
Akhirnya Louis dan Deborahpun telah tiba di kediamannya, Glorria pun menyambut kepulangan Augusto dan Angela kedua keponakannya. "Aunty cantik aku memiliki sesuatu untuk Aunty, dan untuk kakak Annabella. kakak Darren serta kakak Aiden." Ujar Augusto sambil membuka isi kopernya yang berisikan hadiah untuk saudara saudarinya.
Augusto dan Angela tidak mengetahui jika Annabella dan Darren serta Aiden, sudah tidak ada dirumah itu karena mereka berangkat ke Australia. Augusto berlari kearah ujung tangga dengan senyuman mengembang.
"Kakak Annabella! Kakak Darren kakak Aiden, turunlah aku bawakan oleh-oleh untuk kalian kak!!" Augusto terus berteriak dari ujung tangga, memanggil ketiga saudaranya.
"Augusto sayang kakak kalian telah pergi, mereka sudah berangkat ke Australia jadi mereka tidak ada dirumah ini lagi" ujar Glorria sambil berjalan mendekati Augusto.
Seketika wajah Augusto murung ia begitu sedih mendengar ketiga kakak-kakak nya sudah tidak ada dirumah itu lagi
"Hikssss.. Hiksss.. Mammy jahat, kenapa Mammy dan Daddy tidak memberitahukanku jika kakak-kakakku sudah berangkat! Kenapa kalian membohongiku hiksss.. hikss.." teriak Augusto sambil menangis tersedu-sedu.
"Heyy cup-cup jagoan Aunty kenapa menangis, seorang jagoan itu tidak boleh menangis. Nanti kamu tidak akan menjadi jagoan lagi kalau kamu cengeng seperti ini." Ujar Glorria berusaha menenangkan keponakannya.
"Iya Aunty aku tidak menangis lagi, tapi bagaimana dengan oleh-oleh yang sudah aku belikan untuk kakak-kakakku." Ujar Augusto dengan lirih
"Hemm itu hal yang sangat mudah sayang, hadiahnya bisa kamu simpan dulu, nanti jika kita berkunjung ke Australia kita bisa berikan oleh-oleh itu untuk mereka bagaimana?" Ucap Glorria.
Augusto pun menganggukan kepalanya dan ia segera menyimpan semua oleh-olehnya untuk ketiga kakaknya. "Sayang ayo kita keruangan ada yang harus kita bahas" ajak Bastev, kepada Glorria yang diikuti oleh Louis dan Dezi.
Sesampainya didalam ruangan mereka langsung membahas rencana keberangkatan mereka ke Paris, "jadi bagaimana Louis apa saja yang sudah kau dengar tadi di Bandara?" Tanya Glorria dan Bastev.
"Aku mendengar nama Altha, Bastev. Apa kau pernah mendengar atau mengenalnya? Siapa Althaf itu" ucap Louis dia balik bertanya dengan nama yang sempat dia dengarnya tadi. "Althaf? Bukankah itu ketua Mafia Eropa suami dari Nowela, apa kau masih ingat dengan pengakuan Nowela kemarinnya, jika dia menikah dengan Althaf ketua Mafia Eropa" ucap Glorria
"Owh iya betul sekali sayang, berarti apa yang di katakan oleh Nowela kemarin malam itu benar adanya, jika mereka akan menyerang kita dan juga tuan Willigeria" jelas Bastev
"Lalu bagaimana dengan tuan Willigeria apa kau sudah memberitahukannya." Tanya balik Louis "Sudah aku beritahukan tuan Willigeria, dan malam ini mereka akan berangkat ke Paris dengan membawa seluruh para anak buahnya. Untuk membantu kita besok malam" Jelas Bastev
"maksudnya kita akan melakukan penyerangan atau bagaimana Bastev?" Tanya lagi Louis, dia masih kebingungan dengan perkataan Bastev.
"Ya tentu kita akan menyerang mereka, dan bersiap-siaplah kita berangkat malam ini bawa semua anak buah kita, siapkan senjata yang lengkap dan dan amunisi yang lebih banyak lagi." Ucap Glorria.
__ADS_1
Tanpa basa-basi lagi Glorria langsung memutuskan akan melakukan penyerangan balik, terhadap para musuhnya yang telah membantai seluruh keluarganya. Setelah sekian lama dia bersembunyi dari para musuh-musuhnya, kini dia sudah siap untuk kembali membalaskan dendam atas kematian seluruh keluarga besarnya.
"Louis kau tetap di sini, biarkan Dezi dan Richard yang ikut dengan kami, kau cukup jaga adikku dan keponakanku." Ujar Glorria, dia melarang Louis untuk tidak ikut dengannya.
Louis pun menggunakan kepalanya, dan dia segera membantu persiapan para anak buah Bastev dan perlengkapan senjata yang akan mereka bawanya.
Tuan Willigeria yang sudah mengetahui jika markasnya akan mendapatkan penyerangan, ia segera mengungsikan istrinya di malam itu juga. Sedangkan dirinya ia segera bersiap-siap terbang menuju Paris dengan membawa seluruh para anak buahnya, tuan Willigeria sengaja mengosongkan kediamannya dan juga markas besarnya, untuk mengelabuhi para musuh-musuhnya.
Disisi lain Annabella dan Darren serta Aiden dan Jonas kini mereka telah tiba di disalah satu apartemennya diAustralia. Glorria dan Bastev sudah menyiapkan salah satu apartemen untuk putri mereka yang lumayan cukup besar dan mewah, dengan pasilitas yang lengkap.
Bahkan Bastev dan Glorria sudah mempersiapkan kamar yang cukup besar untuk ketiga anak-anaknya, dengan masing-masing ranjang dan kasurnya.
