KEJAMNYA MAFIA CANTIK

KEJAMNYA MAFIA CANTIK
Jaga kedua putri


__ADS_3

Sedangkan Maicon dan Aiken serta Arno, mereka berhasil melarikan diri ketempat yang lebih jauh dan gelap sehingga tidak diketahui oleh para musuhnya, untuk menghindari para pasukan musuh yang secara tiba-tiba menyerang mereka.


Glorria yang masih berbeda dalam gendongan Dallen, seperti biasa ia tak mengeluarkan suaranya sedikitpun Glorria seperti mengerti dengan apa yang sedang dihadapi oleh kedua orangtuanya dan juga Uncle-unclenya, bahkan ia lebih kencang dan erat memeluk Dallen, yang terus berlari mengikuti arah Annabella dan Alexander masuk kedalam hutan.


Disisi lain kejadian beberapa bulan silam, saat Annabella mencari keberadaan Glorria ke Belanda. Aubert yang telah mendapatkan serangan dimarkasnya pada kala itu, dalam serangan itu ia harus kehilangan Algozilo sahabatnya setianya.


Kini Aubert mengambil alih menjadi pemimpin ketua Mafia di klannya, Aubert yang memiliki saudara kembar yang bernama Ames, yang juga sebagai pemimpin kelompok Mafia di Meksiko.


Aubert meminta bantuan Ames untuk membalaskan dendam sahabatnya yaitu Algozilo, Aubert menyangka bahw Annabella lah yang telah membuat Algozilo tewas, padahal Algozilo tewas karena bunuh diri dan bukan Annabella yang membantainya. Karena Aubert tidak mengetahui jika Algozilo tewas karena bunuh diri.


Dan akhirnya Ames menyepakati untuk membantu saudara kembarnya Aubert, semenjak kembalinya Annabella ke Paris, tim hacker Ames telah memantau setiap pergerakan keluarga Annabella dan Alexander, dan pada akhirnya kelompok Ames bergegas berangkat ke negara Paris yang disusul oleh kelompok Aubert, untuk menyerang keluarga kecil Annabella yang sedang happy merayakan acara ulang tahun Glorria.


Selama beberapa bulan ini Annabella dan Alexander telah lalai, akan pemantauannya terhadap para musuh-musuhnya yang sudah mengincar pergerakan keluarga mereka, sehingga tanpa mereka sadari jika keselamatan mereka sudah berada diujung tanduk seperti saat ini.


Tubuh Annabella yang dipapah oleh Alexander, secara tiba-tiba ambruk karena ia sudah tidak tahan lagi dengan perutnya yang semakin mulas dan nyeri di bagian bokongnya.


Tanpa menghiraukan disekitarnya, Annabella langsung menarik kedua tangan Alexander, dan segera mengambil ancang-ancang untuk mengejan.


Dengan rasa panik Alexander berusaha membantu Annabella, dengan sekuat tenaganya Alexander terus menahan genggaman tangan Annabella, Dallen saat melihat Annabella dan Alexander ambruk dia segera menghampiri Alexander dan Annabella, ia menurunkan tubuh mungil Glorria, lalu dengan cepat Dallenpun segera mengambil senjatanya.


Ia berusaha menghadang para anak buah musuhnya yang sudah semakin dekat kearah mereka, begitupun dengan Drak ia terus menembakkan timah panasnya kearah para musuhnya, yang begitu banyak berlarian kearah mereka.


Dorrr.. Dorrr.. Dorrr..


baku tembakpun akhirnya terjadi dari kedua belah pihak, Dallen dan Drak berhasil membuat para musuhnya terkapar. Sedangkan Glorria dia hanya berdiri disamping Annabella.


Dengan sekuat tenaganya Annabella terus melakukan mengejan, dan dititik terakhir mengejan Annabella seketika langsung terdengar suara tangisan bayi, akhirnya Annabella berhasil melahirkan bayinya, dengan jenis kelamin bayinya belum dapat diketahuinya karena dalam keadaan gelap.


Dengan cepat Alexanderpun segera menggendong bayinya, sambil membantu Annabella untuk mengeluarkan plasenta yang terakhir, setelah selesai semuanya Alexander segera meminta pisau belati milik Annabella untuk memotong tali ari-ari bayinya.


