KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Glorria menyerang markas


__ADS_3

Dallen setelah dia memastikan kalau Glorria sudah tertidur, Dallenpun masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat dan tidur, sedangkan Glorria dia kembali membuka kedua matanya, dan bangun dari tempat tidurnya Glorria mengintip dari belakang pintu dan mendengarkan suara kedua Unclenya. Sambil menunggu Dallen dan Drak tertidur pulas, Glorria terus menguping dari balik pintu kamarnya.


Glorria tak lepas memperhatikan jam dinding, setelah menunggu kurang lebih dari satu jam lamanya, dengan cepat Glorriapun segera mengganti semua pakaiannya. Celana hitam dan jaket kulit hitamnya, Glorria juga tidak lupa membawa cadangan amunisi dan kedua pisau tajamnya sudah setia menemaninya, yang dia letakkan dibawah kedua sepatunya.


Dengan mengendap-ngendap Glorria membuka pintu kamarnya lalu dia berjalan ke arah luar, dengan melewati kamar Dallen dan Drak setelah berhasil melewati kedua kamar Unclenya, dengan perlahan Glorria kembali membuka pintu keluar.


Dengan begitu pelan Glorria membuka pintu keluar karena suaranya takut akan didengar oleh Dallen daj Drak, setelah berhasil membuka pintu keluar Glorriapun berlari sekencang mungkin menjauh dari tempat penginapannya.


Setelah agak sedikit jauh dari tempat penginapannya, Glorriapun memperhatikan ke sekitar jalanan yang ternyata di sana terdapat ada beberapa sepeda motor yang sedang terparkir di pinggir jalan, sambil celangak-celinguk Glorria mengambil salah satu motor tersebut yang entah itu milik siapa.


Namun saat dia akan menyalakan sepeda motor yang sudah berhasil dia ambilnya, sepeda motor tersebut tidak bisa distarter hingga pada akhirnya Glorriapun mengambil salah satu jepitan rambutnya, lalu ia gunakan sebagai kunci cadangan sepeda motor tersebut.


Namun bukan Glorria namanya jika dia akan kehabisan akal begitu saja, hingga pada akhirnya motor tersebut bisa menyala dengan jepitan rambut yang Glorria gunakan sebagai kunci cadangan, tanpa mengunggu lama Gloria pun langsung menancap gas dan melajukan motornya, dengan kecepatan tinggi menuju markas dan rumah Aubert yang sudah dia lihatnya tadi siang bersama kedua Unclenya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dari tiga puluh menit, kini Glorria sudah sampai di seberang markas milik Aubert, Glorriapun kembali melajukan sepeda motornya dan memutari sekeliling rumah dan markas Aubert, sambil memperhatikan ke sekitaran rumah dan markas tersebut.

__ADS_1


Setelah memutari rumah dan markas milik Aubert, kurang lebih dari dua putaran Glorriapun langsung memarkirkan sepeda motornya di tempat tersembunyi yang tak begitu jauh dari markas dan rumah Aubert.


Setelah merasa aman menyembunyikan sepeda motornya Glorriapun kembali berjalan kaki menuju markas dan rumah Aubert, namun sesampainya di samping markas Aubert, tiba-tiba Glorria melihat beberapa pria bertubuh kekar yang sedang berkeliling memutari sekeliling rumah dan markas Aubert, Glorria yang bersembunyi di tempat yang gelap ia menajamkan pendengarannya ke arah suara para anak buah Aubert.


tanpa melihat pun Glorria sudah berhasil bisa menebak seberapa banyak para anak buah Aubert, yang sedang berpatroli di sekitaran rumah dan markas tersebut, "hemm rupanya kalian semua ada dua belas orang, bersiap-siaplah kalian semua sebentar lagi ajal kalian akan tiba" gumam Glorria sambil mengeluarkan kedua pisau belati andalannya.


