
Anderson dimalam itu ia bersorak riang penuh kemenangan bagi dirinya, tanpa ia ketahui apa yang telah terjadi dengan Allena putrinya. Setelah anak buahnya membawakan para wanita malam, dengan buasnya Anderson menikmati tubuh seksi wanita-wanita malam itu sekaligus dua ia bawa kedalam kamarnya.
Anderson menikmati goyangan wanita muda yang kini sudah berada diatas tubuhnya, Anderson terus mendesah mendapatkan gempuran dari wanita-wanita seksi. Sedangkan satu wanita lainnya terus meluamat mulut Anderson, Androsnpun bangkit dari posisinya, dan Ia menarik salah wanita yang belum ia nikmati, Anderson segera menaiki tubuh wanita **** itu. Dengan gansnya ia terus memaju mundurkan bokongnya hingga ia mencapai puncaknya.
Tubuh Andersonpun ambruk disamping wanita-wanita seksi tersebut, Anderson setelah selesai dengan kegiatannya diapun segera memberikan beberapa gepok uang kepada para wanita-wanita tersebut, dan ia segera menyuruh para wanita malam itu keluar dari dalam kamarnya.
Sedangkan Annabella yang berada didalam kamar hotel milik Allena, ia melihat ada beberapa pesan diponsel milik Allena. Annabellapun membalas pesan-pesan yang masuk kedalam ponsel Allena, agar tak dicurigai oleh para musuhnya. Sedangkan Aiken ia baru saja keluar dari club malam dengan memapah tubuh Jack yang sudah mabuk parah menuju mobilnya. Karena Jack sudah tidak kuat untuk berjalan lagi, akhirnya Aikenpun segera menggendong untuk masuk kedalam mobilnya.
Aiken esampainya dirumah dia segera mengirimkan pesan kepada Drak, "Drak aku baru sampai rumah, tuan Jack sedang mabuk parah, bagaimana dengan rencanamu besok apa sudah siap semua?" tanya Aiken lewat pesannya "kau tenang saja Aiken, untuk urusan besok semua sudah siap, jadi tak perlu kau pertanyakan lagi, hak yang perlu kau ingat besok kau berlindunglah kalau perlu kau tak perlu mengikuti acara pernikahan itu mengerti" ucap Drak memperingati Aiken, stelah mendapatkan pesan dari Dark, Aikenpun segera menghapus semua pesan yang masuk di ponselnya dan ia kembali mematikannya.
Keesokan harinya dimana waktu yang ditunggu-tunggu oleh Andersonpun telah tiba,
bahkan dipagi-pagi buta Anderson sudah menghubungi ponsel Allena, untung saja Annabella pintar menyarukan suaranya hingga tak dicurigainya oleh Anderson. "putri Daddy sayang bagaimana dengan keadaanmu nak? Apa kamu bahagia sayang karena sebentar lagi misi kita akan segera berhasil Allena sayang" tutur Anderson disebrang telpon,
"Ehemm, owhiya Daddy aku sangat senang sekali, tapi kira-kira beso Daddy akan menjemputku pukul berapa?" tanya Annabella dengan menyamar sebagai Allena. Setelah berbicara sedikit panjang dengan Anderson, Annabellapun kembali mematikan ponsel.
Alexander sekitar pukul sepuluh pagi ia sudah menghubungi Annabella, karena ia khawatir dan memastikan jika Annabella dalam keadaaan baik-baik saja. Setelah Annabella mengakhiri telponnya dengan Alexander ia kembali mendapatkan telpon, tak lain dari Drak yang menghubungi dirinya "halo nona semua sudah siap, dan para anak buah kita sudah mengepung kediaman andan nona" tutur Drak memberitahukan Annabella, mengenai oara anak buahnya yang sudah berhasil mengepung kediaman milik Annabella, yang kini ditempati oleh Jack.
"Baiklah Drak lakukan penyamaran dan kau bawa masuk beberapa anak buahmu, dan kau lakukanlah penyamaran sebaik mungkin dan masuk kedalam ruangan dimana altar didirikan mengerti" perintah Annabella kepada Drak
Setelah memberikan ancang-ancang kepada Drak Annabellapun segera bersiap-siap, untuk mengenakan gaun pengantin, dan ia pun tidak lupa untuk mengenakan veil agar menutupi wajahnya. Setelah selesai menggunakan perlengkapan pengantin, Annabella segera keluar dari kamar hotel lalu ia keluar menuju mobil milik Allena yang di ikuti beberapa pengawalnya.
