KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Tiba dirumah persembunyiannya


__ADS_3

Padahal Dallen cuma asal bicara dan dia tidak tahu kalau nama yang disebutkannya adalah nama kecilnya Drak, para anak buah Aubert tinggal tersisa empat orang lagi, tanpa disangka-sangka dengan begitu polos Glorria menembakkan senjata milik Annabella. Hal tak terdugapun terjadi tembakan Glorria tepat sasaran tanpa meleset sedikitpun, Glorria bersorak riang karena bidikannya benar-benar sesuai sasaran.


Dorrr.. Dorrr.. Dorrr


Empat kali tembakan dan empat peluru saja yang dikeluarkan Glorria, berhasil membuat para musuhnya tewas dengan luka tembak yang sama dibagian kepala mereka. Hanya dengan hitungan detik Glorria berhasil membuat para musuhnya tergeletak tak bergerak lagi.


Prokkk.. Prokkk.. Prokkk..


"Waww amazing nona Annabella telah kembali Dallen.." Drak bertepuk tangan begitu heboh karena dia senang melihat Glorria, yang memiliki kemampuan super sama persis seperti Annabella ibunya.


Dengan cepat Drak memburu kearah Glorria dan ia merangkul tubuh mungil Glorria, tiba-tiba kedua mata Drak berkaca-kaca dia sedih sekaligus bangga melihat Glorria, yang secara tidak langsung Glorria sudah menjadi pelindung mereka semua.


Dallenpun juga sama menghampiri Glorria dan dia kembali meraba-raba tubuh Glorria, karena Dallen sangat takut kalau Glorria akan terluka "gadis kesayangan Uncle apa ada yang sakit?" Tanya Dallen khawatir, Glorria dia hanya menggelengkan kepalanya Dallenpun langsung memeluk Glorria.


Dallen sangat sedih karena dia tidak bisa memberikan perlindungan yang lebih terhadap Glorria, Glorria mengerutkan dahinya melihat kedua Unclenya menitikkan buliran bening dari kedua mata mereka.

__ADS_1


"Uncle kenapa kalian sedih? Aku baik-baik saja dan tidak ada luka sedikitpun yang aku dapatkan, ayok kita lanjutkan perjalanan kita" ajak Glorria kepada kedua Unclenya


Akhirnya mereka semua kembali melanjutkan perjalanannya, dengan berjalannya waktu haripun sudah mulai siang dan mereka juga sudah menemukan jalan setapak, Dallen dan Drak mempercepat langkah kakinya mereka terus mengikuti kemana Glorria berjalan.


"Dallen apa kita tidak salah jalan, terus menerus kita mengikuti gadis besar memangnya dia mengetahui rutenya?" Tanya Drak kepada Dallen, mereka baru sadar jika sejak tadi mereka berjalan hanya mengikuti langkah Glorria, yang jelas-jelas mereka juga tidak mengetahui kemana Glorria akan pergi.


Dallenpun terpaksa menghentikan langkah kakinya, dan segera memanggil Glorria yang sudah berjalan lebih dulu dari mereka, "gadis besar kesayangan Uncle bisakah kamu berhenti sebentar?" Dallenpun segera mengejar Glorria yang berhenti mendengar pertanyaannya.


Glorria diapun berdiri menunggu Dallen, "gadis besar kesayangan Uncle, apa kamu sudah tahu tujuan kita akan pergi kemana?" Tanya Dallen "ya tentu aku mengetahuinya Uncle, bukankah kita akan pergi kerumah Aunty Mammy dan Grandpa" jawab balik Glorria


Jawaban Glorria benar-benar membuat Dallen terperangah, "iya itu betul sekali gadis besar, dan bagaimana kamu mengetahuinya jika jalan menuju rumah Mammymu sini?" Tanya Dallen penasaran, Glorria ia tersenyum kearah Drak dan Dallen sambil mengunjukkan jarinya keatas kepalanya, tandanya ia berkata jika dia mengetahui jalan menuju rumah ibunya karena menggunakan instingnya.


