KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Persis seperti sosok Dallen


__ADS_3

Annabella dan kedua saudaranya merasa tidak enak karena mereka tidak membawakan hadiah untuk ketiga ibu-ibu mereka, setelah melepaskan rasa rindu mereka terhadap keluarga besarnya. Annabella dan kedua saudara laki-lakinya berjalan menaiki anak tangga menuju kamar yang biasa mereka tempatinya, kamar itu masih tertata rapi bahkan ada tiga ranjang masih terpasang di sana.


Annabella langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, dengan tatapannya menatap langit-langit kamar dan pikirannya melayang memikirkan Alejandro, pria yang sudah dia temuinya dan berhasil membuatnya bisa melihat kembali. "Hemm, kenapa aku memikirkanmu pria tampan yang sudah menolongku apa kau baik-baik saja di sana?" Gumam Annabella sambil senyum-senyum sendiri.


Darren dan Aiden mereka tak lepas memperhatikan ekspresi anabella yang asik dalam lamunannya, "ehemm! Aiden kenapa kau senyum-senyum sendiri apa kau sedang jatuh cinta?" Sindir Darren sambil tersenyum melirik ke arah Annabella, "hemm kalian tidak perlu menyindirku, aku memang sedang jatuh cinta dengan seseorang bagaimana apakah dia sudah puas mendengarnya" teriakan Annabella langsung menyahut dari atas tempat tidurnya.


"Sudah cepat kalian naik ke atas tempat tidur kalian, kita tidur sekarang apa kalian lupa kalau besok itu kita harus pergi ke salah satu gudang persenjataan Mammy" teriak annabella kepada kedua saudara susunya. "Ya iya ini kami tidur tapi kami mau mandi dulu, memangnya kamu tidak mau mandi dulu apa, apa tubuhmu tidak bau domba cantik atau sapi cantik sebaiknya kamu mandi dulu Annabella sebelum kamu tidur, dan lagian ini kan masih sore Annabella" jawab Darren dan Aiden sambil berjalan ke arah kamar mandi mereka masing-masing.


"Kalau kalian mau mandi mandi saja tidak perlu ajak-ajak aku, aku sudah tidak kuat mengantuk aku mau tidur sampai besok" jawaban Annabella sambil menutupi wajahnya dengan selimut.


kita kembali dengan Alejandro yang masih berada di Australia, dan benar saja kedua Unclenya Dezi dan Louis datang tepat waktu,


Alejandro pun segera berjalan menghampiri kedua Unclenya dan menyalami mereka berdua, "bagaimana tuan mudah apa Anda sudah siap?" Tanya Dezi kepada Alejandro yang tersenyum ke arah mereka berdua. "Tentu aku siap Uncle, kalau tidak bisa gawat dengan Mammy. Uncle kalian bisa ngopi makan atau lain sebagainya di sini aku mau bersiap-siap dulu" jawab Alejandro sambil berjalan ke arah kamarnya.

__ADS_1


Akhirnya setelah menunggu beberapa menit Alejandro pun keluar dari dalam kamarnya, dengan penampilannya yang sudah sangat rapi dan dua koper yang berisikan pakaian miliknya, pada siang itu juga Alejandro keluar dari dalam apartemennya yang selama belasan tahun dia tempatinya.


Dengan berjalannya waktu kini mereka semua sudah berada di dalam pesawat jet milik Glorria, wajah Alejandro terlihat murung dan tidak seperti biasanya padahal dia akan bertemu dengan kedua orang tua angkatnya. Tapi entah kenapa Alejandro terlihat tidak bersemangat untuk kembali ke Paris, padahal pikirannya teringat akan sosok Annabella gadis cantik periang dan super cerewet yang telah membuatnya jatuh hati.


"Freya, maafkan aku harus pergi dari negara ini dan maafkan aku karena aku tidak bisa mencarimu, jika memang jodoh kita pasti akan dipertemukan kembali aku mencintaimu Freya" kata hati Alejandro sambil menatap ke arah jendela pesawat.


