KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Dia bukan ibuku


__ADS_3

Setelah Louis berhasil membawa Deborah serta Augusto dan Sander, kini mereka sudah berada di kediaman Bastev. Louis dia segera menghubungi Bastev dan memberitahukannya jika Sander dan Deborah berhasil di temukan.


Di Belanda, "Glorria sayang apa kamu yakin tidak ingin bertemu dengan adikmu Deborah" Bastev kembali membujuk Glorria agar kembali ikut ke Paris.


Tokkkk..


"Daddy, Mammy apa boleh aku masuk?" Dengan cepat Bastev menghampiri Annabella yang di papah oleh kedua saudara laki-lakinya.


Bastev, dia segera menggendong tubuh kecil Annabella dan membawanya masuk "Daddy kapan aku akan bertemu dengan kakak Sander dan Augusto" tanya Annabella


"secepatnya pasti nanati kamu akan bertemu dengan mereka sayang, kita tunggu Mammy sampai dia mau ikut dengan kita ke Paris." Jawab Bastev


"Hemm jadi Mammy tidak mau berangkat ke Paris dengan kita Daddy? Tanya lagi Annabella.


Bastev pun mengagukan kepalanya dengan pertanyaan Annabella kepadanya.


Sebenarnya Glorria ingin sekali bertemu dengan adik dan keponakannya serta putra angkatnya, tapi ia begitu ketakutan dengan keberadaannya akan di ketahui oleh para musuhnya yang telah mengincarnya selama ini.


"Daddy turunkan aku biarkan aku berbicara dengan Mammy." Pinta Annabella,


Bastev pun menurunkan Annabella dari gendongannya, Annabella meraba-raba kedua tangan Glorria ibunya.


Glorria pun segera meraih dan menggenggam erat kedua tangan mungil Annabella "Mammy apa yang di takutkan di Paris, sehingga Mammy tidak mau pergi kesana, Mammy selalu bilang padaku jika terus bersama-sama maka kita akan lebih kuat, bukan seperti itu Mammy" ujar Annabella.


Glorria dia tersentak dengan perkataan putrinya Annabella, yang berbicara seperti orang dewasa.


"Baiklah sayang kita semua akan kembali ke Paris, tapi ingat kamu harus mau dijaga oleh pengawal Daddy mu bagaimana." Jawab Glorria, ia tidak tidak bisa menolak dengan permintaan Annabella gadis kecilnya.


Permintaan Glorria ibunya langsung disetujui oleh Annabella, karena selama ini Annabella tidak pernah menyukai jika di berikan pengawalan oleh para asistennya. "Baiklah Mammy tidak masalah aku di kawal, tapi Mammy harus benar-benar ikut dengan Daddy." Ucap balik Annabella.


Akhirnya Glorria pun setuju untuk kembali ke Paris. Arno dan Alice serta Alma segera mempersiapkan semuanya, untuk mereka kembali ke Paris. Dengan berjalannya waktu kini keluarga Bastev sudah berada di dalam pesawat Jetnya, tak ada yang tertinggal satupun. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan cukup jauh, kini Glorria dan Bastev sudah tiba di Bandara Paris.


Dezi dan Jonas segera bersiap-siap untuk menjemput keluarga Bastev yang sudah tiba di Bandara. Deborah sengaja tidak di beritahukan oleh Louis jika Glorria kakaknya sudah berada dalam perjalanan. Sander dan Deborah masih dalam masa pemulihan, oleh dokter pribadi Bastev, untuk menyembuhkan rasa trauma mereka.


Dimalam itu hari sudah begitu larut, keluarga kecil Bastev tiba di kediaman megahnya.


Dengan kedu Auntynya dan Arno serta anak-anak mereka. Louis dan Deborah yang terbangun oleh suara anak-anak yang tak lain Darren dan Aiden dan Annabella, Deborah dan Louis yang baru saja keluar dari kamar mereka.

__ADS_1


Mereka di kejutkan oleh sosok yang tak asing, dengan tergopoh-gopoh Glorria berlari kearah Deborah adik kesayangannya. "Deborah adikku" Glorria tak sempat untuk berucap dia sudah tak tahan ingin memeluk Deborah adik semata wayangnya.


