
Tak terasa air mata Glorria pun keluar dengan sendirinya, disaat ia melihat photo-photo Drak Aiken serta Dallen bersamanya dan juga Bastev. "Uncle aku sangat merindukan kalian, aku berjanji kepada kalian akan membalas semua yang telah dilakukan oleh musuh-musuh kita" Glorria mengelus lembut satu-persatu photo-photo milik keluarga besarnya.
"Angkat tangan! jangan bergerak siapa kamu? Perempuan asing kedepan kau masuk kedalam rumah ini" Tiba-tiba ada seorang pria yang menodongkannya senjatanya, kearah kepala Glorria yang tak lain dia adalah pengawal Bastev, yang mengurus dan menjaga rumah tersebut.
Dengan cepat Glorria apun merundukkan tubuhnya dan ia mengangkat tubuh pengawal Bastev dan menjatuhkannya begitu saja, hingga senjata pengawal Bastev terjatuh kesembarang arah. Glorria berlari kearah luar dan kembali naik keatas sepeda motornya, ia segera menancapkan gasnya hingga secepat kilat.
Hingga keberadaan Glorria tak terlihat lagi.
"Hebat sekali perempuan itu, aku harus segera memberitahukan tuan Bastev" Gumam anak buah Bastev, dengan pengawal Bastev segera memberitahukan Bastev, jika dirumah tersebut ada seorang penyelundup, dan berhasil membawa beberapa photo yang ada dirumah itu.
Glorria yang baru saja tiba dirumahnya, dia sudah disambut oleh ketiga kurcacinya.
"Waaww Mammy cantik keren sekali, apa aku boleh mencobanya Mammy" celoteh Annabella, sambil mengelus-elus sepeda motor Glorria.
"Tentu boleh tapi bukan sekarang, tapi nanti ada waktunya untuk kalian mengerti" Ketiga kurcaci itu saling lirik entah apa yang di pikirkan oleh mereka. "Mammy cantik membawa apa itu?" Tanya Annabella sambil menatap kearah bingkai fhoto yang dibawa oleh Glorria.
Annabella begitu jeli dengan apa yang dibawa oleh Glorria ibunya, meskipun Glorria berusaha menyembunyikannya tapi tetap saja dia bisa melihatnya. Mau tidak mau Glorria pun mengajak ketiganya untuk ikut dengannya kelantai atas untuk melihat photo-photo yang Glorria bawanya.
"Kalian tunggu disini Mammy akan ganti pakaian terlebih dahulu oke." Ketiga kurcaci Glorria duduk berjejer dibibir ranjang tanpa ada yang beranjak satupun, mereka menunggu Glorria selesai mengganti pakaiannya. Setelah Glorria selesai mengganti semua pakaiannya ia mengambil photo-photo yang berhasil diambilnya dari rumah Bastev.
Glorria segera naik keatas kasurnya dan mulai memperlihatkan photo-photo keluarganya.
Dengan penuh semangat ketiga kurcaci Glorria sudah siap melihat dan menunggu cerita Glorria. Ketika salah satu photo yang berisikan Annabella dan Alexander serta Maicon dan Deborah beserta Dallen dan Glorria di perlihatkan, dihadapan ketiga kurcaci yang sudah setia menunggu dan ingin mengetahuinya.
Ketiga kurcaci super kepo terus memperhatikan orang-orang yang mereka lihatnya. "Mammy cantik apa ini Grandpa dan ini Grandma?" Tanya Annabella sambil mengunjukkan jari mungilnya, kearah fhoto.
Glorria pun menganggukkan kepalanya dengan pertanyaan Annabella kepadanya, karena tebakan Annabella tak pernah meleset. "Lalu Aunty ini siapa? dia cantik seperti Mammy" tanya lagi Annabella
"Dia Aunty Deborah adiknya Mammy, dan yang ini Uncle Grandpa." Jawab Glorria memberitahukan satu persatu orang-orang yang ada didalam fhoto tersebut
__ADS_1
"Lalu sekarang dimana mereka apa kita bisa bertemu dengan mereka?" Tanya lagi Glorria
"Tidak sayang mereka semua sudah pergi kesurga, tapi Aunty Deborah ada di suatu tempat yang jauh" ucap Glorria setelah mengetahui siapa yang ada didalam photo-photo tersebut.
