Kepastian Cinta

Kepastian Cinta
Khawatir


__ADS_3

Didalam pikirannya, pak Ahmad hanya terfokus kepada Yuna, ia tidak bisa fokus kepada pak Iwan yang sedang menjelaskan cara untuk menyelamatkan Yuna dan Alia.


Ia membayangkan hal yang tidak baik terjadi pada Yuna.


" Begini pak saya akan kembali ke perkemahan dan mengambil alat-alat untuk membantu proses penyelamatan, kalian bisa pergi terlebih dahulu untuk menyelamatkan mereka namun kalian harus tetap berhati-hati dengan tanah berlumpur itu. Galih, kamu bimbing mereka karena kamu yang tau kondisi jalur disana. Apa ada yang bisa membantu saya mengambil peralatan di perkemahan diantara bapak bertiga, karena saya tidak yakin bisa membawanya sendiri karena mobil untuk membawa perlengkapannya tidak bisa masuk kesini"ucap Pak Iwan merencanakan penyelamatan untuk kedua murid yang sedang dalam bahaya.


Semua setuju dengan arahan dari pak Iwan. Pak Iwan pun kembali ke perkemahan bersama pak Danu yang dengan suka rela ingin membantu membawa perlengkapan pertolongan untuk Yuna dan Alia. Sedangkan pak Ahmad dan pak Indra pergi menuju jurang dengan dibimbing oleh pak Galih yang sudah pernah masuk dan melihat bagaimana jalur yang sangat memungkinkan seseorang dengan mudah jatuh kedalam jurang.


" Pak kita harus hati-hati perhatikan langkah kalian, jangan sampai kalian lengah jika kalian lengah sedetik saja itu akan sangat berbahaya. Khususnya untuk pak Ahmad, anda terlihat sangat cemas. Saya tau anda khawatir kepada murid anda namun kita juga tidak bisa gegabah, dengan kita salah langkah kita bisa gagal menolong mereka. Saya harap anda mengerti dengan apa yang saya katakan" saran pak Galih kepada pak Ahmad sangat menyadarkannya.


Pak Ahmad tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa Yuna sehingga ia mengikuti ucapan pak Galih. Ia berkonsentrasi penuh agar ia tidak salah langkah dan membahayakan diri sendiri. Setelah pak Ahmad terlihat tenang pak Galih langsung memimpin kembali perjalanan mereka yang tertunda.


"Ya Allah selamatkan lah Yuna dan Alia, jangan sampai hal buruk menimpa mereka. Lindungilah mereka dari kejahatan dan bahaya." doa pak Ahmad dalam hati.


Mereka bertiga pun memulai langkah mereka memasuki jalan menuju jurang. Setiap langkah selalu mereka perhatikan. Mereka tak ingin niat mereka yang ingin menolong malah menjadikan diri mereka sebagai korban.


Ditengah perjalanan mereka mendengar suara perempuan berteriak meminta tolong. Ketiganya sangat khawatir namun pak Ahmad lebih terlihat khawatir, ia hampir lupa untuk tidak gegabah. Ia hampir berlari menuju asal suara yang ia yakini adalah suara Yuna. Namun cepat-cepat dicegah pak Indra, ia kembali meningkatkan kepada rekan kerjanya itu untuk tidak gegabah dalam melakukan apapun saat ini karena bisa saja mereka yang akan dalam bahaya.

__ADS_1


**Kenapa aku sangat khawatir seperti ini? Apa yang terjadi denganku? Kenapa akhir-akhir ini aku merasa sangat bahagia saat melihat Yuna bahagia namun sangat cemas dan khawatir saat Yuna dalam bahaya seperti ini?


Sebenarnya apa yang aku pikirkan, ini bukan waktunya untuk memikirkan hal lain selain menyelamatkan Yuna dan Alia itu yang lebih penting sekarang.** pak Ahmad selalu bertengkar dengan pikirannya sendiri sejak ia mengetahui Yuna dalam bahaya saat ini. Ia sulit berpikir jernih saat ini. Pikirannya dipenuhi oleh Yuna. Hanya Yuna yang ada dikepala dan memenuhi otaknya.


Mereka masih melanjutkan perjalanannya. Dengan langkah yang pelan namun pasti membuat mereka selalu waspada. Sesekali mereka mendengar suara teriakan Yuna meminta pertolongan. Pak Ahmad hampir goyah pertahanannya setiap kali mendengar suara Yuna. Ia merasa hatinya sesak mendengar suara teriakan itu, tapi ia pun tidak bisa gegabah dalam hal ini. Dia harus terus waspada karena tanah yang ia pijak sangat licin jadi sangat berbahaya jika salah melangkah.