Dorrr.. Dorrr.. Dorrr


Suara tembakan terus terdengar dan semakin mendekat, bahkan kini beberapa diantara musuh Annabella, sudah berada dihadapan Alexander dan Annabella. Namun dengan kecepatan Dallen dan Drak, mereka berhasil menembaknya hingga mereka yang mendekatpun tewas, Alexander memberikan bayi itu kepada Annabella, dan Annabellapun segera menggendongnya dan menciumnya dengan penuh kasih sayang, sedangkan Glorria ia hanya menatap ibu dan ayahnya sendu, Glorria seperti memiliki firasat buruk dengan kedua orangtuanya.


Annabella menarik tangan Glorria, "bagaimana apa kamu senang kakak Glorria sayang, jaga adikmu sayang berikan dia nama yang indah sepertimu" bisik Glorria di telinga Glorria, yang tepat berada disampingnya.

__ADS_1


Annabella segera mengambil senjatanya, lalu ia memberikan senjata peninggalan Mikael Muller kepada Glorria, entah apa yang dipikirkan Annabella sehingga ia melakukan hal tersebut.


Annabella kembali memberikan bayinya kepada Alexander, setelah ia menggendongnya beberapa saat, karena tak memungkinkan untuk melihat dalam kegelapan, kemudian Annabellapun meraba jenis kelamin anaknya, yang akhirnya ia tahu bahwa bayinya berjenis kelamin perempuan.


"Alexander berikan putri kita kepada Dallen dan Drak, biarkan mereka pergi membawa kedua putri kita cepat! Kita tidak punya waktu banyak, dan kau pergilah bersama mereka biarkan aku disini" ujar Annabella dengan lirih, Alexander begitu terkejut saat dia mendengar perkataan Annabella, "tidak sayang aku tidak akan pernah pernah pergi meninggalkanmu, apapun yang terjadi denganmu aku akan tetap ada bersamamu" jawab Alexander dengan linangan airmata.


"Dallen! Drak sudah cepat ambil kedua anak-anakku, tidak akan menang untuk melawan mereka cepat bawa pergi kedua anak-anakku, dan kalian pergi sejauh mungkin dari tempat ini" teriak Alexander,


dengan cepat Alexanderpun segera memberikan kedua putrinya kepada Drak dan Dallen.


"Drak, Dallen kalian pergilah cepat pergi!!" teriak Annabella dan Alexander, kepada kedua pengawal setia mereka.


Tapi Drak bersikeras tak ingin meninggalkan kedua tuannya, Alexander berusaha membantu Annabella untuk bangkit


Namun sayang kondisi Annabella masih sangat lemah, dan dia tidak kuat untuk berdiri apa lagi berlari itu hal yang sangat tidak memungkinkan, para anak buah Ames dan Aubert sudah lebih cepat menembak bagian kaki Alexander, sehingga tubuh Alexander dan Annabellapun ambruk.


Dorrr.. Dorrr.. Dorrr


"Aarghh.!! Aarghh..!!" Alexander berteriak histeris menahan rasa sakit dibagian kedua kakinya, yang terkena tembakan dari pihak musuhnya.


Alexander terus meringis kesakitan karena kakinya tertembak, ia kembali berteriak kepada Dallen dan Drak agar mereka segera pergi dari hadapannya.


Mau tidak mau Drak dan Dallenpun pergi meninggalkan Annabella dan Alexander,


Dark berlari dengan menggendong Glorria, karena dia tidak bisa menggendong bayi yang masih kecil, sedangkan Dallen ia membawa bayi yang baru saja dilahirkan Annabella.


Kedua pengawal setia Annabella dan Alexander, terus berlari terpontang-panting menghindari setiap tembakan yang mengarah kepada mereka.


Dengan sekuat tenaga mereka, Dallen dan Drak terus berlari dalam kegelapan, tanpa menghiraukan apa yang ada didepan mereka.


Hingga akhirnya mereka menemukan jalanan besar, dan tak disangka-sangka mereka bertemu dengan mobil besar yang melintas bermuatan sayuran, Dallen memberhentikan san melambaikan tangannya kearah mobil besar tersebut, dengan menodongkan senjatanya kearah pengemudi.


Hingga akhirnya mobil itupun berhenti dan mereka segera naik kedalam mobil besar tersebut, yang entah tujuannya kemana, sudah tak mereka pikirkan untuk saat ini yang terpenting bagi mereka berhasil keluar dari tempat itu, "cepat jalan!" teriak Dallen sambil menodongkan senjatanya, sang sopirpun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena dia ketakuatan oleh Dallen dan Drak.