Dengan cepat Deborah segera memeluk Glorria kakaknya dengan diiringi deraian air matanya, keduanya hanyut dalam kesedihan nya dan rasa kerinduan mereka setelah sekian lama tak bertemu. Glorria mengelus lembut perut buncit Deborah, Deborah memperhatikan satu persatu ketiga anak-anak kecil yang tak lepas menatap kearah dirinya.


"Kakak mereka siapa?" Tanya Deborah, Glorria pun memberitahukan satu persatu ketiga kurcaci yang ada dihadapan Deborah. Deborah pun memeluk satu persatu ketiga kurcaci yang yang lucu-lucu dan menggemaskan. "Mammy apa ini suara Aunty Deborah yang ada di photo itu.?" Tanya Annabella.


"Iya sayang ini Aunty cantikmu." Jawab balik Glorria.


"Aunty meskipun sekarang aku tidak bisa melihatmu tapi aku pernah melihatmu di photo" ujar Annabella sambil tersenyum, Deborah dia pun ikut tersenyum mendengar celotehan Annabella keponakannya.


Setelah melepaskan rasa rindunya mereka semua pun masuk kekamar mereka masing-masing, seperti biasa Darren dan Aiden mencari kamar paling besar untuk mereka bertiga.


Louis dan Dezi serta Bastever sibuk memilihkan kamar untuk ketiga kurcaci yang tak bisa di pisahkan. Dan akhirnya Bastev pun terpaksa memberikan kamar yang di tempatinya untuk ketiga kurcaci yang menyukai kamar besar miliknya.


Kini keluarga Glorria sudah kembali bersatu meskipun sudah tak lengkap, karena kedua orang tuanya dan para Unclenya sudah tiada. tapi sosok Uncle-uncle Glorria sudah tergantikan oleh kedua kurcaci Drak dan Aiden.


Di pagi hari Annabella sudah terbangun lebih awal, sedangkan kedua saudaranya masih tertidur pulas begitupun dengan kedua orang tuanya dan juga aunty-auntynya.


Annabella berjalan keluar dengan meraba-raba dinding yang ada disampingnya. Sander terkejut melihat keberadaan Annabella yang sedang berjalan dengan meraba-raba dan memegangi tongkat yang ada di tangannya. Sander yang tak mengetahui kedatangan Annabella tadi malam di kediaman ayah angkatnya Bastev, ia segera mendekati Annabella yang tak melihatnya.


Annabella yang mendengar kata Daddynya disebut oleh Sander, ia tersenyum dan tahu jika anak laki-laki yang ada di hadapannya adalah kakak angkatnya.


"Kakak Sander, aku Annabella adikmu kakak." Ucap Annabella, "adik darimana aku tidak memiliki adik buta sepertimu gadis kecil" sahut Sander dengan ketus.


"Ya aku memang buta kakak tapi aku ini adikmu, jika tidak percaya kamu boleh tanyakan kepada Mammy dan Daddy kita kalau aku ini adikmu." Ujar Annabella


"Sudah kukatakan aku tidak memiliki adik apa kau mengerti gadis buta!" Bentak Sander membuat Annabella menangis.


"Hiksss Hikssss Hiksss jangan katakan aku buta terus kakak Sander, ini semua bukanlah kemauanku Hikssss Hikssss" Annabella menangis tersedu-sedu.


Glorria yang terbiasa bangun dipagi-pagi ia segera keluar dari kamarnya karena ia mendengar suara tangisan dari putri kecilnya Annabella. "Sayang kenapa kamu menangis apa kamu terluka apa ada yang sakit?" Tanya Annabella.


"Pasti kamu wanita penyihir yang datang kerumah Daddyku kan? Heyy gadis buta kau lemah sekali pantas saja kau buta." Ejek Sander.


"Sander apa yang kau katakan! itu tidak baik


dia ini adikmu dan Mammymu" bentak Glorria,

__ADS_1


Bastev yang mendengar suara teriakan dari Sander putra angkatnya, ia segera keluar dan menghampiri Sander yang sedang mengejek Annabella dan Glorria.


Glorria medekati Sander dan segera memeluknya, "sayang putra Mammy dia adikmu nak dan kamu adalah putra Mammy."


