KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Duka mendalam


__ADS_3

Dengan nafas tersengal-sengal Glorria dan Bastev terus berlari yang diikuti oleh Dezi, menghindari kejaran para anak buah Althaf yang terus mengejar kelompok Glorria. Sedangkan para anak buah Bastev mereka sudah berhamburan menyelamatkan diri mereka masing-masing, karena melihat tuan mereka sudah melarikan diri.


Sedangkan Louis ia berhasil lolos membawa mobilnya keluar dari halaman rumah Ernesto, namun para anak buah Althaf tidak membiarkannya lolos begitu saja, mereka terus mengejar mobil Louis. Louis yang membawa Deborah terus menacapkan gas mobil nya hingga ia tak tahu arah jalan yang harus di tempuhnya.


Louis mengarahkan mobilnya menuju Bandara entah apa yang di pikirkannya, dengan perasaan paniknya ia semakin tak beraturan menjalankan mobilnya, hingga banyak pengguna jalan yang terperosok, menghindar mobil yang sedang melaju begitu kencang dibelakang mereka.


Louis menerobos palang pintu Bandara hingga membuat para petugas Bandara, berhamburan mengejar mobil Louis yang berhasil masuk kedalam parkiran Bandara, dengan cepat tubuh kekar Louis keluar dari dalam mobilnya dan ia segera menggendong Deborah yang sudah begitu lemah. Louis terus berlari dengan menggendong tubuh Deborah tanpa rasa lelah, tanpa ia hiraukan suara teriakan dari orang-orang disekitarnya.


Louis kembali menerobos para petugas yang sedang memeriksa tiket para penumpang yang akan naik pesawat, hingga ia berhasil masuk dengan tergopoh-gopoh Louis berlari masuk kedalam pesawat dengan menggendong Deborah. Para petugas pesawat melihat beberapa pria dengan membawa senjatanya menghampiri mereka, dengan sigap para petugas mendorong para penumpang yang masih mengantri, hingga para penumpang berhasil masuk, dengan cepat para petugas pesawat menutup pintu pesawat, karena melihat para pria bersenjata mengarah kearah mereka.


Dan akhirnya pesawat tersebut lepas landas diatas udara. Hati Louis mulai merasa lega karena dia berhasil lolos dari para musuhnya, Deborah segera di dudukkan di kursi pesawat.


Sedangkan Glorria dan Bastev, mereka menyusuri jalan besar, Dezi melihat ada sebuah mobil yang tak berpenumpang, Dezipun memberhentikan laju mobil yang sedang melintas dijalan besar tersebut.


Dan akhirnya merekapun berhasil kembali kerumah megah milik Bastev, meskipun mereka kembali tanpa para anak buahnya tapi setidaknya Glorria dan Bastev begitupun Dezi berhasil lolos dan selamat dari kejaran musuhnya yang sangat banyak.


Kembali kepada Annabella di Paris, keesokan harinya di kediaman Glorria, dimana Annabella dan Alexander serta para Uncle Glorria, mereka sedang disibukan dengan pemakaman untuk Dallen. Dengan perasaan duka yang begitu mendalam dilubuk hati mereka masing-masing.


Setelah selesai pemakaman Dallen, Annabella dan Alexander beserta para Uncle dan anak buah Glorria kembali kekediaman Glorria. Yang menjadi tempat persembunyian mereka satu-satunya saat ini, tanpa mereka ketahui jika keberadaan mereka semua telah diikuti oleh beberapa pria tinggi besar, yang tak lain mereka adalah para anak buah Leomor yang bekerja sama dengan Althaf, yang telah berhasil menyerang kediaman Annabella.


Tidak berselang lama mereka semua telah sampai, Annabella dan Alexander serta yang lainnya segera keluar dari dalam mobil mereka, dengan perasaan lunglai mereka berjalan masuk ke dalam rumah megah Glorria, namun hal yang tak terduga pun terjadi.


Dorrr.. Dorrr.. Dorrr.. Dorrr..


Secara tiba-tiba suara senjata terdengar dari arah halaman rumah, mereka mendapatkan serangan dari belakang yang tak diketahui oleh mereka.


Drak dan Aiken, serta Micer yang belum siap untuk melakukan penyerangan mereka berlari kearah samping rumah Glorria, namun sayang di sana mereka kembali dihadang oleh timah panas dari pihak musuh-musuh mereka. Hingga membuat tubuh Aiken seketika ambruk di hadapan Drak, karena luka tembak yang dia dapatkannya.


Drak yang melihat sahabatnya telah terluka, Drak pun segera mengarahkan senjatanya kearah pihak lawannya, namun amunisi Drak kalah banyak oleh amunisi pihak lawan, sehingga Drak pun mendapatkan beberapa tembakan di bagian tubuhnya.


Tubuh Drak ambruk di samping tubuh Aiken yang sudah tak bergerak.


