dari negara mana dia Drak?" tanya Annabella, ia kembali ingin tahu yang sebenarnya dengan siapa Allena yang sebenarnya. Karena selama ini dia hanya mendengar dari cerita-cerita para asisten, dirumahnya sewaktu dia masih berada disana.
"Wanita itu bernama Allena dan dia adalah anak dari ketu Mafia Eropa nona, jadi kemungkinan besar diacara pernikahaan anaknya besok, ketua Mafia Eropa akan ikut hadir nona" tutur Drak apa adanya memberitahukan Annabella. "Baiklah segera kau persiapkan anak buah kita, besok kita akan berangkat untuk menghancurkan mereka, beri jarak dari rumah itu jangan sampai pergerakan kita diketahui oleh mereka. Dan jangan lupa kau beritahukan paman Thony dan para tetua klan agar mereka jangan ikut hadir disana, beso kita akan bergerak disaat acara pernikahannya dimulai" perintah Annabella dengan tegas.
Drak pun bergegas pergi dan memberitahukan kepada para anak buahnya, untuk mengupulkan semua anggotanya dan mempersiapkan senjata-senjata mereka, yang akan mereka gunakan besok. Beberapa seniperpun sudah dikirim terselebih dahulu untuk mencari posisi yang tepat.
Sedangkan Alexander dia akan tetap dirumah dengan hacker lainnya karena dia lebih jago dalam mengendalikan komputer, untuk memantau pergerakan para musuhnya, Annabella ia segera mempersiapkan kedua senjata andalannya. "Drak coba kau cari tahu dimana perempuan itu berada saat ini?" teriak Annabella melalui sambungan telponnya menghubungi Drak untuk mencari tahu keberadaan Allena.
__ADS_1
Dan tak perlu menunggu lama Drak pun telah mendapatkan informasi mengenai keberadaan Allena saat ini.
"Halo nona saat ini Allena berada disebuah Hotel Cour Vosges dengan beberapa pengawalnya yang berasal dari Eropa, Sedangkan tuan Jack sendiri dia sedang berada di club bersama dengan teman-temannya nona" ucap Drak lewat sambungan telponnya. Setelah mendapatkan informasi tentang Allena, Annabellapun bergegas untuk bersiap-siap dan segera pergi dengan beberapa pengawalnya dan para anak buah lainnya menuju hotel. Annabella sengaja tidak mengajak Drak dan Alexander meskipun berkali-kali Annabella mendapatkan larangan dari Alexander, namun Annabella berhasil meyakinkan Alexander dan akhirnya iapun diijinkan oleh Alexander.
Setelah beberapa jama dalam perjalanan menuju Hotel Cour Vosges, kini Annabella beserta pengawal dan anak buahnya sudah berada didalam Hotel Cour Vosges, para anak buah Annabellapun sudah berhasil mengepung Hotel Cour Vosges dengan jarak yang tak terlalu jauh dan tak mencurigakan. Karena mereka melakukan penyamaran yang menyerupai pekerja hotel tersebut, begitupun dengan Annabella yang menyamar sebagai pelayan Hotel. Pengawal Annabella yang bernama Baldwin, dia sudah berhasil menyelundup masuk keruangan CCTV untuk mengambil alih pemantauan.
"Hey sedang apa kau disitu?" Slepp.. Slepp.. dengan cepat Baldwin membekap dan mematahkan kedua leher penjaga hotel tersebut hingga tewas. Yang hampir saja mengetahui aksinya, dan kini Baldwin sudah berhasil menguasai ruang CCTV dengan kedua anak buahnya. Baldwin terus memantau pergerakan Annabella yang sedang berjalan menuju kamar Allena, dengan kedua pengawalnya yang masing-masing membawa perlengkapan untuk keberhasilan kamar Hotel.
Sesampainya didepan pintu kamar Allena, langkah Annabella dan kedua pengawalnya dihentikan, oleh para anak buah Anderson ayahnya Allena, yang ditugaskan untuk mengawal Allena. "Tunggu mau kemana anda nona?" tanya pengawal Anderson kepada Annabella, "hemm apa kau tidak lihat kalau aku akan masuk kedalam, karena aku harus membersihkan kamar ini" bentak Annabella "baiklah tapi kami akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu dengan barang-barang yang anda bawa nona, permisi bisa anda tunjukkan isi dorongan itu kepada kami?" pinta para pengawal Anderson kepada Annabella.
"Baiklah silahkan kalian cek semuanya" jawab Annabella dengan singkat, keempat anak buah Anderson mulai berjongkok untuk memeriksa barang-barang yang dibawa oleh kedua pengawal Annabella.
tanpa sepengetahuan para anak buah Anderson, Annabella sudah siap memegangi kedua pisaunya.
Kedua pisau belati milik Annabella begitu cepat menggorok leher-leher para anak buah Anderson, hingga merekapun tewas ditempat. Dengan cepat kedua pengawal Annabellapun segera memasukan mayat-mayat anak buah Anderson kedalam troli perlengkapan kebersihan, sedangkan anak buah Annabella yang lainnya segera berjaga menggantikan posisi keempat anak buah Anderson yang telah tewas. Setelah semua kembali rapih dan seperti tak terjadi apa-apa, Annabellapun kembali mulai menjalankan aksinya.