Sander yang memiliki rasa trauma terhadap perempuan dewasa, ia melepaskan pelukan Glorria darinya, dan mendorong tubuh Glorria. "Perempuan penyihir kau jangan pernah mengaku-ngaku untuk menjadi Mammyku, Mammyku sudah lama meninggal dan aku tidak memiliki adik seperti gadis buta itu." Teriak Sander.


"Sander kau tak pantas berbicara seperti itu kepada Mammymu! Dia Mammymu dan dia adimu" Bastev kesal dengan perlakuan Sander yang begitu kasar terhadap putri dan istrinya Glorria.


Sander berlari kedalam kamarnya ia juga begitu kesal dengan Bastev yang membentaknya, dan dia tak menyukai Glorria dan Annabella, yang mengaku sebagai ibu dan adiknya. Tiba-tiba Darren dan Aiden terbangun dan mereka segera berlari keluar untuk mencari Annabella.


Namun setibanya diluar Darren dan Aiden terkejut melihat Annabella sedang menangis. "Annabella, ada apa denganmu apa ada yang menyakitimu.?" Tanya ke-duanya.


Annabella, menggelengkan kepalanya saat kedua saudaranya bertanya kepadanya.


Bastev dia segera menggendong tubuh kecil Annabella dan membawanya untuk turun menuju kelantai bawah, "Daddy belum aku mencuci wajahku dan gosok gigi" ucap Annabella, Bastev tertawa mendengar celotehan Annabella gadis kecilnya.


Akhirnya Bastev pun kembali membawa Annabella masuk kedalam kamar mandi dan mencuci wajah cantik Annabella.


Didalam kamarnya Sander sudah siap dengan seragam sekolahnya, ia akan segera berangkat ke sekolahnya dan juga Augusto.


Keduanya turun menuju kelantai bawah untuk sarapan bersama-sama. Glorria dan Deborah serta kedu Auntynya sudah sibuk menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anak mereka.


Sander dan Augusto sudah berada dikursi meja makan untuk sarapan, "Aunty cantik kenapa wajahmu begitu mirip dengan Mammyku?" Tanya Augusto dengan polosnya, Glorria mendekati Augusto dan memeluknya, "tentu Aunty dan Mammymu mirip karena Mammymu adiknya Aunty" jawab Glorria


"Jadi sekarang Mammy aku ada dua bukan begitu Mammy" Augusto begitu senang melihat Glorria yang begitu ramah dan baik. Sander hanya terdiam dan menatap kearah Glorria dan Deborah, ia sedang memperhatikan wajah cantik kedua perempuan yang ada dihadapannya.


"Jadi dia bukan wanita sihir, apa dia benar-benar Mammyku.?" Kata hati Sander dia memikiran apa yang dikatakan oleh Bastev kepadanya. Sander turun dari kursinya ia berlari kelantai atas menuju kamarnya, Sander mengambil photo yang ada dilaci kamarnya dia memperhatikan fhoto itu.


Yang tak lain ia adalah photo Glorria dan Bastever saat menikah. Sander menatap tajam kearah photo yang di pegangnya ia memperhatikan photo Glorria. "Mammy Glorria, owh iya betul dia Mammyku gadis buta itu adikku." Sander kembali keluar dari kamarnya dan ia berlari menuruni anak tangga menuju meja makannya, yang ternyata sudah sangat ramai oleh orang-orang yang baru di lihatnya.


Sander berjalan menghampiri Glorria yang sedang duduk disamping Bastev.


"Mammy Glorria, aku aku minta maaf sudah berkata kasar kepada Mammy dan adikku." Ucap Sander.


Sander menundukkan kepalanya di hadapan Glorria yang sedang membelakanginya.


Glorria dia segera membalikkan tubuhnya, dan ia tersenyum kearah Sander. Glorria mengulurkan kedua tangannya untuk memeluk Sander, dengan cepat Sander pun memeluk ibu angkatnya. Kini keluarga Bastev terasa begitu hangat dan dipenuhi kebahagiaan dengan kembalinya Glorria serta anak-anak, yang membuat hangat dalam keluarga kecil mereka.

__ADS_1


__ADS_2