Micer, dia berusaha melindungi Annabella dan Alexander, namun para anak buah Althaf dan Leomor yang sudah berada di pekarangan rumah Glorria, mengarahkan senjata bazookanya kearah Annabella dan Alexander serta Micer.


DUARRRRRR.!!! DUARRRR.!!!!


Tubuh Annabella dan Alexanderpun terjungkal dan ambruk dibawah lantai, seketika tubuh keduanya menggelepar dengan darah terus keluar dari mulut dan kepala mereka, sedangkan Micer ia berusaha merangkak kearah Annabella dan Alexander.


DORRRRR.... DORRRRR.!!!

__ADS_1


Dua kali timah panas berhasil menembus kepala Micer, dan seketika itu juga Micer tewas dengan luka tembakan di kepalanya.


Para anak buah Althaf dan Leomor yang dibantu oleh para anak buah dari Kanada sudah jelas pasti kelompok Annabella akan kalah. Karena para anak buah Annabella kalah banyak dari para pasukan musuhnya, apa para musuhnya membawa senjata yang lengkap.


Di usia Annabella yang sudah tak muda lagi di tambah para pengawalnyapun sama, jadi kekuatan Annabella dan para pengawalnya hanya menggantungkan kepada kekuatan Glorria, sedangkan Glorria yang tak berada dilokasi kejadian jelas tidak biasa melindungi mereka semua.


Para anak buah dua kelompok Mafia yang bergabung menjadi satu kelompok, dengan begitu kejamnya membantai para anak buah Glorria serta ketiga Unclenya tanpa ampun.


Kedua tangan Alexandr berusaha meraih tangan Annabella, dan kini kedua tangan mereka sudah saling menyentuh dan berpegang erat. Tatapan keduanya penuh cinta, dan pasrah jika hari ini mereka bertemu dengan ajalnya.


SRINGGGGGGG... SRINGGGGGGG...!!!!


Dua kali tebasan samurai yang cukup tajam, tepat mengenai leher Annabella dan Alexander. Hingga kepala Annabella dan Alexanderpun terlepas dari tubuhnya. Seketika itu juga keduanya menghembuskan nafas terakhirnya mereka dengan posisi tangan mereka berpegangan erat.


Tak disangka-sangka cinta keduanya sehidup semati, hingga ajal yang memisahkan mereka berdua, sungguh luar biasa kehebatan dan kekuatan cinta mereka. ❤️❤️❤️


Selamat tinggal Annabella dan Alexander.


Para anak buah dua kelompok tersebut tertawa terbahak-bahak menyaksikan lawan mereka telah tewas. Rumah persembunyian Glorria berubah menjadi lautan darah, seluruh anak buah Glorria tergeletak di mana-mana dengan masing-masing luka yang mereka dapatkan nya.


Para anak buah dua kelompok itu segera pergi meninggalkan kediaman Glorria, yang sudah tidak berpenghasilan, dengan darah dan mayat dimana-mana. Sungguh pemandangan yang sangat tragis dan mengeluarkan bagi yang melihatnya.


Kembali kepada Glorria, di pagi itu perasaan Glorria begitu gelisah dan itu tidak seperti biasanya. Ia merasa ada sesuatu yang telah menimpa keluarga besarnya, tapu dia sendiri tidak bisa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Bastev cepatlah kita harus segera kembali ke Paris, perasaanku sejak tadi tidak tenang apa lagi nomor orang-orang rumah tidak ada yang angkat teleponku" ujar Glorria dia kekeh mengajak Bastev untuk kembali pulang.


"Apa kamu yakin Glorria sayang, dengan keputusanmu itu? Terus bagaimana dengan Deborah dan Louis, kita belum menemukan mereka, tapi kalau kamu tetap kita harus kembali hari ink tidak apa-apa ayo" jawab Bastev, yang langsung di anganggukkan oleh Glorria, akhirnya Dezi pun segera mempersiapkan kendaraannya menuju Bandara.


Sesampainya di Bandara Glorria dan juga Bastev naik kedalam pesawat Jet nya dengan diikuti oleh Dezi. Didalam pesawat Glorria terus menarik nafasnya, karena ia benar-benar merasa tidak tenang dengan hatinya dan itu benar-benar tidak seperti biasanya.


"Glorria, ada apa denganmu kenapa kamu terlihat sangat gelisah sekali?" Tanya Bastev penasaran, dengan tingkah Glorria istrinya yang sejak tadi terus melenguh.


"Iya Bastev, hati aku merasa tidak nyaman entah apa yang terjadi dengan Mammy dan Daddy? Yang jelas hati aku benar-benar tidak nyaman dan sangat sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata" tutur Glorria


Bastev, dia segera memberikan sebotol air kepada istrinya Glorria.


"Minumlah, kamu harus yakin jika dirumah tidak terjadi apa-apa, jangan pernah berpikir yang tidak-tidak, kamu harus ingat jika didalam perutmu ada bayi yang harus kamu jaga sayang." Ucap Bastev mencoba menenangkan istrinya.