Annabella kembali meminta ditunjukkan photo-photo selanjutnya. "Darren Uncle ini sama persis denganmu manis sekali seperti kue gula" ucap Aiden dia langsung mengunjuk seseorang yang ada didalam photo tersebut yang tak lain Drak. "Kamu juga sama dengan Uncle ini lihatlah bukan begitu Annabella." Ucap balik Darren.
Keduanya saling mengejek sama persis seperti ayah-ayah mereka tak pernah akur.
"Sudah kalian diam biarkan Mammy yang memberitahukan kita siapa mereka, cepat Mammy cantik beritahukan kami mereka itu siapa.?" Tanya Annabella dia sangat penasaran ingin tahu dengan orang-orang yang mirip kedua saudaranya.
Glorria benar-benar gelagapan mencari jawaban yang tepat untuk anak-anak seusia mereka, Glorria menarik nafasnya dalam-dalam ia menatap tajam kearah Darren dan Aiden yang masih sangat polos.
"Darren dan Aiden putra Mammy, apa kalian akan akan menangis jika mengetahui sesuatu.?" Tanya Glorria, keduanya menggelengkan kepalanya secara bersamaan. "Apa kalian merindukan Daddy Daddy kalian?" Tanya Glorria
"Tidak Mammy cantik, kami tidak merindukan Daddy." keduanya kembali menjawab dan menggelengkan kepalanya, namun kedua mata mereka terlihat berkaca-kaca. Karena sebenarnya mereka sudah sangat merindukan sosok ayah mereka, yang tidak pernah mereka lihatnya.
Dengan cepat Glorria pun memeluk keduanya, "menangislah jagoan Mammy, Mammy akan selalu ada disini untuk kalian." Glorria mengelus lembut kepala kedua jagonya
"Darren, Aiden bukankah kalian sudah berjanji akan menjadi ajudanku, dan seorang ajudan dari pahlawan dilarang untuk menangis." Celoteh Annabella "Baiklah Annabella aku tidak akan meangis lagi." Keduanya kembali duduk dan mereka kembali mendengar cerita Glorria mengenai photo Drak dan Aiken.
Glorria memberitahukannya jika pria yang ada di dalam photo-photo itu adalah ayah mereka. Setelah sekian lama mereka tidak pernah tahu siapa ayah mereka dan seperti apa rupa ayah-ayahnya, kini mereka sudah mengetahui dan melihat jelas rupa ayah mereka. Keduanya begitu bahagia sudah bisa melihat ayah-ayahnya, hingga akhirnya ketiganya tertidur begitu lelapnya diatas tempat tidur Glorria.
Kembali dengan Bastev. Bastev yang baru saja mendapatkan kabar mengenai rumah kayunya telah di datangi seorang perempuan, dan mengambil beberapa photo milik keluarga Glorria.
Bastev melihat rekaman CCTV yang di kirim oleh anak buahnya yang menjaga rumah kayunya, di dalam rekaman CCTV menujukan seorang perempuan cantik dengan rambut panjangnya. "Oh my God! Glorria sayang benarkah itu dirimu Annabella sayang, Dezi!! Louis lihatlah ini coba kalian lihat dia Anna bukan" teriak Bastev.
Louis dan Dezi segera melihat penampakan seorang perempuan cantik yang begitu jelas wajah cantik Glorria terekam CCTV, yang sedang memeperhatikan photo-photo di dinding kayu.
Dezi cepat persiapan penerbangan kita pergi ke Belanda sekarang juga" ajak Bastev.
