
Benar saja apa yang dikatakan oleh Arno dan Alice. Beberapa warga yang kehilangan ikan koi serta ayam mereka mendatangi rumah Glorria, akhirnya Arno segera menggantinya dengan uang. "Darren!! Annabella, Aiden.. kalian bertiga kemarilah" Alice dan Alma memanggil ketiga kurcaci yang sering membuat ulah dengan warga sekitar.
Glorria, Arno begitu juga dengan Alice dan Alma sudah berada di ruang tamu, menunggu ketiga kurcaci mereka keluar dari dalam kamarnya. Ketiganya keluar dari dalam kamarnya dengan senyuman imut mereka, membuat hati Glorria dan Arno serta Alice dan Alma tidak tega untuk memarahi ketiga kurcacinya. Akhirnya Arno yang maju untuk memberikan teguran terhadap ketiga kurcaci kesayangannya.
"Darren, Aiden.. Uncle Grandpa mau bertanya kepada kalian tapi kalian harus jawab dengan jujur. Kalian dapatkan ikan dan ayam darimana.?" Tanya Arno yang menjadi ayah kedua bagi mereka.
"Tadi aku tidak sengaja melempar ikan koi itu pakai batu tapi tiba-tiba ikannya naik, akhirnya aku menangkap ikan jinak itu Uncle Grandpa." Jawab Aiden dengan polosnya.
Glorria dan Alma serta Alice, hanya menghela nafasnya karena mereka tahu jika ikan tersebut bukanlah ikan liar yang berada di sungai tanpa pemiliknya. Tapi itu adalah ikan koi milik warga yang sengaja di pelihara untuk dijual lagi oleh mereka.
"Kalau kamu Darren, darimana kamu mendapatkan ayam besar itu?" Tanya Arno
"Aku tidak mencarinya Uncle Grandpa, tapi ayam itu yang menghampiriku dan mengikutiku iya sudah aku tangkap saja dan aku potong." Jawab Darren dengan polos
"Lalu kamu Annabella cantik kamu menangkap ular dimana?" Tanya Arno lagi, "Aku menangkapnya di samping kebun kol Uncle Grandpa, tadi ular itu mau memakan ayam tapi aku tusuk kepalanya sampai dia tidak bergerak lagi Uncle Grandpa." Jawab Annabella, Arno dan ketiga ibu-ibu kurcaci yang tadinya ingin memarahi ketiga anak-anak mereka, tapi setelah melihat kepolosan anak-anak yang selalu membuat pusing ketiga ibu-ibunya mereka urungkan.
"Jadi bagaimana Nona besar? Alma Alice.. hukuman apa untuk mereka?" Tanya Arno kepada Glorria dan Alma serta Alice meminta pendapat.
"Dengarkan baik-baik mulai besok kalian para kurcaci kurcaci Mammy, tidak boleh ada yang keluar mengerti."
Glorria meberikan tulisan itu kepada Arno dan Arnopun segera menyampaikannya kepada ketiga kurcaci super nakal. Wajah Annabella dan Darren serta Aiden terlihat begitu sedih saat mereka mendapatkan hukuman dari ketiga ibu-ibunya dan Unclenya, Akhirnya ke-tiganya kembali masuk kedalam kamarnya.
Didalam kamar Glorria dan Annabella "Mammy kenapa Mammy tidak bisa berbicara seperti Mammy Alma dan Mammy Alice? mereka bisa berbicara tapi kenapa Mammy tidak, oya Mammy apa kita akan bertemu dengan Daddy?" Celoteh Annabella.
Glorria pun menganggukan kepalanya mendengar celotehan Annabella yang super cerewet. "Mammy apa boleh aku dan kedua kakakku pergi kesekolah.? Tanya lagi Annabella.
Glorria pun menggelengkan kepalanya karena ia tidak ingin Annabella dan kedua putra-putra Unclenya pergi kesekolah, yang nantinya hanya akan membahayakan keselamatan anak-anak yang harus di jaganya. Setelah lelah dengan setiap pertanyaannya Annabella pun tertidur di samping ibunya Glorria.