Biasanya Glorria akan tertidur di dalam pesawat, tapi kali ini dia tidak merasa mengantuk dan ia ingin segera tiba di Paris.

__ADS_1


Setelah menempuh dua belas jam dalam perjalanan kini pesawat Jet Glorria, telah tiba di Paris, namun setibanya di Paris Glorria merasakan ada yang aneh dengan para anak buahnya, yang selalu setia menjemputnya tapi kali ini tidak ada satupun. Glorria kembali mencoba menghubungi Drak dan juga Dallen namun ponsel mereka masih sama, tak ada yang menjawab panggilan telepon darinya.


Akhirnya Dezi menghubungi para anak buahnya, dan akhirnya merekapun telah mendapatkan jemputan dari para anak buah Dezi.


Di dalam mobil Glorria sama seperti tadi ia begitu gelisah, bahkan kini secara tiba-tiba dan tanpa sebab ia menangis dibahu Bastev.


"Heyy, sayang ada apa denganmu? apa anak kita menginginkan sesuatu katakanlah aku akan memberikannya." Tanya Bastev sambil mengelus lembut kepala Glorria, Bastev merasa kebingungan dengan sikap Glorria.


"Sudah diam kamu Bastev, aku tidak menginginkan apa-apa, aku hanya ingin cepat segera sampai rumah, apa kamu mengerti!"


Jawab Glorria dengan nada ketus.


Seketika Bastev pun terdiam, ketika Glorria membentaknya, Glorria memang benar-benar sedang tidak mood dengan hatinya saat ini. Bastev pun segera memberi perintah kepada sopirnya, agar mempercepat laju mobilnya. Akhirnya sang sopirpun menambah kecepatannya.


Dan tidak perlu membutuhkan waktu lama akhirnya Glorriapun telah tiba di kediaman Annabella, dengan cepat Glorria segera turun dari dalam mobilnya, ia berlari menuju pintu gerbang yang sudah terbuka lebar tanpa ada penjaga satupun di sana.


Kedua mata Glorria terbelalak, saat dia melihat keadaan rumah milik Annabella ibunya sudah terporak-porandakan tidak beraturan. Dan persis seperti kapal pecah, begitupun dengan para anak buah Annabella sudah tergeletak menjadi mayat.


Hati Glorria semakin kacau balau setelah melihat semua para anak buah ibunya sudah tak bernyawa lagi.


"Uncle, Aunty Mammy Daddy, kalian dimana???" Keluh Glorria, dengan kedua matanya sudah sangat rimbun oleh air mata.


Glorria, ia terus berteriak memanggil kedua orang tuanya dan juga Uncle-unclenya, namun tak ada satu orangpun yang menjawabnya.


Magnolia berlari kembali masuk kedalam mobilnya, "Bastev, cepat kita kerumah kita Mammy dan Daddy tidak ada di sini, cepat!!"


Glorria kembali berteriak.


Baru juga turun dari dalam mobilnya, Bastev pun kembali naik kedalam mobilnya, yang baru saja akan turun menyusul glo. Dengan sang sopir melajukan mobilnya menuju rumah persembunyian Glorria. Di dalam mobil Glorria, tidak mengeluarkan suaranya sedikitpun, begitupun dengan Bastev dan Dezi, semuanya mendadak hening dengan perasaan Glorria sudah tidak menentu.


Dari kejauhan rumah megah milik Glorria sudah terlihat jelas. "Bastev, Dezi kalian siapakan senjata kalian" Glorria memberi peringatan kepada Bastev suaminya, dan Dezi pengawal setianya, setelah melihat Glorria mengeluarkan senjatanya, Bastev dan Dezi pun segera mengeluarkan senjata mereka masing-masing.


Kini mobil yang di tumpangi Glorria telah tiba di depan pintu gerbang rumah Glorria, dengan cepat Glorria keluar dari dalam mobil dan berlari menuju pintu gerbang yang sudah hancur oleh senjata bazooka.


Hati Glorria berdetak kencang, ia


berjalan dengan mengendap-ngendap baru saja ia sampai di pelataran rumahnya, ia sudah di kejutkan dengan dua kepala yang bergelantung, yang tak lain itu adalah kepala Annabella dan Alexander kedua orang tuanya.


"Mammy!!!! Daddyyyy!!!"

__ADS_1


Glorria, menjerit histeris melihat dua kepala yang di gantung.


Bastev dan Dezi yang baru saja turun dari dalam mobil ia berlari menghampiri Glorria yang menjerit. Tubuh Glorria terkulai lemas bagaikan tak bertulang, dia tidak sudah tidak mampu lagi untuk berkata-kata melihat kondisi kedua orang tuanya, hati Glorria terasa hancur dunia terasa kiamat.


__ADS_2