Louis dan Dezi merasa terheran-heran dengan sikap Sander, yang sudah banyak berubah dan jauh berbeda dari Sander sewaktu ia kecil. Namun mereka berdua tidak berani menanyakan hal tersebut kepada Sander, Louis dan Dezi hanya saling melirik memperhatikan Sander yang terlihat anteng dengan menatap jendela pesawat.


Di malam hari di kediaman Glorria terlihat begitu sepi karena semua anggota keluarganya sudah tertidur lelap, namun tidak dengan Glorria dan juga Bastev yang masih terjaga menunggu kedatangan putra angkatnya dari Australia iya itu Sander.


Begitupun dengan emua anak-anak kita sudah beranjak dewasa dan kemungkinan besar sebentar lagi kita akan memiliki menantu dan juga cucu" ujar Deborah.


"Iya seperti itulah kehidupan Deborah, akan terasa lama menjalani hidup jika kita dalam permasalahan, akan terasa cepat jika kita menjalaninya tanpa masalah bahkan kita akan lupa dengan waktu yang telah kita lalui. kita tidak akan sadar jika diri kita ini sudah menua bahkan rambut putih pun sudah tumbuh banyak di kepala kita, tapi kita tidak akan pernah menyadarinya meskipun setiap saat kita melihat cermin" jawab Glorria sambil tersenyum kecil ke arah adiknya.

__ADS_1


"Biarkan kita menua yang terpenting jiwa kita masih tetap muda istriku sayang, jangan mau kalah dengan anak anak muda zaman sekarang hehehe" ujar Bastev ikut menimpali.


"Owh iya Uncle kecil, apa Uncle tidak pernah terpikir untuk memiliki istri dan berumah tangga seperti kami?" tanya Deborah yang secara tiba-tiba bertanya kepada Arno pengawalnya.


"nona muda sepertinya saya ini sudah kadaluarsa kalau untuk memiliki seorang istri itu sudah sudah tidak cukup umur, jadi untuk selanjutnya lebih baik saya hidup sendiri saja karena hidup sendiri lebih nyaman, karena saya tidak siap untuk berdebat dengan perempuan, karena perempuan itu adalah makhluk terkuat di dunia yang tidak bisa dikalahkan oleh kaum laki-laki" jawaban Arno membuat semuanya tertawa.


"Selamat malam nyonya besar tercantikku dan aunty tercetarku.." tiba-tiba terdengar suara pria dari ambang pintu rumah Glorria, sontak saja Glorria dan Bastev serta di murah menoleh ke arah suara pria yang terdengar oleh mereka.


Yang tak lain itu adalah Sander yang sudah tiba dengan perubahan nya yang begitu luar biasa, Sander menjadi sosok pria tampan dengan perawakan yang gagah. Jika diperhatikan Sander sangatlah mirip dengan Dallen ayah kandungnya, Sander yang memiliki paras menawan dan rambutnya yang cepak membuat penampilannya semakin memukau.


Glorria beranjak dari duduknya dia berjalan menghampiri Sander dengan kedua matanya sudah dipenuhi oleh buliran bening, begitupun dengan Sander dia segera berjalan ke arah Glorria ibu angkatnya dengan senyuman tampannya.


"Owh putraku hiksss.. hiksss.." Glorria kak melanjutkan perkataannya iya sudah tak kuasa menahan tangisannya, dia begitu bahagia melihat Sander yang sudah sejak lama dirindukannya kini berada di hadapannya, sandar pun langsung merangkul Glorria ibu angkatnya dengan penuh haru.

__ADS_1


"Kenapa Mammy menangis? Apa Mammy tidak suka aku kembali" tanya Sander sambil mengusap kedua pipi Glorria yang basah oleh air matanya. Glorria menangis sejadi-jadinya karena dia teringat akan sosok Dallen, ayah keduanya yang telah membesarkan dirinya yang meninggalkan banyak kenangan dalam hidup Glorria.


__ADS_2