KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Maafkan Dady Mammy


__ADS_3

"Darren, Aiden gara-gara kalian aku jadi tertabrak kepalaku sakit sekali auhh"


tiba-tiba Annabella ikut berceloteh menimpali kedua kurcaci yang selalu menemani hari-harinya.


Bastev dan Glorria tersentak kaget saat mendengar suara serak Annabella yang ikut berceloteh diantara kedua kurcacinya. Glorria mendekat kearah Annabella yang masih terbaring dengan memejamkan kedua matanya, "putri Mammy apa kamu sudah mendengar suara Mammy nak" tanya Glorria


"Tentu Mammy aku bisa mendengar suaramu tapi kedua mataku tidak bisa dibuka Mammy"


Jawab Annabella.


Glorria dan Bastev begitu bahagianya saat mereka mengetahui jika putri mereka sudah tersadar, dan kembali berbicara. Bastev dia segera keluar dan memanggil para dokter untuk segera memeriksa keadaan putri semata wayangnya.


Arno dan Dezi serta Alma dan Alice hanya bisa melihat dari balik kaca, ruangan ICU karena mereka belum bisa masuk kedalam.


Akhirnya beberapa dokter pun berjalan masuk kedalam ruangan dimana Annabella berada, setelah melakukan pemeriksaan terhadap Annabella para dokter memberitahukan Annabella, agar Annabella membuka kedua matanya.


Dengan perlahan Annabella pun membuka kedua matanya. "Mammy, Darren Aiden kalian dimana kenapa aku tidak bisa melihat kalian?"


Kedua tangan Annabella terus meraba-raba ingin mencari keberadaan Glorria ibunya.


Padahal kedua mata cantik Annabella sudah jelas terlihat jika kedua matanya sudah terbuka, namun Annabella tidak bisa melihat apapun pandangan Annabella gelap.


Hati Glorria dan Bastev mulai was-was dan khawatir akan terjadi hal buruk pada penglihatan putri mereka. Salah satu dokter kembali membuka kelopak mata Annabella dan menyenternya, dokter tersebut terus mengacungkan jari jarinya didepan kedua mata Annabella.


Namun kedua mata Annabella tidak merespon akan pergerakan tangan sang dokter, dan ternyata Annabella benar-benar mengalami kebutaan pada kedua matanya.


Akhirnya dokter tersebut memanggil Glorria dan Bastev keruangannya, untuk membicarakan masalah kebutaan yang terjadi kepada Annabella. "Apa yang terjadi dengan kedua bola mata putri kami dokter?" Tanya Glorria dan Bastev "sebelum kami mohon menurut hasil penelitian, putri anda mengalami kebutaan permanen akibat benturan yang begitu keras saat kecelakaan terjadi." Tutur sang dokter


Deg..


hati Glorria bagaikan disambar petir disiang hari ia benar-benar tidak percaya jika putri kecilnya harus menanggung cobaan untuk seumur hidupnya. Glorria bangkit dari duduknya ia mengangkat kerah baju sang dokter, dengan penuh amarah.

__ADS_1


Bugh... Bugh..


"Jangan pernah katakan jika putriku akan buta dokter! Cepet lakukan yang terbaik untuk penglihatan putriku!" Seru Glorria.


Glorria sudah tak kuat lagi menahan rasa emosinya bercampur pedih yang begitu mendalam. Bastev dengan sekuat tenaganya menahan Glorria, Glorria berlari keluar dari ruangan dokter. Dengan perasaannya yang begitu terluka, itulah yang dirasakan oleh Glorria sebagai seorang ibu ia tak sanggup jika anaknya harus mengalami kecacatan.


Glorria berlari kearah pintu ruangan Glorria, namun dengan begitu cepat Bastev menarik bahu Glorria. Magnolia membalikkan tubuhnya dan ia mengarahkan senjatanya di atas kepala Bastev, sontak saja Dezi, Arno dan kedua Auntynya terkejut melihat kemarahan Glorria terhadap Bastev.


Aunty-aunty dan Uncle Glorria gemetar melihat tatapan dan raut wajah Glorria begitu menakutkan. "Tembaklah aku Glorria dan berikan kedu bola mataku kepada putriku, aku pantas menerimanya, putriku berhak bahagia tembaklah Glorria cepet lakukan."


Glorria, dia mendorong tubuh dan kembali memukul wajah Bastev dengan begitu kencang hingga hidung Bastev mengeluarkan darah, "pergi dari hadapanku Bastev dan jangan pernah kau tunjukkan wajahmu di hadapanku lagi pergiiii.!!" Teriak Glorria


"Mammy.. Mammy!!" Tiba-tiba suara teriakan dari Annabella terdengar memanggil Glorria ibunya.


Glorria berlari masuk kedalam ruangan Annabella, karena Annabella berteriak memanggilnya. "Ada apa sayang putri Mammy, Mammy di sini sayang" ucap Glorria sambil memeluk gadis kecilnya.


"Mammy kenapa Mammy marah-marah siapa yang Mammy marahi?" Tanya Annabella


"Mammy biarkan Uncle yang telah menabrakku kemari, aku ingin bertemu dengannya bolehkah Mammy." Tanya Annabella, Glorria pun tak bisa menolak dengan keinginan putrinya yang sama-sama keras kepala sepertinya.