Keesokan harinya Glorria dan kedua Auntynya sudah sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan Arno ia pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan yang di butuhkan untuk dagangan mereka. "Kemana kurcaci kurcaci kita Alma tidak seperti biasanya mereka tidak membuat rusuh." Tanya Alice.
"Aiden tadi dia masih tertidur, tapi aku tidak tahu kalau Aiden dan Annabella" jawab Alma, dia segera pergi kekamarnya untuk melihat putranya, Alma juga tidak lupa melihat Annabella dan Darren pun masih tertidur "owh ternyata mereka masih tidur." Gumam Alma
"Alice semu kurcaci kita masih tertidur, mungkin kemarin mereka kelelahan hingga tidur pulas." ucap Alma
Padahal Darren dan Aiden begitupun Annabella, yang masih ada di dalam kamar Annabella terbangun namun tak segera keluar, ia menatap tajam kearah jaket kulit yang tergantung milik ibunya Glorria.
__ADS_1
Annabella, dia segera turun dari atas ranjangnya ia berjalan kearah cermin dan mengedip-ngedipkan kedua matanya. Annabella melihat sepatu Glorria yang tersimpan di kolong ranjang, Annabella mengambilnya dan ia memasukkan kedua kaki mungilnya,
"Owh kamu sangat cantik sekali Annabella" Celoteh Annabella, dia berbicara sendiri ia sedang menirukan gaya orang dewasa berlangak-lenggok di depan cermin. Annabella kembali melepaskan sepatu besarnya, ia terus mengusap sepatu ibunya "sepatunya Mammy sangat cantik tapi sayang di kakiku tidak cukup." Gumam Annabella yang anteng bermain dengan kedua sepatu ibunya.
Saat salah satu sepatu Glorria terlepas dari tangan mungilnya, dengan bersamaan keluar pisau tajam yang telah di sembunyikan oleh Glorria. Dengan kedua mata yang membulat Glorria segera mengambil pisau tajam milik Glorria.
Namun tiba-tiba Annabella di panggil oleh Aiden dan Darren dari luar kamarnya.
"Annabella, kemarilah cepet keluar"
Annabella terjingkrat kaget saat dia mendengar suara kedua saudara laki-lakinya, dengan cepat ia menyembunyikan pisau yang ia temuinya kedalam bajunya. "Annabella ayo cepet keluar" ajak Darren dan Aiden
Annabella pun segera membuka jendela kamarnya, "cepet melompat nanti kami akan menahanmu ayoo lompat jangan takut." ucap keduanya, menyuruh Annabella untuk meloncat dari atas jendela.
Annabella pun segera melompat dari atas jendela kamarnya, kedua saudaranya sudah siap menangkap tubuh mungil Annabella di bawah.
Setelah ia berhasil keluar dari dalam kamarnya yang di bantu oleh kedua saudara laki-lakinya. Ketiga kurcaci super nakal itu berlarian dengan begitu kencang entah akan kemana mereka pergi, "Annabella tunggu jangan cepat cepat larinya!!" Annabella pun menghentikan langkahnya ia kembali menunggu kedua saudara laki-lakinya yang tertinggal olehnya.
Ketiga ibu-ibunya tidak mengetahui jika ketiga kurcaci mereka sudah berhasil lepas.
➡️➡️
"Daddy apa aku tidak boleh ikut denganmu?" Tanya Sander
"Tidak sayang, kamu tunggu di rumah dengan Aunty Calista saja ya, dia akan menemanimu di sini dan para asisten"
Sander terlihat begitu sedih saat ia mendengar kata Calista di sebut oleh Bastev. "Heyy, jagoan Daddy kenapa wajahmu murung apa ada yang salah dengan Aunty Calista.. ingat kamu harus terus berlatih selama Daddy tidak ada mengerti" ujar Bastev memperingati anak angkatnya Sander.