Annabella mengetuk pintu kamar Allena, dan tidak lama kemudian suara teriakan Allenpun terdengar, karena ia memperbolehkan Annabella untuk masuk, yang Allena pikir jika Annabella adalah pelayan hotel, setelah mendapatkan ijin masuk dari Allena Annabellapun masuk dengan begitu santainya.
Sesampainya didalam kamar Allena, Annabella melihat kearah Allena yang sedang bermain game diponselnya, "Hey pelayanan kemarilah apa kau bisa memijat?" tanya Allena kepada Annabella, Annabellapun menganggukan kepalanya dan medekat kearah Allena, pelayan tolong pijat dibagian kakiku ini. Annabellapun kembali menurut dan ia mulai menyentuh kedua kaki Allena, setelah beberapa detik Annabella memijat kaki Allena. Namun hal tak terduga terjadi, Allena menendangkan kakinya kearah wajah Annabella, namun dengan sigap Annabella menangkisnya. Dengan cepat Annabella memutarkan kedua kaki Allena hingga menimbulkan suara.
Krekkk.. Krekk..
__ADS_1
"Aarghh.. Aarghh..!!
Allena berteriak histeris karena merasakan kesakitan di kedua kakinya, yang telah dipatahkan oleh Annabell,
dengan gerakan cepatnya Annabellapun segera merampas ponsel Allena dari genggaman tangannya.
Allena terus berteriak dan menangis meraung-raung menahan sakit dikedua kakinya, dan ia sudah tidak kuat untuk bangun dari tempat tidurnya. Annabella tersenyum getir melihat kearah Allena yang menangis. Annabella kembali menarik tangan Allena dengan kasar lalu ia membantingnya. Hingga kedua tangan Allenapun kembali patah, setelah melihat Allena tidak berdaya Annabellapun membuka penutup wajahnya.
Allena langsung beringsut dan melotot saat dia melihat sosok Annabella ada dihadapannya, Allena tidak percaya jika Annabella masih hidup. Tubuh Allena sudah tak berdaya akibat kedua tangan dan kakinya telah dipatahkan oleh Annabella, Allena hanya mampu menangis dengan menggelengkan kepalanya ia sudah sangat ketakutan oleh Annabella yang siap akan menerkam dirinya.
"Kenapa kau menangis apa kau ingin bermain-main denganku Allena Anderson? Bagaimana rasanya setelah menikmati kekuasaan milikku?! apa kau sudah puas hemm?!" ejek Annabella sambil mengarahkan pisaunya dibagian wajah mulus Allena, "tidak Annabella tidak, tolong jangan sakiti aku Annabella aku minta maaf tolong lepaskan aku Annabella aku mohon padamu Annabella hiksss hiksss.."
Allena terus memohon dengan tangisannya, agar dia dilepaskan oleh Annabella, namun bukan Annabella namanya jika dia akan melepaskan lawannya begitu saja.
Annabella yang sudah memegangi pisau belati miliknya, ia terus menempelkan pisau tersebut dibagian wajah mulus Allena. Annabella terus menaik turunkan pisaunya, dan sesekali ia goreskan dari ujung pisaunya yang runcing, dengan perlahan hingga tembus sampai ujung. Dan akhirnya pisau belati Annabella telah ambles hingga merobek lidah Allena.
Allena sudah tak mampu berbicara lagi karena lidahnya kini telah robek oleh pisau belati milik Annabella, dengan darah terus keluar dari dalam mulutnya, Annabella masih belum puasa sampai disitu saja ia kembali memotong leher Allena hingga nyaris putus, hingga membuat Allenapun tewas dengan sangat mengesankan.
Annabella segera memberitahukan para anak buahnya untuk merapikan kamar Allena.
Setelah beberapa anak buah Annabella merapikan kamar Allena, Annabellapun kembali menghubungi Drak untuk persiapannya esok hari. Para anak buah Anderson yang berjaga dihotel telah tewas semua, dan kini yang berjaga telah diambil alih oleh anak buah Annabella semua.
__ADS_1
Didalam club suara dentuman musik semakin kencang, Jack sedang asyik menikmati tubuh wanita wanita malam. Mengingat jika ini adalah malam terakhirnya melepaskan masa lajangnya, karena esok hari ia akan segera berganti seratus. Aiken dan temannya hanya terdiam menyaksikan Jack dengan para teman-temannya sedang asik berpesta ***. "Nikmatilah hari terakhirmu tuan Jack karena ini adalah hari terakhirmu." Dalam hati Aiken tertawa karena selama ini Aiken, sudah tak betah menjadi pengawal Jack
Sedangkan Anderson yang berada dihotel yang berada, ia tertawa terbahak-bahak karena misinya telah telah berhasil akan menjadi penguasa di Paris. "Jack-Jack setelah kau resmi menjadi suami dari putriku, kau akan segera mendapatkan ajalmu Jack yang bodoh hahaha" gumam Anderson sambil tertawa "pengawal bawakan wanita-wanita cantik untukku, malam ini aku ingin merayakan malam kemenanganku.." teriak Anderson kepada para anak buahnya.