Namun tidak lama kemudian ponsel Allena terus berdering, yang ternyata panggilan tersebut dari Anderson ayahnya, begitupun Jack ia mengirimkan beberapa pesan dengan kata-kata rayuan gombalnya.
Tidak perlu menunggu waktu lama kini Annabella telah sampai dikediamannya.
Para tamu undangan Jack, sudah mulai berdatangan untuk menyaksikan acara pernikahan Jack dan Allena. Sesampainya didepan pintu Annabellapun disambut oleh Anderson, dan kini Annabella berjalan menuju altar yang didampingi Anderson.
Annabella terus memperhatikan kesekelilingnya dari balik veil, sedangkan Drak beserta beberapa pengawalnya dia sudah berada disana, dengan wajah penyamaran mereka sesuai dengan perintah dari Annabella, sedangkan Annabella ia sudah bisa melihat para anak buah Anderson yang tak begitu banyak didalam ruangan tersebut.
Annabella terus berjalan diatas altar yang dituntun oleh Anderson dengan iringi musik, dan kini Annabellapun telah sampai dihadapan Jack untuk melakukan pemberkatan pernikahan mereka.
__ADS_1
Kini Annabella dan Jack sudah berdiri berhadap-hadapan untuk memasangkan kedua cincin mereka, kemasing-masing jari-jari manis mereka, namun secara tiba-tiba hal terdugapun terjadi.
Bughh.. Bughh..
Jack terjingkat kaget saat dia melihat lemparan kantong sampah, yang dipenuhi dengan darah yang mengarah.
Tepat mengenai punggungnya, sontak saja semua orang ikut beringsut dan berteriak. Jack yang kesal dia berteriak memanggil para anak buahnya, untuk melihat dan membuka kantong sampah tersebut, para anak buah Jack pun segera membuka bungkusan kantong tersebut, dan saat kantong sampah itu terbuka dengan lebar dan menampakkan potongan kepala yang terlihat begitu mengerikan. "Oh my God nona Allena!!" Teriak para anak buah Jack dan beringsut menjauh, sedangkan Jack ia begitu penasaran dengan apa yang dikatakan oleh para anak buahnya, dengan perlahan Jack mendekat kearah potongan kepala tersebut.
Deg...
Hati Jack begitu terkejut bukan main saat dia melihat dari jarak dekat, dan ternyata potongan kepala tersebut adalah kepala "Allena..!!"
Jack berteriak histeris saat dia melihat kepala Allena, sudah terpotong dengan begitu mengerikan.
Jack segera menoleh kearah Annabella, namun Annabella sudah tak melihatnya. Dan ternyata Annabella telah melepaskan gaun pengantin yang ia kenakannya tadi sehingga Jack melihatnya dengan jelas.
Dorr... Dorr.. Dorrr.!!!
Suara tembakan sudah mulai tak terelakkan, dari arah luar maupun didalam ruangan. dengan sigap Annabellapun segera menarik bahu Jack, lalu ia melayangkan tendangannya hingga Jack terjengkang dan terjatuh kebelakang. Saat Jack melihat kearah orang yang ada dihadapannya ia begitu syhok karena yang ia lihatnya adalah Annabella yang telah kembali.
Dan ia segera menembak kedua kaki dan tangan Anderson, sehingga membuat tubuh Andersonpun tersungkur jatuh kelantai. Jangan bergerak angkat tanganmu wanita ******!!" Teriak Jack sambil mengarahkan senjatanya kearah Annabella secara tiba-tiba
Jack yang mengarhkan senjatanya kearah kepala Annabella ia tersenyum dengan senang, namun bukan Annabella namanya jika ia akan kehabisan akalnya.
Annabella merundukkan kedua kakinya, lalu ia menarik tangan Jack, sehingga Jack menembakkan senjatanya tepat mengenai dada Anderson yang sudah terkapar. Dengan sigap Annabella kembali menarik dan merebut senjata yang digenggam oleh Jack hingga terlepas. Annabella mengangkat tubuh Jack tinggi-tinggi lalu membanting keberbagai arah, para tamu undangan berhaburan keluar untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing.
Sedangkan Aiken kini ia sudah bergabung dengan Drak, untuk membantu menyerang para anak buah Jack yang ada didalam ruangan.