Dan akhirnya mereka semua kembali berjalan dan kembali seperti tadi mengikuti Glorria yang berjalan lebih dulu, setelah menempuh perjalanan yang lumayan cukup jauh, kini mereka semua sudah tiba di pemukiman warga yang banyak sekali dihuni oleh para penduduk warga pelosok.


Drak dia tersenyum bahagia karena tempat tersebut sudah begitu ia kenal, "akhh Dallen akhirnya kita tidak akan pernah kesusahan lagi, dan gadis kecil kita tidak akan buang air sembarangan lagi bukan begitu Dallen tampan?" Ucap Drak sambil menjawil hidung mancung Dallen, saking senangnya Drak berteriak dan meloncat-loncat yang diikuti oleh Glorria, bahkan Drak menggendong tubuh Glorria dan dia bawa berlari-lari dan berputar-putar.

__ADS_1


Senangnya Drak karena dia tahu betul jika rumah Annabella sudah sangat dekat dengan posisi mereka saat ini, Glorria dan Drak berlarian kearah rumput-rumput yang hijau dan mereka langsung menjatuhkan tubuh mereka diatas rumput, kedua kaki dan tangan mereka terus digerakkan seperti hewan terbang, Dallen yang melihat kelakuan Drak dan Glorria sama-sama aneh dia hanya geleng-geleng kepala.


Glorria kembali bangun dan dia berlari menuju rumahnya Drak langsung mengejarnya, Glorriapun mulai memelankan langkah kakinya, dan kembali berjalan santai tatapan Glorria tertuju kepada salah satu rumah yang cukup besar dan mewah. Glorria terus berjalan kearah rumah tersebut dengan wajahnya yang berbinar, tidak lama kemudian Glorriapun sampai didepan pintu gerbang rumah itu.


Para anak buah Annabella yang masih setia menunggu kedatangan Annabella, mereka menatap tajam kearah Glorria yang berdiri didepan pintu gerbang, para anak buah Annabella tidak ada yang mengenali Glorria karena dulu saat Glorria diajak kerumah itu masih sangat kecil.


Tidak lama kemudian Drak dan Dallenpun tiba, para anak buah Annabellapun berbondong-bondong langsung membukakan pintu gerbang, karena mereka kenal betul dengan Drak sebagai pengendali rumah itu yang ditiupkan oleh Mikael Muller kepada Drak.


Dengan perasaan bahagianya Drak dan Dallenpun berjalan mengikuti Glorria, dia yang bisa mengingat dimana letak kamar ibunya Annabella, dia langsung naik kelantai atas menuju kamar Annabella yang berada dilantai atas.


Sedangkan Drak dan Dallen mereka hanya bisa melongo melihat Glorria sudah berada dilantai atas, yang diikuti oleh beberapa asisten Annabella "lihatlah Dallen gadis besar sangat cerdik dan pintar, apa selama ini kau yang mengajarkannya?" Tanya Dallen


Dallen dia menggelengkan kepalanya dengan pertanyaan Dallen kepadanya, karena selama ini dia tidak pernah mengajarkan apapun terhadap Glorria, karena Dallen takut jika suatu saat akan disalahkan oleh Annabella dan Alexander, atas apa yang dia ajarkannya terhadap Glorria.


"Lalu bagaimana bisa gadis besar bisa sepintar dan secerdik itu Dallen?" Drak kembali bertanya kepada Dallen dengan rasa penasarannya, "hemm kenapa kau menatapku seperti itu Drakkun, apa kau tidak tahu atau lupa siapa kedua orang gadis besar ha? Dia itu gadis keturunan Mafia yang sudah jelas dia memiliki darah Mafia ditubuhnya" jawab balik Dallen

__ADS_1


Drakpun terdiam dan ia hanya menganggukkan kepalanya, ia baru sadar jika ditubuh Glorria mengalir darah seorang Mafia, yang sudah jelas pasti sifat dan perilaku Glorria akan seperti kedua orangtuanya.


Tidak berselang lama para anak buah yang ditugaskan sebagai ketua oleh Drak, mereka datang untuk menemui Drak dan Dallen mereka disambut hangat oleh seluruh anak buah Annabella.


__ADS_2