"Bagaimana Darren, Aiden apa tempat tinggal kita bagus.?" Tanya Annabella kepada kedua saudaranya. "Wahhh ini sangat bagus Annabella, kamarnya sama seperti kamar kita di Italy sangat luas dan besar." Ucap Darren,
Dia memberitahukan Annabella mengenai kamar yang akan mereka tempatinya. "Kalau begitu mari aku tunjukkan satu persatu ruangan di apartemen ini Annabella, agar kamu bisa mengetahuinya." Ajak Aiden Darren mereka segera memapapah tangan Annabella yang dibantu oleh Jonas, untuk memberitahukan ruangan yang ada di partemen tersebut.
Ditempat lain Nowela dan David, mereka masih berlari tunggang langgang karena takut jika para anak buahnya mengejar mereka berdua. Namun lari mereka kalah cepat oleh keempat anak buah David yang berhasil menyusul mereka dari belakang.
"Nona cepet itu mereka sudah dekat!" Pekik David sambil menuntun tangan Nowela.
Kaki kiri Nowela telah tertusuk duri hingga ia tidak bisa berlari lebih cepat lagi, David sudah sangat tak sabar dengan Nowela yang tak bisa berlari. Akhirnya tubuh kekar David terpaksa menggendong tubuh ramping Nowela.
Dengan terkocar-kacir David berlari dengan nafasnya yang tersengal-sengal. "Tuan David tunggu jangan lari kami ikut denganmu tuan David!!" Teriak keempat anak buah David sambil terus mengejar David.
Keempat anak buah David terus berteriak sambil melambaikan tangan mereka kearah David, yang sedang berlari dengan menggendong tubuh ramping Nowela.
"David cepat mereka sudah semakin mendekat cepet David, lihat mereka mengacungkan senjatanya David cepat aku takut." Teriak Nowela, yang berpikir kalau para anak buah David akan menangkap mereka.
Nowela yang melihat kearah belakangnya ia mengira para anak buah David mengacungkan senjata mereka, padahal yang sebenarnya para anak buah David memanggil dan melambaikan tangan mereka. Dengan tujuan agar David menghentikan larinya namu Nowela dan David salah kaprah terhadap para anak buahnya.
David semakin mempercepat langkah kakinya sehingga tanpa ia ketahui jika kedua kalinya tersandung akar.
__ADS_1
Gubrakkk..
Akwww!!
Nowela berteriak karena ia dibawa jatuh oleh David dengan posisi ia menindihi tubuh kekar David yang tengkurap. "Jangan lari kalian!!" Teriakan para anak buah David semakin kencang terdengar, karena mereka sudah semakin dekat dengan David dan Nowela.
Nowela dan David yang ketakutan mereka merangkak dengan sekuat tenaga mereka. "David bangun cepat aku tidak mau mati sekarang David bangun" pekik Nowela
"Kalian mau kemana kenapa kalian..?"
Nowela yang ketakutan oleh keempat anak buah David, yang sudah berada dihadapannya, ia langsung pingsan dan kembali menindihi tubuh David yang masih merangkak dengan salah satu kakinya terlilit rembetan akar pohon.
"Lah Nona Nowela pingsan? tuan David." David yang masih membelakangi keempat anak buahnya, dia segera mengangkat kedua tangannya dan diam ditempat tanpa bergerak dan sepatah katapun sedikitpun.
Keempat anak buahnyapun duduk di belakang David dengan nafas mereka yang tersengal-sengal. Hampir satu jam lamanya David dan keempat anak buahnya masih saling terdiam tak ada yang berbicara sedikitpun.
Dipikirkan David keempat anak buahnya sedang menodongkan senjata kearah kepalanya, sehingga dapat David bertahan mengangkat kedua tangannya, meskipun sebenarnya kedua tangan David sudah sangat pegal.
Nowela dia membuka kedua matanya dengan harapan ia sudah berpindah tempat, namun saat ia melihat kearah belakang David masih ada keempat anak buah David.
Keempat anak buah David tersenyum dan melambaikan tangannya kearah Nowela, sontak saja membuat Nowela ketakutan dan ia kembali pingsan. "Hahh? kenapa Nona Nowela pingsan lagi?" Ujar salah satunya kebingungan.
"Tentu dia pingsan karena melihat wajah jelekmu kawan haha." Ejek sesama temannya.
"Tuan David anda sedang apa kenapa dari tadi tidak bergerak?" Tanya anak buah David kebingungan melihat David yang tak bergeming dari posisinya.
"David yang baru menyadari jika para anak buahnya tidak sedang mengancam dirinya ia segera mencari alasan, karena ia malu dan takut akan ditertawakan oleh keempat anak buahnya. "Pinggangku keseleo sehingga aku tidak bisa bergerak cepat pijit pinggangku!"
David beralasan jika pinggangnya keseleo
Dengan cepat keempat anak buahnya memijat-mijat punggung David dan membantunya untuk bangun. "Sial andaikan saja aku tahu dari tadi jika mereka tidak berbahaya mungkin aku tidak akan lari." Kata hati David berbicara sendiri.
__ADS_1
Kembali dengan Xander dan Althaf yang kini sudah berada di London, keduanya sedang sibuk mengatur strategi untuk menyerbu markas dan kediaman Willigeria. "Apa semuanya sudah siap? Jangan sampai kita kekurangan senjata dan amunisi Xander." Ujar Althaf.
"Aku rasa kita tidak akan kekurangan apapun Althaf, lihatlah para anak buahku sudah lengkap semua. Baz dan Cedric dia kekuatan timku yang jago dalam bela dirinya." Jawab Xander. "Ya sudah ayo kita berangkat sekarang, jangan tunggu lama-lama lagi" Ajak Althaf, akhirnya kelompok Althaf dan Xander bergegas pergi menuju kediaman Willigeria.