Glorriapun mulai mengambil ancang-ancang untuk menyerang para musuhnya yang sudah semakin mendekat ke arah dirinya, kedua tangan Glorria ia sudah siap menggenggam kedua pisau belati yang super tajam dan beracun, dan akan segera menggorok leher leher para musuhnya.


Crepp.. Crepp.. Crepp..


Tubuh seksi Glorria meloncat dan menerjangkan kedua kakinya ke arah pihak lawan, dengan posisi kedua tangannya terus ia sabetkan ke arah leher leher para musuhnya, sehingga membuat para musuhnya pun terkulai lemas akibat tusukan dari sebelah pisau milik Glorria.


Namun saat Glorria sudah sampai di depan pintu gerbang markas milik Aubert, tak disangka-sangka suara klakson mobil tiba-tiba berbunyi cukup kencang, dengan cepat Glorria kembali memundurkan langkah kakinya dan bersembunyi di tempat yang agak sedikit gelap, agar tidak terlihat oleh para anak buah Aubert yang berada di dalam pintu gerbang.


Glorria terus memundurkan langkah kakinya karena lampu mobil terus menyala dan menyoroti ke arah pintu itu gerbang, sehingga membuat bayangan Glorria sendiri agak sedikit terlihat, dan pada akhirnya Glorriapun kembali mundur agak sedikit menjauh dari pintu gerbang, ia terus memperhatikan ke dalam markas yang terhalang oleh dinding pembatas, Glorria melihat ada sebuah pohon yang terdapat di dalam markas tersebut.

__ADS_1


Glorria yang kini sudah berada di tempat gelap, dia pun mulai mengambil ancang-ancang untuk meloncati benteng yang tinggi menjulang, hanya dengan secepat kilat pada akhirnya Glorriapun berhasil memanjati benteng tersebut, dan sesampainya diatas benteng dia langsung berpindah posisi ke arah pohon yang terdapat di samping benteng tersebut.


Dengan begitu mudahnya Glorria meloncat ke arah pohon dan dia segera turun melalui pohon tersebut, hingga pada akhirnya dia pun sudah berhasil masuk ke dalam pelataran markas milik Aubert tanpa kesulitan.


Glorria dia pun kembali berjalan di samping tembok markas, namun sayang posisinya telah diketahui oleh beberapa anak buah Aubert yang sedang berjaga, dengan serentak para anak buah Aubertpun meneriaki keberadaan Glorria sehingga seluruh para anak buah Aubertpun berhamburan memburu kearah Glorria.


Keberadaan Glorria yang sudah diketahui oleh para anak buah musuhnya, akhirnya posisi Glorriapun dikepung oleh para anak buah Albert sehingga posisi Gloria sudah benar-benar terjepit, Glorria mulai berdiri dengan kokoh dan memasang kuda-kudanya.


Dengan cepat Glorriapun kembali mengeluarkan kedua pisau belatinya, dengan begitu lincahnya tubuh Gloria meliuk-liuk kesana kemari sudah seperti kincir angin yang tidak dapat dihentikan lagi, kedua kaki Glorria terus menendang dan sesekali ia jumpalitan dan menggelinding untuk menghindari setiap serangan dari pihak musuhnya.


Hiattt.. Bughh.. Bughh..


Suara teriakan dari para anak buah Aubertpun mulai terdengar disekitaran markas, akibat menerima sabetan dari kedua pisau belati Glorria.


Crepp.. Crepp... Crepp..

__ADS_1


Kibasan dari kedua pisau Glorria berhasil membuat tubuh para musuhnya tercompang camping, dengan begitu cepat kedua kaki Glorria menerjang ke kiri dan kanan, sehingga membuat para musuhnya kewalahan melawan ilmu beladiri yang Glorria miliki.


Tanpa disadari para anak buah Aubert sudah banyak yang tewas akibat serangan dari Glorria, keberadaan Glorria sudah diketahui oleh Aubert yang baru saja tiba didalam markasnya. Dengan cepat Aubertpun segera menghubungi putra semata wayangnya, yang tak lain dia adalah Bastev.


__ADS_2