
"Darren, Aiden lihatlah sekarang aku sudah bisa melihat, tapi dimana mereka dan bagaimana bisa aku kembali menemui mereka jalan pulang saja aku tidak tahu." Rutuk Annabella sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal, ia kebingungan bagaimana caranya dia pulang ke apartemennya.
Annabella kembali terdiam ia berusaha mengingat-ngingat tempat dirinya tinggal bersama kedua saudara susunya. Tiba-tiba diluar hujan turun begitu deras sehingga gorden balkon kamarnya, bergerak-gerak sendiri akibat tersapu angin dari luar.
Jelegerrrrr...
Tiba-tiba terdengar suara petir begitu kencang dari luar bersamaan dengan cahaya kilat, Annabella terjingkrat kaget saat ia melihat cahaya kilat. Yang baru pertama kalinya ia lihat, dengan terkocar-kacir Annabella berlari kearah kamar Alejandro tanpa mengetuk pintu kamar terlebih dulu, Annabella langsung membuka pintu kamar itu dan masuk.
Annabella, dia loncat dan menaiki kasur Alejandro, dan Alejandro sendiri dia sedang terlentang diatas ranjangnya dengan selimut tebalnya. Sontak saja membuat Alejandro terkejut dengan kedatangan Annabella yang secara tiba-tiba naik keatas ranjangnya bersamaan dengan suara petir diluar.
Tanpa rasa canggung dan malu Annabella menerobos masuk kedalam selimut milik Alejandro, dan ia merebut selimut tebal Alejandro. Alejandro terperangah melihat tingkah Annabella, yang benar-benar diluar dugaannya.
__ADS_1
"Ada apa denganmu Freya? Kenapa kamu kekamarku" tanya Alejandro sambil terus melihat kekonyolan Annabella, setiap ada kilat dia akan menjerit dan masuk kedalam selimut milik Alejandro
Sudah kamu diam aku itu takut dengan cahaya itu, ikhh sangat mengerikan." Jawab Annabella sambil menoleh kearah jendela, Alejandro, dia terkekeh melihat tingkah Annabella yang takut akan cahaya kilat.
Annabella tidak mempedulikan pemilik kamar Alejandro, dia tetap dengan tingkah konyolnya telah mengambil alih tempat tidur Alejandro. "Sudah kamu jangan tertawa biarkan aku tidur di sini, aku itu takut apa kau mengerti" ucap Annabella yang masih mengumpat didalam selimut.
Selama belasan tahun Annabella terbiasa tertidur dengan kedua saudara laki-lakinya, yang selalu menjaga dirinya dalam ketakutan dan rasa kesepiannya. Sehingga dia tidak merasa aneh dengan kedekatannya bersama Alejandro, yang dia pikir kalau Alejandro dan kedua saudaranya laki-lakinya sama.
Annabella terperanjat kaget mendengar suara petir, dengan refleks Annabella memeluk tubuh kekar Alejandro dengan begitu kencang, hingga membuat hati Alejandro berdetak tak beraturan panas dingin dirasakannya.
Hembusan nafas Alejandro semakin tidak beraturan, semakin lama mereka bersembunyi didalam selimut semakin mengencang pula Junior Alejandro dibawah sana. Alejandro berkali-kali menelan salivanya, dengan tubuhnya mulai bergetar dan suaranya tiba-tiba terasa serak.
__ADS_1
Dengan perlahan Annabella membuka selimut yang menutupi sekujur tubuhnya, karena ia merasakan dekat Jantung Alejandro berdetak kencang tak beraturan, dengan wajah Alejandro yang sudah memerah seperti udang rebus.
Annabella mendongak keatas yang terlihat wajah Alejandro sudah bercucuran keringat.
"Hey-heyy ada apa denganmu kenapa wajahmu merah seperti itu? Apa kamu juga takut dengan petir?" Tanya Annabella dengan polosnya.
Alejandro menggelengkan kepalanya dan mengangkat bahunya dengan pertanyaan Annabella kepadanya. "Owh iya sudah kalau begitu, biarkan aku bersembunyi didalam sini kalau kamu mau tidur, kamu boleh bangunkan aku" ujar Annabella sambil kembali menutup kepalanya dengan selimut.
Tanpa disadari Annabella tertidur begitu lelap diatas dada bidang Alejandro,
Tanpa Alejandro sadari ia menatap wajah polos tanpa makeup Annabella yang begitu cantik paripurna, dengan bulu mata yang lentik hidung
__ADS_1
mancung dan rambut kuningnya.