Suara-suara Yuna semakin lama semakin terdengar jelas. Artinya mereka mulai dekat dengan Yuna. Namun mereka tidak melihat siapa-siapa disekitar mereka. Pak Galih yakin bahwa Yuna ada didalam jurang, dan saat mereka mendekat kearah mulut jurang mereka melihat Yuna dan Alia.


Mereka selamat, mereka sedang berjuang menyelamatkan diri mereka dengan bertahan pada akar pohon yang menjuntai keluar tanah. Pak Ahmad sangat sedih sekaligus senang melihat Yuna selamat.


"Yuna, Alia! Tunggu sebentar saya akan mengangkat kalian" ucap Pak Ahmad, ia akan menolong Yuna dengan tangannya sendiri karena posisi Yuna dapat diraih dengan tangan kosong tanpa bantuan tali.


"Ayo pak kita bantu Yuna dan Alia naik" ucap Pak Ahmad meminta bantuan kepada Pak Indra, sedangkan pak Galih ia menahan tubuh pak Ahmad dan pak Indra secara bergantian agar mereka tidak ikut jatuh kedalam.


"Yuna ayo pegang tangan saya," ucap Pak Ahmad hampir meraih tangan Yuna. Ia merasa senang saat ia berhasil meraih tangan Yuna dan mengangkatnya.


Dilihat dari wajahnya Yuna terlihat sangat pucat. Keringat bercucuran diwajahnya, tangannya memerah karena menahan dirinya agar tidak jatuh ke jurang pada sebatang akar pohon yang cukup untuk ia genggam dengan tangan kecilnya namun sangat kuat. Entah berapa lama ia bertahan. Tangannya bukan hanya memerah namun ada beberapa luka sayatan ditelapak tangannya. Mungkin karena terkena kulit pohon yang terkelupas sehingga menyebabkan luka ditangannya.

__ADS_1


Alia pun memiliki beberapa luka ditangannya namun lebih sedikit dari Yuna. Setelah mereka berhasil terangkat, Yuna langsung memeluk Alia dan menangis bersama. Kedekatan mereka sangat terlihat, mereka seperti tak ingin melihat salah satu diantaranya terluka.


Yuna dan Alia tidak peduli dengan lukanya masing-masing, mereka malah saling menanyakan kondisi satu sama lain.


Alia yang sudah sangat lelah dan kehabisan energi akhirnya ambruk dipelukan Yuna. Karena kondisinya sangat lemah akhirnya ia dibawa kembali ke perkemahan oleh pak Indra dibantu pak Danu yang sudah kembali bersama pak Iwan. Alia di angkat menggunakan tandu yang dibawa oleh pak Danu dan pak Iwan dari perkemahan. Pak Galih dan pak Iwan pun ikut membantu pak Indra dan pak Danu mengangkat tandu yang berisi Alia.


Yuna tak kuasa melihat sahabatnya tak berdaya. Ia menangis sejadi-jadinya. Kini tinggallah Yuna dan Pak Ahmad ditempat itu, karena yang lain sudah kembali ke perkemahan membawa Alia yang dalam keadaan tak sadar.


Flashback off


Pak Ahmad menceritakan semua dari awal sampai akhir tanpa tertinggal satupun. Yuna mendengarkan dengan seksama apa yang diceritakan oleh pak Ahmad. Ia sangat berterima kasih kepada guru tampan itu karena sudah menyelamatkannya dan Alia.


" Saya sangat berterima kasih kepada kak Ahmad karena sudah menolong saya dan sahabat saya. Saya tidak bisa membalas kebaikan kak Ahmad, sekali lagi terimakasih," tutur Yuna menyampaikan isi hatinya. Ia terlihat sudah mulai terbiasa memanggil Ahmad dengan sebutan 'kak Ahmad'


Pak Ahmad yang mendengar kata-kata Yuna merasa sangat senang. Hatinya tiba-tiba terasa hangat dan berdebar. Entah apa yang pak Ahmad rasakan.....


Bersambung.

__ADS_1


Author minta maaf kemarin cuma bisa update satu episode🙏🙏. Sebagai gantinya hari ini author kasih 3 episode, Terimakasih yang sudah mampir ke novel ini. Bantu like dan vote ya😘


__ADS_2