Tangan sebelah kiri Annabella dengan cepat menarik pisau belatinya, sedangkan Jack ia kembali bangkit dengan kuda-kudanya untuk menghadang Annabella yang berjalan pelan mengarah kepadanya. Semakin dekat Annabella berdiri dihadapannya, Jack dengan lincahnya menendangkan kakinya kearah wajah Annabella.
Namun semua tendangan Jack sia-sia dan meleset begitu saja,
__ADS_1
Jack kembali melayangkan kepelan tangannya kearah wajah Annabella, tapi tetap sama tak ada yang tepat sasaran satupun.
Disaat Jack melayangkan kaki kanannya kearah tubuh Annabella, dengan gerakan cepat Annabellapun melayangkan kaki kirinya, dan ia mengibaskan pisu miliknya tepat dibagian lutut Jack, hingga celana Jackpun robek dan terlihat jelas tulang kaki lutut Jack mengelupas tanpa daging.
Jackpun menggerang kesakitan, dengan terpincang-pincang ia kemabli berdiri kokoh tanpa ia rasa luka yang telah didapatnya. Annabella tak ingin terburu-buru untuk mengakhiri hidup Jack, ia ingin membuat Jack lebih lama merasakan rasa sakit dari setiap lukanya. Annabella tersenyum getir meilahat kearah Jack yang terpincang-pincang akibat luka yang didapatnya.
Jack dia sudah sangat emosi melihat Annabella, akhirnya diapun kembali mengarahkan pukulannya, namun dengan sigap Annabella memutarkan tubuhnya tepat dibelakang Jack. Annabella kembali mengangkat dan melemparkan tubuh Jack hingga terpantul keatas, gerakan cepat Annabella menangkis tubuh Jack yang siap mendarat dengan satu lututnya, hingga tubuh Jackpun meluncur tempat dibagian lutut Annabella.
Annabella kembali mengibaskan pisu miliknya tepat dibagian perut Jack, sehingga perut Jackpun terbelah dan mengeluarkan isinya. tubuh Jack berguling kesakitan dengan luka yang begitu parah ditangan perutnya, tak sampai disitu saja Annabella menghampiri Jack yang sudah tergeletak lemah, Annabella berjongkok tepat dihadapan Jack yang sudah bersimbah darah.
Annabellapun mencabut senjata peninggalan ayahnya.
Dorrr.. Dorrr..
"Ini hadiah untukmu Jack.."
Tiga kali tembakan tepat mengenai kepala dan dada Jack, seketika Jackpun tewas di tangan Annabella dengan mengenaskan.
Annabellapun kembali mengarahkan senjatanya kearah para anak buah musuhnya, dan ia menembakki para anak buah Anderson.
Para anak buah Annabella yang berada diluar berhasil menembaki para anak buah Jack dan Anderson yang berjaga diluar.
Baku tembakpun terus terjadi, hingga akhirnya para anak buah Jackpun tewas tak ada yang tersisah satupun.
Akhirnya peperangan telah Annabella menangkan dengan para anak buahnya, Annabellapun kembali pulang kerumahnya yang berasal di pelosok.
Alexander sangat bahagia mendapati kekasih sekaligus istrinya, selamat dan bisa memenangkan hak miliknya. Setelah beberapa hari peperangan, Annabellapun memberitahukan paman Thony untuk mengadakan rapat dimarkas besarnya. Rapatpun diadakannya dan semua tetua klan bersorak bahagia, dengan kembalinya sang Mafia terkejam mereka.
Berita kembalinya Annabella menjadi pemimpin, telah berhembus keberbagai Negara, hingga diketahui oleh Maicon dan Ernesto.
"****.. ****..!!
__ADS_1
"Bagaimana bisa perempuan ****** itu kembali hidup!!" teriak Maicon sambil membanting benda-benda miliknya keberbagai arah, Maicon kembali berpikir jika Alexander telah tewas ditangan Annabella.
Akhirnya Maiconpun memutuskan menghubungi Ernesto untuk mencari pembunuh bayaran, akhirnya Ernestopun setuju dan sepakat dengan saran dari Maicon untuk mencari pembunuh bayaran. Ernestopun menyewa pembunuh bayaran dari Jepang, dengan bayaran yang cukup tinggi Yang tersohor kejamnya dan ditakuti oleh para Mafia manapun.