Dengan cepat Darren dan Aiden keluar dan menarik tangan Bastev yang akan beranjak pergi. Darren dan Aiden berhasil membawa Bastev masuk, dan tak sampai di situ saja bahkan kedua kurcaci iru menarik tangan Annabella dan menempelkannya di tangan Bastev.


Tangan mungil Annabella meraba-raba tangan kekar Bastev, dengan cepat Bastev menggenggam tangan mungil Annabella.


"Daddy--Daddy tampan terimakasih Daddy telah menabrakku, akhirnya aku bisa bertemu denganmu Daddy" ucap Glorria. Seketika membuat hati Bastev terkejut mendengar Annabella, memanggilnya dengan sebutan Daddy.


Bastev segera memeluk erat putri semata wayangnya. "Maafkan Daddy sayang, Daddy tidak sengaja melakukannya maafkan Daddymu ini putri kecilku." Sahut Bastev dengan deraian air matanya.


"Aku sudah memaafkanmu Daddy, tapi aku tidak akan memaafkanmu, jika Daddy meninggalkanku lagi. Mammy maafkanlah Daddy dia tidak sengaja melakukannya Mammy." Pinta Annabella.


Akhirnya hati seorang penerus bisa luluh oleh darah dagingnya sendiri, Glorria pun kembali menerima Bastev demi kebahagiaan sang putri kecilnya. Kurang lebih satu bulan lamanya Annabella mendapatkan perawatan khusus dari dokter pribadi Bastev, yang berada di Belanda. Meskipun sampai saat ini kedua mata Annabella masih belum bisa melihat, tapi ia begitu bahagia dengan kedua orang tuanya yang sudah berkumpul kembali seperti harapannya.

__ADS_1


Dengan setianya Darren dan Aiden selalu menemani Annabella kemanapun Annabella pergi, keduanya tak mau ketinggalan. Bahkan kamar tidurnya pun kini menjadi satu ruangan keduanya tak tidur sebelum Annabella tidur terlebih dulu, baru mereka akan tertidur.


Itulah Darren dan Aiden yang semakin hari mereka berdua semakin menyayangi Annabella. Semenjak Bastev kembali menemukan Glorria, sudah satu bulan lebih Bastev tak kembali ke Paris. Ia menyerahkan pekerjaan kepada Dezi yang dibantu oleh Louis.


Bastev pun menceritakan semuanya tentang kembalinya Deborah dan Louis serta putranya Augusto, Bastev tidak lupa memberitahukan Sander yang kini sudah menginjak usia 8 tahun, tapi Bastev tidak memberitahukan jika saat ini Deborah dan putranya Augusto serta Sander telah hilang.


Bastev berusaha keras membujuk Glorria agar mau kembali ke Paris, tapi Glorria enggan untuk kembali karena ia tahu betul jika keberadaannya akan diincar banyak musuhnya.


Hari-hari telah berlalu bulanpun telah berganti, tak terasa Deborah dan kedua jagoannya sudah 6 bulan lamanya meninggalkan kediaman Bastev. Deborah dan Jonas serta kedua jagoannya, menetap ditengah-tengah bekas perkebunan yang terbengkalai tanpa ada pemiliknya.


➡️➡️


Kini kehamilan Deborah sudah semakin besar bahkan ia sudah tak kuat untuk pergi kemana-mana. Disiang Jonas meminta izin untuk pergi kepasar namun sebenarnya Jonas akan pergi ke Paris menemui Louis.


Karena Jonas khawatir dengan perut Deborah yang sudah semakin besar dan sebentar lagi menjelang persalinan. Setelah menempuh beberapa jam perjalanan Jonas pun tiba di Paris, dengan penyamaran dari penampilanya.


Louis yang telah mengetahui keberadaan Deborah istrinya, dia segera langsung menyusul Deborah dengan para anak buah Bastev. Sesampainya di gubuk yang yang begitu kecil Louis menengok kedalam gubuk tersebut, hati Louis begitu terenyuh melihat keadaan istri dan putra angkatnya yang begitu memprihatinkan.


"Deborah sayang, bangunlah kita pulang sayang" ucap Louis.


Deborah yang sudah tertidur pulas terjingkrat kaget dengan kedatangan Louis yang secara tiba-tiba.


"Louis apa ini kamu Hikssss Hiksss aku takut Louis aku takut" pekik Deborah


"kamu tidak perlu takut sebentar lagi kita akan bertemu dengan kakak Glorria" sahut Louis.


Deborah, sia seolah tak percaya saat ia mendengar kata Glorria, Louis pun dengan cepat menggendong tubuh Deborah yang tengah hamil tua. Sedangkan para anak buah Bastev menggendong Augusto dan Sander menuju mobil mereka.


➡️➡️


Nowela setelah melakukan kejahatannya ia melarikan diri dengan ketua Mafia Eropa Althaf, dan kini Althaf sedang menyusun rencana untuk menghancurkan bisnis serta keluarga Bastev.

__ADS_1


__ADS_2