Sang sopir sangat ketakuatan dengan kedua pria tegap dan kekar, yang baru saja menodongkan sejata dan kini mereka duduk disampingnya.

__ADS_1


Sopir itu tidak berani menatap apalagi bertanya sepatah katapun kepada Dallen dan Drak.


Setelah mobil yang mereka tumpangi sudah berada dipertengahan kota, Dallen meminta untuk berhenti karena bayi Annabella menangis dan mengemut mulutnya yang mungil, Dallen sudah faham betul jika bayi yang baru di lahirkan itu membutuhkan susu.


"Drak belilah susu dan botolnya cepat, bayi ini lapar" ucap Dallen meminta Drak untuk membelikan susu. Drakpun segera turun dari dalam mobil tersebut, ia berjalan sendirian kedalam supermarket yang tak jauh dari mobil yang ia tumpanginya.


Setelah beberapa menit Drakpun kembali dengan membawa peralatan susu untuk bayi Annabella, Drakpun segera membuatkan susu dan ia memberikan sebotol susu kepada Dallen namun sayang Drak salah membuatnya, karena Drak tak faham masalah mengurus bayi, berbeda dengan Dallen ia sudah mahir dalam urusan bayi.


Sedangkan Annabella dan Alexander yang masih berada ditempat semula, mereka pingsan karena banyak mengeluarkan darah setelah melahirkan. begitupun dengan Alexander ia juga pingsan, karena tertembak dikedua kakinya.


Tubuh Annabella dan Alexander dibawa dan diseret oleh para pengawal Ames dan Aubert kerumah mereka, Ames yang berada tak begitu jauh dari lokasi kejadian. Tak hanya itu, para anak buah Ames dan Aubert juga menyerang kediaman Annabella dan Alexander hingga hancur tak ada satupun para anak buah Annabella dan Alexander yang tersisa, para asisten Annabella juga telah mereka bantai dengan begitu sadis.


Sedangkan Aiken dan Arno, mereka berhasil membawa Maicon lebih jauh lagi, meskipun hati Maicon sangat mengkhawatirkan keadaan menantunya yaitu Annabella yang tengah hamil tua.


Kembali pada cerita Drak dan Dallen.


Setelah Dallen memberikan sebotol susu kepada bayi Annabella, ia langsung tertidur begitu saja, begitupun dengan bayi yang ia gendongnya, begitu juga dengan Drak dan Glorria mereka sangat kelelahan setelah berlari cukup jauh, hingga tak terasa malam sudah berganti siang, bahkan kini sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.


Dark tersentak kaget karena daun telinga dan hidungnya dikorek-korek oleh jari kecil, yang tak lain itu adalah jari Glorria yang sudah terbiasa dilakukannya kepada Dallen.


Drakpun langsung membuka kedua matanya, dan dia membangunkan Dallen yang masih tertidur, Dallenpunpun dengan cepat terbangun, dan mereka saling lirik saat mereka melihat kesekitarnya, mobil yang mereka tumpangi telah terparkir di halaman rumah yang tak begitu besar dengan kebun sayuran dan buah-buahan yang ada disebrang rumah tersebut.


"Dark kita ada di mana?" Tanya Dallen sambil celangak-celinguk bingung, Drak yang mendapatkan pertanyaan dari Dallen, ia hanya menggelengkan kepalanya karena ia sendiri juga tidak mengetahuinya.


Akhirnya Drak dan Dallenpun segera turun dari dalam mobil besar tersebut,


mereka melihat keadaan di sekitarnya, tak berapa lama kemudian, si pria paruh baya yang membawa mobil tersebut menyambut Drak dan Dallen dengan ramah.


"Selamat datang anak-anak muda, kemarilah ayo masuk" ajak pria paruh baya itu kepada Dallen dan Drak.


Dark dan Dallen saling lirik, karena mereka masih bingung dengan keberadaan mereka sekarang, yang tidak mereka ketahui mereka berada dimana.


"Kalian tidak perlu takut dan khawatir terhadap saya, saya bukan orang jahat, kenalkan nama saya Raul, kalian bisa panggil saya dengan sebutan Paman Raul, ayok masuk kenapa masih berdiri disitu?" Ajak Paman Raul, kepada Dallen dan Drak


Akhirnya Dallen dan Drakpun ikut masuk kedalam rumah si pria paruh baya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2