__ADS_1
"Bastev sebelumnya aku minta maaf untuk saat ini aku tidak bisa ikut denganmu aku ingin mencari istri dan putraku." Ucap Louis
"Baiklah Louis tidak masalah bawa para pengawalku, kemanapun kau pergi ingat jangan pergi sendirian apa kau mengerti." Ucap Bastev memperingati "Baiklah Bastev terimakasih semoga kau kembali dengan membawa Nona besar." Jawab balik Louis.
"Hubungi aku jika ada sesuatu ingat jangan bertindak seorang diri Louis."
Akhirnya Bastev dan Dezi pun terbang menuju Belanda dengan pesawat Jetnya, sedangkan Louis ia fokus akan mencari keberadaan Deborah dan putra angkatnya Augusto.
Keesokan harinya Glorria sudah terbangun dari tidurnya. Ia sedang membasuh wajah cantiknya, Glorria menatap tajam kearah cermin memperhatikan wajah cantiknya.
Ia mengusap-ngusap tahilalat yang ada diatas bibirnya, Glorria masuk kedalam kamarnya dan ia mengambil salahsatu pisau tajamnya yang sudah bersih tanpa racun.
Glorria mengarahkan ujung pisau tajamnya kearah tahilalatnya yang nampak begitu hitam, dengan cepat ia mencungkil tahilalatnya hingga hilang tak berbekas. Darah segar keluar dari bekas tahilalatnya ia segera menutupnya dengan tisu dan obat luka.
Glorria kembali mengambil gunting tajam yang ada di laci watapel, ia kembali memotong rambutnya dengan begitu pendek hingga dibawah telinganya. Entah apa yang dipikirkan oleh Glorria hingga ia menghilangkan tahilalat dan memotong rambut panjangnya, setelah selesai memotong rambutnya Glorria mengguyur kepala dan tubuhnya dibawah air shower.
"Tunggulah para musuhku sebentar lagi aku akan kembali dengan wajah baruku," gerutu hati Glorria berbicara sendiri.
Sedangkan Bastev dan Dezi kini mereka telah tiba di Belanda, Bastev segera mendatangi rumah kayunya dan benar saja beberapa photo milik keluarga Glorria telah hilang. Bastev segera memberikan perintah kepada para anak buahnya, agar mencari keberadaan Glorria di Belanda itu.
Beberapa anak buah Bastev pun langsung menyebar luas keberbagai pemukiman dan perkotaan untuk mencari keberadaan Glorria. Para anak buah Bastev melakukan pemeriksaan kepada para pengendara motor besar, tak hanya sampai disitu saja Bastev dan Dezi juga ikut melacak dealer motor besar untuk mengetahui alamat rumah Glorria. Namun bukan Glorria namanya jika ia akan mudah untuk dilacak hanya dengan pihak dealer motor.
Setelah merapikan penampilannya Glorria segera turun kelantai bawah untuk makan siangnya. Seperti biasa ketiga kurcaci Glorria sudah menunggu dikursi meja makan dengan posisi yang sama, "haaa Mammy cantik sekali rambutnya kenapa di potong Mammy, tanda hitam Mammy juga hilang waw keren"
Ketiga kurcaci Glorria terus berceloteh memuji kecantikan ibu mereka dengan penampilan barunya, begitupun dengan Arno dan kedua Aunty Glorria. "Uncle, Aunty persiapan dari sekarang, karena besok kita akan pergi dari rumah ini." Ucap Glorria, dia seperti sudah memiliki firasat kalau keberadaannya pasti akan di lacak oleh Bastev.
Arno Alma serta Alice mereka hanya menganggukkan kepalanya mendengar perintah dari Glorria. "Mammy cantik memangnya kita akan pergi kemana lagi, apa kita tidak bisa tinggal dirumah besar ini saja Mammy" tanya Annabella.
"Tidak bisa sayang, karena tugas seorang pahlawan tidak bisa tinggal disatu tempat saja apa kalian mengerti." Jawab Glorria
__ADS_1
"Tuhh kalian dengarkan Darren, Aiden jika seorang pahlawan itu harus berkelana bukan seperti itu Mammy." Ucap Annabella.