Sander pun menganggukkan kepalanya, dan akhirnya Bastev dan Dezi pun pergi meninggalkan kediamannya.
Tidak berselang lama Calista datang dengan para pengawalnya, Sander sudah siap untuk berangkat ketempat latihan beladirinya.
"Ekh anak aneh mau kemana kamu?" Tanya Calista dengan mimik wajah ketus.
Calista, yang melihat Sander keluar dari dalam kamarnya ia segera menghampiri Sander, dan menjewer telinga Sander dengan begitu kencang.
__ADS_1
Tapi Sander tidak menangis atau berteriak meminta tolong pada asistennya, para asisten Bastev yang bertugas menjaga Sander. Berusaha mencegah Calista agar tidak melakukan kekerasan terhadap Sander, namun Calista tidak menghiraukan perkataan para asisten Bastev, dengan secara kasar Calista mendorong para asisten Bastev hingga tersungkur.
"Jawab anak bodoh kau mau kemana!!"
Bentak Calista dengan berulang kali dia berteriak dan membentak Sander
Tapi Sander tidak menjawab satu katapun pertanyaan Calista, hingga membuat Calista semakin emosi dan kesal melihat Sander yang tak bicara kepadanya. Calista pun menarik tubuh kecil Sander masuk kedalam kamar Sander.
Ia membanting tubuh kecil Sander kelantai hingga Sander terjatuh dengan begitu kencang, Calista yang tak menyukai anak-anak pikirannya sudah benar-benar dirasuki oleh setan, ia kembali menarik tubuh kecil Sander yang sudah tak berdaya dan ia kembali menampar wajah Sander dengan bertubi-tubi.
Hingga bibir dan hidung Sander mengeluarkan darah. Dengan nafas tersengal-sengal Calista terus berteriak di dalam kamar Sander. Calista melucuti seragam yang sudah Sander kenakannya, "ha tahilalat itu." Kata hati Calista.
Betapa terkejutnya hati Calista saat ia melihat tahilalat yang ada di bagian paha Sander.
BRAKKKK..
Secara tiba-tiba pintu kamar Sander terbuka dengan begitu kencang, Bastev dan Dezi ternyata mereka telah kembali.
Bastev dan Dezi berlari menghampiri Sander yang sudah tergeletak dengan darah di wajahnya. Bastev menarik tubuh Calista ia kembali membanting tubuh Calista kedinding kamar hingga tubuh Calista tersungkur.
Dezi pun segera menggendong tubuh kecil Sander yang sudah tak sadarkan diri, dan Sander segera dilarikan kerumah sakit.
"Pergi kau dari hadapanku perempun gila..
Jangan harap aku akan menikahimu pergiiii.!!!"
Bastev berteriak dan mengusir Calista yang masih terdiam seperti orang linglung, para anak buah Bastev menarik Calista, keluar dari dalam rumah megah Bastev.
Bastev, dia segera menyusul Dezi yang membawa Sander kerumah sakit.
Didalam perjalanan Calista terus bertanya-tanya dengan hatinya. "YaTuhan apa dia putraku yang selama ini aku berikan kepada Annabella, akhh ini sangat tidak mungkin sekali kalau dia putraku, karena aku yakin Annabella tidak akan memberikan anakku kepada orang lain"
Gerutu Calista, dia terus berbicara sendiri
memikirkan Sander, yang memiliki tahilalat yang sama dengan anak yang dia berikannya kepada Annabella. Calista yang tak lain dia adalah Nowela ia menggunakan nama aslinya Nowellista.
__ADS_1
Kembali dengan Louis dan Deborah➡️
Deborah dan Louis kini mereka telah tiba di Bandara Paris, dan kini mereka sudah naik kedalam mobil sewaan menuju kediaman Annabella ibunya. Hati Deborah sudah sangat bahagia karena ia akan segera bertemu dengan keluarga besarnya, yang selama ini ia rindukannya.