Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
112


__ADS_3

“Boleh kan?” tanya Qalessa memastikan.


Nayya dan Risam yang mendapat pertanyaan dari putri mereka itu pun mengangguk, “Tentu bunda dan ayah akan mengantar kalian ke sekolah saat kalian pertama kali masuk sekolah dasar. Itu bukan permintaan sayang tapi memang sudah kewajiban ayah dan bunda.” Ucap Nayya gemas dengan putrinya itu. Putri yang lebih dekat dengan sang suami dari pada dirinya. Tapi dia memaklumi hal itu karena dia pun sama lebih dekat dengan papanya dari pada mamanya. Begitu juga dengan dua adiknya. Itu memang sudah tidak asing lagi bahwa putri pasti lebih dekat dengan ayahnya dari pada ibunya begitu juga sebaliknya putra lebih dekat dengan ibunya dari pada ayahnya.


“Ayah janji akan mengantar kalian ke sekolah.” Ucap Risam lalu memangku putrinya itu dalam pangkuannya. Putri kebanggaannya karena memang hanya satu putri yang dia miliki. Putri yang hanya lahir beberapa menit lebih dulu dari kedua adiknya tapi tetap memerankan perannya sebagai kakak untuk dua adik laki-lakinya itu.


“Baiklah ayah, bunda hanya itu yang kami inginkan. Ohiya kami juga punya hadiah untuk ayah dan bunda.” Ucap Qalessa.


Nayya dan Risam pun tersenyum, “Oh ya? Apa itu?” tanya Nayya.


Triplets pun tersenyum dan segera meminta izin untuk ke kamar mereka untuk mengambil hadiah mereka itu. Tidak lama triplets kembali dengan hadiah besar yang mereka bawa bersamaan dan segera memberikannya kepada Nayya dan Risam.


“Boleh bunda dan ayah membukanya?” tanya Nayya menatap ketiga buah hatinya itu.

__ADS_1


“Tentu bunda. Silah di buka.” Ucap ketiganya kompak.


Nayya dan Risam pun segera membuka hadiah dari ketiga buah hati mereka itu yang ternyata adalah sebuah lukisan mereka.


Nayya meneteskan air matanya melihat lukisan itu, “Ahh ini cantik banget nak. Terima kasih.” Ucap Nayya lalu mengecup kening ketiga buah hatinya itu.


“Ayah sangat gagah di sini. Terima kasih yaa atas hadiah kalian.” Ucap Risam lalu dia juga mengecup kening ketiga anaknya itu.


***


Sebulan berlalu dengan sangat cepat, tidak terasa kini tahun ajaran baru sudah di mulai saja. Hari ini Nayya dan Risam akan mengantar anak-anak mereka itu ke sekolah di hari pertama mereka. Nayya pun segera membantu triplets bersiap. Lalu setelah memastikan triplets bersiap dia segera kembali ke kamar utama dan tidak mendapati Risam.


“Mas!” panggil Nayya. Lalu dia mendengar gemericik air di kamar mandi.

__ADS_1


“Ouh masih mandi rupanya. Eehh tapi bukankah sudah sejak tadi ya mas mandi?” tanya Nayya pada dirinya sendiri.


Nayya pun segera mengetuk pintu kamar mandi itu dan memanggil Risam, “Mas! Mas ada di dalam kan?” tanya Nayya.


“Iya sayang.” Jawab Risam lalu tidak lama dia keluar.


“Mas, aku pikir kenapa kau lama di dalam kamar mandi mas. Ayo aku bantu bersiap.” Ucap Nayya.


Risam tersenyum, “Hum, aku bersiap sendiri saja sayang. Kamu siap-siap juga. Ini hari pertama anak-anak sekolah kita tidak boleh terlambat.” Tolak Risam lembut.


Namun Nayya menolaknya, “Biarkan aku tetap melaksanakan kewajibanmu mas. Ayo sini aku bantu memakainya.” Ucap Nayya.


Risam pun akhirnya menurut saya ucapan istrinya itu karena dia tidak tahu mungkin saja ini akan jadi hari terakhir istrinya itu membantunya bersiap. Untuk hari-hari kedepannya siapa yang tahu. Itu adalah rahasia. Nayya baru lah bersiap setelah memastikan suaminya itu sudah siap.

__ADS_1


__ADS_2